“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

photo_2017-03-11_21-30-47

Bismillaah…..
Assalamu’alaikum warohmatulloh
Ustadz, ada beberapa pertanyaan titipan dari tetangga ana bahwa usahanya mengalami sepi pelanggan terus, kata pelangganya ada yang bilang bahwa warung atau bengkel dia selalu tutup terus, padahal tidak pernah libur, pertanyaanya:
1. Apakah ini diganggu oleh orang lain dengan perantara jin?
2. Apa memang jin itu bisa membuat usaha sepi?
3. Apakah boleh meminta bantuan orang lain, kyai, orang pintar atau apalah namanya untuk mengusir jin tersebut?
4. Pernah dilakukan penyiraman air zam² yang dibawa thowaf waktu ke Makkah disiramkan ke warung tersebut dengan membaca qulhu 3, apakah ini cara syar’iy ataukah bid’ah?
5. Bagaimana solusi mengatasi hal ini sesuai sunnah, dan terhindar dari syirik dan bid’ah.
Afwan, Jazaakumullohu khoiron.

JAWAB:

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

بسم الله الرحمن الرحيم
وبه نستعين وبعد

Apa yang disebutkan pada pertanyaan bukanlah suatu kejadian yang tidak mungkin terjadi namun dia adalah nyata didapati pada zaman ini, dan Insya Allah di sini kami akan menjelaskan satu persatu dari apa yang ditanyakan tersebut:

Jawaban Pada Pertanyaan Pertama:
Bisa jadi ada gangguan dari orang hasad, dan keberadaan orang hasad seringkali kita dapati dia menghalalkan segala cara untuk bisa melenyapkan kenikmatan yang ada pada orang lain, oleh karena itu disebutkan di dalam suatu hadits dhaif yang maknanya jayyid (bagus):

فإن الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار الحطب

“Karena sesungguhnya hasad memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Hurairah dan Ibnu Majah dari Anas.

Orang hasad terkadang menggunakan sihir, yang dia gunakan sihir tersebut untuk menjauhkan manusia dari kebaikan orang lain, terkadang dia bacakan langsung sihirnya dari jarak jauh dan terkadang pula dia membawa jampi-jampi atau guna-guna lalu ditimbun di dalam tanah, bisa jadi dia menimbunnya di sekitar tempat usaha penanya, di depan atau sekitar warung dan bengkelnya, dan perkara seperti ini kami dapati sendiri di sekitar rumah orang tua kami di Limboro, ketika orang tua kami menggali tanah di halaman rumah didapatilah jampi-jampi dengan terbungkus kain putih (seperti bungkusan kain kafan pada mayyit).

Jawaban Pada Pertanyaan Kedua:
Bisa memungkinkan, karena orang yang sudah sangat keterlaluan hasadnya terkadang menggunakan jin, dia memerintahkan jin tersebut untuk menjauhkan manusia dari usaha yang dilakukan oleh penanya, dihalangi mata manusia dari melihat ke warung atau ke tempat usaha penanya dan atau dia menjadikan buruk dan seram bila dipandang pada warung dan tempat usaha penanya, orang yang mengerti ilmu sihir kadang bisa merasakan dan melihat pengaruh dan permainan jin seperti itu, dahulu ibu kami memiliki usaha dengan menjual berbagai macam keterampilan dan kerajinan tangan, dengan itu membuat yang benci semakin hasad, ketika kami belum mengenal dakwah tauhid ini dan kami belum menjadi ahlinya, kami merasakan bagaimana permainan jin yang diutus oleh para dukun, di rumah orang tua kami di Limboro menjadi bahan perbincangan dua orang pemuda Jawa, ketika keduanya melewati rumah orang tua kami maka keduanya melihat ada ke-seram-an padanya dan keduanya mendengarkan suara berupa jeritan jin di dalam rumah, dalam keadaan orang-orang yang sering lewat tidak mendengarnya dan tidak pula melihat gerakan-gerakan jin, kedua pemuda tersebut terus berlalu hingga sampai di rumah bibi kami, keduanya pun bertanya kepada bibi tentang rumah yang baru keduanya lewati, maka bibi menyebutkan bahwa itu rumah adiknya, keduanya pun pergi bersama bibi ke rumah, ternyata keduanya mengaku memiliki ilmu putih (yang hakekatnya juga sihir), keduanya pun melawan sihir (yang keduanya namai ilmu hitam) dengan menggunakan ilmu putih, namun keduanya hanya bisa menghentikan permainan jinnya dan tidak bisa melenyapkannya.

Jawaban Pertanyaan Ketiga:
Yang boleh bagi penanya adalah meminta bantuan kepada Ahlu Tauhid dari kalangan Ahlul Qur’an was Sunnah yang berpengalaman dalam mengatasi masalah seperti itu.
Adapun para dukun atau orang yang mengaku memiliki ilmu putih seperti yang kami sebutkan tadi maka tidak boleh meminta bantuan kepada mereka, karena keberadaan mereka itu bukanlah mengurangi permainan jin namun justru mempertambah amarah jin.
Bila penanya mampu meruqyah (membacakan ayat-ayat Al-Qur’an) maka itu lebih baik.
Berikut ini kami akan sebutkan tentang tips terjaganya rumah dan tempat usaha dari bahaya sihir dan jin:
* Dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya, maka niscaya jin akan keluar dan menjauh, begitu pula sihir akan lenyap dan musnah.
* Ketika akan masuk di dalamnya maka hendaklah mengucapkan “Bismillah” maka setan dari kalangan jin tidak akan mendapati tempat untuk menginap.
* Dibacakan ayat Kursi setiap hari sekali begitu pula setiap malamnya maka setan dari kalangan jin tidak akan mampu mendekat.
Apa yang kami sebutkan dari tips ini memiliki asal dan landasan dari As-Sunnah Ash-Shahihah.

Jawaban Pertanyaan Keempat:
Hendaknya dibacakan dengan surat Al-Ikhlas (Qulhu….), dan surat Al-Falaq serta An-Nas lalu diusap ke tanah atau temboknya, dan boleh dibacakan ke air lalu ditiupkan padanya setelah itu disiramkan pada rumah atau tempat usaha tersebut. Dan ini memiliki asal dan landasan dari As-Sunnah sebagaimana yang dilakukan oleh Aisyah ketika membacanya lalu diusapkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di saat beliau sakit karena terkena sihir, juga adanya dalil tentang membacanya lalu ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian diusapkan ke tubuh, dan hukum meniupkan di sini bisa dibawa kepada meniupkan ke air lalu disiramkan ke sesuatu yang diruqyah dan atau diminumkan ke orang yang diruqyah. Al-Imam Ibnu Bazz semoga Allah merahmatinya membolehkan ketika meruqyah dengan membacakan ke air.

Jawaban Pertanyaan Kelima:
Alhamdulillah solusinya telah kami sebutkan, dan sebagai tambahan hendaknya warung atau tempat usaha penanya tidak digantungkan dan tidak pula ditempelkan gambar-gambar makhluk bernyawa, ini bertunjuan:
* Supaya malaikat mau masuk ke warung atau tempat usaha penanya, karena disebutkan di dalam hadits shahih:

إن الملائكة لا تدخل البيت فيه صورة

“Sesunggunya malaikat tidak akan mau masuk ke suatu rumah yang ada padanya gambar (makhluk bernyawa).”
* Supaya jin tidak mendapatkan tempat menginap dan persembunyian.
Demikian yang bisa kami sampaikan. Wallahu A’lam.

(Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir di Binagriya-Pekalongan pada 27 Rabiuts Tsaniy 1438).

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: