“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

tips-menjadi-wanita-ramantis

Tanya: Bagaimana cara menjadi isteri yang romantis dan contoh pengaplikasiannya?

Jawab:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَبِهِ نَسْتَعِيْنُوَبَعْدُ

Ukhtiy Fillah -semoga Allah merahmati kami dan engkau-, semua orang tentu mengangan-angankan dan mengharapkan untuk menjadi yang terbaiknya manusia, namun tidak semua orang bisa meraih harapannya, sungguh benar apa yang dikatakan oleh shahabat yang mulia Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud semoga Allah meridhai beliau:

وَكَمْ مِنْ مُرِيْدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيْبَهُ

“Betapa banyak dari orang yang menginginkan terhadap kebaikan namun tidak memperolehnya.”
Ukhtiy Fillah -semoga Allah menjaga kami dan engkau-, untuk menjadi isteri yang romantis, yang disayangi dan dicintai suami tentu merupakan perkara yang sulit dan rumit, dengan demikian perlu untuk kita mengetahui tips-tipsnya, diantaranya:

1. Berakhlak mulia.
Kita tentu mengakui bahwa Ummul Mukminin Aisyah semoga Allah meridhainya adalah termasuk wanita yang romantis, beliau dicintai dan disayangi oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, hal demikian itu karena bagusnya akhlak beliau, beliau berakhlak sebagaimana suaminya tercinta Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yaitu berakhlak berdasarkan pedoman dan bimbingan Al-Qur’an, beliau pernah ditanya tentang akhlak suaminya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka beliau menjawab:

ﻛَﺎﻥَ ﺧُﻠُﻘُﻪُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ

“Akhlak beliau adalah Al-Qur’an”. Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad.
Ketika pasangan suami isteri mencontoh keduanya (Ar-Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan isteri beliau) dalam menjalani hidup berumahtangga maka tentu akan mendapati keromantisan dan keharmonisan dalam berumahtangga, Biiznillah.

2. Berdoa kepada Allah Ta’ala.
Ukhtiy Fillah -semoga Allah memperbaiki keadaan kami dan keadaan engkau-, hendaknya kita memperbanyak doa, karena hanya dengan sebab doalah kita akan meraih harapan kita, dan diantara doa yang hendak kita ucapkan adalah:

(رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا)

“Wahai Rabb kami anugerahkanlah untuk kami dari pasangan-pasangan dan anak keturunan sebagai penyejuk mata dan jadikanlah kami bagi orang-orang yang bertakwa sebagai teladan.” [Al-Furqan: 74].

3. Mempelajari kisah-kisah wanita shalihah.
Ukhtiy Fillah -semoga Allah mengampuni kami dan mengampuni engkau-, di sini kami akan menyebutkan untuk engkau suatu kisah, ambillah kisah ibu bapak kita Adam dan Hawa, ketika keduanya di turunkan ke muka bumi maka keduanya pun bersegera meminta ampun kepada Allah Ta’ala, sebagaimana yang Allah Ta’ala katakan di dalam Al-Qur’an:

(رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ)

“Wahai Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami, jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami maka sungguh kami benar-benar termasuk dari orang-orang yang merugi.” [Al-Araf: 23].
Hakekat keromantisan seperti inilah yang kita harapkan, keduanya bersegera mencari keridhaan Allah, kalau lah dua pasangan suami isteri mengambil pelajaran dari ayah dan ibu kita tersebut maka Insya Allah kebersamaan akan selalu ada pada keduanya, di atas ujian atau pun di atas kebahagian akan selalu nampak keromantisan dan keharmonisan.

4. Senantiasa bersyukur.
Ukhtiy Fillah -semoga Allah menjadikan kami dan engkau termasuk dari hamba-hamba-Nya yang bersyukur-, apabila kita bersyukur dengan adanya kebaikan pada kita -walau pun itu kecil- semisal memberi senyuman kepada pasangan hidup kita maka yakinlah dengan sebab itu Allah akan menambahkan kebaikan, berawal dari senyuman akan mengantarkan kepada kecintaan dan kasih sayang, Allah Ta’ala berkata:

(لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ)

“Jika kalian bersyukur maka sungguh Aku akan tambahkan (karunia-Ku) kepada kalian.” [Ibrahim: 7].

5. Bersemangat dalam mengamalkan As-Sunnah, semisal makan berjama’ah dalam sepiring.
Ukhtiy Fillah -semoga Allah menyayangi kami dan engkau-, makan berjama’ah termasuk salah satu sunnah Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang sudah sangat jarang kita dapati, bila keberadaan dua pasangan suami isteri dengan membiasakan mengamalkan sunnah tersebut maka tentu kasih sayang akan semakin memupuk di dalam hati keduanya, Allah Ta’ala akan memberkahi keduanya, Al-Imam Ahmad meriwayatkan suatu hadits dari Wahsyiy bin Harb, dari ayahnya dari kakeknya, dan Abi Ya’la meriwayatkan dari Jabir serta Ibnu Majah meriwayatkan pula dari Umar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau berkata:

كُلُوا جَمِيْعًا، وَلَا تَفَرَّقُوا، فَإِنَّ الْبَرَكَةَ مَعَ الْجَمَاعَةِ

“Makanlah kalian dalam keadaan berjama’ah dan jangan kalian makan perpisah-pisah, karena sesungguhnya berkah itu bersama jama’ah.”
Demikian yang bisa kami sebutkan pada kesempatan ini, semoga Allah memberkahi kita.
Walhamdulillah.

Ditulis oleh : Abu Ahmad Muhammad Al-Khidzir Al-Limboriy

(Binagriya-Pekalongan, 4 Jumadil Ula 1438).

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: