“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Hadits Musnad Abdullah bin mas'ud 7

بسم الله الرحمن الرحيم

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مِهْرَانَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَالَ فِرْعَوْنُ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ قَالَ قَالَ لِي جِبْرِيلُ يَا مُحَمَّدُ لَوْ رَأَيْتَنِي وَقَدْ أَخَذْتُ حَالًا مِنْ حَالِ الْبَحْرِ فَدَسَّيْتُهُ فِي فِيهِ مَخَافَةَ أَنْ تَنَالَهُ الرَّحْمَةُ
مسند أحمد 2816

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid dari Yusuf bin Mihran dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika Fir’aun mengucapkan; “Aku percaya bahwa tidak ada Ilah melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil,” (QS. Yunus: 90) beliau melanjutkan: “Jibril berkata kepadaku; “Wahai Muhammad, kalau saja engkau melihatku ketika aku mengangkat tanah dari tanah lautan, lalu aku memasukkannya ke mulutnya, karena khawatir ia memperoleh rahmat.”
Hadits Ahmad Nomor 2681

حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ الضَّرِيرُ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا كَانَتْ اللَّيْلَةُ الَّتِي أُسْرِيَ بِي فِيهَا أَتَتْ عَلَيَّ رَائِحَةٌ طَيِّبَةٌ فَقُلْتُ يَا جِبْرِيلُ مَا هَذِهِ الرَّائِحَةُ الطَّيِّبَةُ فَقَالَ هَذِهِ رَائِحَةُ مَاشِطَةِ ابْنَةِ فِرْعَوْنَ وَأَوْلَادِهَا قَالَ قُلْتُ وَمَا شَأْنُهَا قَالَ بَيْنَا هِيَ تُمَشِّطُ ابْنَةَ فِرْعَوْنَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ سَقَطَتْ الْمِدْرَى مِنْ يَدَيْهَا فَقَالَتْ بِسْمِ اللَّهِ فَقَالَتْ لَهَا ابْنَةُ فِرْعَوْنَ أَبِي قَالَتْ لَا وَلَكِنْ رَبِّي وَرَبُّ أَبِيكِ اللَّهُ قَالَتْ أُخْبِرُهُ [ ص: 310 ] بِذَلِكَ قَالَتْ نَعَمْ فَأَخْبَرَتْهُ فَدَعَاهَا فَقَالَ يَا فُلَانَةُ وَإِنَّ لَكِ رَبًّا غَيْرِي قَالَتْ نَعَمْ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ فَأَمَرَ بِبَقَرَةٍ مِنْ نُحَاسٍ فَأُحْمِيَتْ ثُمَّ أَمَرَ بِهَا أَنْ تُلْقَى هِيَ وَأَوْلَادُهَا فِيهَا قَالَتْ لَهُ إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً قَالَ وَمَا حَاجَتُكِ قَالَتْ أُحِبُّ أَنْ تَجْمَعَ عِظَامِي وَعِظَامَ وَلَدِي فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَتَدْفِنَنَا قَالَ ذَلِكَ لَكِ عَلَيْنَا مِنْ الْحَقِّ قَالَ فَأَمَرَ بِأَوْلَادِهَا فَأُلْقُوا بَيْنَ يَدَيْهَا وَاحِدًا وَاحِدًا إِلَى أَنْ انْتَهَى ذَلِكَ إِلَى صَبِيٍّ لَهَا مُرْضَعٍ وَكَأَنَّهَا تَقَاعَسَتْ مِنْ أَجْلِهِ قَالَ يَا أُمَّهْ اقْتَحِمِي فَإِنَّ عَذَابَ الدُّنْيَا أَهْوَنُ مِنْ عَذَابِ الْآخِرَةِ فَاقْتَحَمَتْ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ تَكَلَّمَ أَرْبَعَةٌ صِغَارٌ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام وَصَاحِبُ جُرَيْجٍ وَشَاهِدُ يُوسُفَ وَابْنُ مَاشِطَةِ ابْنَةِ فِرْعَوْنَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَطَاءُ بْنُ السَّائِبِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أُسْرِيَ بِهِ مَرَّتْ بِهِ رَائِحَةٌ طَيِّبَةٌ فَذَكَرَ نَحْوَهُ حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أُسْرِيَ بِهِ مَرَّتْ بِهِ رَائِحَةٌ طَيِّبَةٌ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ مَنْ رَبُّكِ قَالَتْ رَبِّي وَرَبُّكَ مَنْ فِي السَّمَاءِ وَلَمْ يَذْكُرْ قَوْلَ ابْنِ عَبَّاسٍ تَكَلَّمَ أَرْبَعَةٌ حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
مسند أحمد 2817

Telah menceritakan kepada kami Abu Umar Adl Dhariri telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari ‘Atho bin As Saaib dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dimalam aku di Isra’kan, aku mencium aroma yang sangat harum, aku lalu bertanya kepada Jibril; “Wahai Jibril, aroma wangi apakah ini?” Jibril menjawab; “Ini adalah aroma wanginya tukang sisirnya putri Fir’aun dan anak-anaknya.” Aku berkata; “Ada apa dengannya? Jibril menjawab; “Suatu hari, ia menyisir rambutnya putri Fir’aun, tiba-tiba sisirnya terjatuh dari tangannya, lalu ia mengucapkan; “Bismillah, maka putrinya Fir’aun berkata; “(maksudnya) Ayahku.” Ia menjawab; “Tidak, akan tetapi Tuhanku dan Tuhan Ayahmu adalah Allah.” Putrinya Fir’aun mengancam; “Aku akan memberitahukannya tentang itu!.” Ia menjawab; “Silahkan.” Maka putrinya Fir’aun memberitahukannya, lalu Fir’aun memanggil tukang sisirnya seraya berkata; “Wahai Fulanah, apa benar engkau memiliki Tuhan selain diriku?” ia menjawab; “Ya, tuhanmu dan tuhanku adalah Allah.” Maka Fir’aun memerintahkan untuk di ambilkan patung sapi yang terbuat dari tembaga lalu di panaskan, kemudian memerintahkannya besarta anak-anaknya agar melompat ke dalamnya. Tukang sihir itu berkata; “Aku punya satu keperluan kepadamu.” Fir’aun berkata; “Apa keperluanmu?” ia menjawab; “Aku meminta agar engkau mengumpulkan tulang-tulangku dan tulang anak-anakku di dalam satu kain lalu menguburnya.” Fir’aun berkata; “Itu hakmu atas kami.” Lalu Fir’aun memerintahkannya agar melemparkan anak-anaknya di hadapannya satu per satu, hingga tinggal anaknya yang masih menyusu, ia tampak terpukul karena anaknya tersebut, tapi anak tersebut berkata; “Wahai ibuku, tabahkanlah, sesungguhnya adzab dunia lebih ringan daripada azab Akhirat.” Maka ia pun tabah. Ibnu Abbas mengatakan; “Ada empat orang yang dapat bicara diwaktu masih bayi, yaitu; Isa bin Maryam, temannya Juraij, saksinya Yusuf dan putra tukang sisir putri Fir’aun.” Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dia berkata; telah mengabarkan kepada kami ‘Atho bin As Saaib dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Isra’kan, beliau mencium aroma yang sangat wangi, kemudian dia meneruskan hadits seperti di atas. Telah menceritakan kepada kami Hasan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari ‘Atho bin As Saaib dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Isra’kan, beliau mencium aroma yang sangat wangi, kemudian dia menyebutkan makna hadits tersebut, hanya saja dia berkata; “Siapakah Tuhanmu?” Ia menjawab; “Tuhanku dan Tuhanmu adalah Dzat yang ada di langit..” tanpa menyebutkan perkataannya Ibnu Abbas yaitu kalimat “Empat orang yang dapat berbicara (ketika bayi).” Telah menceritakan kepada kami Hudbah bin Khalid telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari ‘Atho bin As Saaib dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti hadits di atas.
Hadits Ahmad Nomor 2682

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ يَصُومُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ لَهُمْ مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي تَصُومُونَهُ قَالُوا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِصَوْمِهِ
مسند أحمد 2827

Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abdullah bin Sa’id bin Jubair dari ayahnya dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah lalu beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura, maka beliau bertanya kepada mereka: “Hari apakah ini yang kalian berpuasa padanya?” mereka menjawab; “Ini adalah hari baik, hari ini Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka, maka Musa ‘alaihis salam berpuasa.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa (pada hari itu).
Hadits Ahmad Nomor 2688

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا أَبُو مَالِكٍ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الْأَخْنَسِ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُغِيثٍ عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنْ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنْ سِحْرٍ مَا زَادَ زَادَ وَمَا زَادَ زَادَ
مسند أحمد 2836

Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Abu Malik Ubaidullah bin Al Akhnas dari Al Walid bin Abdullah bin Abu Mughits Yusuf bin Mahak dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mempelajari sebagian dari ilmu nujum, maka sesungguhnya ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya), semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya).”
Hadits Ahmad Nomor 2697

Disusun oleh : Ashhabulhadits dan Abu Abdillah Muhammad Djebli Al-Faransiy

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: