“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Doa Ketika Mendapatkan Kesulitan Yang Besar

Demikian pula, doa ketika ada kesulitan besar adalah dengan tauhid (6).
—————————————–

(6) HR. Al Bukhoriy (6346) dan Muslim (2730) dari Ibnu Abbas رضي الله عتهما yang berkata :

Nabi صلى الله عليه وسلم itu jika beliau tertimpa kesulitan besar, beliau selalu berdoa:

(( لا إله إلا الله العظيم الحليم، لا إله إلا الله رب العرش العظيم، لا إله إلا الله رب السماوات والأرض ورب العرش الكريم.))

“Tiada sesembahan yang benar selain Allah Yang Maha Agung Lagi Maha Penyabar. Tiada sesembahan yang benar selain Alloh Robb ‘Arsy yang agung. Tiada sesembahan yang benar selain Alloh Robb langit dan bumi dan Robb ‘ Arsy yang Mulia.”

Al ‘Allamah Ibnu Bathol rohimahullah berkata:

Dan Abu Bakr Ar Roziy menyampaikan berita padaku:

Aku Dulu ada di Ashbahan di samping Asy-Syaikh Abu Nu’aim, aku menulis hadits dari beliau. Dan di sana ada syaikh yang lain yang dikenal sebagai Abu Bakr bin Ali. Dan poros peredaran fatwa ada pada beliau, lalu sebagian penduduk negri itu merasa dengki kepada beliau, lalu orang itu membuat berita buruk tentang beliau pada penguasa. Maka sang penguasa memerintahkan agar beliau dipenjara. Dan kejadian itu berlangsung pada bulan Ramadhan.

Abu Bakr Ar Roziy berkata:
“Lalu aku bertemu beliau Nabi صلى الله عليه وسلم di alam mimpi, dan Jibril ada di sebelah kanan beliau menggerakkan kedua bibirnya, tidak berhenti berdzikir. Lalu Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda padaku:

” Katakan pada Abu Bakr bin Ali agar dia berdoa dengan doa penolakan kesulitan yang ada di dalam “Shohih Al Bukhriy” hingga Allah memberikan kelapangan untuknya. “

Lalu aku masuk di waktu pagi, kemudian aku mendatangi beliau dan aku mengabaikan beliau dengan mimpiku itu. Kemudian beliau berdoa dengan doa tadi. Maka tidaklah beliau di dalam penjara kecuali sebentar saja hingga beliau dikeluarkan dari dalam penjara.

Maka di dalam mimpi tadi ada persaksian Nabi صلى الله عليه وسلم untuk kitab “Al Bukhoriy” bahwasanya itu kitab shohih, dengan dihadiri oleh Jibril صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Dan setan itu tidak mampu membentuk dirinya dengan bentuk Nabi di dalam mimpi. ” (Selesai dari “Syarh Shohihil Bukhoriy” /Ibnu Bathol/19/hal. 148).

📌📖 Sumber tulisan : Dari buku “KALIMAT TAUHID”. Mencapai Arsy Al-majid” Karya Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-qudsiy Al-Indonesiy hafidzahullah. Terbitan Maktabah Fairuz Ad-Dailamiy. Bab : Agungnya Kedudukan Dzikir Kepada Allah Ta’ala, cet kedua hal. 78-79

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: