“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Hadits Musnad Abdullah bin Al 'Abbas 9

بسم الله الرحمن الرحيم

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ لَهِيعَةَ بْنِ عُقْبَةَ الْحَضْرَمِيُّ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ هُبَيْرَةَ السَّبَائِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَعْلَةَ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ إِنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ سَبَأٍ مَا هُوَ أَرَجُلٌ أَمْ امْرَأَةٌ أَمْ أَرْضٌ فَقَالَ بَلْ هُوَ رَجُلٌ وَلَدَ عَشَرَةً فَسَكَنَ الْيَمَنَ مِنْهُمْ سِتَّةٌ وَبِالشَّامِ مِنْهُمْ أَرْبَعَةٌ فَأَمَّا الْيَمَانِيُّونَ فَمَذْحِجٌ وَكِنْدَةُ وَالْأَزْدُ وَالْأَشْعَرِيُّونَ وَأَنْمَارٌ وَحِمْيَرُ عَرَبًا كُلَّهَا وَأَمَّا الشَّامِيَّةُ فَلَخْمٌ وَجُذَامُ وَعَامِلَةُ وَغَسَّانُ
مسند أحمد 2893

Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Lahi’ah bin Uqbah Al Hadlrami Abu Abdurrahman dari Abdullah bin Hubairah As Sabaai dari Abdurrahman bin Wa’lah berkata; aku mendengar Ibnu Abbas berkata; Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang Saba, apakah itu, apakah dia laki-laki atau perempuan, atau bumi (nama negeri)?. Beliau bersabda: “Bahkan dia itu seorang laki-laki yang memiliki sepuluh anak, enam orang di antaranya tinggal di Yaman, dan empat lainnya tinggal di Syam. Mereka yang tinggal di Yaman adalah Madzhij, Kindah, Al Azd, Al Asy’ariyyun, Anmar dan Himyar, semuanya bangsa Arab. Adapun mereka yang berada di Syam adalah Lakhm, Judzam, ‘Amilah dan Ghassan.”
Hadits Ahmad Nomor 2748

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي رَزِينٍ عَنْ أَبِي يَحْيَى مَوْلَى ابْنِ عُقَيْلٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ قَالَ لَقَدْ عُلِّمْتُ آيَةً مِنْ الْقُرْآنِ مَا سَأَلَنِي عَنْهَا رَجُلٌ قَطُّ فَمَا أَدْرِي أَعَلِمَهَا النَّاسُ فَلَمْ يَسْأَلُوا عَنْهَا أَمْ لَمْ يَفْطِنُوا لَهَا فَيَسْأَلُوا عَنْهَا ثُمَّ طَفِقَ يُحَدِّثُنَا فَلَمَّا قَامَ تَلَاوَمْنَا أَنْ لَا نَكُونَ سَأَلْنَاهُ عَنْهَا فَقُلْتُ أَنَا لَهَا إِذَا رَاحَ غَدًا فَلَمَّا رَاحَ الْغَدَ قُلْتُ يَا ابْنَ عَبَّاسٍ ذَكَرْتَ أَمْسِ أَنَّ آيَةً مِنْ الْقُرْآنِ لَمْ يَسْأَلْكَ عَنْهَا رَجُلٌ قَطُّ فَلَا تَدْرِي أَعَلِمَهَا النَّاسُ فَلَمْ يَسْأَلُوا عَنْهَا أَمْ لَمْ يَفْطِنُوا لَهَا فَقُلْتُ أَخْبِرْنِي عَنْهَا وَعَنْ اللَّاتِي قَرَأْتَ [ ص: 318 ] قَبْلَهَا قَالَ نَعَمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِقُرَيْشٍ يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ إِنَّهُ لَيْسَ أَحَدٌ يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ فِيهِ خَيْرٌ وَقَدْ عَلِمَتْ قُرَيْشٌ أَنَّ النَّصَارَي تَعْبُدُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا تَقُولُ فِي مُحَمَّدٍ فَقَالُوا يَا مُحَمَّدُ أَلَسْتَ تَزْعُمُ أَنَّ عِيسَى كَانَ نَبِيًّا وَعَبْدًا مِنْ عِبَادِ اللَّهِ صَالِحًا فَلَئِنْ كُنْتَ صَادِقًا فَإِنَّ آلِهَتَهُمْ لَكَمَا تَقُولُونَ قَالَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ قَالَ قُلْتُ مَا يَصِدُّونَ قَالَ يَضِجُّونَ وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ قَالَ هُوَ خُرُوجُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
مسند أحمد 2914

Telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Al Qosim telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Ashim dari Abu Razin dari Abu Yahya maula Ibnu Aqil Al Anshari berkata; Ibnu Abbas berkata; “Aku mengetahui suatu ayat dalam Al Qur’an yang tidak pernah ditanyakan seorangpun kepadaku, aku tidak tahu apakah orang-orang sudah mengetahuinya sehingga mereka tidak menanyakannya atau mereka memahaminya lalu menanyakannya nanti.” Kemudian dia mulai menyampaikan hadits kepada kami, setelah selesai, kami saling menyalahkan karena tidak menanyakan hal itu kepadanya. Lalu aku berkata (dalam hati); “Bila besok datang, maka aku akan menanyakan kepadanya.” Keesokan harinya, ketika ia datang, aku bertanya; “Wahai Ibnu Abbas, kemarin engkau menyebutkan bahwa ada suatu ayat dalam Al Qur’an yang belum pernah di tanyakan seorangpun kepadamu, dan engkau tidak tahu apakah orang-orang telah mengetahuinya sehingga mereka tidak menanyakannya atau justeru mereka tidak memahaminya.” Selanjutnya aku berkata; Beritahukanlah kepadaku mengenai ayat-ayat yang engkau bacakan sebelumnya.” Ibnu Abbas berkata; Baiklah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada kaum Quraisy: “Wahai sekalian kaum Quraisy, sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang di sembah selain Allah yang akan mendatangkan kebaikan.” Sementara orang-orang Quraisy telah mengetahui bila orang-orang Nashrani menyembah Isa bin Maryam dan apa yang mereka katakan mengenai diri Muhammad, mereka berkata; “Wahai Muhammad, apakah engkau menganggap bahwa Isa adalah seorang Nabi dan salah seorang hamba Allah yang shalih?, jika engkau benar, bukankah tuhan-tuhan mereka seperti yang engkau katakan?” Lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat; Dan tatkala putra Maryam (Isa) di jadian perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.” (QS. Az-Zukhruf: 57), aku berkata; “Apa itu bersorak sorai?” ia menjawab; “Membuat gaduh.” Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari Kiamat.” (QS. Az-Zukhruf: 61). Isa bin Maryam ‘alaihis salam muncul sebelum tibanya hari Kiamat.
Hadits Ahmad Nomor 2769

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ شُعْبَةَ أَنَّ الْمِسْوَرَ بْنَ مَخْرَمَةَ دَخَلَ عَلَى ابْنِ عَبَّاسٍ يَعُودُهُ مِنْ وَجَعٍ وَعَلَيْهِ بُرْدٌ إِسْتَبْرَقٌ فَقُلْتُ يَا أَبَا عَبَّاسٍ مَا هَذَا الثَّوْبُ قَالَ وَمَا هُوَ قَالَ هَذَا الْإِسْتَبْرَقُ [ ص: 320 ] قَالَ وَاللَّهِ مَا عَلِمْتُ بِهِ وَمَا أَظُنُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ هَذَا حِينَ نَهَى عَنْهُ إِلَّا لِلتَّجَبُّرِ وَالتَّكَبُّرِ وَلَسْنَا بِحَمْدِ اللَّهِ كَذَلِكَ قَالَ فَمَا هَذِهِ التَّصَاوِيرُ فِي الْكَانُونِ قَالَ أَلَا تَرَى قَدْ أَحْرَقْنَاهَا بِالنَّارِ فَلَمَّا خَرَجَ الْمِسْوَرُ قَالَ انْزَعُوا هَذَا الثَّوْبَ عَنِّي وَاقْطَعُوا رُءُوسَ هَذِهِ التَّمَاثِيلِ قَالُوا يَا أَبَا عَبَّاسٍ لَوْ ذَهَبْتَ بِهَا إِلَى السُّوقِ كَانَ أَنْفَقَ لَهَا مَعَ الرَّأْسِ قَالَ لَا فَأَمَرَ بِقَطْعِ رُءُوسِهَا
مسند أحمد 2927

Telah menceritakan kepada kami Abu Nadhr dari Ibnu Abu Dzib dari Syu’bah bahwa Al Miswar bin Makhramah masuk ke tempat Ibnu Abbas untuk menjenguk karena sedang sakit, saat itu Ibnu Abbas mengenakan kain sutera kasar, lalu ia berkata; “Wahai Ibnu Abbas, pakaian apa ini?” Ibnu Abbas balik bertanya; “Memangnya apa ini?” Ia berkata; “ini adalah sutera kasar.” Ibnu Abbas berkata; “Demi Allah aku tidak mengetahuinya, aku tidak menyangka bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengenakan ini ketika beliau melarangnya kecuali bila untuk kebanggaan dan kesombongan, dan alhamdulillah kami tidak seperti itu.” Ia berkata; “Lalu patung-patung yang ada di perapian?” Ibnu Abbas berkata; “Tidakkah engkau melihat bahwa kami telah membakarnya dengan api?” Ketika Al Miswar keluar, ia berkata; “Lepaskanlah pakaian ini dariku dan potonglah kepala patung-patung ini.” Mereka berkata; “Wahai Abu Abbas, bila engkau membawanya ke pasar, maka itu akan lebih bernilai bila dengan (membiarkan) kepalanya.” Ibnu Abbas menjawab; “Tidak.” Lalu ia memerintahkan untuk memotong kepala-kepalanya.
Hadits Ahmad Nomor 2781

Disusun oleh : Ashhabulhadits dan Abu Abdillah Muhammad Djebli Al-Faransiy

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: