“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Hadits Musnad Ali bin abi thalib 2

بسم الله الرحمن الرحيم

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُنَيْنٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ نَهَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ وَأَنَا رَاكِعٌ وَعَنْ خَاتَمِ الذَّهَبِ وَعَنْ الْقَسِّيِّ وَالْمُعَصْفَرِ
مسند أحمد 612

Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Sa’id dari Ibnu ‘Ajlan telah menceritakan kepadaku Ibrahim Bin Abdullah Bin Hunain dari bapaknya dari Ibnu Abbas dari Ali radhiyallahu ‘anhu, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarangku membaca (surat) ketika sedang ruku’, dan melarangku dari (memakai) cincin dari emas dan dari Al Qoshi (pakaian yang terbuat dari bahan sutera) serta Al Mu’ashfar (pakaian yang dilebur warna kuning).”
Hadits Ahmad Nomor 577

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عُتَيْبَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ جَاءَ أَبُو مُوسَى إِلَى الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ يَعُودُهُ فَقَالَ لَهُ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَعَائِدًا جِئْتَ أَمْ شَامِتًا قَالَ لَا بَلْ عَائِدًا قَالَ فَقَالَ لَهُ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ عَائِدًا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِي خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ
مسند أحمد 613

Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah Telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Al Hakam Bin ‘Utaibah dari Abdurrahman Bin Abu Laila, dia berkata; Abu Musa datang kepada Al Hasan Bin Ali dalam rangka menjenguknya, kemudian Ali radhiyallahu ‘anhu bertanya kepadanya; “Apakah kamu datang dalam rangka menjenguk atau dalam rangka bahagia?” Dia menjawab; “Tidak, akan tetapi dalam rangka menjenguk”, dia berkata; kemudian Ali radhiyallahu ‘anhu berkata kepadanya; jika kamu datang dalam rangka menjenguk, maka sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seseorang menjenguk saudaranya sesama muslim, maka dia berjalan di tepi syurga sampai dia duduk, apabila telah duduk maka dia diliputi oleh rahmat, apabila di waktu pagi hari, maka tujuh puluh ribu Malaikat memberikan shalawat kepadanya hingga tiba waktu sore, dan jika di waktu sore maka tujuh puluh ribu Malaikat memberikan shalawat kepadanya sampai tiba waktu pagi.”
Hadits Ahmad Nomor 578

حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْيَمَنِ وَأَنَا حَدِيثُ السِّنِّ قَالَ قُلْتُ تَبْعَثُنِي إِلَى قَوْمٍ يَكُونُ بَيْنَهُمْ أَحْدَاثٌ وَلَا عِلْمَ لِي بِالْقَضَاءِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ سَيَهْدِي لِسَانَكَ وَيُثَبِّتُ قَلْبَكَ قَالَ فَمَا شَكَكْتُ فِي قَضَاءٍ بَيْنَ اثْنَيْنِ بَعْدُ
مسند أحمد 637

Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Al A’masy dari ‘Amru Bin Murrah dari Abul Bakhtari dari Ali radhiyallahu ‘anhu, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku ke Yaman ketika aku masih berusia muda,” Ali berkata; kemudian aku berkata; “Engkau mengutusku kepada suatu kaum yang banyak permasalahan timbul diantara mereka, sementara aku tidak memiliki ilmu tentang perkara hukum.” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah akan meluruskan lisanmu dan menetapkan hatimu.” Ali berkata; “Maka setelah itu aku tidak merasa ragu untuk memutuskan perkara yang terjadi di antara dua orang.”
Hadits Ahmad Nomor 602

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَمَةَ قَالَ أَتَيْتُ عَلَى عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا وَرَجُلَانِ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْضِي حَاجَتَهُ ثُمَّ يَخْرُجُ فَيَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَأْكُلُ مَعَنَا اللَّحْمَ وَلَا يَحْجِزُهُ وَرُبَّمَا قَالَ يَحْجُبُهُ مِنْ الْقُرْآنِ شَيْءٌ لَيْسَ الْجَنَابَةَ
مسند أحمد 640

Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah telah menceritakan  kepadaku ‘Amru Bin Murrah dari Abdullah Bin Salamah, dia berkata; aku bersama dua orang laki-laki datang menemui Ali radhiyallahu ‘anhu, kemudian dia berkata; “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membuang hajat, kemudian beliau keluar dan membaca Al Qur’an, makan daging bersama kami dan tidak ada yang menghalanginya.” Sepertinya Ali mengatakan; “(tidak ada) sesuatu yang menghalangi beliau dari membaca Al Qur’an kecuali junub.”
Hadits Ahmad Nomor 604

Disusun oleh : Ashhabulhadits dan Abu Abdillah Muhammad Djebli Al-Faransiy

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: