“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

kesempurnaan-islam

Dari Kitab Al Adillah Ar Radhiyyah fii bayaani haqiiqati dimuqraathiyyah.

KESEMPURNAAN ISLAM

Hak Allah atas hamba-hambanya.

Sungguh Allah telah menciptakan makhluk untuk tujuan beribadah kepadanya, Allah berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَالأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ  الذريات:56

“Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepadaku.” QS: Adz-Dzariyat 56 

Dan Allah berfirman :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ  النحل:36

“Dan sungguh telah Kami utus pada setiap ummat seorang rasul, hendaklah kalian menyembah Allah dan hindarilah thaghut.” QS : An-Nahl 36

Dan Allah berfirman:

وقال: ﴿وَاعْبُدُوا اللهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا﴾  النساء:36

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun”.  QS : An-Nisa 36

Dan Allah berfirman :

وقال جل وعز: ﴿وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ﴾  الإسراء:23

“Dan Rabbmu menetapkan agar engkau tidak beribadah kecuali kepada-Nya” QS : Al-Isro  23

وقال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ كما في حديث أنس، ومعاذ بن جبل رضي الله عنهما في الصحيحين: »أتدري ما حق الله على العباد؟«، قال معاذ: الله ورسوله أعلم، قال: »حق الله على العباد أن يعبدوا ولا يشركوا به شيئًا«، »أتدري ما حق العباد على الله؛ إن هم فعلوا ذلك؟« قال معاذ: الله ورسوله أعلم، قال: »أن لا يعذبهم«.

Dan beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda sebagaimana dalam hadits Anas dan Muadz bin Jabal radhiyallahu anhuma dalam Shahihain :

“Apakah engkau tahu hak Allah atas para hamba?” Muadz menjawab : “Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui.” Beliau bersabda : hak Allah atas hamba adalah hendaklah mereka beribadah kepadanya dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun. “Tahukah engkau apa itu hak hamba atas Allah, jika mereka melakukan hal itu?” Muadz menjawab : “Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui. “Beliau bersabda : “Dia tidak akan menyiksa mereka.”

Allah berfirman :

وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا  النساء:69

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”  Qs :  An-Nisa 69

Dan berfirman :

وقال: (وأطيعوا الله والرسول ) في كثير من الآيات

“Dan taatilah Allah dan Rasul.”

Dalam banyak ayat. Dan Allah mengancam orang yang durhaka kepada-Nya :

وتوعد سبحانه من عصاه بقوله: ﴿وَقُلِ الحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالمُهْلِ يَشْوِي الوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا﴾  الكهف:29

Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barangsiapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin kafir biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”  QS : Al-Kahfi  29

Dan termasuk ketaatan kepada Allah adalah taat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, sungguh Allah subhanahu wata’ala berfirman :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَاليَوْمَ الآخِرَ  الأحزاب:21

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat.” QS: Al-Ahzab 21

وقال أيضًا: ﴿وَمَا آتَاكُمُ الرَّ سُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ) الحشر:7

“Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya untuk kalian, maka tinggalkanlah.” QS :  Al-Hasyr 7

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

»من يطيعني فقد أطاع الله…«.

“Barang siapa yang taat kepadaku maka sungguh dia telah taat kepada Allah.”

Maka jadilah engkau seorang yang menunaikan hak ini, jika engkau ingin mendapatkan keselamatan diri adzab Allah dan siksaannya .

Kedua : Hak Hak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Dan dikarenakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam beliaulah yang menyampaikan agama Allah subhanahu wata’ala, dan dialah yang menjadi perantara antara Sang pencipta dan hamba-hambaNya, maka sungguh atas setiap muslim ada kewajiban dari hak rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Yaitu mengikuti dan mentauladani beliau shallallahu alaihi wa sallam, dan mencintai beliau bisa dalam bentuk membenarkan beliau dalam segala hal yang beliau beritakan, dan juga dengan mengikuti beliau dalam seluruh perkara yang beliau perintahkan, dan meninggalkan apa yang beliau larang, sebagaimana yang dikatakan oleh Az Zuhri rahimahullah, dan dalil untuk ketetapan ini adalah firman Allah Ta’ala : 

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا  الحشر:7

“Dan apa yang rasul bawa kepada kalian maka ambillah, dan apa yang Dia larang maka tinggalkanlah. “ QS : Al-Hasyr  7

Dan berfirman :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَاليَوْمَ الآخِرَ   الأحزاب:21

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”  QS : Al-Ahzab 21

Dan berfirman :

وَأَطِيعُوا اللهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ آل عمران:132

“Dan taatilah Allah dan rasul agar kalian mendapatkan rahmat. “ QS : Ali-Imran 132

Dan dzat yang maha mulia penyebutan nya berfirman :

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ المُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا  النساء:115

“Dan barangsiapa yang menentang rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” QS : An-Nisa 115

Dan firman nya Azza wa jalla :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ  آل عمران:31

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS : Ali-Imran 31

Dan firmanNya yang maha mulia penyebutannya :

اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ  الأعراف:3

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).” QS : Ali-Imran 3

Dan firman-Nya :

وقوله: ﴿وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالًا مُبِينًا﴾ الأحزاب:36

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” QS :  Al-Ahzab  36

Dan firman Allah Ta’ala :

وقوله تعالى: ﴿فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾ النساء:65

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” QS : An-Nisa  65

Dan firman-Nya :

وقوله: ﴿فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ﴾ النور:63

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” QS : An-Nuur  63:

Dan ayat-ayat dalam bab ini amatlah banyak, dan cukuplah yang sedikit ini. adapun dari hadits, maka sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :

كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قالوا: ومن يأبى يا رسول الله، قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى«. أخرجه البخاري، من حديث أبي هريرة رضي الله عنه

“Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan, mereka bertanya : “Dan siapa yang enggan wahai Rasulullah?” beliau menjawab : “Barang siapa yang mentaatiku niscaya akan masuk surga, dan siapa yang durhaka kepada-Ku, maka dia telah enggan.” Riwayat Bukhari dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

Dan beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

»من أطاعني فقد أطاع الله«. أخرجه البخاري ومسلم من حديث أبي هريرة رضي الله عنه

“Barang siapa yang taat kepadaku maka dia telah taat kepada Allah.” Riwayat Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

Dan beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

دعوني ما تركتكم، فإنما أهلك من كان قبلكم كثرة اختلافهم على أنبيائهم، فإذا نهيتكم عن شيء فاجتنبوه، وإذا أمرتكم بشيءٍ فأتوا منه ما استطعتم«. أخرجه البخاري ومسلم، من حديث أبي هريرة رضي الله عنه.

“Biarkanlah apa yang aku tinggalkan (penjelasannya), karena sesungguhnya yang membinasakan orang yang sebelum kalian adalah mereka sering menyelisihi Nabi mereka, maka apabila aku larang kalian dari sesuatu maka jauhilah, dan apa yang kuperintahkan maka lakukanlah semampu kalian.” Riwayat Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

Dan beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda sebagai mana dalam hadits Al ‘Irbadh bin Saariyah radhiyallahu anhu dalam Jami’  Tirmidzi :

أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة وإن تأمر عليكم عبدٌ حبشي، وإنه من يعش منكم فسيرى اختلافًا كثيرًا، فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهدين، عضوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور، فإن كل بدعة ضلالة

“Aku wasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah dan mendengar dan taat, walaupun yang memerintahkan kalian adalah budak habasyi, dan sesungguhnya siapa saja yang hidup dari kalian, niscaya dia akan mendapati perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin Al Mahdiyyin, gigitlah dengan gigi geraham kalian, dan hati-hatilah dari perkara yang di ada-adakan, karena setiap perkara yang baru itu sesat. “

Dan beliau menjelaskan bahwa barangsiapa yang berbuat suatu amalan yang tidak sesuai tuntunannya akan tertolak, berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu anha, yang Muttafaqun alaihi.

Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

“Barang siapa yang mengadakan  dalam agama kita sesuatu yang bukan darinya, maka dia tertolak”.

Dan dalam riwayat Muslim, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

من عمل عملًا ليس عليه أمرنا فهو رد.

“Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada pada agama kami, maka tertolak.”

Dan meninggalkan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam merupakan kesesatan yang nyata, baik dalam bentuk pengingkaran secara keseluruhan maka ini merupakan kekufuran, karena termasuk dalam kategori pendustaan terhadap Al Qur’an, Allah azza wa jalla berfirman :

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى * مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى * وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الهَوَى * إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى * عَلَّمَهُ شَدِيدُ القُوَى﴾  النجم: 1-5

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam ) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya.Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diberikan kepadanya.” QS :  An-Najm 1-5

Dan termasuk dari kewajiban Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam atas dirimu wahai seorang muslim adalah beliau menyampaikan agama Allah kepada kalian, sebagaimana firman Allah :

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ﴾ المائدة:67

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.” QS :  Al-Maidah  67

Dan beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda, sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu anhu :

»إنه لم يكن نبي قبلي إلا كان حقًا عليه أن يدل أمته على خير ما يعلمه لهم، وينذرهم شر ما يعلمه لهم«،

“Sesungguhnya tidaklah ada seorang nabi sebelum aku melainkan wajib baginya untuk menyampaikan kepada umatnya kebaikan yang ia ketahui untuk mereka, dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui untuk mereka. “

Dan beliau shallallahu alaihi wa sallam telah menunaikan apa yang telah menjadi kebaikan beliau, berupa menyampaikan agama ini.

Semoga Allah memberikan beliau balasan dari untuk islam dan kaum muslimin, sebaik- baik balasan.

Ditulis oleh : Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid bin Yahya Al-Hajuriy Az-Za’kariy hafidzahullah. 13 Safar 1438 H

Alih  bahasa : Abu Adam Abdan  Syakur  Singaraja Al-Baliy hafidzahullah

kesempurnaan-islam

NASKAH  ASLI

من كتاب الأدلة الرضية في بيان حقيقة الديمقراطية

شمولية الإسلام

1- حق الله تعالى العبيد.

إن الله سبحانه وتعالى خلق الخلق لعبادته فقال: ﴿وَمَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَالأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ﴾[الذريات:56]، وقال: ﴿وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ﴾[النحل:36]، وقال: ﴿وَاعْبُدُوا اللهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا﴾[النساء:36]، وقال جل وعز: ﴿وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ﴾[الإسراء:23].

وقال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ كما في حديث أنس، ومعاذ بن جبل رضي الله عنهما في الصحيحين: »أتدري ما حق الله على العباد؟«، قال معاذ: الله ورسوله أعلم، قال: »حق الله على العباد أن يعبدوا ولا يشركوا به شيئًا«، »أتدري ما حق العباد على الله؛ إن هم فعلوا ذلك؟« قال معاذ: الله ورسوله أعلم، قال: »أن لا يعذبهم«.

فالله خلق الخلق لطاعته، وحذرهم من معصيته، فقال سبحانه وتعالى مبينًا حال من أطاعه: ﴿وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا﴾[النساء:69].  وقال: (وأطيعوا الله والرسول ) في كثير من الآيات.

وتوعد سبحانه من عصاه بقوله: ﴿وَقُلِ الحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالمُهْلِ يَشْوِي الوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا﴾[الكهف:29].

ومن طاعة الله، طاعة رسوله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ، فقد قال الله سبحانه وتعالى: ﴿لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَاليَوْمَ الآخِرَ﴾[الأحزاب:21].

وقال أيضًا: ﴿وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ﴾[الحشر:7].

وقال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ: »من يطيعني فقد أطاع الله…«.

فكنْ مؤديًا لهذا الحق إن رمت النجاة من عذاب الله وعقابه.

ثانيًا: حقوق الرسول صلى الله عليه وعلى آله وسلم

من كتاب الأدلة الرضية في بيان حقيقة الديمقراطية

بما أن رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ هو المبلغ لدين الله سبحانه وتعالى، وهو الواسطة بين الخالق وعباده، فإن له حقًا على كل مسلم، وهو الإتباع والاقتداء به صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ، وحب رسول الله يتمثل في تصديقه، فيما أخبر واتباعه في أمره، وترك ما نهى عنه وزجر، كما قال بذلك الزهري رحمه الله، والأدلة على هذه الشعيرة:

قول الله تعالى: ﴿وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا﴾[الحشر:7].

وقال: ﴿لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَاليَوْمَ الآخِرَ﴾[الأحزاب:21].

وقال تعالى: ﴿وَأَطِيعُوا اللهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ﴾[آل عمران:132].

وقال جل ذكره: ﴿وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ المُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا﴾[النساء:115].   وقول جل وعز: ﴿قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ﴾[آل عمران:31].

وقوله جل ذكره: ﴿اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ﴾[الأعراف:3].   وقوله: ﴿وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالًا مُبِينًا﴾[الأحزاب:36].   وقوله تعالى: ﴿فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾[النساء:65].   وقوله: ﴿فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ﴾[النور:63].

والآيات في هذا الباب كثيرة ، تكفي منها هذه النبذة اليسيرة، وأما الأحاديث فمنها: قول رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ: »كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قالوا: ومن يأبى يا رسول الله، قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى«. أخرجه البخاري، من حديث أبي هريرة رضي الله عنه.

وقال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ: »من أطاعني فقد أطاع الله«. أخرجه البخاري ومسلم من حديث أبي هريرة رضي الله عنه. 

وقال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ: »دعوني ما تركتكم، فإنما أهلك من كان قبلكم كثرة اختلافهم على أنبيائهم، فإذا نهيتكم عن شيء فاجتنبوه، وإذا أمرتكم بشيءٍ فأتوا منه ما استطعتم«. أخرجه البخاري ومسلم، من حديث أبي هريرة رضي الله عنه.

وقال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ، كما في حديث العرباض بن سارية رضي الله عنه في جامع الترمذي: »أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة وإن تأمر عليكم عبدٌ حبشي، وإنه من يعش منكم فسيرى اختلافًا كثيرًا، فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهدين، عضوا عليها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور، فإن كل بدعة ضلالة«.

وبين أن من عمل عملًا ليس على هديه، فهو مردود؛ لحديث عائشة رضي الله عنها المتفق عليه، قال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ: »من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد«.

وفي رواية لمسلم، قال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ: »من عمل عملًا ليس عليه أمرنا فهو رد«.

وترك العمل بسنة رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يعد ضلالًا مبينًا، إما إنكارها بالكلية فهو كفرٌ؛ لأنه يعد تكذيب للقرآن، والله عز وجل يقول: ﴿وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى * مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى * وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الهَوَى * إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى * عَلَّمَهُ شَدِيدُ القُوَى﴾[النجم: 1-5].

ومن حقك أيها المسلم على رسول صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ أن يبلغك دين الله، كما قال الله: ﴿يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ﴾[المائدة:67].

وقال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ، كما في حديث عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنه: »إنه لم يكن نبي قبلي إلا كان حقًا عليه أن يدل أمته على خير ما يعلمه لهم، وينذرهم شر ما يعلمه لهم«، وقد فعل صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ ما يجب عليه من تبليغ هذا الدين، فجزاه الله عن الإسلام والمسلمين خير الجزاء.

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: