“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Tips-tips orang tua dalam menasehati anak-anak.jpg

Tanya:  Bismillah….  Afwan ustadz ini ada pertanyaan dari seorang ibu bagaimana sikap sebagai orang tua yang ia menasehati anaknya supaya menjadi baik tapi si anak tetap membandel dengan sifat jeleknya, apakah si ibu harus tetap menasehati si anak walaupun sudah berkali-kali tapi tetap membandel atau berlepas diri dari menasehati. Mohon nasehatnya ustadz.

Jawab:  Berkata Allah Ta’ala:

(إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ)

“Sesungguhnya harta-harta kalian dan anak-anak kalian adalah ujian bagi kalian, dan Allah di sisi-Nya-lah pahala yang besar.” [At-Taghabun: 15].

Apabila seseorang sudah mengetahui demikian keberadaan anaknya maka hendaknya dia berhati-hati dalam menanganinya, kebanyakan anak membandel seperti itu karena beberapa sebab, di antaranya:

☑ Salah dalam mendidiknya di waktu kecilnya.

☑ Salah dalam memilih teman dekat.

☑ Terpengaruh dengan keadaan lingkungan.

☑ Setan mempengaruhinya.

☑ Mengikuti hawa nafsunya.

Dengan demikian hendaknya dicarikan solusi untuk menangani anak seperti itu keadaannya, diantara solusinya adalah:

☑ Terus menerus menasehatinya, dan dalam menasehati hendaknya orang tua pandai-pandai melihat keadaannya dan melihat waktu yang sesuai dan cocok baginya dalam menasehatinya. Dan juga hendaknya dalam menasehatinya menggunakan ungkapan yang lembut sebagaimana Luqman Al-Hakim _semoga Allah meridhai beliau_ ketika menasehati putranya beliau berkata:

(يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ)

“Wahai putraku janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya kesyirikan adalah kezhaliman yang besar.” [Luqman: 13].

Ungkapan Ya Bunayya (Wahai putraku) ini lebih lembut daripada ungkapan  Yabniy (wahai anakku).

☑ Senantiasa mendoakan kebaikan untuknya atau meminta kepada orang shalih yang masih hidup untuk mendoakannya, sebagaimana Ummu Sulaim meminta kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mendoakan Anas bin Malik sebagai putranya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun mendoakan:

اللهم أكثر ماله وولده، وبارك له فيما أعطيته

“Ya Allah, perbanyaklah hartanya dan anak-anaknya, dan berkahilah untuknya terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepadanya.”

☑ Hendaknya orang tuanya senantiasa beristighfar dan bertaubat kepada Allah, karena bisa jadi dia pernah mengucapkan kata-kata kepada anaknya yang bermakna doa kejelekan atau kutukan, dia sadari atau tanpa dia sadari dalam mengucapkannya, sebagaimana Ibunya Juraij dahulu mengucapkan suatu ungkapan kepada putranya Juraij karena sebab Juraij tidak menjawab panggilannya, ia berucap:

  اللهم لا يموت جريج حتى ينظر في وجه المياميس

“Ya Allah, janganlah Juraij mati sampai dia melihat kepada wajah para pelacur”.

Ucapan Ibunya Juraij tersebut terbukti, hingga Juraij benar-benar diperlihatkan wajah para pelacur, beliau pun tersenyum karena teringat ucapan ibunya.

☑ Hendaknya orang tuanya senantiasa beramal shalih, sehingga Allah memperbaiki keadaan anaknya atau menggantikannya dengan yang lebih baik, dan Allah Ta’ala adalah Maha Lebih mengetahui yang terbaik bagi orang tua terhadap anaknya, sebagaimana Allah Ta’ala katakan di dalam Al-Qur’an tentang penjelasan Nabiullah Al-Khidhir ‘Alaihis Salam:

(وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا * فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا)

“Dan adapun anak itu maka keberadaan kedua orang tuanya adalah orang-orang beriman dan kami khawatir dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Rabb mereka menggantikan bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada keduanya).” [Al-Kahf : 81].

Ditulis oleh  : Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir di Binagriya-Pekalongan pada 24 Jumadil Akhirah 1438

Sumber  : http://t.me/majaalisalkhidhir

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: