“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

SERUAN UNTUK SELURUH PEMELUK AGAMA KRISTEN

بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ

“Dengan (menyebut) nama Alloh yang (الرحمن) Maha Pengasih lagi (الرحيم) Maha Penyayang”

Dari Muhammad bin Salim hamba Alloh dan pengikut Rosul-Nya

Buat Seluruh Pemeluk Agama Kristen.

{يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ} [آل عمران: 64]

“Wahai orang-orang yang mempunyai Kitab (Suci) kemarilah kalian (untuk berpegang teguh) kepada satu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dengan kalian, untuk kita tidak menyembah melainkan hanya kepada Alloh, dan kita tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kita tidak menjadikan sebagian kita dengan sebagian yang lain sebagai sesembahan-sesembahan selain Alloh, jika kalian berpaling maka saksikanlah oleh kalian bahwasnaya kami adalah orang-orang muslim (yang mempasrahkan diri kami kepada Alloh)”. (Surat Ali Imron ayat 64).

{تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ} [الأنعام: 151]

“Kemarilah kalian supaya saya bacakan (kepada kalian) apa-apa yang telah diharomkan oleh Robb kalian atas  kalian yaitu supaya kalian tidak menyekutukan-Nya dengan segala apapun, dan kepada kedua orang tua, kalian berbuat baik, janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut kemiskinan, Kamilah yang memberikan rezki kepada kalian dan kepada mereka (anak-anak kalian), janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan keji, baik yang nampak darinya ataupun yang tersembunyi, dan janganlah kalian membunuh jiwa yang Alloh telah mengharomkan (untuk membunuhnya) kecuali dengan cara yang benar, demikian itu adalah wasiat (perintah Alloh) untuk kalian supaya kalian memahaminya”. (Surat Al-An’am ayat 151).

Nabi Isa (عليه السلام) adalah salah satu nabi dari nabi-nabi yang Alloh تَعَالَى)) telah mengutus mereka untuk bani Isroil (anak keturunan Isroil).

Tidaklah Alloh تَعَالَى)) mengutus seorang nabi di muka bumi melainkan untuk menunjuki umatnya ke jalan yang lurus, menyeru mereka untuk berbuat kebaikan dan mencegah mereka dari kejelekan, Alloh تَعَالَى)) berkata:

{كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ} [آل عمران: 110]

Kalian adalah umat yang terbaik, yang dikeluarkan untuk manusia, supaya kalian menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kejelekan dan supaya kalian beriman kepada Alloh, dan kalaulah Ahlul Kitab beriman maka tentu lebih baik bagi mereka, sebagian mereka beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang berbuat kekejian”. (Surat Ali Imron ayat 10).

Pada ayat tersebut Alloh تَعَالَى)) menyebutkan tentang Ahlul Kitab yang mereka adalah orang-orang yang pernah Alloh تَعَالَى)) turunkan kepada mereka Kitab Suci, diantara mereka Yahudi dan Nashoro (Kristen), bila mereka beriman maka tentu itu adalah kebaikan bagi mereka.

Diantara keimanan yang harus diketahui oleh setiap orang adalah pengagungan terhadap Alloh تَعَالَى)), yaitu seseorang mengimani bahwasanya Alloh تَعَالَى)) adalah Maha Suci dan Maha Kuasa atas segala sesuatu, jika Dia (Alloh) menginginkan terhadap sesuatu untuk terjadi maka Dia hanya dengan mengatakan “jadilah” maka sesuatu tersebut langsung akan terjadi, Alloh تَعَالَى)) menjelaskan di dalam “Surat Al-Baqaroh ayat 117″:

{وَإِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ} [البقرة: 117]

“Dan jika Dia (Alloh) memutuskan suatu perkara maka sesungguhnya Dia hanya mengatakan “Jadilah maka dia akan jadi”.

Jika Dia menginginkan seseorang lahir hanya dengan satu tangan maka akan terjadi, atau lahir dalam keadaan buta maka akan terjadi, jika Dia menginginkan seseorang berubah menjadi kera atau babi maka akan terjadi, begitu pula bila Dia menginginkan seorang wanita melahirkan seorang anak tanpa adanya hubungan kelamin dengan seorang lelaki maka akan terjadi, hal ini sebagaimana telah terjadi kepada Ibu Nabi Isa’ Maryam atau dikenal di kalangan Bani Isroil dengan Mariyah, dia adalah wanita yang mulia, suci dan sangat jauh dari kemaksiatan dan perbuatan dosa, dia menjauhi pergaulan bebas bersama para wanita, lebih-lebih pergaulan dengan para lelaki maka tentu dia sangat menjauhinya, dia berdiam diri di kamarnya dan tekun beribadah kepada Alloh تَعَالَى)), Alloh تَعَالَى)) berkata tentangnya:

{وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ} [آل عمران: 37]

“Dia dipelihara oleh Zakariya, setiap kali Zakariya masuk di mihrob (kamar tempat ibadahnya) maka dia dapati rezki (makanan lezat), Zakariya berkata: Wahai Maryam dari mana rezki ini? Dia menjawab: Dia dari sisi Alloh, sesungguhnya Alloh memberi rezki kepada siapa yang dia kehendaki dengan tanpa perhitungan”. (Surat Ali Imron ayat 37).

Maka tidakkah kalian wahai para wanita Kristen dan seluruh para wanita untuk menjadi seperti dia yang menjaga kehormatan dirinya?! Yang menjauhi pacaran dan perzinaan?! Yang menjauhi pergaulan bebas?!

Alloh تَعَالَى)) menjadikannya sebagai wanita pilihan dikarenakan dia menjaga kehormatan dan kesucian dirinya, tekun beribadah kepada Alloh تَعَالَى)), Alloh تَعَالَى)) berkata tentangnya:

{وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاءِ الْعَالَمِينَ (42) يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ (43) } [آل عمران: 42 – 43].

“Dan ketika Malaikat berkata: Wahai Maryam, sesungguhnya Alloh memilihmu dan mensucikanmu serta mengistimewakanmu atas wanita-wanita alam semesta, wahai Maryam berdirilah kepada Robbmu (untuk sholat) dan sujudlah serta ruku’lah bersama orang-orang yang ruku'”. (Surat Ali Imron ayat 42-43).

Dia mendirikan sholat di mihrob (kamar ibadahnya), dia berdiri, ruku’ dan sujud kepada Alloh تَعَالَى)) sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang menegakan sholat.

Dengan ketaatan yang dia lakukan tersebut maka Alloh تَعَالَى)) menginginkan untuk memberinya kabar gembira dengan diciptakannya seorang anak, Alloh تَعَالَى)) berkata tentangnya:

{إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ} [آل عمران: 45]

“Ketika Malaikat berkata: Wahai Maryam, sesungguhnya Alloh memberikan kabar gembira kepadamu dengan suatu kalimat dari-Nya yang namanya adalah ‘Isa bin Maryam”. (Surat Al-Baqaroh ayat 45). Karena diluar kebiasaan manusia maka Maryam berkata:

{أَنَّى يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا} [مريم: 20]

“Apakah saya akan memiliki seorang anak sedangkan aku tidak disentuh (dijima’i) oleh seorangpun dan bukan pula seorang pelacur?!” (Surat Maryam ayat 20). Maka malaikat menjawab:

{قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ } [مريم: 21]

“Robbmu (Alloh) berkata: Itu adalah (perkara) mudah”. (Surat Maryam ayat 21).

Alloh تَعَالَى)) menjadikan Isa dengan tanpa bapak adalah perkara yang sangat mudah dan gampang bagi-Nya, Alloh تَعَالَى)) berkata:

{إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ} [آل عمران: 59]

“Sesungguhnya permisalan Isa di sisi Alloh seperti permisalan Adam, yang Dia menciptakannya dari tanah, kemudian berkata kepadanya “jadilah maka diapun jadi””. (Surat Ali Imron ayat 59).   

Maka merupakan suatu kesyirikan, kekafiran dan dosa yang paling terbesar bila Nabi Adam dan Nabi Isa dikatakan sebagai anak Alloh تَعَالَى)), karena Alloh تَعَالَى)) telah berkata:

{قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)} [الإخلاص: 1 – 4]

“Katakanlah: Dia Alloh adalah (أَحَدٌ)Maha  Satu, Alloh adalah (الصَّمَدُ) yang bergantung segala sesuatu (kepada-Nya), Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan tidak ada satupun yang setara dengan (Nya)”. (Surat Al-Ikhlash ayat 1-4).

Dari penjelasan tersebut maka kami menyeru kepada para pemuda-pemudi dan seluruh para pemeluk agama Kristen untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan kami berikut ini:

Pertanyaan pertama:

Apakah pantas wanita yang berzina dengan lelaki yang pemabuk dan pelaku dosa disamakan dengan Maryam?

Jika kalian katakan “pantas” maka tentu kalian telah mencoreng nama baik dan telah menyakiti Maryam semoga Alloh meridhoinya yang kalian mengakui sendiri bahwa dia sebagai ibu kalian, jika seperti ini keadaan kalian maka kalian telah berbuat dosa yang paling terbesar dan kalian termasuk paling “perlente” (pendusta)nya manusia, Alloh تَعَالَى)) berkata:

{وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا} [الأحزاب: 58]

“Dan orang-orang yang mereka menyakiti orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan orang-orang beriman dari kalangan wanita dengan sesuatu yang mereka tidak melakukannya maka sungguh mereka (yang menyakiti) itu telah memikul kedustaan dan dosa yang nyata”. (Surat Al-Ahzab ayat 58).

Alloh تَعَالَى)) berkata:

{وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا (156) وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (157)} [النساء: 156، 157]

“Dan kekafiran mereka dan perkataan mereka atas Maryam adalah kedustaan yang besar, dan perkataan mereka bahwasanya kami telah membunuh Al-Masih Isa bin Maryam utusannya Alloh, dan tidaklah mereka membunuhnya, dan tidak pula mereka menyalibnya akan tetapi diserupakan bagi mereka (seseorang seperti Al-Masih Isa bin Maryam), dan sesungguhnya mereka berselisih tentangnya karena mereka meragukannya, tidak ada pada mereka dari pengetahuan melainkan hanya mengikuti sangkaan belaka, dan mereka tidak membunuhnya dengan keadaan yakin”. (Surat An-Nisa’ ayat 156-157).

Pertanyaan Kedua:

Wanita yang berzina dengan lelaki, kemudian melahirkan seorang anak, apakah pantas anaknya tersebut dikatakan sebagai anak Alloh تَعَالَى))?! Ataukah layak anak hasil perzinaan tersebut dikatakan sebagai anak yang semisal dengan Nabi Isa’?!

Jika kalian katakan “pantas” dan “layak” maka tentu kalian telah terjatuh ke dalam kesesatan yang paling sesat, karena kalian telah buta, sehingga tidak bisa membedakan antara cahaya yang terang dengan kegelapan malam?! Alloh تَعَالَى)) berkata:

{لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (72) لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (73) أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (74) مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (75)} [المائدة: 72 – 75].

“Sungguh telah kafir orang-orang yang mereka mengatakan bahwasanya Alloh adalah Al-Masih (Isa) bin Maryam, sedangkan Al-Masih (Isa) berkata: “Wahai anak keturunan Isroil beribadahlah kalian kepada Alloh, yang Dia adalah Robbku dan Robb kalian, sesungguhnya barang siapa yang menyekutukan Alloh maka sungguh Alloh telah mengharomkan baginya Jannah (Surga) dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tidaklah bagi orang-orang yang zholim ada penolong. Sungguh telah kafir orang-orang yang mereka mengatakan bahwasanya Alloh adalah salah satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Sesembahan Yang Satu, dan jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan maka sungguh mereka orang-orang kafir diantara mereka itu akan ditimpa siksaan yang pedih, maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Alloh dan mereka memohon ampun kepada-Nya, dan Alloh adalah (غَفُورٌ) Maha Pengampun lagi (رَحِيمٌ) Maha Penyayang. Tidaklah Al-Masih (Isa) bin Maryam itu melainkan adalah seorang rosul (utusan Alloh), sungguh telah lewat para rosul sebelumnya, dan Ibunya adalah Shiddiqah (orang yang jujur lagi membenarkan Robbnya), yang dahulu keduanya juga memakan makanan, lihatlah bagaiamana Kami menjelaskan bagi mereka ayat-ayat (Kami) kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari kebenaran ayat-ayat Kami)”. (Surat Al-Maidah ayat 72-75).

Sumber : https://t.me/majaalisalkhidhir

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: