“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Archive for the ‘Ibadah’ Category

Mahkota Keagungan Bagi Penghafal Kalamurrohman

DOWNLOAD E-BOOK

Ditulis dan Diterjemahkan Oleh: Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawiy Al Indonesiy عفا الله عنه

بسم الله الرحمن الرحيم

:الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأه محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين، وأما بعد

      Telah datang pertanyaan dari seorang saudara yang mulia hafizhohulloh: Bagaimana tingkatan hadits bahwasanya orang tua dari anak penghapal Al Qur’an akan dipakaikan mahkota di surga dan keluarganya sebanyak tujuh turunan akan dijauhkan dari api neraka? Bagaimana dengan orang tua yang anak-anaknya penghapal Al Qur’an akan tetapi dia ahlul bid’ah atau bahkan sampai pelaku kesyirikan?

Maka dengan memohon pertolongan pada Alloh, saya jawab sebagai berikut: Hadits tersebut datang dari Buroidah ibnul Hushoib rodhiyallohu ‘anh: Diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad ibnu Hanbal dalam Musnad beliau (22950) dan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf beliau (30045) dan Ad Darimiy dalam Sunan beliau (3434) dan yang lainnya yang berkata: haddatsana Abu Nu’aim: haddatsana Busyair ibnul Muhajir: haddatsani Abdulloh bin Buroidah, ‘an abihi yang berkata:  (lebih…)

Pengganti Mandi Junub Bagi Orang Yang Sakit

cooltext115767427437472 cooltext115767427498132

TANYA: Apabila suami istri pada malam hari berhubungan, otomatis keduanya harus mandi junub. Bagaima tata cara mandi junub apabila salah satu dari suami/istri punya penyakit asma, sedangkan pada saat subuh udara terasa dingin dan di khawatirkan punya asma bisa kambuh… apakah salah satu dari suami/istri mandi saat hendak sholat subuh pada waktunya ataukah ada keringanan bagi yang punya sakit asma.

Keringanan yang dimaksud adalah yang punya sakit asma membersihkan kemudian wudhu kemudian sholat dan mandi junubnya pada saat udara tidak dingin lagi. Ataukah yang punya sakit asma wajib mandi sebelum sholat subuh.
Jazakallah khair atas jawabannya. (Pertanyaan dari Makassar).

JAWABAN: Ketika seseorang junub dan dia tidak bisa menggunakan air dingin karena sakit yang dideritanya, bila dia tetap memaksakan mandi maka akibatnya akan menambah derita sakitnya, kalau keadaannya seperti itu maka jangan dia mandi sehingga dia tidak termasuk dari orang-orang yang disebutkan di dalam Al-Qur’an:

(وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا)

“Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, sesungguhnya Alloh bagi kalian adalah Ar-Rohim (Maha Penyayang)”.   (lebih…)

Hukum Mengusap Wajah Setelah Shalat

HUKUM MENGUSAP WAJAH SETELAH SHOLAT

Karena ada dari orang-orang asy-ariyah mengatakan bahwa orang yang tidak mengusab wajahnya setelah sholat maka sholatnya tidak sah. Mereka berdalil bahwa nabi shallallahu’alaihi wasalam setelah sholat didapati didahinya ada bekas tanah, makanya beliau setelah sholat mengusab mukanya. bagaimana yang shohih ? Dengarkan penjelasan ilmunya ! Disampaikan oleh Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy.  (lebih…)

Hukum Memakan Makanan Dari Acara Bid’ah

plTANYA: Bismillah…, yang ana tanyakan adalah  hukum makanan makanan acara bid’ah? Dan hukum kalau kita datang setelah acara bid’ah tersebut selesai… afwan tolong disampaikan ke abu Ahmad? Jazakallahukhoir.

JAWAB: Hukum makanan bid’ah semisal tahlilan atau yang sejenisnya telah kami jawab pada pembahasan yang berjudul “Pertanyaan dari Limboro Tentang Pembahasan Tahlilan Orang Lihoko”.(Klik gambar untuk baca atau download PDF)

Dan telah datang pula suatu atsar dari Ali bin Abi Tholib Rodhiyallohu ‘Anhu ketika terjadi perluasaan kekuasaan, beliau keluar ke suatu negri dan diberikan makanan dari acara hari raya yang bukan dari Islam maka beliau tidak mau memakannya.

Kita nasehatkan ketika anda akan datang ziaroh agar memilih hari lain, jangan pada hari diadakan kebid’ahan tersebut, sehingga tidak disajikan makanan dari acara bid’ah dan supaya tidak menimbulkan sangkaan orang yang tidak tahu: bahwa anda meramaikan acara bid’ah.  (lebih…)

DA’WAH KARENA ALLOH

img_1490552_48579547_64

Mohon dimintakan pembahasan nasehat untuk permasalaan para dai yang mengaku ahlussunnah, namun menjadikan agama sebagai ladang penghidupan. Seperti taklim mingguan atau bulanan kesana kemari, kekota A kekota B dll, dengan harapan panitia kajian memberikan amplop UMR yang sudah dimaklumi. (Pertanyaan dari Indramayu).

JAWAB: Tidak bisa menghukumi dengan pemutlakan seperti itu, karena ada dari orang-orang berkeinginan untuk mengadakan kajian atau ta’lim rutin bersama da’i fulan namun da’i tersebut tidak diberi biaya transportasi, pada hari pertama da’i tersebut datang dengan mengendarai angkutan umum atau kereta atau pesawat namun pada kajian berikutnya dia tidak akan datang lagi karena memikirkan biayanya, maka da’i seperti ini tidak bisa dihukumi dengan mengharapkan amplop atau mengharapkan penghidupan dari ta’limnya tersebut, dan hendaknya bagi mereka yang mengadakan kajian dengan para da’i untuk memperhatikan masalah ini, terkhusus bagi para da’i yang jauh, tentu membutuhkan biaya besar. Berbeda kalau  hanya ditempuh dengan jalan kaki, maka ini tidak memerlukan biaya.

Tidak datangnya para da’i pada acara dauroh yang akan mereka  isi karena sebabnya adalah masalah ongkos transportasi, berbeda kalau yang mengadakan ta’lim siap mengantar jemput da’inya dengan kendaraan pribadinya, bila seperti ini keadaannya kalau kemudian da’inya, tidak mau datang karena tidak diberi amplop maka ini yang menjadi permasalahan?!.  (lebih…)

HUKUM Acara TAHLILAN

hukum acara tahlilan

(Klik Gambar untuk menyimak jawaban melalui AUDIO SUARA )

Pertanyaan: Kenapa  tahlilan tidak boleh?

Jawaban:

بسم الله الرحمن الرحيم

 : الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد

Sebelum kami sebutkan dalil-dalil tentang tidak bolehnya tahlilan maka perlu diketahui terlebih dahulu sumber atau asal usul tahlilan.

Telah dijelaskan di dalam buku-buku SKI (sejarah kebudayaan Islam) bahwa Islam masuk di Indonesia dengan mudah diterima dan Islam cepat berkembang karena sebab utamanya “menyesuaikan dengan adat istiadat yang ada”. (lebih…)

Hukum Terlambatnya Makmum Dari Mengikuti Imam Dalam Sholat

Disusun Oleh Al Faqir Ilallohi ta’ala:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo ‘afallohu ‘anhu di Yaman

بسم الله الرحمن الرحيم
Pengantar Penulis

 :الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وآله وسلم، أما بعد

Sesungguhnya ada pertanyaan yang isinya adalah:
Apa hukum terlambatnya makmum dari mengikuti imam dalam satu rukun atau lebih dalam sholat mereka?

Maka dengan memohon pertolongan pada Alloh saya menjawab:

Sesungguhnya para ulama memiliki beberapa pendapat dalam masalah ini. Dan saya akan menyebutkan yang nampak paling kuat. Barangsiapa memilih pendapat yang lain karena lebih kuat baginya, dipersilakan.

Sesungguhnya dalam masalah ini ada perincian. Jika si makmum tertinggal dari imamnya dalam satu rukun atau lebih di dalamnya sholatnya karena suatu udzur, maka hendaknya dia segera menyempurnakan rukun-rukun yang tertinggal tadi, sampai dia berhasil menyusul sang imam.

Manshur Al Bahutiy Al Hanbaliy rohimahulloh berkata: “Dan jika makmum tertinggal satu rukun dari imamnya tanpa udzur, maka hukumnya sebagaimana telah tersebut di muka dia tertinggal satu ruku’ tanpa udzur, batallah sholatnya. Tapi jika tidak demikian, yaitu dia tertinggal satu rukun karena udzur berupa mengantuk atau lupa atau berdesak-desakannya jamaah (sehingga dia susah untuk ruku’ dan sebagainya sehingga tertinggal), jika dia mengerjakan rukun yang tertinggal tadi dan dia menyusul sang imam, rekaatnya tadi sudah sah. Dan itu memang harus dia kerjakan, jika memungkinkan baginya untuk mengejar sang imam tanpa melakukan perkara yang terlarang (tanpa meninggalkan satu rukunpun).” (“Syarh Muntahal Irodat”/1/hal. 266). (lebih…)