“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

sholat sunnah ketika bepergian

بسم الله الرحمن الرحيم

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَافَرَ مِنْ الْمَدِينَةِ لَا يَخَافُ إِلَّا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ حَتَّى رَجَعَ
مسند أحمد 1855

Telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Manshur dari Ibnu Sirrin dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan perjalanan dari Madinah yang beliau tidak takut kecuali kepada Allah ‘azza wajalla. Dan beliau shalat dua raka’at-dua raka’at hingga beliau kembali (ke Madinah).
Hadits Ahmad Nomor 1755

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطُّفَاوِيُّ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُوسَى بْنِ سَلَمَةَ قَالَ كُنَّا مَعَ ابْنِ عَبَّاسٍ بِمَكَّةَ فَقُلْتُ إِنَّا إِذَا كُنَّا مَعَكُمْ صَلَّيْنَا أَرْبَعًا وَإِذَا رَجَعْنَا إِلَى رِحَالِنَا صَلَّيْنَا رَكْعَتَيْنِ قَالَ تِلْكَ سُنَّةُ أَبِي الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مسند أحمد 1865

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdurrahman Ath Thufawi telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Qatadah dari Musa bin Salamah berkata; Kami bersama Ibnu Abbas di Makkah, lalu aku berkata; “Jika kami bersamamu, kami shalat empat raka’at. Dan jika kembali ke tempat tinggal kami, kami shalat dua raka’at” Ibnu Abbas berkata; “Itu adalah sunnah yang diajarkan Abu Al Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Hadits Ahmad Nomor 1765

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ يَزِيدَ عَنْ عَطَاءٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْمَعُ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ فِي السَّفَرِ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَالظُّهْرِ وَالْعَصْرِ
مسند أحمد 1877

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail dari Yazid dari ‘Atho’ dari Ibnu Abbas berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjama’ dua shalat saat sedang dalam perjalanan, antara maghrib dengan isya’ dan zhuhur dengan ashar.
Hadits Ahmad Nomor 1778

حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ سَافَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَقَامَ تِسْعَ عَشْرَةَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَنَحْنُ إِذَا سَافَرْنَا فَأَقَمْنَا تِسْعَ عَشْرَةَ صَلَّيْنَا رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ فَإِذَا أَقَمْنَا أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ صَلَّيْنَا أَرْبَعًا
مسند أحمد 1959

Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami ‘Ashim Al Ahwal dari ‘Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengadakan perjalanan, kemudian beliau tinggal disana selama sembilan belas hari dengan shalat dua raka’at-dua raka’at. Oleh karena itu, jika kami bersafar dan tinggal selama sembilan belas hari maka kami shalat dua raka’at dua raka’at. Jika kami tinggal lebih dari itu, maka kami shalat empat raka’at.”
Hadits Ahmad Nomor 1857

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا بُكَيْرُ بْنُ الْأَخْنَسِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ الصَّلَاةَ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكُمْ عَلَى الْمُقِيمِ أَرْبَعًا وَعَلَى الْمُسَافِرِ رَكْعَتَيْنِ وَعَلَى الْخَائِفِ رَكْعَةً
مسند أحمد 2125

Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Abu ‘Awanah Telah menceritakan kepada kami Bukair bin Al Akhnas dari Mujahid dari Ibnu ‘Abbas; “Allah ‘azza wajalla mewajibkan shalat lewat lisan Nabi kalian kepada orang yang menetap dengan empat raka’at dan musafir dua raka’at dan kepada orang yang takut satu raka’at.”
Hadits Ahmad Nomor 2017

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ الشَّعْبِيَّ يُحَدِّثُ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَابْنِ عَبَّاسٍ قَالَا سَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ فِي السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ وَهِيَ تَمَامٌ وَالْوَتْرُ فِي السَّفَرِ سُنَّةٌ
مسند أحمد 2157

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Jabir berkata; aku mendengar Asy Sya’bi bercerita dari Ibnu ‘Abbas dan Ibnu Umar, mereka berdua berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mensunahkan shalat dua raka’at saat bepergian, (shalat seperti itu) di anggap sempurna, sedangkan shalat witir ketika bepergian adalah sunnah.”
Hadits Ahmad Nomor 2049

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي السَّفَرِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ شُفَيٍّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَعَلَ النَّاسُ يَسْأَلُونَهُ عَنْ الصَّلَاةِ فِي السَّفَرِ فَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ مِنْ أَهْلِهِ لَمْ يُصَلِّ إِلَّا رَكْعَتَيْنِ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى أَهْلِهِ حَدَّثَنَا أَسْوَدُ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ شُفَيٍّ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
مسند أحمد 2160

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dari Abu As Safar dari Sa’id bin Syufay dari Ibnu ‘Abbas, ia mengatakan; bahwa orang-orang bertanya kepadanya tentang shalat di perjalanan, maka ia berkata; “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meninggalkan keluarganya, maka beliau tidak shalat kecuali dua raka’at sampai beliau kembali kepada keluarganya.” Telah menceritakan kepada kami Aswad Telah menceritakan kepada kami Isra’il dari Abu Ishaq dari Sa’id bin Syufay berkata; Aku berada di sisi Ibnu ‘Abbas, kemudian dia menyebutkan hadits tersebut.
Hadits Ahmad Nomor 2052

حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْفَزَارِيُّ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ عَلِيٍّ الْعُقَيْلِيُّ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ مُزَاحِمٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ سَافَرَ رَكْعَتَيْنِ وَحِينَ أَقَامَ أَرْبَعًا قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَمَنْ صَلَّى فِي السَّفَرِ أَرْبَعًا كَمَنْ صَلَّى فِي الْحَضَرِ رَكْعَتَيْنِ قَالَ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ لَمْ تُقْصَرْ الصَّلَاةُ إِلَّا مَرَّةً حَيْثُ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ وَصَلَّى النَّاسُ رَكْعَةً رَكْعَةً
مسند أحمد 2262

Telah menceritakan kepada kami Marwan bin Mu’awiyah Al Fazari telah menceritakan kepada kami Humaid bin Ali Al ‘Uqaili telah menceritakan kepada Adl Dlahak bin Muzahim dari Ibnu Abbas, ia berkata; “Ketika safar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat dua raka’at dan ketika menetap shalat empat raka’at.” (Adl Dlahhak) berkata; Ibnu Abbas berkata; “Maka barangsiapa yang shalat empat raka’at ketika safar adalah seperti orang yang shalat dua raka’at ketika muqim.” Ibnu Abbas juga berkata; “Shalat tidak pernah diqashar kecuali satu kali, yaitu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat dua raka’at sementara orang-orang shalat satu raka’at-satu raka’at.”
Hadits Ahmad Nomor 2149

حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي الْحَكَمُ قَالَ صَلَّى بِنَا سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ بِجَمْعٍ الْمَغْرِبَ ثَلَاثًا بِإِقَامَةٍ قَالَ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ صَلَّى الْعِشَاءَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ ذَكَرَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ فَعَلَ ذَلِكَ وَذَكَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ ذَلِكَ
مسند أحمد 2530

Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata; Telah mengabarkan kepadaku Al Hakam, ia berkata; “Sa’id bin Jubair pernah shalat bersama kami di Muzdalifah shalat Maghrib tiga raka’at dengan satu iqamat.” Ia melanjutkan; “Kemudian salam, setelah itu ia shalat Isya’ dua raka’at. Dia menyebutkan bahwa Abdullah bin Umar melakukan hal itu, dan (Abdullah bin Umar) menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan hal itu juga.”
Hadits Ahmad Nomor 2403

حَدَّثَنِي عَبْد اللَّهِ قَالَ وَجَدْتُ هَذَا الْحَدِيثَ فِي كِتَابِ أَبِي حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي السَّفَرِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ شُفَيٍّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُمْ جَعَلُوا يَسْأَلُونَهُ عَنْ الصَّلَاةِ فِي السَّفَرِ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ مِنْ أَهْلِهِ لَمْ يَزِدْ عَلَى رَكْعَتَيْنِ حَتَّى يَرْجِعَ
مسند أحمد 2570

Telah menceritakan kepadaku Abdullah berkata; aku mendapatkan hadits ini di dalam kitab ayahku; Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada Syu’bah dari Abu Ishaq dari Abu As Safar dari Sa’id bin Syufay dari Ibnu Abbas; bahwa mereka bertanya kepadanya tentang shalat ketika bepergian. Maka Ibnu Abbas berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila meninggalkan keluarganya, beliau tidak pernah (melaksanakan shalat) lebih dari dua raka’at hingga beliau kembali.”
Hadits Ahmad Nomor 2444

Disusun oleh : Ashhabulhadits dan Abu Abdillah Muhammad Djebli Al-Faransiy

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: