“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Archive for the ‘Tanya Jawab’ Category

Syarah Hadits : Wanita Adalah Aurat”

Disusun dan diterjemahkan Oleh:

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo (‘afallohu ‘anh)

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

Kata Pengantar

:ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﻥ ﻣﺤﻤﺪﺍ ﻋﺒﺪﻩ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ 

Sesungguhnya telah datang permintaan dari saudara kita yang mulia Abu Adam Al Maliziy hafizhohulloh untuk saya menjelaskan makna sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam:

« ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻮﺭﺓ، ﻓﺈﺫﺍ ﺧﺮﺟﺖ ﺍﺳﺘﺸﺮﻓﻬﺎ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ‏» ؟

“Wanita itu adalah aurot. Maka jika dia keluar, setan akan menghiasinya.”

Maka dengan memohon pertolongan kepada Alloh, saya menjawab:  (lebih…)

Iklan

Hukum Meminta Doa dan Syafa’at Kepada Mayit (2)

Hukum Meminta doa Syafa'at Kepada Mayit 2
بسم الله الرحمن الرحيم

 Meminta Didoakan Mayit 

Pertanyaan : Penanya berkata : Engkau telah menyebutkan didalam kitab (Taudhihul Mufid Syarah) Fathul Majid, bahwasanya meminta doa dari mayit merupakan bid’ah, dan bahwa penghukuman keatasnya dengan syirik akbar secara mutlak perlu ditinjau kembali, dan ini sungguh menjadikan kerancuan pada kami, maka bagaimana dia itu menjadi (sekedar) bid’ah, padahal dia meminta dari mayit suatu perkara yang mayit itu tidak mampu untuk melakukannya, dan termasuk syarat permintan dari makhluq adalah dia itu hidup, hadir, mampu dalam keadaan mendengar, dan mayit menyelisihi hal ini seluruhnya, bahkam kalaupun yang menyeru meyakini bahwa mayit itu mampu mendengar, akan tetapi bersamaan dengan itu, dia tidak mampu (untuk berdoa), dan kalupun dia mampu mendengar dengan keyakinannya, maka kenapa amalan ini tidak termasuk syirik akbar, dimana dia meminta darinya sesuatu yang mayit tidak mampu melakukannya saat ini dalam keadaan dia itu mayit, seperti perkataan kita, bahwa siapa yang meminta dari mayit berupa harta atau semisalnya dari apa yang dia tidak mampu memenuhinya pada masa hidupnya maka itu syirik akbar, maka apa perbedaan diantara kedua keadaan ini ? Jazaakumullohu Khoiroon.   (lebih…)

Hukum Meminta Doa dan Syafa’at Kepada Mayit (1)

بسم الله الرحمن الرحيم

Meminta Didoakan Mayit 

Pertanyaan : Apa hukum meminta doa dan syafa’at dari mayit disisi kuburnya jika dia melakukannya berlandaskan bahwa mayit mendengarnya (mendengar perkataan orang yang masih hidup-penerj), apakah ini termasuk syirik akbar ?

(lebih…)

Kedudukan Akal dalam Beramal

Kedudukan akal dalam beramal

Tanya: Pak ustadz betulkah kalau salafiy tidak mau pakai akal hanya mau pakai dalil Qur’an hadits saja?

Jawab: Akal memiliki peran dan pengaruh yang sangat penting bagi setiap hamba, dengan sebab akal seseorang bisa menerima dan memperoleh ilmu serta dengan sebabnya seseorang bisa beramal, berkata Al-Imam Abul Abbas Ahmad Al-Harraniy Rahimahillah:  (lebih…)

Hukum Mencium Kaki Ibu

Hukum Mencium Kaki Ibu

Tanya: Bismillah… ustadz, Apakah kita boleh kalau sungkem terus cium kaki ibu sambil menundukkan kepala (sujud) apa itu boleh? Jazakallahu khairan.

Jawab: Kalau itu bentuknya menundukan kepala dengan meletakan dahi di atas kaki ibu atau seperti yang dikatakan oleh sebagian orang dengan sujud di atas kakinya maka itu tidak boleh, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

ﻟَﻮْ ﻛُﻨْﺖُ ﺁﻣِﺮًﺍ ﺃَﺣَﺪًﺍ ﺃَﻥْ ﻳَﺴْﺠُﺪَ ِﻷَﺣَﺪٍ َﻷَﻣَﺮْﺕُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓَ ﺃَﻥْ ﺗَﺴْﺠُﺪَ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ

“Kalau seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka sungguh aku akan perintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya”. (lebih…)

Mengutamakan  Puasa 6 Hari di Bulan Syawal Daripada Puasa Dawud

Mengutamakan  Puasa 6 Hari di Bulan Syawal Daripada Puasa Dawud

Tanya: Bismillah… Assalamu’alaikum Warahmatullah…
afwan ustadz ganggu waktunya, ana ada pertanyaan: Apakah puasa sunah syawal 6 hari berturut-turut menyelisihi hadits puasa nabi Dawud ‘Alaihissalam, tentang puasa sunah paling utama? Jazakallahu khairan wa Barakallahu fiykum. (lebih…)

Tanya-Jawab Seputar Idul Fitri

taqoballah

Hukum Takbiran Pada Malam Idul Fitri

Tanya: Bismillah….. Assalamu’alaikum, ‘afwan ada pertanyaan: Bagaimanakah hukum takbir pada malam ‘Iedul Fitri?

Jawab: Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Takbiran pada malam ‘Iedul Fithri termasuk dari perkara yang disyari’atkan, berkata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

(وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ)

“Dan hendaknya kalian menyempurnakan bilangan (bulan Ramadhan) lalu kalian bertakbir kepada Allah atas petunjuk yang telah Dia berikan kepada kalian, dan supaya kalian bersyukur”. [Al-Baqarah: 185].  (lebih…)