“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

nasehat-untuk-wanita-yang-sehat

Pendahuluan Tentang Nasehat

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Allah Ta’ala berkata:

{إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ} [التوبة: 91].

“Apabila mereka memberi nasehat karena Allah dan Rasul-Nya.” (At-Taubah: 91)

Dari Tamim Ad-Dariy semoga Allah meridhoinya, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«الدِّينُ النَّصِيحَةُ» قُلْنَا لِمَنْ قَالَ: «لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ».

“Agama adalah nasehat.” Kami bertanya: Untuk siapa? Beliau menjawab: Untuk Allah dan Rasul-Nya serta untuk para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat mereka.” Diriwayatkan oleh Musim.

Dari Jarir bin Abdillah semoga Allah meridhoinya, beliau berkata:

 بَايَعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فَلَقَّنَنِى: «فِيمَا اسْتَطَعْتَ»، وَالنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ.

“Aku berba’iat (berjanji setia) kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mendengar dan taat maka beliau membimbingku (untuk aku ucapkan): “Terhadap apa yang kamu mampui.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim, dan ini adalah lafazh Muslim.

Berkata Abu Ahmad semoga Allah mema’afkannya:

اِعلَمُوا أَنِّي لَكُم نَاصِحٌ   ***** شَاهِدًا مَا قُلتُ أَو كَاتِبا

“Ketahuilah oleh kalian bahwasanya aku bagi kalian adalah penasehat ***** Sebagai saksi atau penulis terhadap apa yang aku ucapkan.”

NASEHAT PERTAMA

Adalah perkataan Allah Ta’ala:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا} [التحريم: 6].

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah oleh kalian diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (At-Tahrim: 6).

Dari Abdullah bin ‘Umar semoga Allah meridhai keduanya, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwasanya beliau berkata:

 «أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِىَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ».

“Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian adalah dimintai pertanggung jawaban dari kepemimpinannya, penguasa pada manusia adalah pemimpin dan dia dimintai pertanggung jawaban dari kepemimpinannya, dan seorang laki-laki adalah pemimpin atas penghuni rumahnya dan dia dimintai pertanggung jawaban tentang mereka, dan wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya dan dia dimintai pertanggung jawaban tentang mereka, dan seorang hamba sahaya adalah penanggung jawab atas harta majikannya dan dia dimintai pertanggung jawaban darinya. Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian dimintai pertanggung jawaban dari kepemimpinannya.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim.

Dari Abdullah bin Umar semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ».

“Cukuplah bagi seseorang dalam keadaan berdosa ketika dia menterlantarkan orang yang di bawah tanggung jawabnya.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dan Abu Dawud.

NASEHAT KEDUA

Adalah perkataan Allah Ta’ala:

{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ} [الأحزاب : 59]

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, putri-putrimu dan para wanita orang-orang yang beriman supaya mereka mengulurkan jilbab-jilbab di atas tubuh-tubuh mereka.” (Al-Ahzab: 59)

Dari Bahz Ibnu Hakim bin Mu’awiyah Al-Qusyairiy, dari ayahnya dari kakeknya, beliau berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah aurat-aurat kita mana saja yang terbuka dan mana yang tertutup? Beliau menjawab:

«احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاَّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ».

“Jagalah auratmu kecuali pada isterimu dan hamba sahayamu (yang prempuan).”

Aku bertanya lagi: Bagaimana jika keberadaan suatu kaum sebagian mereka terhadap sebagian yang lain?

«إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ لاَ يَرَيَنَّهَا أَحَدٌ فَلاَ يَرَيَنّهَا».

“Jika kamu mampu supaya salah seorang tidak melihatnya maka janganlah dia melihatnya.”

Aku katakan: Wahai Rasulullah bagaimana jika salah seorang dari kami bersendirian? beliau berkata:

«اللَّهُ أَحَقُّ أَنْ يُسْتَحْيَا مِنْهُ مِنَ النَّاسِ».

“Allah adalah lebih pantas untuk malu kepada-Nya daripada manusia.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa’iy serta At-Tirmidziy dan beliau berkata: Ini adalah hadits yang hasan.

Dari Abul Malih Al-Hudzaliy bahwasanya para wanita dari penduduk Himsh mereka meminta izin kepada Aisyah, maka beliau berkata: “Barangkali kalian termasuk dari wanita-wanita yang masuk ke dalam berbagai WC, aku mendengar Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

 «أَيُّمَا امْرَأَةٍ وَضَعَتْ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا، فَقَدْ هَتَكَتْ سِتْرَ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ».

“Wanita mana saja yang ia menanggalkan pakaiannya di selain rumah suaminya maka sungguh ia telah mengkoyak hijab antaranya dan antara Allah.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dan Ibnu Majah.

NASEHAT KETIGA

Adalah perkataan Allah Ta’ala:

{وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ} [النور: 31].

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman supaya mereka menundukan dari pandangan-pandangan mereka.” (An-Nur: 31).

Dari Abdurrahman bin Abi Sa’id Al-Khudriy dari ayahnya, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ وَلاَ يُفْضِى الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِى ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَلاَ تُفْضِى الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةِ فِى الثَّوْبِ الْوَاحِدِ».

“Tidak boleh seorang laki-laki melihat kepada aurat laki-laki dan prempuan melihat kepada aurat perempuan dan tidak boleh seorang laki-laki bercampur dengan laki-laki lain dalam satu pakaian, dan tidak boleh pula perempuan bercampur dengan perempuan lain dalam satu pakaian.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Dari Sahl bin Sa’d semoga Allah meridhainya, beliau berkata: “Seseorang melihat ke kamar dari kamar-kamar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sisir yang beliau sisirkan dengannya pada kepalanya, lalu beliau berkata:

«لَوْ أَعْلَمُ أَنَّكَ تَنْظُرُ لَطَعَنْتُ بِهِ فِي عَيْنِكَ إِنَّمَا جُعِلَ الاِسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ الْبَصَرِ».

“Kalaulah aku mengetahui kamu melihat-lihat maka aku tusukan matamu dengannya, sesungguhnya dituntutkan izin itu karena sebab pandangan mata.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhariy dan Muslim.

Dari Jarir bin Abdillah semoga Allah meridhoinya, beliau berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang pandangan sekilas (tanpa disengaja), maka beliau memerintahkanku, beliau berkata:

«اصْرِفْ بَصَرَكَ»

“Palingkan pandanganmu.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Abu Dawud.

Dan berkata Sa’id bin Abil Hasan kepada Al-Hasan: Sesungguhnya wanita ‘ajm (non Arab) terbuka dada-dada mereka dan kepala-kepala mereka? Maka Al-Hasan berkata:

«اصْرِفْ بَصَرَكَ عَنْهُنَّ».

“Palingkan pandanganmu dari mereka.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dengan tanpa sanad.

NASEHAT KEEMPAT

Adalah berlindung dari zina.

Dari Syutair bin Syakal bin Humaid dari ayahnya, beliau berkata: Aku berkata: Wahai Rasulullah ajarkanlah kepadaku tentang suatu doa! beliau berkata: “Ucapkanlah:

«اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى»

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaranku, dari kejelekan penglihatanku, dari kejelekan lisanku, dari kejelekan hatiku dan dari kejelekan maniku.” Yakni kemaluannya. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidziy, beliau berkata: Ini adalah hadits hasan gharib.

Dari Abdullah bin ‘Abbas semoga Allah meridhai keduanya, beliau berkata: Aku tidak melihat sesuatu yang lebih mirip dengan dosa-dosa kecil daripada apa yang dikatakan oleh Abu Hurairah bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata:

«إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَى أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَزِنَى الْعَيْنَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَى اللِّسَانِ النُّطْقُ وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِى وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ».

 “Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas anak keturunan Adam bagiannya dari zina, pasti dia dapati demikian itu, zina kedua mata adalah melihat, zina lisan adalah berucap, zina hati adalah berangan-angan dan bernafsu, dan kemaluan akan membenarkan demikian itu atau mendustakannya.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim.

NASEHAT KELIMA

Adalah pemotivasian untuk bersedekah walaupun hanya dengan sepotong kurma atau sekata yang baik, dan bahwasanya dia adalah penghalang dari neraka.

Dari ‘Adiy bin Hatim semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَتِرَ مِنَ النَّارِ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَلْيَفْعَلْ».

“Barangsiapa yang mampu di antara kalian untuk membuat penghalang dari neraka walaupun hanya sepotong kurma maka hendaknya dia lakukan.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Dari Jabir bin Abdillah semoga Allah meridhai keduanya, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata:

«كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ».

“Setiap kebaikan adalah sedekah.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy, dan Muslim meriwayatkan dari Hudzaifah.

 Dari Usamah bin Zaid semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ: جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا، فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ».

“Barangsiapa dibuatkan untuknya suatu kebaikan maka hendaknya dia berkata kepada orang yang membuatkannya: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan” maka sungguh dia telah mencukupi dalam berterima kasih.” Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy, dan beliau berkata: Ini adalah hadits hasan jayyid gharib. Dan Ibnu Hibban telah menshahihkannya.

NASEHAT KEENAM

Adalah pemotivasian untuk menikah.

Dari ‘Alqamah, beliau berkata: Aku berjalan bersama Abdullah di Mina, lalu Utsman menjumpainya maka berdirilah beliau bersamanya sambil berbicara dengannya maka Utsman berkata kepadanya: Wahai Aba Abdirrahman tidakkah sebaiknya kami nikahkan engkau dengan gadis muda barangkali akan mengingatkanmu dari apa-apa yang telah lalu dari zamanmu? Maka Abdullah berkata: Jika engkau berkata demikian maka sungguh benar-benar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berkata kepada kami:

«يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوّجْ فَإِنَّهُ أَغَضّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ».

“Wahai para pemuda barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah maka hendaknya dia menikah karena sesungguhnya dia lebih menundukan pada pandangan dan lebih menjaga pada kemaluan. Dan barangsiapa tidak mampu maka hendaknya dia berpuasa, karena sesungguhnya dia adalah perisai.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim.

NASEHAT KETUJUH

Adalah perkataan Allah Ta’ala:

{وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا} [الإسراء: 36].

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa-apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semua itu dimintai pertanggung jawabannya.” (Al-Isra: 36).

Dari Abdullah bin Abbas semoga Allah meridhai keduanya, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata:

«وَمَنِ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ، وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ، أَوْ يَفِرُّونَ مِنْهُ، صُبّ فِي أُذُنِهِ الآنُكُ يَوْمَ القِيَامَة».

“Barangsiapa mendengar-dengar pembicaraan suatu kaum dan mereka adalah benci padanya dan mereka lari darinya maka pada hari kiamat akan dituangkan di dalam telinganya dengan tembaga cair.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy.

Dari Abdullah bin Mas’ud semoga Allah meridhainya, beliau berkata:

«كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ».

“Cukuplah bagi seseorang dalam keadaan berdusta manakala dia menceritakan terhadap setiap apa yang dia dengar.” Diriwayatkan oleh Muslim dari Umar Ibnul Khaththab dan Abu Hurairah, dan Abu Dawud meriwayatkannya dari Abu Hurairah.

 Dari Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ الْقَوْمَ، ثُمَّ يَكْذِبُ لِيُضْحِكَهُمْ وَيْلٌ لَهُ، وَوَيْلٌ لَهُ».

“Kecelakaan bagi orang yang bercerita kepada suatu kaum, lalu dia berdusta supaya membuat mereka tertawa, maka kecelekaan baginya dan kecelakaan baginya.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad, Abu Dawud An-Nasa’iy dan At-Tirmidziy.

 Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ»

“Hati-hatilah kalian dari persangkaan karena sesungguhnya persangkaan adalah paling dustanya perkataan.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim.

NASEHAT KEDELAPAN

Adalah perkataan Allah Ta’ala:

{وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ} [النساء: 19].

“Dan pergaulilah mereka dengan baik.” (An-Nisa’: 19).

Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ، فَإِنَّ المَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ».

“Saling berwasiatlah kalian kepada para wanita (untuk berbuat baik), karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sesungguhnya yang paling bengkoknya sesuatu dari tulang rusuk itu adalah yang paling atasnya. Jika kamu berusaha meluruskannya maka kamu akan mematahkannya. Dan jika kamu membiarkannya maka dia akan senantiasa bengkok. Karena itu, maka berwasiatlah kalian kepada wanita (untuk berbuat kebaikan).” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim.

NASEHAT KESEMBILAN

Adalah perintah untuk ‘iffah (mengendalikan diri) dan larangan dari meminta-minta.

Dari Abu Hurairah semoga Allah beridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا، فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ»

“Salah seorang dari kalian mengikat kayu bakar lalu dia memikulnya di atas punggungnya itu lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada orang, baik orang itu memberinya atau menolaknya.”Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim.

Dari Ali semoga Allah meridhainya, bahwasanya Fathimah semoga Allah meridhoinya datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengeluhkan kepadanya tentang apa yang ada pada tangannya dari bekas karena alat penggilingan.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim.

NASEHAT KESEPULUH

Adalah haramnya penyerupaan bagi wanita terhadap laki-laki pada berpakaian, gerak-gerik dan selain demikian itu.

Dari Abdullah bin ‘Abbas semoga Allah meridhainya, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«لَعَنَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَلَعَنَ الْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ».

“Beliau melaknat orang-orang dari kalangan laki-laki yang mereka menyerupai para wanita, dan beliau melaknat para wanita yang menyerupai para lelaki.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dan Al-Bukhariy.

Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ، وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ.

“Beliau melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita memakai pakaian laki-laki”. Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad.

NASEHAT KESEBELAS

Adalah haramnya penyerupaan wanita terhadap setan.

Dari Abdullah bin ‘Umar semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ أَوْ شَرِبَ، فَلَا يَأْكُلْ بِشِمَالِهِ، وَلَا يَشْرَبْ بِشِمَالِهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ».

“Jika salah seorang di antara kalian makan atau minum maka janganlah dia makan dengan tangan kirinya, dan jangan dia minum dengan tangan kirinya karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad.

NASEHAT KEDUABELAS

Adalah haramnya safar bagi wanita dalam keadaan bersendirian.

Dari Abdullah bin ‘Abbas semoga Allah meridhai keduanya, bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ، وَلَا تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ، فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ امْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً، وَإِنِّي اكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا قَالَ: فَانْطَلِقْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ»

“Tidak boleh seseorang laki-laki bersepi-sepian dengan seorang wanita kecuali bersamanya mahram. Dan tidak boleh wanita safar kecuali bersamanya mahram.” Maka berdirilah seseorang lalu berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya isteriku keluar untuk haji dan aku sudah ditetapkan untuk ikut perang demikian dan demikian? beliau berkata: “Pergilah kamu untuk haji bersama isterimu.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim.

NASEHAT KETIGABELAS

Adalah wanita menghafal ilmu dan dia di dalam rumahnya.

Dari Ummu Hisyam bintu Haritsah semoga Allah meridhainya, beliau berkata:

«لَقَدْ كَانَ تَنُّورُنَا وَتَنُّورُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاحِدًا سَنَتَيْنِ أَوْ سَنَةً وَبَعْضَ سَنَةٍ وَمَا أَخَذْتُ {ق، وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ}، إِلَّا عَلَى لِسَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ بِهَا كُلَّ يَوْمِ جُمُعَةٍ عَلَى الْمِنْبَرِ إِذَا خَطَبَ النَّاسَ»

“Sungguh keberadaan dapur kami dan dapur Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah satu, dua tahun atau setahun setengah tahun dan aku tidak mengambil: “Qaaf, demi Al-Qur’an yang Maha mulia.” kecuali dari lisan Rasulullah Shallallahu ‘Alaili wa Sallam, dahulu beliau membacanya setiap hari juma’at di atas mimbar jika beliau berkhutbah kepada manusia.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’iy, Ibnu Majah dan Abu Ya’la.

Berkata Abu Ahmad semoga Allah memperbagusnya:

الْحِفْظُ وَالْفِقْهُ حُلَّتَا كَرَمٍ   *****    لِلْمَرْءِ زينٌ إِذَا هُمَا اجْتَمَعَا

“Menghafal dan memahami keduanya adalah pakaian kemuliaan ******

Hiasan bagi seseorang jika keduanya terkumpul.”

Berkata pula Abu Ahmad semoga Allah memaafkannya:

لَا خَيْر فِي المَرءِ إِذَا مَا غَدا            ****       لَا طَالَب الفِقه وَلَا حَافِظا

“Tidak ada kebaikan pada seseorang jika dia tidak tumbuh berkembang *****

Tidak menuntut fiqhi (tidak mau memahami) dan tidak menghafal.”

NASEHAT KEEMPATBELAS

Adalah wanita mendengarkan ilmu dan ia di tempat shalat para wanita.

Dari Abdullah bin Abbas semoga Allah meridhai keduanya, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

«خَرَجَ وَمَعَهُ بِلاَلٌ، فَظَنَّ أَنَّهُ لَمْ يُسْمِعْ فَوَعَظَهُنَّ وَأَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ، فَجَعَلَتِ المَرْأَةُ تُلْقِي القُرْطَ وَالخَاتَمَ، وَبِلاَلٌ يَأْخُذُ فِي طَرَفِ ثَوْبِهِ».

“Beliau keluar bersamanya Bilal, beliau menyangka bahwasanya para wanita tidak dengar maka beliau berceramah lagi kepada mereka dan memerintahkan mereka untuk bersedekah, maka membuat wanita bersedekah dengan gelang dan cincin dan Bilal mengambil pada ujung pakaiannya.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Abu Dawud.

NASEHAT KELIMABELAS

Adalah pengajaran seseorang kepada hamba sahayanya dan keluarganya.

Dari Abu Burdah, dari ayahnya Abu Musa Abdullah bin Qais Al-Asy’ariy semoga Allah meridhainya, berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

ثَلاَثَةٌ لَهُمْ أَجْرَانِ: رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الكِتَابِ، آمَنَ بِنَبِيِّهِ وَآمَنَ بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَالعَبْدُ المَمْلُوكُ إِذَا أَدّى حَقّ اللَّهِ وَحَقّ مَوَالِيهِ، وَرَجُلٌ كَانَتْ عِنْدَهُ أَمَةٌ فَأَدّبَهَا فَأَحْسَنَ تَأْدِيبَهَا، وَعَلَّمَهَا فَأَحْسَنَ تَعْلِيمَهَا، ثُمَّ أَعْتَقَهَا فَتَزَوَّجَهَا فَلَهُ أَجْرَانِ.

“Tiga orang bagi mereka dua pahala: Seseorang dari ahlul kitab yang dia beriman kepada nabinya dan beriman kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan hamba sahaya yang dimiliki jika dia menunaikan hak Allah dan hak majikannya. Dan seseorang yang ada padanya hamba sahaya perempuan lalu dia membimbingnya dengan paling baiknya bimbingan dan mengajarinya dengan paling baiknya pengajaran, kemudian dia merdekakan lalu dia menikahinya maka baginya dua pahala.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim

NASEHAT KEENAMBELAS

Adalah haramnya menyiksa kucing dan yang semisalnya.

Dari Abdullah bin Umar semoga Allah meridhainya, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata

«عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ» قَالَ: فَقَالَ: وَاللَّهُ أَعْلَمُ: «لاَ أَنْتِ أَطْعَمْتِهَا وَلاَ سَقَيْتِهَا حِينَ حَبَسْتِيهَا، وَلاَ أَنْتِ أَرْسَلْتِهَا، فَأَكَلَتْ مِنْ خَشَاشِ الأَرْضِ»

“Disiksa seorang wanita karena kucing, ia mengurungnya sampai mati karena kelaparan, maka dengan sebabnya dia masuk neraka.”, beliau berkata: Dan Allah yang A’lam (lebih tahu), tidak kamu memberinya makan dan tidak pula kamu memberinya minum ketika kamu mengurungnya, dan tidak pula kamu melepaskannya supaya dia makan serabut-serabut tanah.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim.

Judul asli:

النَّصِيْحَةُ لِلْمَرْأَةِ الصَّالِحَة

Oleh: Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir bin Salim Al-Limboriy Al-Andunisy

semoga Allah menguatkannya dan memperbagusnya.

Selesai di terjemahkan pada hari Selasa 19 Rabiuts Tsaniy 1438 di Binagriya-Pekalongan.

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: