“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Hikmah dibalik musibah

Tanya: Ustadz ada dari teman saya meminta untuk diberi nasehat karena ia sudah banyak berdoa namun belum juga terwujud apa yang ia inginkan, ia sudah banyak usaha untuk memperoleh apa yang ia inginkan namun setiap kali mengusahakannya selalu mengalami kegagalan, apa yang harus ia lakukan?

Jawab: Kita nasehatkan hendaknya dia tetap berdoa dan terus berusaha, doa yang dia lakukan akan bermanfaat untuknya, dia diberi pahala karena sebab berdoa, Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya: 

(وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ)

“Dan Rabb kalian telah berkata: Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya Aku kabulkan doa kalian”.  [Ghafir: 60].

Setiap perintah Allah Ta’ala bila dilaksanakan oleh seseorang maka dia akan mendapatkan pahala, dan doa itu sendiri adalah ibadah, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”.

Ada suatu kisah yang diceritakan oleh salah seorang dokter spesialis bedah dari Pakistan yang dia dikenal dengan Dokter Isyan, bahwa dia pernah keluar untuk menghadiri pertemuan penting tentang masalah kesehatan di suatu daerah di Pakistan, dia naik ke suatu pesawat, sekitar setengah jam di dalam pesawat tiba-tiba cuaca memburuk, lalu petir menyambar pesawat, sehingga pesawat pun dikhawatirkan akan mengalami kecelekaan, dengan demikian pilot memutuskan agar pesawat segera mendarat ke suatu kota terdekat, ketika pesawat sudah mendarat maka Dokter Isyan langsung mendatangi pilot dan bertanya tentang kelanjutan perjalanan karena dia sedang ditunggu-tunggu, maka pilot mengatakan bahwa para penumpang diminta untuk menunggu selama 16 jam karena pesawat lain akan datang membawa mereka ke tempat tujuan, Dokter Isyan pun marah karena waktunya sudah tersita dan terbuang banyak, sementara keadaan dokter seperti dia sangat padat jadwal dan tugasnya, belum lagi dia sedang ditunggu-tunggu pada acara pertemuan penting. Lalu dia disarankan supaya menyewa taxi untuk pergi ke salah satu kota yang memerlukan perjalanan hanya 3 jam, dan kota tersebut terdapat pula bandara, supaya dia naik pesawat dari kota tersebut. Dia pun bersegera berangkat dengan naik taxi sampai di suatu jalan tiba-tiba langit mendung hingga kemudian datang hujan yang sangat deras mengakibatkan terjadi banjir, dengan demikian mengharuskan taxi yang dinaikinya berhenti, dia pun melihat ke kanan dan ke kiri untuk mencari tempat beristirahat, lalu dia melihat suatu rumah yang cukup sederhana, dia pun datang lalu mengetuk pintu maka terdengarlah suaru seorang nenek dari dalam rumah mempersilahkan kepadanya untuk masuk, setelah masuk dia pun dipersilahkan duduk lalu dia meminta menggunakan telpon rumah maka nenek tadi tertawa, sambil berkata:

أَي تَلِيْفُوْنُ يَا وَلَدِي؟ أَلَا تَرَى أَيْنَ أَنْتَ؟

“Telpon mana wahai anakku? Tidakkah kamu melihat di mana kamu?”.

Kemudian nenek tadi mempersilahkan Dokter Isyan untuk beristirahat dan mempersilahkan pula untuk makan supaya kekuatannya pulih, Dokter Isyan pun berterima kasih kepada nenek tadi, kemudian dia makan, setelah itu dia melihat nenek tadi shalat dan berdoa dengan doa yang panjang sedangkan di sampingnya ada seorang anak berbaring tanpa bergerak, setelah selesai shalat Dokter Isyan pun berbicara dengannya dan menyebutkan tentang shalat dan doanya yang begitu panjang, bisa jadi Allah akan mengabulkannya maka nenek tadi berkata bahwa Allah telah mengabulkan doa-doanya kecuali satu doa belum terkabulkan, maka Dokter Isyan bertanya:

وَمَا هِيَ تِلْكَ الدَّعْوَةُ؟

“Dan doa tentang apakah itu?”.

Nenek pun menyebutkan kepadanya tentang anak yang ada di sampingnya dalam keadaan tidak bisa bergerak, bahwasanya dia adalah anak yatim yang sakit berat, sudah kronis, dan nenek tadi sudah ke dokter-dokter di sekitarnya akan tetapi tidak ada yang bisa menangani sakit anak tersebut, bahkan mereka katakan hanya ada seorang dokter ahli yang dikenal dengan Dokter Isyan, dengan izin Allah dia bisa menangani sakit anak yatim tadi, akan tetapi Dokter Isyan sangat jauh, memerlukan perjalanan yang jauh dan biaya yang banyak untuk bisa sampai dan berobat ke dokter tersebut, dan tidak ada jalan keluar melainkan hanya berdoa semoga Allah memudahkan untuk bisa bertemu dengan dokter tersebut supaya dia mengobati anak yatim yang sedang sakit itu.
Ketika mendengarkan apa yang disebutkan oleh nenek tadi maka Dokter Isyan pun menangis, dan dia menyebutkan tentang dirinya bahwasanya dialah dokter tersebut, kemudian dia berkata kepada nenek tadi:

وَاللّٰهِ إِنَّ دُعَائَكِ قَدْ عَطَّلَ الطَّائِرَاتِ، وَضَرَبَ الصَّوَاعِقُ وَأَمْطَرَ السَّمَاءُ كَي يَسُوْقُنِي إِلَيْكِ سُوْقًا

“Demi Allah sungguh doamu benar-benar telah memacetkan pesawat, petir menyambar dan langit menurunkan hujan supaya aku benar-benar terbawa kepadamu”.

Dokter Isyan pun mulai mengobati anak yatim tadi hingga sembuh dengan izin Allah, kemudian Dokter Isyan membelikan rumah baru untuk tempat tinggal nenek dan anak yatim tersebut, Dokter Isyan memperhatikan kehidupan keduanya, juga memberikan santunan setiap bulan untuk keduanya, dan Alhamdulillah anak yatim tersebut kemudian menjadi seorang guru yang membimbing manusia, dia tinggal bersama nenek yang telah merawat dan memperhatikan dirinya sejak dari masa kecilnya.

Kisah ini seringkali diceritakan oleh Dokter Isyan ketika dia diundang di suatu pertemuan atau ketika sedang mengisi di dalam suatu seminar.

Kisah tersebut menjadi suatu pemotivasi bagi setiap orang beriman supaya dia senantiasa berdoa dan supaya dia tidak meremehkan doa dan juga sebagai penghibur bagi setiap orang yang mendapatkan musibah atau merasa gagal, dan kegagalan Dokter Isyan untuk menghadiri pertemuan penting itu ternyata memiliki hikmah yang luar biasa, Allah Ta’ala mempertemukannya dengan seorang wanita tua dan seorang anak yatim, keberadaan orang seperti keduanya ini adalah ladang kebaikan yang akan menghasilkan keberuntungan di dunia dan di akhirat.

Oleh karena itu ketahuilah bahwa di balik musibah dan kegagalan itu ada hikmah yang terkadang kita tidak mengetahuinya kecuali Allah Ta’ala:

(وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ)

“Dan Allah mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui”. [An-Nur: 19].

***

Ditulis oleh :[Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir di Kemang Pratama Bekasi pada 16 Ramadhan 1438] Sumber : http://t.me/majaalisalkhidhir

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: