“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Archive for the ‘Ibadah’ Category

Hati-hati Dari Keputus asa an Akan Rahmat Allah

Hati-hati, dari keputus asa an akan rahmat Allah azza wa jalla atas hamba-Nya

الحذر من اليأس من رحمة الله عز وجل بعباده

Hati-hati, dari keputus asa an akan rahmat Allah azza wa jalla atas hamba-Nya

Allah  berfirman :

يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Wahai anakku, pergilah kalian,  carilah berita  tentang Yusuf  dan saudaranya, dan janganlah kalian  berputus  asa  dari rahmat Allah. Tidaklah berputus  asa  dari rahmat  Allah, kecuali kaum yang kafir .” QS: Yusuf:  87

Allah berfirman :

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” QS: Asy-Syura :28

Ibnu Katsir mengatakan : Yaitu putus asanya manusia akan  turunnya hujan, dan menurunkan kepada mereka tatkala mereka butuh, sebagaimana firman Allah :

وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمُبْلِسِينَ

“Dan walaupun sebelum turunnya hujan kepada mereka, mereka benar-benar putus asa.”  QS: Ar-Rum: 49

Berkata imam Al Bazzar  (3168) : Haddatsana Salamah, dia berkata : Bercerita kepada kami Al Muqri’, ia berkata : Bercerita kepada kami Haywah, ia berkata :  Akhbaraniy Abu Hani’, bahwa Amr bin Malik, cerita kepadanya,  dari Fadhalah bin Ubaid radhiyallahuanhu, dari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam : (lebih…)

Diantara Sebab : Lapangnya Rezeki, Turunnya Hujan dan Datangnya Keberkahan

Lapangnya  Rezeki

من أسباب سعة الأرزاق ونزول الغيث والبركات

Diantara Sebab Lapangnya Rezeki dan Turunnya Hujan dan Berkah.

Sesungguhnya diantara perkara yang paling penting yang bisa menyebabkan turunnya berkah, rahmat dan hujan, dan lapangnya rezeki, adalah keimanan kepada Allah Ta’ala.

Allah berfirman :

  وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Dan kalaulah penduduk desa-desa itu beriman, pastilah Kami bukakan berkah berkah dari langit dan bumi , akan tetapi mereka mendustakannya, sehingga kami menyiksa mereka di sebabkan perbuatan mereka.” QS : Al-A’raf: 96

Ibnu Katsir rahimahullah berkata : yaitu telah beriman hati-hati mereka dengan apa yang di bawa oleh para utusan itu, membenarkannya, mengikutinya, bertaqwa kepada Allah dengan melakukan ketaatan, meninggalkan yang haram,(pastilah kami bukakan berkah-berkah dari langit dan bumi). Yaitu tetesan dari langit dan tumbuhan bumi. (lebih…)

Membangun Masjid-Masjid dan Tempat-Tempat Belajar

Wasilah dakwah 12g-gif-updateg-gif-update b

الثانية عشرة
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ * رِجَالٌ لا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْماً تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ
“Di rumah-rumah yang Allah izinkan untuk dimuliakan dan disebut didalamnya namanya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingati Allah, dan mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut suatu hari dimana bergoncangnya hati dan penglihatan.”

Dan diantara perkara yang mulia untuk menopang dakwah Salafiyyah adalah membangun masjid-masjid dan tempat-tempat belajar, dan karena perkaranya agung ditinjau dari sisi agama dan kebaikan, dan ketika nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika sampai perjalanannya di Madinah nabawiyyah beliau mulai dengan membangun masjid.

Dan yang dalilnya adalah hadits Anas radhiyallahu anhu, riwayat muslim 524 : (lebih…)

Tanya-Jawab Syaikh Muhammad bin Hizam (Part 6)

Tanya jawab bersama syaikh Muhammad bin Hizam  bag 6

Jawaban dari Soal-soal yang di tujukan kepada Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Hizam Al-Fadhliy Al-Ba’daniy, (Semoga Allah melindungi dan menjaganyadan memberikan manfaat islam dan muslimin dengannya.) Tanya jawab malam Senin24 Rabiul Awwal 1437 H

******

Pertanyaan : Apa yang datang pada hadits yang  menceritakan tentang Abi Bakar todhiyallahu anhu beliau bershadaqah, puasa,  memberi makan orang-orang miskin serta menjenguk orang sakit dalam satu hari. Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Tidaklah semua itu terkumpul pada seseorang dalam satu hari melainkan dia masuk surga. Apakah pahala ini termasuk jika disebagian malam hari dan disebagian siangnya ?

Jawaban : Jika Allah menghendaki, masih dalam satu hari, kalau lah dia menyempurnakan perkara-perkara ini di malam hari, dan yang lainnya siang hari, jika Allah kehendaki masuk dalam hadits ini,  karena semua itu terkumpul pada satu hari. (lebih…)

Fathul Alim : Sifat Kalam Milik Allah

Sifat Kalam milik Allah 1a

Dari kitab saya* “Fathul Alim Syarah Risalah Imam Mujaddid kepada penduduk Qashim

Sifat Al-Kalaam (bicara) adalah milik Allah yang ditetapkan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dan kesepakatan para salaf, secara logika dan fitrah.

divider 07

Pertama: Dari Al-Qur’an.

Allah berfirman :

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ الله

Itulah para rasul, Kami utamakan sebagian mereka atas yang lain, diantara mereka ada yang diajak bicara Allah. QS: Al-Baqarah: 253

Dan firman-Nya :

وَكَلَّمَ الله مُوسَى

Dan Dia berbicara kepada Musa dengan sebenarnya. QS:  An-Nisa: 164

Dan firman-Nya :

وَأَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَى، إِنَّنِي أَنَا الله لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِي

“Dan sungguh Aku memilih kamu, dan dengarkanlah dengan baik apa yang di wahyukan,   “Sesungguhnya Aku adalah Allah yang tidak ada Ilah yang benar kecuali Aku, maka sembahlah Aku dan tegakkan shalat untuk mengingat-Ku”. QS: Thaha: 13

فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِي مِن شَاطِئِ الْوَادِي الأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَن يَا مُوسَى إِنِّي أَنَا الله رَبُّ الْعَالَمِين

Maka tatkala Dia menghampiri-Nya, diserulah dia dari pinggir lembah sebelah kanan, pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, “Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Rabb semesta alam. QS: Al-Qashash: 30

Dan firman-Nya :

إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْنَاهُ أَن نَّقُولَ لَهُ كُن فَيَكُون

“Hanya saja ucapan Kami untuk sesuatu, jika Kami menginginkannya Kami katakan : “Jadilah, maka jadi”. QS: An-Nahl: 40

Dan firman-Nya :

قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

“Katakanlah, sekiranya lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Rabb-ku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis kalimat-kalimat Rabb-ku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu”. QS: Al-Kahf: 109 (lebih…)

Tuntunan Sholat Gerhana Matahari dan Bulan

gerhana  matahari  9 maret  2016  diindonesia

…..Sholat kusuf tidaklah ditegakan melainkan ketika terjadi gerhana.

Ketika belum terlihat atau belum terjadi gerhana maka tidak boleh melakukannya, siapa yang melakukan sholat kusuf pada saat belum ada gerhana maka sholatnya tidak teranggap, karena dia melaksanakannya bukan pada waktunya, Alloh Ta’ala berkata:

(إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا)

“Sesungguhnya sholat keberadaannya bagi orang-orang yang beriman adalah telah ditetapkan waktu(nya)”.

Tidak ada tuntunannya di dalam Islam menunggu-nunggu waktu gerhana, karena masing-masing sibuk dengan urusannya, ketika datang waktu gerhana baru bergegas dengan cepat untuk menegakan sholat kusuf, demikian yang dilakukan oleh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, ketika beliau melihat gerhana terjadi maka beliau bergegas dengan cepat menuju tempat sholat, lalu beliau sholat. (lebih…)

Tanya – Jawab (23 Jumadil Ulaa 1437 H)

TANYA JAWAB - Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy

Mendoakan Mubtadi’ Yang Meninggal

Tanya: Kemarin Abdurrahman Al-Adniy Al-Hizbiy meninggal, ada ikhwan yang mengucapkan Rohimahullah…., Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun…., apa ucapan yang pantas bagi meninggalnya seorang mubtadi’?. (Pertanyaan dari Semarang).

Jawab: Ucapan yang pantas untuk diucapkan tentang meninggalnya dia adalah:

(إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ)

“Sesungguhnya kita adalah milik Allah, dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kita kembali”.

Adapun yang mengucapkan “Rahimahullah” atau mendoakannya dengan ampunan maka ini adalah boleh, karena dia masih mu’min, Allah Ta’ala berkata:

(وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ)

“Dan beristighfarlah kamu terhadap dosamu, dan terhadap orang-orang yang beriman laki-laki serta yang beriman perempuan”.

Ahlul bid’ah atau para hizbiyyun semisal dia masih teranggap sebagai orang-orang mu’min, bila seperti itu keberadaan mereka maka boleh memintakan ampun kepada Allah untuk mereka, dengan dalil perkataan Allah Ta’ala tersebut. (lebih…)