“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Archive for the ‘Ibadah’ Category

KAJIAN KITAB BULUGHUL MARAM

20150417074323بلوغ المرام من أدلة الأحكام للحافظ أبي الفضل أحمد بن حجر العسقلاني، المتوفي ٨٥٢ 

Milik Abi Fadhl Ahmad bin Ali bin Hajar Al-‘Asqolaanii, wafat 852 H

Disampaikan oleh : Ustadz Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy hafidzahullah.

INSYAALLAH BERLANJUT * IKUTI KAJIANNYA  DISINI !

(lebih…)

Surat Mungil Tentang Hukum Memukul Anak Kecil

surat kecil

Pertanyaan: Apa hukum mendidik anak kecil yang berusia Antara dua tahun hingga mendekati tujuh tahun dengan cara banyak memukulinya atau memukulinya dengan keras?

Ditulis oleh :

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy Al-Jawy hafidzahullaoh

Jawaban dengan memohon pertolongan pada Alloh semata:
Ini perlu penjabaran yang cukup. Dan saya dengan taufiq dari Alloh semata membahas masalah itu dalam tulisan khusus. Akan tetapi dalam kesempatan yang amat terbatas ini akan saya jawab sebagai berikut:
Sesungguhnya pemukulan memang salah satu metode yang penting dalam pendidikan, akan tetapi dia bukan diletakkan di awal, tapi dia ada di bagian akhir.
Alloh ta’ala berfirman:

﴿ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ﴾ [النحل: 125]

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah, dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”  (lebih…)

DAUROH Tentang Ma’na Thaghut

THOGHUT 2

THOGHUT 1

Dimasjid Al-Amin AmbonJum’at malam 21 Jumadits tsani 1436 H, oleh Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy hafidzahullah

Menjawab Azan Lebih Afdhol Dari Pada Langsung Sholat Dua Raka’at

q2

TANYA: Ustadzana hafizhokumullooh, pertanyaan ana:Seorang masuk masjid dia dapat khotib sudah naik mimbar dan mengucapkan salam kemudian mu’adzin mengumandangkan adzan. Mana yang lebih afdhol bagi seseorang tadi apakah dia langsung sholat tahiyatul masjid atau dia berdiri dulu mendengar adzan sampai selesai adzan baru sholat tahiyatul masjid?.Demikian بارك الله فيكم (Pertanyaan dari Kamp.Kisar-Ambon).

JAWAB:Tidak diragukan bahwa yang afdhol adalah menjawab azan terlebih dahulu, setelah itu baru dia melaksanakan tahiyatul masjid (sholat dua roka’at).
Bila seseorang melakukan ini maka dia menempatkan perkara pada tempatnya, dia bisa melaksanakan perintah:  (lebih…)

Sujud Sahwi Sebelum Dan Sesudah Salam

sahwi

TANYA: Assalamu alaikum…  Bagaimana tentang sujud sahwi. Sujud setelah salam yang bagaimana. Dan sujud sebelum salam yang bagaimana?. (Pertanyaan dari Riau).

Jawab:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sujud sahwi ada dua tempat yaitu sebelum salam dan sesudah salam.

Sujud sahwi dilakukan sebelum salam ketika orang yang sholat ragu pada sholatnya, berapa roka’atkah yang dia lakukan?, kurang roka’atnya ataukah lebih?, ini berdasarkan hadits Abu Sa’id Al-Khudriy bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:  (lebih…)

Waktu Sholat Kusuf Ketika Terjadi Gerhana

gerhana-bulan-darah-akan-terjadi-besok

TANYA: Assalamu’alaikum…, ada pertanyaan tentang sholat gerhana, apakah sudah jelas kelihatan gerhana bulan itu, kemudian mula mengerjakan sholat, kerana di Malaysia, orang ramai menunggu keputusan pemerintah, walaupun tidak kelihatan gerhana di daerah masing-masing, tetapi pemerintah menetapkan sholat gerhana selepas sholat maghrib, Jazaakallohu khoira. (Pertanyaan dari Malaysia)  (lebih…)

Mahkota Keagungan Bagi Penghafal Kalamurrohman

DOWNLOAD E-BOOK

Ditulis dan Diterjemahkan Oleh: Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy عفا الله عنه

بسم الله الرحمن الرحيم

:الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأه محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين، وأما بعد

      Telah datang pertanyaan dari seorang saudara yang mulia hafizhohulloh: Bagaimana tingkatan hadits bahwasanya orang tua dari anak penghapal Al Qur’an akan dipakaikan mahkota di surga dan keluarganya sebanyak tujuh turunan akan dijauhkan dari api neraka? Bagaimana dengan orang tua yang anak-anaknya penghapal Al Qur’an akan tetapi dia ahlul bid’ah atau bahkan sampai pelaku kesyirikan?

Maka dengan memohon pertolongan pada Alloh, saya jawab sebagai berikut: Hadits tersebut datang dari Buroidah ibnul Hushoib rodhiyallohu ‘anh: Diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad ibnu Hanbal dalam Musnad beliau (22950) dan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf beliau (30045) dan Ad Darimiy dalam Sunan beliau (3434) dan yang lainnya yang berkata: haddatsana Abu Nu’aim: haddatsana Busyair ibnul Muhajir: haddatsani Abdulloh bin Buroidah, ‘an abihi yang berkata:  (lebih…)