“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Archive for the ‘Ibadah’ Category

ADAKAH SHOLAT KHUSUS TAUBAT ?

sholattaubatimg_1490552_48579547_64

Soal: apa hukum sholat tobat?

Jawab dengan memohon pertolongan pada Alloh ta’ala:
Sebagian ulama berdalilkan tentang sholat tobat dengan hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dalam Musnad beliau no. (2) yang berkata: haddatsana Waqi’: haddatsana Mis’ar wa Sufyan: ‘an Utsman ibnil Mughiroh Ats Tsaqofiy: ‘an Ali bin Robi’ah Al Walibiy: ‘an Asma ibnil Hakam Al Fazariy: ‘an Ali rodhiyallohu ‘anh yang berkata:

كنت إذا سمعت من رسول الله صلى الله عليه و سلم حديثا نفعني الله بما شاء منه وإذا حدثني عنه غيري استحلفته فإذا حلف لي صدقته. وإن أبا بكر رضي الله عنه حدثني وصدق أبو بكر أنه سمع النبي صلى الله عليه و سلم قال : «ما من رجل يذنب ذنبا فيتوضأ فيحسن الوضوء» قال مسعر: «ويصلي». وقال سفيان: «ثم يصلي ركعتين فيستغفر الله عز و جل إلا غفر له»

“Dulu aku jika mendengar hadits dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, Alloh memberiku manfaat dengan apa yang dikehendaki-Nya dari hadits tadi. Tapi jika orang lain memberiku hadits dari Nabi, aku menuntutnya untuk bersumpah. Jika dia bersumpah maka aku membenarkannya. Dan sesungguhnya Abu Bakr rodhiyallohu ‘anh memberiku hadits, dan Abu Bakr itu jujur, bahwasanya beliau mendengar Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam berkata: “Tiada seorangpun yang membikin dosa, lalu dia berwudhu dan memperbagus wudhunya.” Mis’ar berkata: “Dan melakukan sholat” Sufyan berkata: “Lalu dia sholat dua rekaat, lalu dia mohon ampun pada Alloh ‘azza wajalla, kecuali Alloh pasti akan mengampuninya.”  (lebih…)

TAUBAT YANG MURNI

taubat

Dari Fatwa Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin
rohimahulloh ta’ala tentang tobat yang murni.

Hadits: “Orang yang bertobat dari dosa itu seperti orang yang tidak punya dosa.”

Pertanyaan: Semoga Alloh memberkahi Anda. Ada orang punya pertanyaan wahai Fadhilatusy Syaikh: apakah hadits “Orang yang bertobat dari dosa itu seperti orang yang tidak punya dosa” itu shohih?

Asy Syaikh menjawab: aku tidak mengetahui keshohihan hadits tadi dengan lafazh tersebut. Akan tetapi tiada keraguan bahwasanya orang yang bertobat dari dosa, jika tobatnya itu nashuh (murni dan benar) maka kesungguhnya dosa tadi tidak berpengaruh padanya. Bahkan bisa jadi dia bertambah iman dan amal sholih setelah tobat tadi, dan jadilah dirinya setelah tobat tadi menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Apakah engkau tidak melihat firman Alloh ta’ala:

{وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ } [الفرقان: 68]

“Dan orang –orang yang tidak menyeru sesembahan yang lain bersamaan dengan menyeru Alloh, dan mereka tidak membunuh jiwa yang Alloh haromkan kecuali dengan alasan yang benar, dan juga mereka tidak berzina.” (QS. Al Furqon: 68).   (lebih…)

Tinjauan Syari’ah Tentang Hukum-hukum Seputar RISWAH

hukum riswah

بِسم الله الرحمن الرحيمِ
  :الحَمدُ لِلّهِ رَبّ العَالَمِينَ، وَالصّلَاةُ وَالسّلاَمُ عَلَى أَشرَفِ المُرسَلِينَ، نَبِيّنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحبِهِ أَجمَعِينَ , أَمّا بَعدُ

Dengan banyaknya pertanyaan yang berkaitan dengan risywah maka pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan diantara hukum-hukum risywah tersebut.

PENGERTIAN RISYWAH

Risywah ada tiga bacaan, bisa dibaca dengan “risywah” dan “rusywah” dan bisa pula dengan “rasywah”.
Dan dia adalah:

ما يؤخذ بغير عوض ويُعاب أخذه 

“Apa-apa yang diambil dengan tanpa memberi kompensasi (pengganti kerugian) dan tercela mengambilnya”, sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Rohimahulloh. 

Para ulama menyebutkan defenisi risywah:

ما يعطى لإبطال حق، أو لإحقاق باطل

“Apa-apa yang diberikan untuk membatilkan kebenaran atau membenarkan kebatilan”.

Dan ini gambarannya seperti yang disebutkan pula oleh Asy-Syaikh Ibnul Utsaimin Rohimahulloh:  (lebih…)

Menggunakan Kuniyah Merupakan Sunnah

ramadhon 2TANYA: Ustadz berikan penjelasan kepada kami bagaimana hukum menggunakan nama kunyah. Disyari’atkannya dan tuntunan memilih nama-namanya. Jazakumullahukhoiro.

JAWAB: Nama kuniyah adalah nama yang diawali dengan “abu” bagi pria, dan “ummu” bagi wanita.

Penggunaan kuniyyah ini tidak hanya bagi mereka yang memiliki anak, namun yang belum memiliki anak atau bahkan anak kecil sekalipun boleh menggunakan kuniyah, penggunaan kuniyah ini boleh dari nama anak sendiri atau pun nama yang bukan nama anak sendiri. 

Menggunakan kuniyah ini merupakan sunnah dari sunnah-sunnah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, beliau menggunakan kuniyah Abul Qosim, nama putra pertama beliau dari istrinya Khodijah adalah Qosim Rodhiyallohu ‘Anhu, beliau adalah saudara kandung Fathimah Rodhiyallohu ‘Anha.

Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menghimbau untuk menggunakan kuniyah dengan ketentuan tidak sama dengan kuniyahnya semasa hidupnya, beliau berkata:   (lebih…)

BAHAYA BID’AH

BAHAYA BID'AH

TANYAApakah orang yang membuat bid’ah di dalam agama dianggap menyimpang dari tauhid?.

JAWABIya, dia teranggap menyimpang dari tauhid, karena konsekwensi dari tauhid sebagaimana yang telah dikatakan oleh Ustadzuna Abul Abbas Harmin bin Salim Al-Limboriy Rohimahulloh wa Rodhiya ‘Anhu adalah:

امتثال أوامر الله واجتناب نواهيه

“Melaksanakan perintah-perintah Alloh dan menjauhi larangan-larangan-Nya”.

Dan bid’ah di dalam agama termasuk dari perkara yang dilarang di dalam Islam, Alloh Ta’ala berkata:  (lebih…)

Tidak Sah Suatu Ibadah Bila Dibangun Diatas Kerusakan

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Bagaimana hukumnya shalat di belakang Imam yang melakukan beberapa perbuatan syirik seperti; Bekerjasama dengan Jin, pasang susuk, asihan, dan sebagainya?

Dan bagaimana kita menghukumi orang tersebut padahal dia tidak tahu kalau ia telah terjebak kemusyrikan? Jazaakallohu khoiron wa Baarokallohu fiikum.

TIDAK SAH SUATU IBADAH BILA DIBANGUN DI ATAS KERUSAKAN

(lebih…)

Nasehat Untuk Para Bapak Yang Memiliki Semangat Menuntut Ilmu

Tanya: Mohon nasehat antum untuk kami yang sudah berkeluarga ini, kami berkeinginan untuk menuntut ilmu di markiz para ulama namun kendalanya kami sudah berkeluarga, mana yang baik melakukan rihlah dengan membawa keluarga (istri dan anak-anak) ataukah rihlah sendirian?, mohon nasehatnya!. Jazakumullah khaira.

Jawab:

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد:

Bila anda memiliki bekal yang memadai ya’ni memiliki modal untuk kebutuhan anda bersama keluarga anda dalam melakukan rihlah ke markiz ulama maka hendaklah anda rihlah bersama keluarga anda, dengan mempersiapkan perbekalan yang mencukupi, Alloh Ta’ala perintahkan:  (lebih…)