“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Posts tagged ‘ASHHABULHADITS’

Telegram Channel: Durus Syaikh Yahya Al-Hajuriy di Makkah

Sheikh Yahya On Telegram

Silahkan klik link dibawah ini untuk mengikuti :

telegram.me/aladabulmufrad
telegram.me/kitabulilmi
telegram.me/ashhabulhaditsalMuntaqa
telegram.me/KitabulImanSyarhShahihBukhari

(lebih…)

Iklan

Dua Kenikmatan Membawa Kepada Keselamatan

DUA KENI’MATAN

MEMBAWA KEPADA KESELAMATAN

قال أبو أحمد محمد بن سليم آل لابسانا:

القرآن والسنة نعمتان لأهل الإيمان“.

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Alu Labisana berkata:

“Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah dua keni’matan untuk orang yang beriman”.

Al-Qur’an dikatakan sebagai ni’mat dengan dalil dari Al-Qur’an, Alloh Ta’ala berkata:

اليوم أكملت لكم دينكم وأتمت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan bagi kalian agama kalian dan telah Kucukupkan untuk kalian ni’mat-Ku serta telah Kuridhoi Islam sebagai agama (kalian)”…

(lebih…)

MATI SYAHID ATAU HIDUP MULIA DI ATAS TAUHID

MATI SYAHID ATAU HIDUP MULIA DI ATAS TAUHID

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Wabihi Nasta’in. Alloohu Akbar Walillahil Hamd.

Ammaa Ba’d:

Ditengah-tengah rasa lemah dan lelah ketika kami bersama kawan-kawan memperbaiki dan memperkokoh benteng Indofi’i berdasarkan ide Abu Yahya Al-Makassariy Hafizhohullah sekaligus beliau ikut membantu bekerja, terdengarlah kepada kami ceramah dari masjid Assunnah dengan suara yang besar dan lantang, mengobarkan semangat jihad, tidak seorangpun yang masih memiliki hati mendengarnya melainkan akan terdorong dan bangkit untuk berjihad. Kawan-kawan yang bersama kami di benteng Indofi’i bertanya-tanya: “Suara Syaikh siapa itu?

(lebih…)

JIHAD ANTARA MANIS DAN PAHITNYA

JIHAD ANTARA MANIS DAN PAHITNYA

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillah,  Asta’iinuhu  Waastaghfiruh. Amma Ba’du:

Kalimat “Jihad fii Sabilillah” mudah diucapkan namun sulit untuk diwujudkan. Bila seseorang telah mampu mengalahkan sifat kepengecutan dan mampu melangkahkan kakinya untuk maju ke medan tempur maka sungguh dia telah mampu menjalani satu bagian jihad dalam melawan hawa nafsunya, ketika dia sudah berada di tengah-tengah musuh dan tembakan mortir, meriam, basoka dan lemparan geranat menghujaninya, maka di sinilah dia akan merasakan pahit dan sakitnya dalam perjuangan mewujudkan jihad yang hakiki, jikalau seseorang berpenyakit jantungan maka belum terkena tembakan tentu akan mati langsung atau minimalnya pingsan karena derasnya tembakan yang bunyinya menyobek-nyobek angkasa dan menikam dada. Bila seseorang sehat dan gagah pemberani maka akan terlihat sikapnya ada dua pilihan maju atau mundur? namun bila seseorang kuat tawakkalnya dan yakin bahwa Alloh bersamanya dan akan menolongnya maka dia tetap kokoh di atas pendiriannya, bila seperti ini keadaannya maka baginya “ihdal husnayain” (salah satu dari dua kebaikan); mungkin terbunuh sebagai seorang yang mati syahid atau kembali dalam keadaan selamat dan terkadang dengan membawa rampasan perang, jika dia berhasil dalam upaya ini maka dia telah menjalani jihad yang mulia yaitu jihad melawan musuh-musuh Alloh; masuk di dalamnya jihad melawan syaithon dan jihad melawan kaum kafir semisal Alhutsiyyin Asysyi’ah Qootalahumulloh. Allohummanshurnaa ‘Alaihim.

Oleh : Akhuuna Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory Hafidzhohullah

“ WASPADAI PARA PENGERUK DANA ”

 “WASPADAI PARA PENGERUK DANA”

Yang Memanfaatkan

Kucuran Darah Para Pembela Agama

Dan kepedihan orang-orang yang tertimpa bencana

Oleh : Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekoja Al Qudsy Al Jawy

Terkait dengan pertanyaan-pertanyaan pada ana seputar dibukanya donasi-donasi dari pihak hizbiyyun  (Ihyauts Turots, Luqmaniyyun dsb) yg beralasan untuk membantu Salafiyyun  Dammaj, maka dalam suasana yang amat terbatas ini ana akan menjawab dengan singkat  -dengan memohon taufiq pada Alloh- :

Orang kafir sekalipun, dia wajib menolong orang yg trzholimi, sebagamana dia wajib  melaksanakan syariat Islam, karena dia diciptakan untuk ibadah kepada Alloh semata.  Tapi kekafirannya menghalangi dia untuk amalannya diterima. Begitu pula  mubtadi’ah wajib menolong orang terzholimi. Dan amalan dia itu bukan sebagai dalil  benarnya manhaj dan aqidah dia, sebagaimana kuatnya ibadah khowarij bukanlah sebagai  dalil benarnya jalan agama khowarij. Begitu pula upaya Ihyaut Turots dan lain-lain (jika  memang telah berupaya) untuk menolong orang terzholimi bukanlah dalil tentang lurusnya  agama mereka, karena itu memang kewajiban mereka dan kewajiban kita semua. (lebih…)

Hukum Mihrab Masjid Dalam Islam

Hukum hukum seputar masjid

HUKUM-HUKUM SEPUTAR MASJID

بِسم الله الرَّحمنِ الرَّحِيم 

                                                                                             الحَمْدُ لله رَبّ العَالَمِينَ.أمّا بعدُ:

Telah sampai pertanyaan kepada Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy yang berbunyi:
 
Apa hukum masjid yang ada mihrobnya, karena ada ustadz lulusan Dammaj mengatakan bahwa masjid ada mihrobnya tasyabbuh dengan gereja?, padahal masjid di Dammaj juga ada mihrobnya, juga masjid Nabawiy ada mihrobnya, mana yang benar dalam masalah ini?”.
Jawabannya:
Dengan melihat hal tersebut maka kami akan jelaskan sebagai berikut:
Penggunaan kata “mihrob” secara bahasa lebih umum dari pada secara syar’iy.
Secara bahasa “mihrob” adalah: (lebih…)