“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Pembatal-pembatal puasa

Ketahuilah -semoga Allâh Ta’âlâ merahmati kami dan merahmati engkau- bahwasanya puasa memiliki pembatal-pembatal, barangsiapa terjatuh ke dalam salah satu dari pembatal-pembatalnya maka tidaklah sah puasanya, diantara pembatal-pembatal tersebut adalah: 

Berbuat kesyirikan.

Allâh Ta’âlâ berkata:

وَقَدِمۡنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنۡ عَمَلٖ فَجَعَلۡنَٰهُ هَبَآءٗ مَّنثُورًا ٢٣

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan”. (Al Furqân: 23).

Berbuat kekafiran.

Allâh Ta’âlâ berkata:

وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱلۡإِيمَٰنِ فَقَدۡ حَبِطَ عَمَلُهُۥ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٥

“Barangsiapa yang kafir sesudah beriman maka sungguh terhapuslah amalannya dan dia di akhirat termasuk dari orang-orang merugi”. (Al-Mâ’idah: 5).

Murtad.

Allâh Ta’âlâ berkata:

وَمَن يَرۡتَدِدۡ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتۡ وَهُوَ كَافِرٞ فَأُوْلَٰئِكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۖ وَأُوْلَٰئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٢١٧

“Barangsiapa yang murtad di antara kalian dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah telah terhapus amalan-amalan mereka di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (Al-Baqarah: 217).

Meninggalkan shalat.

Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

مَنْ تَرَكَ صَلَاةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa meninggalkan shalat ‘ashr maka sungguh telah batal amalannya”. Diriwayatkan oleh Al-Bukhâriy dari Buraidah.

Meninggalkan salah satu shalat dari shalat 5 waktu saja sudah menjadi pembatal amalan lalu bagaimana kalau meninggalkan shalat 5 waktu semuanya?! Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Pembeda antara kita (orang-orang Islam) dan antara mereka (orang-orang kafir) adalah shalat, barangsiapa meninggalkan shalat maka sungguh dia telah kafir”. Diriwayatkan oleh Ashhâbus Sunan.

Makan dan minum.

Allâh Ta’âlâ berkata:

وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلۡخَيۡطُ ٱلۡأَبۡيَضُ مِنَ ٱلۡخَيۡطِ ٱلۡأَسۡوَدِ مِنَ ٱلۡفَجۡرِۖ ثُمَّ أَتِمُّواْ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيۡلِۚ

“Dan makan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajr. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam”. (Al-Baqarah: 187).

Hâid dan nifâs bagi wanita.

Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam berkata tentang wanita:

أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا.

“Bukankah wanita apabila ia haid maka ia tidak shalat dan tidak pula puasa, demikian itu adalah kurangnya agamanya”. Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dari Abû Sa’îd Al-Khudriy.

Jimâ’ yaitu bersetubuh.

Al-Bukhâriy Rahimahullâh meriwayatkan bahwa ada seseorang datang kepada Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam lalu berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكْتُ، قَالَ: مَا لَكَ؟ قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Wahai Rasûlullâh, aku telah binasa”. Beliau bertanya: “Ada apa dengamu?”, dia berkata: “Aku menyetubuhi istriku sedangkan aku puasa”.

Orang tersebut karena sudah mengetahui bahwa berjima’ pada siang hari Ramadhan termasuk dari pembatal-pembatal puasa dan juga termasuk dosa yang membinasakan maka beliau datang kepada Nabî Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam supaya diberitahukan tentang penebusnya.

Ditulis  oleh : Abû Ahmad Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh

***

Tanya:  Shalat tarâwîh yang biasa kita dapati di kalangan awwam sangatlah cepat, terkadang tidak tuma’ninah lagi dan terkadang ma’mum belum sampai membaca Al-Fâtihah imâmnya sudah ruku’. Mereka lakukan shalat 11 raka’at atau 23 raka’at terkadang hanya 20 menit dan terkadang 30 menit, apakah shalat seperti itu dibenarkan?

Jawab:  Shalat seperti itu tidaklah mereka lakukan di atas kesungguhan dan keseriusan, padahal kalau mereka lakukan dengan benar-benar sesuai bimbingan syari’at, mereka lakukan dengan tuma’ninah dan dengan memperhatikan sunnah-sunnah Nabî Shallallâhu ’Alaihi wa Sallam seperti membaca doa iftitah dan doa-doa setelah tahiyât sebelum salam maka tentu mereka akan mendapatkan keutamaan dan tidak akan disia-siakan shalat tarâwîh mereka, namun mereka tidak tuma’ninah seperti itu maka tidaklah teranggap shalat mereka, karena Rasûlullâh Shallallâhu ’Alaihi wa Sallam pernah melihat seseorang shalat dengan tidak tuma’ninah dan tidak sesuai dengan bimbingan syari’at, ketika orang tersebut selesai shalat maka beliau berkata kepadanya:

فَارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ

“Kembalilah kamu lalu shalatlah, karena sesungguhnya kamu belum shalat”.

Kalau seseorang benar-benar memperhatikan shalat tarâwîhnya, dia lakukan sesuai sunnah maka sungguh dia di atas jihâd, dan dia akan mendapatkan keutamaan dan pahala yang sangat banyak, berkata Al-Imâm Ibnu Rajab Rahimahullâh:

وَاعْلَمْ أَنَّ الْمُؤْمِنَ يَجْتَمِعُ لَهُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ جِهَادَانِ لِنَفْسِهِ: جِهَادٌ بِالنَّهَارِ عَلَى الصِّيَامِ، وَجِهَاٌد بِاللَّيْلِ عَلَى الْقِيَامِ، فَمَنْ جَمَعَ بَيْنَ هَذَيْنِ الْجِهَادَيْنِ وَوَفَّى بِحُقُوْقِهِمَا وَصَبَرَ عَلَيْهِمَا وُفِّيَ أَجْرُهُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Dan ketahuilah bahwa orang beriman terkumpul padanya di bulan Ramadhân 2 jihâd untuk dirinya: Jihâd pada siang hari dengan berpuasa. Dan jihâd pada malam hari dengan shalat lail. Barangsiapa mengumpulkan 2 jihâd ini dan menunaikan sesuai dengan tata caranya dan dia sabar dalam menunaikannya maka akan dipenuhi pahalanya dengan tanpa diperhitungkan”.

***

PERMATA SALAF

Berkata Bilâl bin Mas’adah Rahimahullâh:

لَا تَنْظُرْ إِلَى صَغَرِ الْخَطِيْئَةِ وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى مَنْ عَصَيْتَ

“Janganlah kamu melihat kepada kecilnya suatu dosa, akan tetapi lihatlah kepada siapa yang kamu durhakai”. (As-Siyar: 5/91).

Ditulis oleh : Abû Ahmad Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh

(Sumber: Risalah AL-HIKMAH, Edisi 9/Jum’at 1/ Ramdhan 1438)
http://t.me/majaalisalkhidhir

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: