“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

photo_2017-11-03_18-26-15

Asy Syaikh Muhammad Bin Abdil wahhab rahimahulloh berkata : 

 ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ : ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺇﻟﻴﻪ .  Mendakwahkannya.

Asy Syaikh Al-utsaimin Rahimahullah  menjelaskan:

  • Mendakwahkannya maksudnya mendakwahkan syariat Allah yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Tahapannya ada 3 atau 4.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

ﺍﺩْﻉُ ﺇِﻟَﻰٰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ۖ ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ۚ

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik…”  (An-Nahl: 125)

Firman Allah :

ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺠَﺎﺩِﻟُﻮﺍ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻇَﻠَﻤُﻮﺍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ۖ

 “Dan janganlah berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara paling baik” (Al-‘Ankabuut: 46)

Syarat-Syarat Menjadi Seorang Da’i.

Seorang yang berdakwah harus memiliki ilmu tentang syariat Allah ta’ala, sehingga dakwah yang dilakukannya tegak diatas landasan ilmu dan bashirah, “hujjah nyata”. Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala [artinya]: “Katakan, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah nyata. Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik” (Yusuf: 108)

Bashirah dalam dakwah akan terwujud jika seorang da’i memiliki ilmu tentang hukum syar’i, metode dakwah dan keadaan sasaran dakwah/orang yang didakwahi (mad’u)

Dakwah meliputi banyak bidang, diantaranya melalui
1. khutbah dan ceramah
2. muhadoroh
3. halqah ilmu,
4. penulisan buku

Inilah bidang-bidang dakwah. Namun hendaknya dakwah dilakukan dengan cara yang tidak membosankan dan tidak memberatkan orang yang mendengarkan.

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim:

“Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang mengukutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapatkan dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”(HR. Muslim)

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim juga:

“Siapa menunjukkan kebaikan, niscaya memperoleh pahala seperti pelakunya” (HR. Muslim)

Nasehat Yang Berfaedah:

ﻛﻦ ﻋﺎﻟﻤﺎً ﺃﻭ ﻣﺘﻌﻠﻤﺎً ﺃﻭ ﻣﺴﺘﻤﻌﺎً ﺃﻭ ﻣﺤﺒﺎً ﻭﻻ ﺗﻜﻦ ﺍﻟﺨﺎﻣﺲ ﻓﺘﻬﻠﻚ

“Jadilah orang yang ‘alim atau orang yang mengajarkan ilmu, atau orang yang mendengarkan ilmu, atau orang yang mencintai ilmu, dan jangan engkau menjadi orang yang kelima, maka niscaya engkau binasa” HR Al-Bazzar dan At-Thobrani

Wallohu a’lam bish Showaab
Walhamdulillah

Faedah Markiz Silale Ambon,  Dari kajian tsalaasatul ushuul

Disampaikan oleh : Al-Ustadz Abu ‘Usamah Al-Amboony Hafidzohulloh

https://telegram.me/markiz_silale

photo_2017-11-04_20-14-29

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: