“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

KETAATAN YANG MENGHASILKAN KEBANGRUTANa

بسم الله الرحمن الرحيم
وبه نستعين.

الحمد لله رب العالمين.
والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين.
 أما بعد:

Termasuk perkara yang paling melalaikat  seorang muslim adalah

☑ Ketika dia merasa sudah senantiasa di atas ketaatan dan dia mengira telah bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan kenikmatan-kenikmatan maka dia pun menjadikannya sebagai bahan untuk mencerca atau menghina muslim lainnya, dia menganggap muslim lainnya banyak kekurangan atau bahkan dia menganggapnya banyak dosa, guru kami Asy-Syaikh Abu Hatim Sa’id Al-Yafi’y _semoga Allah merahmati kami dan merahmati beliau_ menyebutkan suatu riwayat:

ولما قال المجتهد من بني إسرائيل في العبادة للمذنب بعد تكرار نصحه: والله لا يغفر الله لك أو لا يدخلك الجنة، قبض الله أرواحهما، فقال للمذنب: أكنت بي عالما أو كنت على ما في يدي قادرا. وقال للمذنب: اذهب فادخل الجنة برحمتي. وقال للآخر: اذهبوا به إلى النار. رواه أبو داود وهو في “الصحيح المسند”.

“Dan tatkala orang yang bersungguh-sungguh dari kalangan Bani Israil dalam beribadah berkata kepada orang yang berdosa setelah berulang-ulang menasehatinya: Demi Allah, tidaklah Allah mengampunimu atau Allah tidak akan memasukanmu ke dalam surga maka Allah memegang roh keduanya, lalu Dia berkata kepada orang yang bersungguh-sungguh (dalam beribadah): Apakah keberadaanmu adalah mengetahui tentang-Ku ataukah keberadaanmu adalah mampu atas apa yang ada di tangan-Ku?! Lalu Dia berkata kepada orang yang berdosa: “Pergilah kamu lalu masuklah ke dalam surga dengan rahmat-Ku.” Dan Dia berkata kepada yang lain: “Pergilah kalian dengannya ke dalam neraka.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan hadits ini di dalam “Ash-Shahih Al-Musnad.

☑ Ketika dia merasa menghafal Al-Qur’an maka dia pun menjadikannya sebagai bahan untuk mencela dan meremehkan muslim lainnya yang tidak bisa menghafal Al-Qur’an, padahal orang yang lebih mulia darinya di antara para shahabat ada yang tidak bisa menghafal Al-Qur’an kecuali beberapa surat, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada seorang shahabatnya:

ماذا معك من القرآن؟

“Apa ada bersamamu dari hafalan Al-Qur’an?.”

Dia pun menjawab:

معي سورة كذا وسورة كذا.

“Bersamaku hafalan surat ini dan surat ini”. 

Dan pada kisah terbunuhnya para penghafal Al-Qur’an yang membuat Abu Bakr Ash-Shiddiq memerintahkan shahabatnya untuk mengumpulkan Al-Qur’an, hingga didatangilah di antara para shahabat yang memiliki hafalan Al-Qur’an.

☑ Ketika dia mengira paling bersemangat menuntut ilmu atau merasa senantiasa menghadiri majelis ilmu maka dia pun menjadikannya sebagai bahan untuk mencela dan meremehkan serta mengghibahi orang muslim lainnya yang tidak bisa menghadiri majelis ilmu.
Abu Hurairah _semoga Allah meridhai beliau_ paling bersemangat tentang ilmu, sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepadanya:

لقد ظننت يا أبا هريرة أن لا يسألني عن هذا الحديث أحد أول منك، لما رأيت من حرصك على الحديث

“Sungguh benar-benar aku telah menyangka wahai Abu Hurairah bahwa tidak akan ada yang bertanya kepadaku tentang hadits ini seorang pun yang lebih pertama darimu, tatkala aku melihat pada semangatmu tentang hadits.”

Namun keutamaan demikian itu tidaklah menjadikan diri Abu Hurairah meremehkan para shahabat lainnya dan atau mencela mereka, bahkan ketika beliau dikatakan paling banyak haditsnya maka beliau berkata:

إن إخواننا من المهاجرين كان يشغلهم الصفق بالأسواق، وإن إخواننا من الأنصار كان يشغلهم العمل في أموالهم، وإن أبا هريرة كان يلزم رسول الله صلى الله عليه وسلم بشبع بطنه ويحضر ما لا يحضرون، ويحفظ ما لا يحفظون.

“Sesungguhnya saudara-saudara kita dari kalangan Muhajirin keberadaan mereka adalah tersibukan dengan jual beli di pasar. Dan sesungguhnya saudara-saudara kita dari kalangan Anshar keberadaan mereka adalah tersibukan dengan pekerjaan pada harta benda mereka. Dan sesungguhnya Abu Hurairah keberadaan beliau adalah senantiasa bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan mencukupi perutnya, beliau hadir pada apa yang mereka tidak hadiri dan beliau menghafal pada apa yang mereka tidak hafal.”

Sebagai catatan penghibur bagimu yang mungkin telah mendapatkan celaan, cercaan atau peremehan karena ketidak bisanya dirimu melakukan ketaatan secara sempurna:

“Anggaplah celaan dan cercaan serta peremehan itu sebagai musibah bagi dirimu ketika di dunia ini, berharaplah semoga dengan sebabnya membuat dirimu semakin mengingat Allah Ta’ala, berkata Al-Imam Abul Abbas Ahmad Al-Harraniy _semoga Allah merahmati kami dan merahmati beliau_:

ومصيبةٌ تُقبِل بك على الله
خيرٌ لك من نعمةٍ تنسيك ذكر الله عزوجل .

“Dan musibah yang dia mendekatkanmu kepada Allah adalah lebih baik bagimu daripada kenikmatan yang dia melupakanmu dari mengingat Allah ‘Azza wa Jalla.”

Dan berkata murid beliau Al-Imam Abu Abdillah Muhammad Az-Zara’iy _semoga Allah merahmati kita dan merahmati beliau_:

قـال بعض السـلف: لولا مصائب الدنيا لوردنا القـيامة مفاليس !

“Berkata sebagian salaf: Kalaulah bukan (karena sebab) musibah di dunia maka sungguh kita datang pada hari kiamat dalam keadaan bangkrut.”

Berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

إن المفلس من أمتي يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة ويأتي قد شتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دم هذا وضرب هذا فيعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته فإن فنيت حسناته قبل أن يقضى ما عليه أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار

“Sesungguhnya orang bangkrut dari umatku adalah dia datang pada hari kiamat dengan (membawa pahala) shalat, puasa dan zakat dan dia akan datang (dalam keadaan) telah menghina orang ini, mencerca orang ini, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang ini, lalu diberikan kepada orang ini dari pahala-pahala kebaikannya, dan kepada orang ini dari pahala-pahala kebaikannya, apabila telah habis pahala-pahala kebaikannya sebelum akan diselesaikan urusan padanya maka diambilkan dari dosa-dosa mereka lalu dipikulkan kepadanya kemudian dilemparlah dia ke dalam neraka.”  Wallahul Musta’an.

Ditulis oleh  : [Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir di Pekalongan pada 23 Jumadil Akhirah 1438]

Sumber : http://t.me/majaalisalkhidhir

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: