“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

melacak-jejak

Tanya: Bismillah….Tadi ada seorang akhwat bilang bahwa pasukan Dajjal sudah siap siaga, mereka sedang menunggu kedatangan Dajjal, apakah itu benar?

Jawab:  بسم الله الرحمن الرحيم   وبه نستعين. Bisa dibenarkan, karena sekarang kita dapati telah banyak pasukan-pasukan dari kalangan orang-orang kafir yang siap tempur, mereka itu adalah pengikut Dajajilah (para Dajjal kecil), adapun kalau pasukan yang menunggu kedatangan Dajjal yang sesunggunya (Dajjal terbesar) maka ini masih perlu ditinjau lagi, sebagian orang dari kalangan da’i sudah ada yang menyatakan bahwa pasukan Dajjal dari kalangan Yahudi sudah bersiap menunggu-nunggu kedatangan Dajjal, dan ini berdasarkan perkiraan, bisa dibenarkan dan bisa dianggap salah, sebagaimana dahulu di zaman Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah ketika keluar pasukan Tartar dari Daratan Asia maka kaum muslimin menganggap bahwa mereka itulah Ya’juj dan Ma’juj, ternyata Tartar bukan dari Ya’juj dan Ma’juj walaupun ada kemiripan pada postur tubuh dan kesamaan dalam berbuat kejahatan.


Adapun pasukan Dajjal yang sesungguhnya maka yang pertama-tama menyambut Dajjal adalah Yahudi dan Syi’ah, dan Dajjal muncul di saat alam semesta telah berubah, dan bagi Allah sangatlah mudah untuk merubah keadaan alam semesta, dan pasukan Dajjal bersenjata dengan panah, tombak dan pedang, tidak lagi didapati persenjataan modern seperti sekarang ini, alam semesta akan berubah, dan Allah Maha berkuasa lagi mampu untuk berubah keadaan dalam waktu sesaat, teknologi akan musnah, manusia kembali seperti keadaan sebelumnya, mereka berperang dengan menggunakan pedang, panah dan tombak, yang jelasnya keadaan demikian itu Dajjal muncul, yang kemudian Isa bin Maryam ‘Alaihish Shalatu was Salam turun dari langit dan beliau membunuh Dajjal dengan menggunakan pedang. Wallahu A’lam.

d

Tanya: Apa benar bahwa Imam Mahdiy masih bersembunyi di dalam gua, dan dia akan keluar bergabung dengan syi’ah, kata orang Syi’ah bahwa mereka menanti keluarnya Imam Mahdiy dari gua?

Jawab: Orang-orang Syi’ah sama saja yang bersekte Rawafidh (rafidhah-rafidhah) atau yang bersekte lainnya adalah pendusta dan paling banyak menipu umat, Al-Imam Asy-Syaukaniy Rahimahullah berkata:

ولم أجد أهل ملة من الملل ولا فرقة من الفرق الإسلامية أشد بهتا وأعظم كذبا وأكثر افتراء من الروافض

“Dan aku tidak mendapati para pemeluk agama dari agama-agama yang ada, dan tidak pula penganut kelompok dari kelompok-kelompok Islam yang ada, yang dia lebih dahsyat penipuannya dan paling besar kedustaannya dan paling banyak tuduhannya daripada Rawafidh”.
Kaum Syi’ah telah berdusta bahwa Imam Mahdiy masih bersembunyi di dalam gua, bukanlah Imam Mahdiy yang bersembunyi di dalam gua, akan tetapi yang bersembunyi di dalam gua adalah Dajjal, mereka orang-orang Syi’ah itulah para penanti Dajjal, karena keberadaan Dajjal sekarang ini masih di dalam gua, dia dibelenggu di dalam gua, dia dirantai dengan rantai besi di dalam gua, dan gua yang dia berada di dalamnya adalah gua yang bertempat di suatu pulau, sebagaimana yang disebutkan di dalam Shahih Muslim dari hadits Tamim Ad-Dariy Radhiyallahu ‘Anhu, Tamim Ad-Dariy dan para shahabatnya ketika mereka menyebrangi lautan dengan suatu kapal ternyata kapalnya terdapat di suatu pulau, kemudian mereka turun dan mendapati di pulau tersebut ada gua dan di dalamnya ada seseorang yang dipenjara sebagaimana yang kami sebutkan tadi, ketika mereka kembali ke Madinah dan Tamim Ad-Dariy kisahkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang orang tersebut maka beliau berkata itu adalah Dajjal.
Adapun Imam Mahdiy maka beliau adalah Muhammad bin Abdillah, beliau dari kalangan Ahlul Bait (keturunan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam), beliau tidak bersembunyi di dalam gua, namun beliau adalah seperti kita ini, beliau diberi hidayah oleh Allah Ta’ala, beliau diberi taufiq oleh Allah Ta’ala untuk menuntut warisan dari kakeknya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yakni beliau menuntut ilmu agama, beliau giat mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah hingga kemudian beliau dijuluki sebagai seorang imam, yang kemudian beliau memimpin pasukan kaum muslimin dalam memerangi pasukan Dajjal, Nabiullah ‘Isa ‘Alaihis Salam turun dari langit lalu membantu beliau memerangi Dajjal, dan Nabiullah ‘Isa ‘Alaihissalam yang membunuh Dajjal.
Wallahu A’lam.

d

Pertanyaan: Seorang u ingin sekali memiliki anak perempuan. Kemudian dia bertanya kepada dokter, dan dokter memberi tips. Apakah boleh seorang ummahat mengamalkan tips tersebut dengan tetap meyakini bahwa Allah yang menetapkan segala sesuatu.

Jawab: Kalau tips yang disarankan oleh dokter tersebut tidak ada penyelisihan terhadap syari’at maka tidak mengapa baginya melakukannya, dia mengamalkan tips tersebut dengan maksud menjalankan sebab saja. Adapun kalau tips yang disarankan oleh dokter tersebut terdapat pelanggaran terhadap syari’at maka tidak boleh dilakukan dan tidak boleh diikuti dan diamalkan tips dari dokter tersebut, Ar-Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam memaksiati Al-Khaliq (Yang Maha menciptakan).”
Wallahu A’lam.

d

Pertanyaan:  Assalamu’alaikum…. Ibu saya baru meninggal, dan ia meninggalkan seorang suami dan seorang anak. Adik ibu saya,berhutang pada ibu saya. Apakah setelah ibu saya meninggal, hutang adik ibu kepada ibu saya dianggap lunas? Ataukah saya bisa menagihnya? Trimakasih. Wassalam.

Jawab:  Wa’alaikumussalam Warahmatullahi wa Barakatuh.
Hutang adik ibumu kepada ibumu itu tidak teranggap lunas, kecuali ibumu berpesan atau berwasiat untuk tidak dilunasi lagi, adapun kalau tidak ada pesan atau wasiat dari ibumu hingga ibumu meninggal maka hutang itu tetap teranggap sebagai hutang, kewajiban adik ibumu adalah membayarnya ke pewarisnya yaitu kamu sebagai anak, ketika adik ibumu tidak mau membayar hutangnya kepadamu maka boleh bagimu menagihnya, dan kalau kamu ikhlaskan atau relakan untuk tidak dibayar maka itu lebih baik. Wallahu A’lam.

d

Pertanyaan: Bolehkan mentahdzir seseorang dengan menyebutkan keadaan keluarganya atau orang-orang terdekatnya, seperti menyebutkan orang tuanya saja begini, isterinya saja begitu, anak-anaknya saja begini.

Jawab: Kalau orang tersebut membiarkan keluarga dan orang-orang terdekatnya melakukan dosa dan penyelisihan terhadap syari’at atau dia mendukungnya dan membantunya maka tidak mengapa ketika mengkritik dan mentahdzirnya dengan mengikutkan keluarga atau orang-orang terdekatnya tersebut, sebagaimana telah disebutkan di dalam Al-Qur’an tentang Abu Lahab, dia yang menyatakan kepada putra saudaranya yaitu Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan perkataan: Celaka kamu! Ternyata Allah Ta’ala jadikan ucapannya kembali kepadanya, dia pun celaka, bersamaan dengan itu diikutkan pula penyebutannya dengan menyebutkan keberadaan isterinya, karena dia bersekongkol dan berserikat dengan isterinya dalam melakukan permusuhan terhadap Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Adapun kalau dia sudah menasehati keluarga dan orang-orang terdekatnya namun keluarga dan orang-orang terdekatnya belum diberikan taufiq oleh Allah untuk menerima dan menjalankan nasehatnya maka tidak boleh ketika dia dikritik dan ditahdzir dengan diikutkan keluarga dan orang-orang terdekatnya, karena ada dari kalangan para Nabi memiliki keluarga dan kerabat di atas penyelisihan terhadap dakwah para Nabi, isteri Nabi Nuh juga anaknya serta isteri Nabi Luth, juga ayah Nabi Ibrahim tidak mengikuti dakwah, maka sangatlah salah bila kesalahan mereka itu ditujukan kepada para Nabi. Wallahu A’lam.

(Dikutip dari tanya jawab setelah daurah kitab “Minhajut Tabi’in fii Mukhalafatil Muqallidin” pada hari Selasa 5 Jumadil Akhir 1438).

Dijawab oleh Abu Ahmad Muhammad bin SalimAl-Limbboriy hafidzahullah

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: