“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Archive for the ‘wanita’ Category

NASEHAT Untuk Wanita Yang Sehat

nasehat-untuk-wanita-yang-sehat

Pendahuluan Tentang Nasehat

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Allah Ta’ala berkata:

{إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ} [التوبة: 91].

“Apabila mereka memberi nasehat karena Allah dan Rasul-Nya.” (At-Taubah: 91)

Dari Tamim Ad-Dariy semoga Allah meridhoinya, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«الدِّينُ النَّصِيحَةُ» قُلْنَا لِمَنْ قَالَ: «لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ».

“Agama adalah nasehat.” Kami bertanya: Untuk siapa? Beliau menjawab: Untuk Allah dan Rasul-Nya serta untuk para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat mereka.” Diriwayatkan oleh Musim.

Dari Jarir bin Abdillah semoga Allah meridhoinya, beliau berkata:

 بَايَعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فَلَقَّنَنِى: «فِيمَا اسْتَطَعْتَ»، وَالنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ.

“Aku berba’iat (berjanji setia) kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mendengar dan taat maka beliau membimbingku (untuk aku ucapkan): “Terhadap apa yang kamu mampui.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim, dan ini adalah lafazh Muslim. (lebih…)

Iklan

Talaq dan Iddah

talaq

Pertanyaan : بسم الله  Pada surat At Talaq ayat 4 berbunyi : “Dan perempuan-perempuan  yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya”

Seperti apa tafsir dari ayat tersebut untuk perempuan-perempuan yang hamil, apakah untuk perempuan yang sudah bersuami lalu meninggal suaminya atau perempuan yang belum menikah dan berzina? Mohon penjelasannya ustadz.    بارك الله فيك 

Jawab : Bismillaah…Baarokallohufiikum…insyaAlloh kami akan memberikan beberapa faedah yang sangat berharga insya Alloh ta’aala yaitu : (lebih…)

Andil Wanita Untuk Alam Semesta

 andil-wanita

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أَمَّا بَعْدُ

Para wanita dikenal di kalangan para pria sebagai orang-orang lemah, dengan itu seringkali kita dengarkan dari sebagian para pria mengeluarkan kata-kata yang berisikan peremehan terhadap para wanita, dan bahkan terkadang kita dengarkan para suami meremehkan isteri-isteri mereka karena menurut anggapan mereka bahwa merekalah yang membiayai, memberi makan dan memenuhi kebutuhan isteri-isteri mereka.

Tanpa mereka sadari kalau para wanita itu ternyata memiliki andil yang besar dalam memberikan kebaikan kepada keluarga dan bahkan agama -walaupun keadaan mereka lemah-, dan ini tentunya bisa dilihat dan dapat dirasakan oleh orang yang mengharapkan kebaikannnya, bukankah Ar-Rasul ‘Alaihish Shalatu was Salam telah berkata:  (lebih…)

Buletin Jum’at edisi 41-Pemuliaan Islam Terhadap Wanita Hamil

buletin jum'at edisi 41
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ  الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ

Islam merupakan agama universal, berbagai permasalahan kehidupan terdapat penjelasan di dalamnya, penjelasan tersebut telah termaktub di dalam sumber hukum Islam (Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah), Allah Ta’ala telah jelaskan di dalam Al-Qur’an tentang keberadaan Rasul-Nya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus di muka bumi sebagai rahmat bagi jin dan manusia:

{وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ} [الأنبياء: 107]

“Tidaklah Aku mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiya’: 107) (lebih…)

Fatwa Masyaikh Ahlussunnah Terkait Pondok Pesantren Wanita (TN) Tanpa Mahrom Yang Tersebar di Indonesia

Fatwa TN (Pondok Wanita) Sheikh Abu Usamah Salim Al-Hilaly

:السلام عليكم ورحمة الله وبركاته، وبعد 

Berkenaan mengenai pertanyaan saudara di Indonesia tentang perginya wanita ke ma’had wanita (pondok pesantren wanita), ketika wanita pergi bersafar (bepergian) bersama mahromnya kemudian mahromnya kembali dan meninggalkan wanita itu disana, dan yang mengajar dima’had itu adalah seorang wanita.  

Yang pertama kami katakan  : بارك الله فيكم (Semoga  Allah  memberkahi kalian)

Ini bukan termasuk manhaj salaf dalam (metode) pengajaran wanita.  Hanya saja yang wajib bagi wali wanita itu agar mengajarinya perkara agamanya dan menempatkanya di rumahnya. Dan hanyalah ini adalah jalan-jalan hizbiyyah dan ahlul bid’ah dan ahwa’. Dan saya menasehatkan saudara-saudara kami yang beriltizam dengan kitab Allah dan sunnah nabinya ﷺ agar tidak melakukan perkara ini.  (Tarbiyatun Nisa’ tanpa mahrom)

Hanya saja mereka (para wali) yang mengajari saudara-saudara perempuan mereka,anak-anak ,istri-istri ,dan ibu-ibu mereka.  Kemudian bertemunya para wanita di satu mahad memungkinkan para wanita mempelajari sebagian dari pemikiran hizbiyyah dan sebagian pemikiran yang di masukkan kepadanya pengelola markiz ini dari pengekor hawa nafsu dan pelaku kebidahan kemudian membawanya kepada keluarganya dan dari sana kepada anak-anaknya dan demikianlah tersebar kebid’ahan dan  sunnah semakin sedikit. (lebih…)