“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

waspadalah-wahai-umat-islam

الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين .أما بعد

Amma Ba’du, maka sesungguhnya nikmat yang paling agung yang Allah telah anugerahkan kepada muslimin adalah menuntun mereka ke dalam islam dan mengeluarkan mereka dari kegelapan, dan tidak ada nikmat lain yang bisa menyamai maupun mendekatinya.

Dan nikmat Allah yang paling agung setelah nikmat islam adalah : nikmat akal dan kesehatan.

Dan merupakan bentuk syukur kepada Allah Azza wa jalla atas nikma-nikmat ini adalah : hendaknya seorang muslim menggunakannya dalam ketaatan Allah dan dalam segala perkara memberikan kebahagiaan baginya di dunia dan di akhirat.

Dan janganlah dia menggunakannya dalam kemaksiatan kepada Allah dan jangan pula dalam perkara yang membahayakan dunia dan akhiratnya.

Dan telah tersebar di zaman sekarang ini penggunaan handphone dan semisalnya, yang itu merupakan nikmat bagi orang yang menggunakannya dalam kebaikan dan juga nikmah (bencana) bagi mereka yang memakainya untuk keburukan.

Dan seorang yang berakal yang menginginkan kebaikan bagi dirinya, dia akan hanya menggunakannya dalam perkara yang memberikan kebaikan baginya baik dunia maupun akhiratnya, dan dia juga menggunakannya untuk berhubungan dalam hal yang mubah, dan untuk mendapatkan faidah-faidah yang bermanfaat, yang dimana yang dengan alat ini faidah-faidah tersebut lebih mudah dijangkau.

Adapun menggunakannya pada yang selain perkara tadi, yang justru memberikan madharat bagi dunia dan akhiratnya, maka seharusnya untuk waspada dan menjauh darinya, sehingga ia selamat dari butanya hati dan pandangannya.

Dikarenakan jika terus menerus melihat ke handphone maka akan melemahkan penglihatan dan bisa menyebabkan hilangnya penglihatan tersebut, dan lenyapnya nikmat yang agung ini.

Dan yang lebih berbahaya lagi adalah butanya hati kita, yang menyebabkan seorang muslim terasuki berbagai macam penyakit syahwat, yang menghancurkan akhlaknya dan juga teracuni penyakit syubhat, yang akan merusak pemikirannya.

Dan Allah azza wa jalla telah menjelaskan bahaya dari hilangnya penglihatan hati tersebut dalam firman-Nya : “Maka sesungguhnya tidaklah ia membutakan penglihatan, akan tetapi membutakan hati hati yang terdapat di dada”.

Dan maksudnya adalah : bahwa butanya hati adalah buta yang hakiki, yang bisa mengakibatkan kerugian dunia akhirat, dan itu dikarenakan dia telah meninggalkan jalan petunjuk dan justru mengambil jalan yang sesat dan menyimpang.

Sebagaimana Allah berfirman tentang kaumnya Shalih : adapun Tsamud, maka kami beri petunjuk mereka dan mereka menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk.

وقال صلى الله عليه وسلم: «نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة والفراغ» رواه البخاري (6412)

Dan : beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Dua nikmat yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia, kesehatan dan waktu luang.” Diriwayatkan oleh Bukhari (6412), dan ini adalah hadits beliau yang pertama kali dalam kitab Ar raqaaiq.

Dan maksudnya adalah : Barang siapa yang menggunakan kesehatannya dan menyibukkan waktunya untuk perkara yang memberikan kebaikan baginya, maka dia beruntung, dan siapa saja yang menggunakannya pada selain hal itu maka dialah orang yang merugi.

وقال صلى الله عليه وسلم: «حفت الجنة بالمكاره وحفت النار بالشهوات» رواه البخاري (6478) ومسلم (7130)

Dan beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Surga itu dikelilingi dengan perkara yang di benci, dan neraka itu di kelilingi dengan perkara syahwat.” Riwayat Bukhari 6478 dan Muslim 7130 dan ini adalah lafadz Muslim.

Dan artinya adalah bahwa jalan menuju surga terdapat padanya kesulitan dan kepayahan, yang butuh usaha dan upaya untuk melawan syaitan dan nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan, sehingga seorang muslim senantiasa dalam ketaatan, walaupun berat bagi jiwanya, karena keberakhirannya adalah perkara yang terpuji.

Adapun neraka, maka jalan kepadanya dipenuhi dengan syahwat, yang membikin jiwa ini condong kepadanya, diantaranya ada perkara yang haram dan ada juga yang mubah, disertai israf (berlebihan) dan melampaui batas. Maka seorang muslim hendaknya bersabar dari perkara-perkara maksiat, walaupun jiwa ini condong kepadanya, dikarenakan jika terjerumus kedalam hal tersebut maka akibatnya adalah buruk.

Dan telah disebutkan, ketaatan itu terasa berat bagi jiwa tidak lain dikarenakan didapati kepahitannya dan hilang kemanisannya. Dan kemaksiatan itu menjadi ringan bagi jiwa, dikarenakan bisa mendatangkan kemanisan dan melenyapkan rasa pahit.

Dan menggunakan handphone dan semacamnya sebagai perantara para lelaki untuk melihat wanita dan juga para wanita melihat lelaki, dan perkara keji yang terjadi disebabkan nya, telah disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam termasuk zina.

، ففي صحيح مسلم (6754) عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «كتب على ابن آدم نصيبه من الزنى، مدرك ذلك لا محالة، فالعينان زناهما النظر، والأذنان زناهما الاستماع، واللسان زناه الكلام، واليد زناها البطش، والرجل زناها الخطا، والقلب يهوى ويتمنى، ويصدق ذلك الفرج ويكذبه».

Maka dalam Shahih Muslim 6754 dari Abu Hurairah radhiyallahu dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : “Telah ditetapkan bagi anak Adam bagiannya dari zina, dan dia pasti akan mendapatkannya, bukan suatu yang mustahil, maka kedua mata zinanya adalah melihat, dan kedua telinga zinanya adalah mendengarkan, dan lisan zinanya adalah berbicara, dan tangan zinanya adalah menyentuh, dan kaki zinanya adalah melangkah, dan hati itu menginginkan dan berangan angan, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakannya.”

Dan fitnah dalam handphone dan semisalnya amatlah besar dan berbahaya, dikarenakan keberadaannya pada orang tua dan anak-anak, baik  siang maupun malam, dan hendaknya orang tua, terkhusus para bapak dan mereka yang mempunyai hak harus mempunyai tekad dan semangat untuk menyelamatkan orang-orang yang dia berada dalam tanggung jawab mereka, dari penggunaan handphone dan semisalnya dalam perkara yang buruk, sebagaimana firman Allah azza wa jalla :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”.

Dan juga berdasarkan sabda beliau Shallallahu’alaihi Wasallam :

ولقوله صلى الله عليه وسلم: «كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته، الإمام راع ومسؤول عن رعيته، والرجل راع في أهله ومسؤول عن رعيته» الحديث رواه البخاري (893) ومسلم (4724) عن عبدالله بن عمر رضي الله عنهما

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan di tanya tentang rakyat kalian, seorang presiden adalah pemimpin dan ditanya tentang rakyatnya, dan seorang laki-laki pemimpin bagi keluarganya dan ditanya tentang rakyatnya.” Al Hadits. Riwayat Bukhari 893 dan Muslim 4724, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma.

Dan aku memohon kepada Allah agar memberikan Taufik bagi kaum muslimin di setiap tempat baik pemerintah maupun rakyat, laki dan wanitanya, yang kecil dan besar kepada segala kebaikan. Dan semoga Allah melindungi mereka dari segala keburukan, yang nampak dan yang tersembunyi, sesungguhnya Dia dzat yang Maha mendengar dan mengabulkan.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه.

04/01/1438هـ.

Di nukil dari tulisan Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Hafidzahullah di website http://al-abbaad.com/articles/677810

Alih bahasa : Abu Adam Abdan Syakur Al-Baliy hafidzahullah

waspadalah-wahai-umat-islam

NASKAH  ASLI

احذروا عمى بصائركم وأبصاركم بنظركم في الجوالات وشبهها أيها المسلمون !!!

04/01/1438هـ.

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين،  وصلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

أما بعد، فإن أعظم نعمة أنعم الله بها على المسلمين أن هداهم للإسلام وأخرجهم من الظلمات إلى النور، وهي النعمة التي لا يماثلها نعمة ولا يدانيها نعمة، ومن أعظم نعم الله على المسلم بعد نعمة الإسلام نعمة العقل ونعمة  والعافية،  ومن شكر الله عز وجل على هذه النعم أن يستعملها المسلم في طاعة الله وفي كل ما فيه سعادته في الدنيا والآخرة، وأن لا يستعملها في معصية الله ولا في ما فيه مضرته في الدنيا والآخرة. وقد انتشر في هذا الزمان استخدام الجوالات وشبهها، وهي نعمة لمن استخدمها في الخير، ونقمة لمن استخدمها في الشر، والعاقل الناصح لنفسه هو الذي يقتصر في استخدامها على ما يعود عليه بالخير في الدنيا والآخرة، فيستعملها في الاتصالات المباحة وفي الوصول إلى الفوائد العلمية النافعة التي تحصل له بواسطتها بيسر وسهولة. وأما استخدامها في غير ذلك مما يعود على المسلم بالضرر في دنياه وآخرته فالواجب الحذر منه والابتعاد عنه ليسلم من عمى البصر وعمى البصيرة؛ لأن إدامة النظر في هذه الجوالات يضعف البصر وقد يكون سببا في ذهابه وفقد هذه النعمة العظيمة، وأعظم من ذلك عمى البصيرة الذي يجلب للمسلم أمراض الشهوات التي تدمر أخلاقه، وأمراض الشبهات التي تدمر عقله، وقد بين الله عز وجل خطورة ذهاب البصائر بقوله: {فَإِنَّمَا  لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ}، والمعنى أن عمى البصائر هو العمى الحقيقي الذي تحصل به الخسارة في الدنيا والآخرة، وذلك بترك سبيل الهداية والأخذ بأسباب الضلال والغواية  كما قال الله عن قوم صالح: {وَأَمَّا ثَمُ ودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى}،

وقال صلى الله عليه وسلم: «نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة والفراغ» رواه البخاري (6412)، وهو أول حديث عنده في كتاب الرقاق والمعنى أن من استعمل صحته وشغل وقته فيما يعود عليه بالخير فهو الرابح، ومن استعملها في غير ذلك فهو المغبون الخاسر، وقال صلى الله عليه وسلم: «حفت الجنة بالمكاره وحفت النار بالشهوات» رواه البخاري (6478) ومسلم (7130) واللفظ له،  والمعنى أن الطريق إلى الجنة فيه مشقة وتعب يُحتاج فيه إلى مجاهدة الشيطان والنفس الأمارة بالسوء، فيصبر المسلم على الطاعات ولو شقت على النفوس؛ لأن العاقبة تكون حميدة،  وأما النار فإن الطريق إليها فيه شهوات تميل إليها النفوس، منها ما هو محرم، ومنها ما هو مباح يكون معه الإسراف وتجاوز الحد، فيصبر المسلم عن المعاصي ولو مالت إليها النفوس؛ لأن الوقوع فيها عاقبته وخيمة، وقد قيل: إنما ثقلت على النفوس الطاعات؛ لأنها حضرت مرارتها وغابت حلاوتها، وخفت على النفوس المعاصي؛ لأنها حضرت حلاوتها وغابت مرارتها.  واستخدام الجوالات وشبهها في نظر الرجال إلى النساء والنساء إلى الرجال وما يحصل منهم من فحش وصفه الرسول صلى الله عليه وسلم بأنه زنى  ، ففي صحيح مسلم (6754) عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «كتب على ابن آدم نصيبه من الزنى، مدرك ذلك لا محالة، فالعينان زناهما النظر، والأذنان زناهما الاستماع، واللسان زناه الكلام، واليد زناها البطش، والرجل زناها الخطا، والقلب يهوى ويتمنى، ويصدق ذلك الفرج ويكذبه».

والفتنة في الجوالات وشبهها عظيمة وخطيرة لكونها تكون في أيدي الكبار والصغار وفي متناولهم بالليل والنهار، وحرص الآباء وكل من له ولاية خاصة على سلامة من تحت أيديهم من الاستخدام السيء للجوالات وشبهها لازم متعين لقول الله عز وجل: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُون}،  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

ولقوله صلى الله عليه وسلم: «كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته، الإمام راع ومسؤول عن رعيته، والرجل راع في أهله ومسؤول عن رعيته» الحديث رواه البخاري (893) ومسلم (4724) عن عبدالله بن عمر رضي الله عنهما.

وأسأل الله أن يوفق المسلمين في كل مكان حكومات وشعوبا رجالا ونساء كبارا وصغارا لكل خير، وأن يحفظهم من الشرور جميعها ما ظهر منها وما بطن، إنه سميع مجيب.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه.

نقل من موقع  الشيخ عبد المحسن العباد •

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: