“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Hukum mengambil uang Tips

Tanya:  Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Afwan mengganggu waktunya ustadz. Ana mau bertanya: Apa hukumnya mengambil/menerima uang tip yang dikasih pelanggan, karena ana bekerja sebagai teknisi perbaikan gangguan internet di sebuah provider/operator. Kadang setelah selesai melakukan perbaikan ada pelanggan yang kasih uang tip. Jazakallah khairan atas jawabannya ustadz.

Jawab:  Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jika pekerjaan engkau sebagai teknisi tersebut sudah diberi gaji tetap untuk engkau atau biasa dikenal dengan gaji bulanan maka tidak dibenarkan bagi engkau untuk menerima uang tip, walaupun itu dinamai sebagai hadiah, tunjangan, sedekah ataupun infak, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

هَدَايَا الْعُمَّالِ غُلُولٌ

“Hadiah bagi para pekerja adalah khianat.”

Dan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mempekerjakan Ibnul Lutbiyyah untuk mengurus zakat, lalu orang tersebut datang dengan mengatakan:

هَذَا لَكَ وَهَذَا لِى

“Ini untukmu, dan ini (hadiah) untukku.”

Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdiri di atas mimbar lalu beliau membuka ceramah kemudian beliau berkata:

مَا بَالُ الْعَامِلِ نَبْعَثُهُ، فَيَأْتِى يَقُولُ هَذَا لَكَ وَهَذَا لِى. فَهَلاَّ جَلَسَ فِى بَيْتِ أَبِيهِ وَأُمِّهِ فَيَنْظُرُ أَيُهْدَى لَهُ أَمْ لاَ، وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ يَأْتِى بِشَىْءٍ إِلاَّ جَاءَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ عَلَى رَقَبَتِهِ، إِنْ كَانَ بَعِيرًا لَهُ رُغَاءٌ، أَوْ بَقَرَةً لَهَا خُوَارٌ، أَوْ شَاةً تَيْعَرُ

“Ada apa dengan pekerja yang kami mengutusnya, lalu dia datang dengan mengatakan, “Ini untukmu dan ini (hadiah) untukku!” Kalaulah dia duduk di rumah ayahnya atau rumah ibunya, lalu dia memperhatikan, apakah dia diberi hadiah untuknya ataukah tidak? Demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang datang dengan mengambil hadiah seperti pekerja tersebut melainkan dia akan datang dengannya pada hari kiamat, lalu dia akan memikul hadiah tadi di lehernya. Jika hadiah yang dia ambil adalah unta, maka akan keluar suara unta. Jika hadiah yang dia ambil adalah sapi maka akan keluar suara sapi. Jika yang dipikulnya adalah kambing maka akan keluar suara kambing.“

Berbeda halnya kalau engkau membuka teknisi sendiri di luar tugas engkau sebagai orang yang dipekerjakan maka itu teranggap sebagai upah atau imbalan atas pekerjaan engkau. Adapun kalau engkau dipekerjakan dan engkau sudah digaji dengan suatu gaji dari yang mempekerjakan engkau lalu engkau mengambil uang tip dari pelanggan maka ini tidak diperbolehkan bagi engkau, bila engkau diharuskan oleh pelanggan untuk menerimanya maka terimalah lalu engkau serahkan kepada orang yang biasa menggunakannya untuk kepentingan umum kaum muslimin supaya dia menggunakannya untuk kepentingan umum kaum muslimin tersebut. Wallahu A’lam.

***

Ditulis  oleh  : [Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir di Bekasi 6 Sya’ban 1438]

sumber : http://t.me/majaalisalkhidhir

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: