“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Tanya: Bismillah…Assalamu’alaikum… mohon ajarin saya supaya bisa ikhlas?
Pertanyaan dari Balikpapan.

Jawab:Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Akhiy Fillah semoga Allah menolong kita supaya senantiasa ikhlas, ketahuilah bahwa ikhlas hanyalah suatu kata yang terdiri dari beberapa huruf dan sangat mudah untuk diucapkan namun sangat sulit dan terlalu berat untuk bisa diamalkan:

نَسْأَلُ اللّٰهَ صَلَاحَ الْقُلُوْبِ

“Kita memohon kepada Allah pembenahan hati.”

Akhiy Fillah semoga Allah membenahi hati kita, sesungguhnya perjuangan untuk bisa ikhlas ini yang membuat mata hati dan mata kepala orang-orang shalih menangis, mata terus meneteskan airnya, tak henti-hentinya mereka mengusap cucuran dan tetesan air mata, membuat orang dewasa dan orang tua yang shalih seakan-akan bayi, tangisan tak kuasa mereka kendalikan, Ya Allah…..:

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻣُﺼَﺮِّﻑَ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏِ ﺻَﺮِّﻑْ ﻗُﻠُﻮﺑَﻨَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻃَﺎﻋَﺘِﻚَ

“Ya Allah, Yang Maha Memalingkan hati, palingkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-Mu.”

Ada suatu hadits yang bisa kita jadikan sebagai bimbingan dan pengajaran supaya kita senantiasa ikhlas, ketahuilah dia adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya bahwasanya ada dari penduduk Syam datang kepada Abu Hurairah lalu berkata:

“أَيُّهَا الشَّيْخُ حَدِّثْنَا حَدِيْثًا سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟.”

“Wahai syaikh ceritakanlah kepada kami dengan suatu hadits yang engkau telah mendengarkannya dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”
Maka beliau berkata:

نَعَمْ، ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ﻳَﻘُﻮْﻝُ: ﺇِﻥَّ ﺍَﻭَّﻝَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻳُﻘْﻀَﻰ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺭَﺟُﻞٌ ﺍﺳْﺘُﺸْﻬِﺪَ ﻓَﺄُﺗِﻲَ ﺑِﻪِ ﻓَﻌَﺮَّﻓَﻪُ ﻧِﻌَﻤَﻪُ ﻓَﻌَﺮَﻓَﻌَﻬَﺎ، ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﻤَﺎ ﻋَﻤِﻠْﺖَ ﻓِﻴْﻬَﺎ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﻗَﺎﺗَﻠْﺖُ ﻓِﻴْﻚَ ﺣَﺘَّﻰ ﺍﺳْﺘُﺸْﻬِﺪْﺕُ ﻗَﺎﻝَ: ﻛَﺬَﺑْﺖَ ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻚَ ﻗَﺎﺗَﻠْﺖَ ِﻷَﻥْ ﻳُﻘَﺎﻝَ ﺟَﺮِﻱْﺀٌ، ﻓَﻘَﺪْ ﻗِﻴْﻞَ، ﺛُﻢَّ ﺃُﻣِﺮَ ﺑِﻪِ ﻓَﺴُﺤِﺐَ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺟْﻬِﻪِ ﺣَﺘَّﻰ ﺍُﻟْﻘِﻲَ ﻓﻲِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺗَﻌَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻭَﻋَﻠَّﻤَﻪُ ﻭَﻗَﺮَﺃََ ﺍْﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻓَﺄُُﺗِﻲَ ﺑِﻪِ ﻓَﻌَﺮَّﻓَﻪُ ﻧِﻌَﻤَﻪُ ﻓَﻌَﺮَﻓَﻌَﻬَﺎ، ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﻤَﺎ ﻋَﻤِﻠْﺖَ ﻓِﻴْﻬَﺎ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﺗَﻌَﻠَّﻤْﺖُ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻭَﻋَﻠَّﻤْﺘُﻪُ ﻭَﻗَﺮَﺃْﺕُ ﻓِﻴْﻚَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺁﻥَ، ﻗَﺎﻝَ: ﻛَﺬَﺑْﺖَ، ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻚَ ﺗَﻌَﻠَّﻤْﺖَ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻟِﻴُﻘَﺎﻝَ: ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﻭَﻗَﺮَﺃْﺕَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻟِﻴُﻘَﺎﻝَ ﻫُﻮَ ﻗَﺎﺭِﻯﺀٌٌ، ﻓَﻘَﺪْ ﻗِﻴْﻞَ، ﺛُﻢَّ ﺃُﻣِﺮَ ﺑِﻪِ ﻓَﺴُﺤِﺐَ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺟْﻬِﻪِ ﺣَﺘَّﻰ ﺍُﻟْﻘِﻲَ ﻓﻲِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﻭَﺳَّﻊَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺍَﻋْﻄَﺎﻩُ ﻣِﻦْ ﺍَﺻْْﻨَﺎﻑِ ﺍﻟْﻤَﺎﻝِ ﻛُﻠِّﻪِ ﻓَﺄُﺗِﻲَ ﺑِﻪِ ﻓَﻌَﺮَّﻓَﻪُ ﻧِﻌَﻤَﻪُ ﻓَﻌَﺮَﻓَﻬَﺎ، ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﻤَﺎ ﻋَﻤِﻠْﺖَ ﻓِﻴْﻬَﺎ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﻣَﺎﺗَﺮَﻛْﺖُ ﻣِﻦْ ﺳَﺒِﻴْﻞٍ ﺗُﺤِﺐُّ ﺃَﻥْ ﻳُﻨْﻔَﻖَ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﻔَﻘْﺖُ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻟَﻚَ، ﻗَﺎﻝَ: ﻛَﺬَﺑْﺖَ، ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻚَ ﻓَﻌَﻠْﺖَ ﻟِﻴُﻘَﺎﻝَ ﻫُﻮَ ﺟَﻮَﺍﺩٌ ﻓَﻘَﺪْ ﻗِﻴْﻞَ، ﺛُﻢَّ ﺃُﻣِﺮَ ﺑِﻪِ ﻓَﺴُﺤِﺐَ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺟْﻬِﻪِ ﺛُﻢَّ ﺃُﻟْﻘِﻲَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ .

“Iya, aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Sesungguhnya yang pertama bagi manusia diadili atasnya pada hari kiamat adalah orang yang (dianggap) mati syahid di jalan Allah, lalu didatangkan dengannya dan diperkenalkan kepadanya tentang kenikmatan-kenikmatannya, dia pun mengenalnya. Allah berkata: “Apa yang telah kamu amalkan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?.” Dia berkata: “Aku berperang karena Engkau sampai aku mati syahid.” Allah berkata: “Kamu telah berdusta! kamu berperang supaya dikatakan pemberani, sungguh telah dikatakan.” Kemudian diperintahkan dengannya lalu diseret di atas wajahnya kemudian dilemparkan ke dalam neraka. Dan seseorang yang mempelajari ilmu dan dia mengajarkannya serta dia membaca Al-Quran. Didatangkan dengannya lalu diperkenalkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, dia pun mengenalnya. Allah berkata: “Apa yang telah kamu amalkan dengan kenikmatan-kenikmatan tersebut?.” Dia menjawab: “Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca Al-Quran karena engkau.” Allah berkata: “Kamu telah berdusta! Kamu mempelajari ilmu supaya kamu dikatakan orang yang berilmu dan kamu membaca Al-Quran supaya dikatakan dia adalah orang yang membaca Al-Quran, sungguh telah dikatakan.” Kemudian diperintahkan dengannya lalu diseret di atas wajahnya sampai dilemparkan ke dalam neraka. Dan seseorang yang Allah telah lapangkan rezeki padanya dan Dia memberikan kepadanya berbagai macam harta benda sebanyak-banyaknya, maka didatangkanlah dengannya lalu diperkenalkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, dia pun mengenalnya. Allah berkata: “Apa yang telah kamu amalkan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?.” Dia berkata: “Tidaklah aku meninggalkan dari suatu jalan pun yang disenangi untuk diinfakkan padanya kecuali aku telah menginfakkan padanya karena Engkau. Allah berkata: “Kamu telah berdusta! Akan tetapi kamu melakukan itu supaya dikatakan dia adalah orang dermawan, sungguh telah dikatakan.” Kemudian diperintahkan dengannya lalu diseret di atas wajahya kemudian dilemparkan ke dalam neraka.”

Hadits tersebut sudah sangat mencukupi bagi seseorang untuk bisa ikhlas dan dia mengambil pelajaran darinya, ketika lawan dari ikhlas yakni riya’ (ingin dilihat) atau sum’ah (ingin didengar) mulai menyambar atau setan mulai membisik-bisikan ke dalam hati maka hendaknya seseorang bersegera merenungi dan mengingat hadits tersebut:

(إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ)

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang memiliki hati atau yang diberikan kepadanya pendengaran, dan dia adalah menyaksikan.” [Qaff: 37].

***

📝 (Dari saudara engkau, hamba yang faqir atas ampunan dan kasih sayang Rabbnya Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir di Purwokerto pada 23 Jumadil Ula 1438).

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: