“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Posts tagged ‘Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekajo Al Qudsy’

Syarah Hadits : Wanita Adalah Aurat”

Disusun dan diterjemahkan Oleh:

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo (‘afallohu ‘anh)

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

Kata Pengantar

:ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ 

Sesungguhnya telah datang permintaan dari saudara kita yang mulia Abu Adam Al Maliziy hafizhohulloh untuk saya menjelaskan makna sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam:

« ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻮﺭﺓ، ﻓﺈﺫﺍ ﺧﺮﺟﺖ ﺍﺳﺘﺸﺮﻓﻬﺎ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ‏» ؟

“Wanita itu adalah aurot. Maka jika dia keluar, setan akan menghiasinya.”

Maka dengan memohon pertolongan kepada Alloh, saya menjawab:  (lebih…)

Iklan

Apakah Dikatakan Bahwa Jalan Allah itu Panjang atau Pendek ?

asdf
Judul Asli:
“Hal Yushofu Thoriqullohi Bith Thowil Awil Qoshir?”
 
Judul Terjemah:
“Apakah Dikatakan Bahwa Jalan Alloh Itu Panjang Atau Pendek?”
Ditulis dan diterjemahkan Oleh Al Faqir Ilalloh:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Jawiy
Al Indonesiy –semoga Alloh memaafkannya-
 بسم الله الرحمن الرحيم
 
PENDAHULUAN
الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين أما بعد:
      Saya sedang teringat jalan yang tengah saya tempuh, jalan para pengembara yang penuh dengan ujian dan cobaan. Sudah banyak orang yang berjatuhan dari jalan itu. Tiada seorangpun yang istiqomah di atasnya kecuali orang yang Alloh kokohkan.
Kemudian pikiran saya berpindah ke Shiroth yang terbentang di atas punggung Jahannam pada hari Kiamat, yang mana Shiroth tadi lebih tajam daripada pedang dan lebih lembut daripada rambut. Di atasnya ada duri-duri besi yang melengkung dan cakar-cakar yang menyambar-nyambar orang-orang yang berjalan di atasnya sesuai dengan perintah Alloh untuk disambar. Barangsiapa tergelincir kakinya dia akan terhempas ke dalam Neraka yang Alloh ta’ala berfirman tentangnya:
﴿إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ * كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ﴾ [المرسلات: 32، 33].
“Sesungguhnya Neraka itu melemparkan bunga-bunga api bagaikan istana, seakan-akan dia itu iringan onta-onta kuning.”
Saya tidak tahu apakah saya termasuk orang-orang yang selamat ataukah termasuk dari orang yang akan binasa? Sementara para perampok jalan itu banyak, dan juga syubuhat dan syahwat itu menyambari saya ke kanan dan ke kiri. Ya Alloh selamatkanlah saya, ya Alloh selamatkanlah saya.
Al Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله berkata: “Alloh Yang Mahasuci telah memancangkan jembatan yang orang-orang melintas di atasnya menuju Jannah, dan Alloh memancangkan di kedua sisinya duri-duri melengkung yang menyambari manusia sesuai dengan amalan mereka. Maka demikianlah duri-duri kebatilan dari pengkaburan yang menyesatkan, dan syahwat yang menyesatkan menghalangi orang untuk lurus menempuh jalan kebenaran. Orang yang terjaga hanyalah orang yang dijaga oleh Alloh.” (“Ash Showa’iqul Mursalah”/2/hal. 146). 

(lebih…)

MAKNA TAKALLUF: Kapan Seorang Terhukumi Takalluf (Memberat-beratkan Diri)

KAPAN SEORANG TERHUKUMI TAKALLUF ?

Ditulis : Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsy Al-Jawy

Disebutkan oleh Al Imam Al Fasawiy dalam kitab “Al Ma’rifah Wat Tarikh” (167-168) dengan sanad shohih bahwa Laits bin Sa’ad menyebutkan bahwa para ulama mujahidun di tengah-tengah jihad mereka, mereka  juga aktif mengajari para prajurit ilmu Kitab Was Sunnah dan fiqih dan sebagainya. Maka kita berusaha mencontoh mereka dengan menyelingi berita-berita  jihad dan doa-doa dengan ilmu-ilmu  yang bermanfaat seperti biasa, InsyaAlloh.

Ada yang bertanya: Sebetulnya kapankah suatu perkara dihukumi takalluf?

Apakah semata mata masuk kedalamnya maksiat / pelanggaran syari’at lantas terhukumi takalluf, meski banyak pihak yang merasakan manfaatnya ? (lebih…)