“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Posts tagged ‘maskawin’

Nasehat dan Tanya Jawab Wanita di Limboro

Nasehat Wanita Abu Ahmad

  • Bolehnya wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang sholeh…
  • Wajibnya maskawin untuk menikahi wanita…
  • Diajurkan sebelum menikah adalah melihat calon yang akan dinikahi…
  • Bolehnya mahar dengan bacaan Al-Qur’an dan pengajaran. (Dengan catatan sudah tidak mendapatkan sesuatu lagi untuk dijadikan sebagai mahar)…
  • Bolehnya wanita memilih seseorang yang hendak dinikahi…

download nasehat

  • Apa hukumnya bagi seorang muslim yang mengganti puasa wajib yang terlewatkan dan diganti pada hari Jum’at?
  • Apakah boleh seorang muslim yang hidup memakai pakaian orang mati (mayit) dalam keadaan belum dikubur?
  • Apakah bagi umahat atau akhwat membuka tempat belajar untuk mengadakan pengajian anak-anak atau murajaah hafalan, sekaligus kami mengajarkan sesuai yang kami miliki untuk diajarkan?

download tanya jawab (lebih…)

Iklan

Bagaimana Mengembalikan Mahar Yang Berbentuk Hafalan Ketika Akan Khulu’?

pTANYA: Bismillah… Kepada Ustadz Abu Ahmad Muhammad Salim Al-Limboriy Hafidzahullah…

Ada seorang akhwat menikah dengan ikhwan dengan mahar hafalan Al-Qur’an (juz) ikhwan tersebut… Saat ada badai dalam pernikahan, sang istri minta cerai namun suaminya tidak mau menceraikan akhwat tersebut… si akhwat tersebut ingin khulu dengan mengembalikan maskawin (mahar)… Dikarenakan mahar berbentuk hafalan (juz), bagaimana cara istri tersebut mengembalikan maskawin itu?. Bagaimana cara agar bisa berpisah dengan ikhwan itu?.
(Pertanyaan dari Cilacap).

JAWAB: Dilihat kepada keridhoaan suaminya, karena yang namanya ganti mahar ketika akan khulu’ -disebutkan dalam syari’at kita- adalah yang berbentuk harta benda, kalau suaminya tidak mempermasalahkan maharnya karena berbentuk hafalan maka bagi wanita tersebut terbebaskan dari mengganti mahar dan ia bisa memulai khulu’nya.

Kalau suaminya mempermasalahkan mahar tersebut maka dikembalikan kepada adat kebiasaan ketika dahulu keduanya menikah, misalnya pada saat keduanya menikah, kebiasaan kaum muslimin ketika menikah rata-rata mahar mereka senilai Rp 1.000.000,- maka dia mengembalikan senilai itu sebagai ganti atas maharnya berupa hafalan yang pernah disetorkan.  (lebih…)