“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

bingkisan-untuk-umat-menghadapi-ujian-dahsyat-menjelang-hari-kiamat

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي امْتَنَّ عَلَى عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ بِبِعْثَةِ الرَّسُوْلِ الصَّادِقِ الْأَمِيْنِ، فَأَخْرَجَهُمْ بِهِ مِنْ ظُلُمَاتِ الْجَهْلِ وَالْكُفْرِ إِلَى نُوْرِ الْعِلْمِ وَالْيَقِيْنِ، وَأَخْبَرَهُمْ عَلَى لِسَانِهِ بِمَا كَانَ وَمَا يَكُوْنُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، فَمَنْ آمَنَ بِهِ وَبِمَا جَاءَ بِهِ فَهُوَ مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ، وَمَنْ كَانَ فِيْ رَيْبٍ مِمَّا صَحَّ عَنْهُ فَهُوَ مِنَ الضَّالِّيْنَ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُلْكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي تَرَكَ أُمَّتَهُ عَلَى الْمَنْهَجِ الْوَاضِحِ الْمُسْتَبِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ:

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kebaikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dengan mengutus Ar-Rasul yang jujur lagi terpercaya, Dia mengeluarkan mereka dengan sebabnya dari kegelapan-kegelapan kebodohan dan kekafiran kepada cahaya ilmu dan keyakinan, dan Dia mengabarkan kepada mereka melalui lisannya tentang apa-apa yang telah terjadi dan apa-apa yang akan terjadi sampai hari kiamat, barangsiapa beriman dengannya dan dengan apa-apa yang beliau datangkan maka dia termasuk dari orang-orang yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang keberadaannya di dalam keraguan kepada apa-apa yang telah benar darinya maka dia termasuk orang-orang yang sesat.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kekuasaan yang benar lagi terang, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya, yang beliau telah meninggalkan kepada umatnya di atas jalan yang terang lagi jelas.

Adapun sesudah itu:

Maka berkata Allah Ta’ala di dalam kitab-Nya yang mulia:

{اللَّهُ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ * يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِهَا وَالَّذِينَ آمَنُوا مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا الْحَقُّ أَلَا إِنَّ الَّذِينَ يُمَارُونَ فِي السَّاعَةِ لَفِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ} [الشورى: 17 ، 18].

“Allah yang menurunkan Al-Qur’an dengan kebenaran dan menurunkan timbangan keadilan. Dan apakah kamu tahu barangkali hari kiamat itu adalah dekat? Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat mereka meminta supaya hari kiamat itu disegerakan terjadi dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa hari kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya hari kiamat itu mereka benar-benar di dalam kesesatan yang jauh.” (Asy-Syura: 17-18).

Dan Dia berkata:

{وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ كَذَلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ * وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ} [الروم: 55 ، 56].

“Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa: “Mereka tidak berdiam di dalam kubur melainkan sesaat saja”. Seperti demikian keberadaan mereka dipalingkan dari kebenaran. Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan: “Sesungguhnya kalian telah berdiam di dalam kubur sesuai ketetapan Allah, sampai hari berbangkit maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi keberadaan kalian tidak mengetahui.” (Ar-Rum: 55-56).

Dan kebanyakan dari ayat-ayat menunjukan atas bahwasanya hari kiamat adalah benar, dan bahwasanya menjelang hari kiamat terdapat fitnah-fitnah (ujian-ujian dahsyat), oleh karena itu Ustadz kita menjelaskan masalah ini di dalam ceramahnya di kota Solo di pulau Jawa, sebagian ikhwah di kota Solo senang kalau keberadaan ceramahnya di kota Solo, dan Al-Ustadz menyampaikan ceramah di sana, dan beliau menjelaskan masalah dengan dalil-dalilnya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, dari sana kami menginginkan untuk mengumpulkan hadits-hadits yang Al-Ustadz telah menyebutkannya pada ceramah tersebut. Adapun hadits-hadits yang Al-Ustadz telah menyebutkannya maka semuanya adalah shahih, walaupun keberadaan sebagiannya diperbincangkan padanya akan tetapi dia adalah shahih dengan penguat-penguat sebagaimana Al-Ustadz Rahimahullah telah mengatakannya.

Kami memohon kepada Allah supaya mengokohkan kita di atas As-Sunnah dan Al-Jama’ah dan supaya Dia menyempurnakan untuk kita kenikmatan ini, semoga Allah memberikan taufik kepada kita terhadap apa-apa yang Dia cintai dan yang Dia ridhai dari perkataan dan perbuatan.   

وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَسَلَّمَ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah yang Ar-Rahman (Maha Pengasih) lagi Ar-Rahim (Maha Penyayang)

  1. عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ بِمَا هُوَ لَهُ أَهْلٌ ثُمَّ قَالَ: «أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَإِنَّ أَفْضَلَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ» ثُمَّ يَرْفَعُ صَوْتَهُ وَتَحْمَرُّ وَجْنَتَاهُ وَيَشْتَدُّ غَضَبُهُ إِذَا ذَكَرَ السَّاعَةَ كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ، ثُمَّ يَقُولُ: «أَتَتْكُمْ السَّاعَةُ بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ هَكَذَا» وَأَشَارَ بِأُصْبُعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى، «صَبَّحَتْكُمْ السَّاعَةُ وَمَسَّتْكُمْ، مَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِأَهْلِهِ وَمَنْ تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيَاعًا فَإِلَيَّ وَعَلَيَّ» وَالضَّيَاعُ يَعْنِي وَلَدَهُ الْمَسَاكِينَ. رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَمُسْلِمٌ.
  • Dari Jabir bin Abdillah semoga Allah meridhai keduanya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkhutbah kepada kami, beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya dengan apa-apa yang dia itu adalah ahli padanya, kemudian beliau berkata: “Adapun sesudah itu, maka sesungguhnya paling benarnya perkataan adalah Kitabullah, dan sesungguhnya paling utamanya petunjuk adalah petunjuk Muhammad (Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) dan paling jeleknya perkara-perkara adalah yang diada-adakan, dan setiap bid’ah adalah sesat”. Lalu beliau mengangkat suaranya dan menjadi merah wajahnya serta bertambah kemarahannya apabila beliau menyebutkan tentang hari kiamat, seakan-akan beliau adalah memperingatkan tentara. Kemudian beliau berkata: “Akan mendatangi kalian hari kiamat, aku diutus dan hari kiamat begini”, beliau mengisyaratkan dengan kedua jari tangannya, jari telunjuk dan jari tengah: “Hari kiamat menghampiri kalian, hari kiamat mendatangi kalian, barangsiapa meninggalkan harta maka untuk keluarganya, dan barangsiapa meninggalkan hutang atau dhayaa’ maka bagiku dan atas (tanggungjawab)ku”. Dan dhayaa’ adalah anaknya yang miskin-miskin. Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dan Muslim.  
  1. وَعَنْ أَنَسٍ وَسَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَذِهِ مِنْ هَذِهِ أَوْ كَهَاتَيْنِ» وَقَرَنَ بَيْنَ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى. أَخْرَجَهُ الْبُخَارِىُّ وَمُسْلِمٌ.
  • Dari Anas dan Sahl bin Sa’d As-Sa’idiy semoga Allah meridhai keduanya, keduanya berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Aku diutus dan hari kiamat seperti ini dari yang ini atau seperti yang dua ini”, beliau menggandengkan antara jari telunjuk dan jari tengah. Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim.
  1. وَفِي مُسْنَدِ الْإِمَامِ أَحْمَدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ جَمِيعًا إِنْ كَادَتْ لَتَسْبِقُنِي».
  • Dan di dalam “Musnad Al-Imam Ahmad” dari Abdillah bin Buraidah, dari ayahnya, beliau berkata: Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Aku diutus dengan hari kiamat bersamaan, hampir-hampir hari kiamat akan mendahuluiku.”
  1. عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَإِنِّى قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ كِتَابَ اللَّهِ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
  • Dari Jabir bin Abdillah semoga Allah meridhai keduanya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Dan sesungguhnya aku benar-benar telah meninggalkan pada kalian apa-apa yang kalian tidak akan tersesat setelahnya, jika kalian berpegang teguh kepadanya yaitu Kitabullah.”
  1. وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنِّى قَدْ خَلَّفْتُ فِيكُمْ مَا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا مَا أَخَذْتُمْ بِهِمَا أَوْ عَمِلْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِى وَلَنْ تَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَىَّ الْحَوْضَ». رَوَاهُ الْحَاكِمُ وَالْبَيْهَقِيُّ.
  • Dan dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: Sesungguhnya aku benar-benar telah meninggalkan pada kalian apa-apa yang kalian tidak akan tersesat setelah keduanya, selama kalian menerima keduanya atau kalian mengamalkan terhadap keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, dan tidaklah keduanya akan berpisah sampai keduanya mendapatiku di telagaku.” Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Al-Baihaqiy.
  1. عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ زَمَانَ صَبْرٍ لِلْمُتَمَسِّكِ فِيْهِ أَجْرٌ خَمْسِيْنَ شَهِيْدًا مِنْكُمْ». رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ.
  • Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Sesungguhnya di belakang kalian ada zaman untuk kesabaran, bagi yang berpegang teguh (kepada kebenaran) pada zaman tersebut berpahala (seimbang dengan) 50 orang yang syahid di antara kalian.” Diriwayatkan oleh Ath-Thabraniy.
  1. وَعَنْ أَبِى ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِىِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ مِنْ وَرَائِكَ أَيَّامَ الصَّبْرِ الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ كَأَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلاً يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ؟ قَالَ: «أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ». رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَه وَالْبَيْهَقِيُّ.
  • Dan dari Abu Tsa’labah Al-Khusyaniy semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Sesungguhnya di belakangmu ada hari-hari untuk kesabaran, sabar pada hari-hari tersebut semisal dengan menggenggam bara api, bagi yang beramal pada hari-hari itu seperti pahala 50 orang yang mereka beramal semisal dengan amalannya.”, mereka (para shahabat) bertanya: Wahai Rasulullah! Pahala 50 orang dari mereka? Beliau menjawab: Pahala 50 orang dari kalian.”. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqiy.
  1. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ» قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: «السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ». رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ.
  • Dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Sesungguhnya akan datang pada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, dibenarkan pada tahun-tahun itu orang yang berdusta dan didustakan pada tahun-tahun itu orang yang benar, dipercayai pada tahun-tahun itu orang yang berkhianat dan dikhianati pada tahun-tahun itu orang yang terpercaya, dan akan berbicara pada tahun-tahun itu ar-ruwaibidhah.”, dikatakan: Dan apa itu ar-ruwaibidhah? Beliau berkata: “Orang dungu berbicara tentang urusan orang banyak.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad.
  1. وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَمَامَ الدَّجَّالِ سِنِينَ خَدَّاعَةً يُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيَتَكَلَّمُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ» قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ: «الْفُوَيْسِقُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ». رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَالطَّبْرَانيُِّ.
  • Dan dari Anas bin Malik semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Sesungguhnya di hadapan Dajjal ada tahun-tahun yang penuh tipu daya, didustakan pada tahun-tahun itu orang yang benar dan dibenarkan pada tahun-tahun itu orang yang berdusta, dikhianati pada tahun-tahun itu orang yang terpercaya dan dipercayai pada tahun-tahun itu orang yang berkhianat, dan akan berbicara pada tahun-tahun itu ar-ruwaibidhah.”, dikatakan: Dan apa itu ar-ruwaibidhah? Beliau berkata: “Orang fasik rendah berbicara tentang urusan orang banyak.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dan Ath-Thabraniy.
  1. عَنْ أَبِى مُوسَى الأَشْعَرِىِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ بَيْنَ يَدَىِ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا وَيُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ وَالْمَاشِى فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِى فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ وَاضْرِبُوا سُيُوفَكُمْ بِالْحِجَارَةِ فَإِنْ دُخِلَ عَلَى أَحَدٍ مِنْكُمْ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَىْ آدَمَ». رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ.
  • Dari Abu Musa Al-Asy’ariy semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Sesungguhnya menjelang hari kiamat ada fitnah-fitnah (ujian-ujian dahsyat) seperti potongan malam yang gelap, di pagi hari pada zaman itu seseorang dalam keadaan beriman namun di sore hari dia dalam keadaan kafir, dan di sore hari dia dalam keadaan beriman namun di pagi hari dia dalam keadaan kafir, orang yang duduk pada zaman itu adalah lebih baik daripada orang yang berdiri, dan orang yang berjalan pada zaman itu adalah lebih baik daripada orang yang berlari, maka patahkanlah panah-panah kalian dan putuskanlah tali-tali busur kalian serta pukullah pedang-pedang kalian ke batu-batu, jika dimasuki pada salah seorang di antara kalian maka hendaknya dia seperti yang paling terbaiknya dari 2 anak Adam.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
  1. وَفِي رِوَايَتِهِ عَنْهُ: قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ: «كُونُوا أَحْلاَسَ بُيُوتِكُمْ».
  • Dan di dalam riwayat Abu Dawud dari Abu Musa Al-Asy’ari: Mereka (para shahabat) bertanya: Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?, beliau menjawab: “Jadilah kalian bersenantiasa menetap di rumah-rumah kalian.”
  1. وَفِي الْبُخَارِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي مَنْ تَشَرَّفَ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ فَمَنْ وَجَدَ فِيهَا مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ».
  • Dan di dalam riwayat Al-Bukhariy dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Akan ada fitnah-fitnah (ujian-ujian dahsyat), orang yang duduk padanya lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berdiri padanya lebih baik daripada orang yang berjalan, orang yang berjalan padanya lebih baik daripada orang yang berlari, barangsiapa menyambutnya maka dia cemplung padanya, dan barangsiapa mendapati padanya tempat bernaung atau tempat berlindung maka hendaknya berlindung dengannya.”
  1. وَفِي مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ.
  • Dan di dalam riwayat Muslim dari Abu Bakrah semoga Allah meridhainya.
  1. وَفِي ابْنِ مَاجَه عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ: «كَيْفَ أَنْتَ، وَقَتْلاً يُصِيبُ النَّاسَ حَتَّى تُغْرَقَ حِجَارَةُ الزَّيْتِ بِالدَّمِ؟» قُلْتُ: مَا خَارَ اللَّهُ لِي وَرَسُولُهُ، قَالَ: «الْحَقْ بِمَنْ أَنْتَ مِنْهُ»، قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلاَ آخُذُ بِسَيْفِي، فَأَضْرِبَ بِهِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ، قَالَ: «شَارَكْتَ الْقَوْمَ إِذًا، وَلَكِنِ ادْخُلْ بَيْتَكَ»، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، فَإِنْ دُخِلَ بَيْتِي؟ قَالَ: «إِنْ خَشِيتَ أَنْ يَبْهَرَكَ شُعَاعُ السَّيْفِ، فَأَلْقِ طَرَفَ رِدَائِكَ عَلَى وَجْهِكَ، فَيَبُوءَ بِإِثْمِهِ وَإِثْمِكَ، فَيَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ».
  • Dan di dalam riwayat Ibnu Majah dari Abu Dzarr semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Bagaimana kamu sedangkan pertikaian menimpa manusia hingga dibanjiri area Hijaratuz Zait dengan darah?”, aku berkata: Apa yang Allah dan Rasul-Nya wasiatkan kepadaku?, beliau berkata: “Ikutlah dengan siapa yang kamu termasuk darinya!”, dia berkata: Wahai Rasulullah, tidakkah aku mengambil pedangku lalu aku tebas dengannya siapa yang melakukan itu?, Beliau berkata: “Kamu bersekongkol dengan kaum kalau begitu, akan tetapi masuklah kamu ke dalam rumahmu!”, aku berkata: Wahai Rasulullah, jika dimasuki rumahku?, beliau berkata: “Jika kamu khawatir akan mengenaimu tebasan pedang maka lemparkanlah ujung selendangmu ke atas wajahmu, maka dia akan membawa dosanya dan dosamu lalu keberadaannya termasuk dari penghuni neraka.”
  1. عَنْ شَقِيقٍ رَحِمَهُ اللهُ قَالَ: كُنْتُ مَعَ عَبْدِ اللهِ وَأَبِي مُوسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا فَقَالَا: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لَأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ وَيَكْثُرُ فِيهَا الْهَرْجُ وَالْهَرْجُ الْقَتْلُ». أَخْرَجَهُ الْبُخَارِىُّ وَمُسْلِمٌ.
  • Dari Syaqiq semoga Allah merahmatinya, beliau berkata: Aku bersama Abdullah dan Abu Musa semoga Allah meridhai keduanya, berkata keduanya: “Sesungguhnya menjelang hari kiamat ada hari-hari yang menetap padanya kebodohan, diangkat padanya ilmu dan semakin banyak padanya al-harj, dan al-harj adalah pertikaian.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim.
  1. عَنْ ثَوْبَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَإِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الأَئِمَّةُ الْمُضِلِّينَ، وَلا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِيَ الْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تُعْبَدَ الأَوْثَانُ، وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي ثَلاثُونَ كَذَّابًا كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ، وَإِنَّهُ لا نَبِيَّ بَعْدِي، وَإِنَّهُ لا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَهِيَ كَذَلِكَ». رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ.
  • Dari Tsauban semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Dan sesungguhnya yang paling akut takutkan terhadap apa-apa yang aku takutkan pada umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan, dan tidak akan terjadi hari kiamat sampai kabilah-kabilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sampai disembah berhala-hala, dan sesungguhnya akan ada pada umatku 30 orang pendusta, semua mereka mengaku sebagai nabi padahal tidak ada nabi setelahku. Dan sesungguhnya akan senantiasa ada sekelompok dari umatku di atas kebenaran dalam keadaan nampak, tidak memudharatkan mereka orang-orang yang menterlantarkan mereka sampai datang perintah Allah ‘Azza wa Jalla dan sekelompok tersebut adalah demikian.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dan Abu Dawud.
  1. وَفِي رِوَايَةِ أَبِي دَاوُدَ وَمُسْلِمٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَخْرُجَ ثَلاَثُونَ دَجَّالُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ».
  • Dan di dalam riwayat Abu Dawud dan Muslim dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat sampai keluar 30 para Dajjal, semuanya mengaku bahwanya dia adalah Rasulullah (utusan Allah).”
  1. وَفِي الْبُخَارِيِّ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَقْتَتِلَ فِئَتَانِ فَيَكُونَ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ دَعْوَاهُمَا وَاحِدَةٌ وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبًا مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللهِ».
  • Dan di dalam riwayat Al-Bukhariy, juga dari Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Tidak akan tegak hari kiamat sampai bertikai 2 kelompok, keberadaan pertikaian di antara keduanya adalah pertikaian besar, seruan keduanya adalah satu, dan tidak akan tegak hari kiamat sampai dimunculkan para Dajjal yang pendusta sekitar 30 orang, semuanya mengaku bahwasanya dia adalah Rasulullah (utusan Allah).”
  1. عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
  • Dari Hudzaifah Ibnul Yaman semoga Allah meridhai keduanya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Akan ada setelahku para pemimpin yang mereka tidak berpetunjuk dengan petunjukku, dan mereka tidak bersunnah dengan sunnahku, dan akan bangkit pada mereka para pria yang hati mereka adalah hati setan dalam berfisik manusia.” Diriwayatkan oleh Muslim.
  1. عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ تَعْرِفُونَ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ أَنْكَرَ بِقَلْبِهِ فَقَدْ بَرِئَ وَمَنْ كَرِهَ فَقَدْ سَلِمَ لَكِنْ مَنْ رَضِىَ وَتَابَعَ». فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَلاَ نُقَاتِلُهُمْ؟ قَالَ :«لاَ مَا صَلَّوْا». رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
  • Dari Ummu Salamah isteri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Akan ada pada kalian para pemimpin yang kalian mengenal mereka dan kalian mengingkari mereka, barangsiapa mengingkari dengan hatinya maka sungguh dia telah berlepas diri, dan barangsiapa membenci maka sungguh dia telah selamat, akan tetapi (orang yang tidak mengingkari dan tidak benci) adalah orang yang ridha dan mengikuti.”
  1. عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «سَيَكُوْنُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شُرْطَةٌ يَغْدُوْنَ فِي غَضَبِ اللهِ وَيَرُوْحُوْنَ فِي سَخَطِ اللهِ، فَإِيَاكَ أَنْ تَكُوْنَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ». أَخْرَجَهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَالْحَاكِمُ وَالْبَيْهَقِيُّ.
  • Dari Abu Umamah semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Akan ada pada akhir zaman para polisi, mereka pergi dalam kemurkaan Allah dan mereka kembali dalam kemarahan Allah, maka hati-hatilah kamu akan termasuk dari pembantu-pembantu mereka.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baihaqiy.
  1. عَنْ أَبِي مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيَكُونَنَّ فِى أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ تَرُوحُ عَلَيْهِمْ سَارِحَةٌ لَهُمْ فَيَأْتِيهِمْ رَجُلٌ لِحَاجَتِهِ فَيَقُولُونَ ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا فَيُبَيِّتُهُمُ اللَّهُ فَيَضَعُ الْعَلَمَ وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ». أَخْرَجَهُ الْبُخَارِىُّ مُعَلَّقًا، وَالطَّبْرَانِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ.
  • Dari Abu Malik semoga Allah meridhainya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Sungguh benar-benar akan ada kaum-kaum pada umatku yang mereka menghalalkan kain sutera, minuman memabukan dan alat-alat musik. Dan sungguh benar-benar akan turun kaum-kaum ke penjuru alam, berlalu cepat dalam melewati mereka, maka datanglah seseorang kepada mereka karena ada keperluan maka mereka mengatakan: Kembalilah kamu kepada kami besok! Lalu Allah menjadikan mereka tertidur, kemudian Dia menundukan alam dan merubah sebagian yang lain menjadi kera-kera dan babi-babi sampai hari kiamat.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dengan tanpa sanad, dan diriwayatkan pula oleh Ath-Thabraniy dan Al-Baihaqiy.     
  1. عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرُ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمًا يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنَ الْفِتَنِ». أَخْرَجَهُ الْبُخَارِىُّ.
  • Dari Abu Sa’id Al-Khudriy semoga Allah meridahinya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Akan dekat keberadaan paling baiknya harta bagi seorang muslim adalah kambing, dia membawanya ke puncak-puncak gunung dan di tempat-tempat yang berair, dia pergi dengan menyelamatkan agamanya dari fitnah-fitnah (cobaan-cobaan dahsyat) diriwayatkan oleh Al-Bukhariy.
  1. عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُوشِكُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ الْأُمَمُ مِنْ كُلِّ أُفُقٍ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ عَلَى قَصْعَتِهَا» قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمِنْ قِلَّةٍ بِنَا يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: «أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنْ تَكُونُونَ غُثَاءً كَغُثَاءِ السَّيْلِ يَنْتَزِعُ الْمَهَابَةَ مِنْ قُلُوبِ عَدُوِّكُمْ وَيَجْعَلُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ» قُلْنَا: وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: «حُبُّ الْحَيَاةِ وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ». أَخْرَجَهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَأَبُوْ دَاوُدَ.
  • Dari Tsauban bekas budaknya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Hampir-hampir akan mengerumuni kalian umat-umat dari segala penjuru sebagaimana makanan mengerumuni pembungkusnya”, kami bertanya: Wahai Rasulullah apakah karena sedikitnya kami ketika itu? beliau menjawab: “Kalian ketika itu adalah banyak akan tetapi keberadaan kalian adalah buih seperti buih banjir, tercabut rasa takut dari hati musuh kalian dan menjadikan pada hati kalian al-wahn.” Kami bertanya: “Apa itu al-wahn? Beliau menjawab: “Cinta kehidupan dan benci kematian.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dan Abu Dawud.      
  1. وَفِي أَبِي دَاوُدَ: «حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ».

25) Dan di dalam riwayat Abu Dawud: “Cinta dunia dan benci kematian.”

  1. عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُّ فِي الدِّينِ، وَلاَ تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ». رَوَاهُ الْإِمَامُ أَحْمَدُ وَمُسْلِمٌ.

26) Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan semoga Allah meridhai keduanya, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Barangsiapa yang Allah inginkan dengannya kebaikan maka dipahamkan kepadanya tentang agama, dan akan senantiasa ada sekelompok dari kaum muslimin, mereka bertikai di atas kebenaran dalam keadaan tampak menang atas orang yang memusuhi mereka sampai hari kiamat.” Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dan Muslim.

Judul asli:

إتحاف الجماعة

بما جاء في الفتن بين يدي الساعة

للأستاذ أبي أحمد محمد الخضر بن سليم اللمبوري رحمه الله

Oleh:  Al-Ustadz Abu Ahmad Muhammad Al-Khidhir bin Salim Al-Limboriy

Semoga Allah merahmatinya.

Penerbit kitab Asli/Arab:

photo_2017-01-12_22-07-34

ASHHABULHADITS Publishing

Audio taklim Ittikof Al-Jama’ah InsyaAllah akan segera kami diposting pada waktu yang lain.  Semoga kami dimudahkan untuk  bisa segera mengupload.

Comments on: "Bingkisan Untuk Umat Dalam Menghadapi Ujian-Ujian Dahsyat Menjelang Hari Kiamat" (1)

  1. ana musanna said:

    kalau bs sekalian pdf kitab aslinya.
    juga pdf kitab terjemahannya.
    syukran
    Allahu yujzikumullahu khairan

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: