“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Rahmat Allah

Tanya:  بسم الله  Mau tanya ustadz:     Bagaimana mengkompromikan QS. Az-Zukhruf : 72 dengan hadits:   لن يدخل احد منكم الجنة بعمله    HR.Bukhoriy 5673, Muslim 2816.

Sekilas seperti bertentangan karena Qur’an mengatakan kita masuk jannah dengan sebab apa yang dulu kita amalkan. Sedangkan hadits mengatakan kita tidak masuk jannah dengan amalan kita. Bagaimana itu ya ustadz?   جزاك الله خيرا.   

Jawab: Ayat dan hadits tersebut tidaklah bertentangan, karena ada pengkompromiannya, dalam mengkompromikan antara ayat dengan hadits tersebut bahwasanya surga itu bukan pengganti terhadap amalan, akan tetapi amalan adalah sebab masuknya seseorang ke dalam surga, dan sungguh masuknya seseorang ke dalam surga itu karena rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala jika dia mengambil sebab yang Allah telah menjadikan sebab tersebut untuk memasukannya ke dalam surga, dan sungguh rahmat Allah tidak akan diperoleh kecuali bagi orang yang menjalankan sebab dengan beramal kebaikan, Allah Ta’ala berkata:

إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya rahmat Allah adalah dekat dari orang-orang yang berbuat kebaikan.” [Al-A’raf: 50].

Dan Allah Ta’ala berkata:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang beriman dan orang-orang yang mereka berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka mengharapkan rahmat Allah dan Allah ada Ghafur (Maha pengampun) lagi Rahim (Maha Pengasih).” [Al-Baqarah: 218].

Berkata Al-Imam Abul ‘Abbas Ahmad Al-Harraniy _semoga Allah merahmati kita dan beliau_:

فالعمل لا يقابل الجزاء وإن كان سببا للجزاء؛ ولهذا من ظن أنه قام بما يجب عليه وأنه لا يحتاج إلى مغفرة الرب تعالى وعفوه، فهو ضال

“Amalan tidaklah mesti mendapatkan balasan, walau pun keberadaannya sebagai sebab terhadap balasan, oleh karena ini barangsiapa menyangka bahwasanya dia telah melakukan terhadap apa yang wajib baginya dan bahwasanya dia tidak memerlukan kepada ampunan Rabb Ta’ala dan pemberian maaf-Nya maka dia telah sesat”.

Pada hadits yang ditanyakan itu memiliki kelanjutan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhariy dari hadits Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata:

سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا فَإِنَّهُ لَا يُدْخِلُ أَحَدًا الْجَنَّةَ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِمَغْفِرَةٍ وَرَحْمَةٍ

“Beramal kebaikanlah kalian dan berlaku imbanglah kalian serta berikanlah oleh kalian kabar gembira, karena sesungguhnya tidaklah seseorang dimasukan oleh amalannya ke surga.” Para shahabat bertanya: “Dan engkau juga wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tidak pula aku kecuali Allah melimpahkan kepadaku dengan ampunan-Nya dan rahmat-Nya”.
Wabillahit Taufiq.

Ditulis oleh : [Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir di Bekasi pada 5 Sya’ban 1438]
sumber rujukan  :  http://t.me/majaalisalkhidhir

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: