“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

seburuhburuk-agama-dan-sejelek-jelek-ahli-bidah

Dalam kitab Al Mujaalasah dan Jawaahirul Ilmi karya Ad Diinawari

عبد الله بن سبأ وأصحابه ادعوا الربوبية لعلي بن أبي طالب رضي الله عنه رقم    1102

فقال: حَدَّثَنَا حَدَّثَنَا أَحْمَدُ ، نَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُسْلِمٍ ؛ قَالَ : مَا نَعْلَمُ فِي أَهْلِ الْبِدَعِ وَالْأَهْوَاءِ قَوْمًا أَضْعَفَ عُقُولًا وَلَا أَكْثَرَ اخْتِلَافًا وَتَخْلِيطًا مِنَ الرَّافِضَةِ.

Abdullah bin Saba’ dan para pengikutnya mengklaim ke tuhanan atas Ali bin Abi Thalib radhiyallahu. Maka beliau berkata : Haddatsanaa Ahmad. Anba_anaa Abdullah bin Muslim, ia berkata : “Kami tidak pernah mengetahui dikalangan pelaku bid’ah dan pengikut hawa nafsu, suatu kaum yang lebih lemah akalnya dan lebih banyak perselisihan dan campur aduknya, dari pada Rafidhah”.

Dan itu dikarenakan kami tidak mengetahui dari kalangan ahli hawa dan ahli bid’ah, suatu kaum yang mengaku ketuhanan bagi seorang manusia, selain mereka.

Dan dikarenakan Abdullah bin Saba’ dan pengikutnya mengklaim Ruhuubiyyah untuk Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, lalu beliau membakar mereka dengan api, dan Ali radhiyallahu anhu berkata : “Tatkala aku melihat suatu perkara adalah kemungkaran aku nyalakan api dan aku memanggil Qunbur (pembantu beliau).”

Berkata Abu Muhammad Ad Diinawari : “Dan kami tidak mengetahui adanya seorangpun dari Ahli Ahwa’ dan Ahli Bid’ah yang mengaku kenabian untuk diri sendiri selain mereka”

Al Mukhtar bin Abu Ubaid mengaku kenabian, dan mengatakan : “Jibril dan Mikail mendatangiku, lalu ada sekelompok orang yang mengikutinya dalam perkara tersebut, yang mereka adalah : Kaisaaniyyah”.

وَفِيهِمْ قَوْمٌ يُقَالُ لَهُمُ : الْبَيَانِيَّةُ : يُنْسَبُونَ إِلَى رَجُلٍ ، يُقَالُ لَهُ : بَيَانٌ ، قَالَ لَهُمْ : إِلَيَّ أَشَارَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ؛ إِذْ قَالَ : هَذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ سورة آل عمران آية 138 ، وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ قَالَ بِخَلْقِ الْقُرْآنِ ،

Dan diantara mereka ada sekelompok orang yang di sebut dengan : Al Bayaaniyyah, mereka dinisbahkan kepada seseorang, yang di sebut dengan : Bayaan, ia mengatakan kepada mereka : “Kepadakulah Allah azza wa jalla mengisyaratkan : “ini adalah bayaan (penjelasan) untuk manusia, petunjuk dan wejangan”QS : Ali Imran 138, dan dialah yang pertama kali mengatakan tentang makhluknya Alquran.

Kemudian yang lebih aneh dari ini adalah penafsiran mereka terhadap Al-Qur’an yang sesuai dengan metode mereka, bersamaan dengan itu mereka mengklaim ilmu bathin, yang mereka katakan bahwa di dapat dari anak kambing (Anak kambing Ma’iz, ketika mencapai 4 bulan) , yaitu kulitnya anak kambing tersebut.

Mereka mengklaim bahwa Sang Imam menulis padanya, semua yang mereka butuhkan pengetahuannya, dan segala yang terjadi hingga hari kiamat, dan inilah yang disebutkan oleh Harun bin Sa’id Al ‘Ijliy, dan dia adalah pimpinan Zaidiyyah.

فَقَالَ :ألَمْ تَرَ أَنَّ الرَّافِضِينَ تَفَرَّقُوا// فَكُلُّهُمْ فِي جَعْفَرٍ قَالَ مُنْكَرَا.

 فَطَائِفَةٌ قَالُوا إِمَامٌ وَمِنْهُمْ // طَوَائِفُ تُسَمِّيهِ النَّبِيَّ الْمُطَهَّرَا.

 وَمِنْ عَجَبٍ لِرَافِضَةٍ جِلْدُ جَفْرِهِمْ// بَرِئْتُ إِلَى الرَّحْمَنِ مِمَّنْ تَجَفَّرَا.

 بَرِئْتُ إِلَى الرَّحْمَنِ مِنْ كُلِّ رَافِضٍ//  يَصِيرُ بِبَابِ الْكُفْرِ فِي الدِّينِ أَعْوَرَا.

إِذَا كَفَّ أَهْلُ الْحَقِّ عَنْ كُلِّ بِدْعَةٍ مَضَى// عَلَيْهَا وَإِنْ مَضَوْا عَلَى الْحَقِّ قَصَّرَا.

 وَلَوْ قَالَ إِنَّ الْفِيلَ ضَبٌّ لَصَدَّقُوا// وَلَوْ قَالَ زِنْجِيٌّ تَحَوَّلَ أَحْمَرَ.

 وَأَخْلَفُ مِنْ بَوْلِ الْبَعِيرِ فَإِنَّهُ// إِذَا هُوَ لِلْإِقْبَالِ وُجِّهَ أَدْبَرَا.

 فَقُبِّحَ أَقْوَامٌ رَمَوْهُ بِفِرْيَةٍ// كَمَا قَالَ فِي عِيسَى الْفِرَى مَنْ تَنَصَّرَا .

Lalu Beliau Ad Diinawari berkata : 

“Tidakkah kau melihat bahwa orang-orang Rafidhah telah berpecah belah  //  dan mereka semuanya mengatakan kemungkaran dalam diri Ja’far.”

“Maka sekelompok mengatakan dia Imam dan diantara mereka // ada kelompok-kelompok   yang menyebutnya nabi yang disucikan.”

“Dan di antara keanehan Rafidhah adalah kulit anak kambing mereka // dan aku berlepas diri kepada Sang Rahman dari orang-orang yang mengambil agama mereka dari kulit anak kambing.”

“Aku berlepas diri kepada Sang Rahman dari setiap orang rafidhah // yang menjadi buta dalam agama dengan pintu kekufuran”

“Jika ahli haq menghadang setiap kebid’ahan yang berjalan // padanya, dan jika mereka melaksanakan kebenaran, mereka pun tidak sungguh sungguh. “

“Dan jikalau ia mengatakan sesungguhnya gajah itu adalah Dhabb (mirip biawak) niscaya mereka akan membenarkan nya // dan walaupun ia mengatakan Zinjiyy berubah menjadi merah.”

“Maka amat buruklah suatu kaum yang menuduhnya dengan kedustaan // sebagaimana perkataan yang dusta tentang Isa dari orang-orang yang beragama Nashara.”

Ditulis  dan dikirim oleh : Syaikh Abu Muhammad Abdulhamid  bin Yahya Al-Hajuriy Az-Za’kariy hafidzahullah, 15 Muharram  1438

Alih Bahasa : Abu Adam Abdan Syakur Al-Baliy hafidzahullah

seburuhburuk-agama-dan-sejelek-jelek-ahli-bidah

 NASKAH ASLI

(( أقبح الأديان وأسوء أهل البدع ))

🖊في كتاب المجالسة وجواهر العلم للدينوري » عبد الله بن سبأ وأصحابه ادعوا الربوبية لعلي بن أبي طالب رضي الله عنه. رقم(1102) فقال: حَدَّثَنَا حَدَّثَنَا أَحْمَدُ ، نَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُسْلِمٍ ؛ قَالَ : مَا نَعْلَمُ فِي أَهْلِ الْبِدَعِ وَالْأَهْوَاءِ قَوْمًا أَضْعَفَ عُقُولًا وَلَا أَكْثَرَ اخْتِلَافًا وَتَخْلِيطًا مِنَ الرَّافِضَةِ.

🔵وذَلِكَ أَنَّا لَا نَعْلَمُ فِي أَهْلِ الْأَهْوَاءِ وَالْبِدَعِ قَوْمًا ادَّعُوا الرُّبُوبِيَّةِ لِبَشَرٍ غَيْرَهُمْ.

🔵 لأَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَبَأٍ وَأَصْحَابَهُ ادَّعُوا الرُّبُوبِيَّةَ لِعَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ؛ فَأَحْرَقَهُمْ بِالنَّارِ ، وَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي ذَلِكَ : ” لَمَّا رَأَيْتُ الْأَمْرَ أَمْرًا مُنْكَرًا// أَجَّجْتُ نَارِي وَدَعَوْتُ قُنْبُرًا “.

🖊 قالَ أَبُو مُحَمَّدٍ  الدينوري: وَلَا نَعْلَمُ أَحَدًا مِنْ أَهْلِ الْأَهْوَاءِ ادَّعَى النُّبُوَّةَ لِنَفْسِهِ غَيْرَهُمْ.

فَإِنَّ الْمُخَتَارَ بْنَ أَبِي عُبَيْدٍ ادَّعَى النُّبَوَّةَ وَقَالَ : جِبْرِيلُ يَأْتِينِي وَمِيكَائِيلُ ، فَصَدَّقَهُ قَوْمٌ وَاتَّبَعُوهُ عَلَى ذَلِكَ وَهُمْ : الْكَيْسَانِيَّةُ ، وَفِيهِمْ قَوْمٌ يُقَالُ لَهُمُ : الْبَيَانِيَّةُ : يُنْسَبُونَ إِلَى رَجُلٍ ، يُقَالُ لَهُ : بَيَانٌ ، قَالَ لَهُمْ : إِلَيَّ أَشَارَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ؛ إِذْ قَالَ : هَذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ سورة آل عمران آية 138 ، وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ قَالَ بِخَلْقِ الْقُرْآنِ ،

🔴 ثمَّ أَعْجَبُ مِنْ هَذَا تَفْسِيرُهُمُ الْقُرْآنَ عَلَى مَذَاهِبِهِمْ مَعَ مَا يَدَّعُونَ بِهِ مِنْ عِلْمِ بَاطِنِهِمْ بِمَا يَذْكُرُونَ أَنَّهُ وَقَعَ إِلَيْهِمْ عَنِ الْجَفْرِ ، وَهُوَ جِلْدُ جَفْرٍ ادَّعُوا أَنَّهُ كَتَبَ فِيهِ الْإِمَامُ كُلَّ مَا يَحْتَاجُونَ إِلَى عِلْمِهِ وَكُلَّ مَا يَكُونُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَهُوَ الَّذِي ذَكَرَهُ هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْعِجْلِيُّ وَكَانَ رَأْسَ الزَّيْدِيَّةِ ؛ فَقَالَ :

🔴ألَمْ تَرَ أَنَّ الرَّافِضِينَ تَفَرَّقُوا// فَكُلُّهُمْ فِي جَعْفَرٍ قَالَ مُنْكَرَا.

فَطَائِفَةٌ قَالُوا إِمَامٌ وَمِنْهُمْ // طَوَائِفُ تُسَمِّيهِ النَّبِيَّ الْمُطَهَّرَا.

وَمِنْ عَجَبٍ لِرَافِضَةٍ جِلْدُ جَفْرِهِمْ// بَرِئْتُ إِلَى الرَّحْمَنِ مِمَّنْ تَجَفَّرَا.

بَرِئْتُ إِلَى الرَّحْمَنِ مِنْ كُلِّ رَافِضٍ//  يَصِيرُ بِبَابِ الْكُفْرِ فِي الدِّينِ أَعْوَرَا. إِذَا كَفَّ أَهْلُ الْحَقِّ عَنْ كُلِّ بِدْعَةٍ مَضَى// عَلَيْهَا وَإِنْ مَضَوْا عَلَى الْحَقِّ قَصَّرَا.

وَلَوْ قَالَ إِنَّ الْفِيلَ ضَبٌّ لَصَدَّقُوا// وَلَوْ قَالَ زِنْجِيٌّ تَحَوَّلَ أَحْمَرَ.

وَأَخْلَفُ مِنْ بَوْلِ الْبَعِيرِ فَإِنَّهُ// إِذَا هُوَ لِلْإِقْبَالِ وُجِّهَ أَدْبَرَا.

فَقُبِّحَ أَقْوَامٌ رَمَوْهُ بِفِرْيَةٍ// كَمَا قَالَ فِي عِيسَى الْفِرَى مَنْ تَنَصَّرَا .

 

 ((سبب رد العمل على صاحبه وعدم قبوله ))

SEBAB TIDAK DI TERIMA DAN TERTOLAKNYA AMALAN SESEORANG

Allah berfirman dalam surat At Taubah mengisahkan orang-orang munafiq :

قال تعالى في سورة التوبة في شأن المنافقين:

(قُلْ أَنْفِقُوا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا لَنْ يُتَقَبَّلَ مِنْكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فَاسِقِينَ * وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ) [سورة التوبة 53 – 54]

Katakanlah:  “Nafkahkanlah harta kalian , baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kalian. Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang fasik. Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” QS : Azt-Taubah 53-54

قال ابن كثير في تفسيره وقوله تعالى ” قل أنفقوا طوعا أو كرها ” أي مهما أنفقتم من نفقة طائعين أو

مكرهين ” لن يتقبل منكم إنكم كنتم قوما فاسقين “.

Ibnu Katsir Berkata dalam tafsir nya : Dan firman Allah Ta’ala : qul anfiquu thaw’an aw karhan”  yaitu : “Apapun yang kalian infaqkan, baik itu dengan ketaatan ataupun keengganan, niscaya tidak akan diterima dari kalian, dikarenakan kalian adalah orang yang fasiq.

ثم أخبر تعالى عن سبب ذلك وهو أنهم لا يتقبل منهم لأنهم كفروا بالله وبرسوله أي والأعمال إنما تصح بالإيمان ” ولا يأتون الصلاة إلا وهم كسالى ” أي ليس لهم قدم صحيح ولا همة في العمل ” ولا ينفقون ” نفقة ” إلا وهم كارهون ” وقد أخبر الصادق المصدوق صلى الله عليه وسلم ” أن الله لا يمل حتى تملوا وأن الله طيب لا يقبل إلا طيبا ” فلهذا لا يقبل الله من هؤلاء نفقة ولا عملا لأنه إنما يتقبل من المتقين.

Lalu Allah ta’ala memberitahukan tentang sebab hal tersebut, yaitu bahwa tidak diterimanya mereka, dikarenakan mereka kufur kepada Allah dan RasulNya, dan amalan-amalan itu hanya diterima dengan adanya keimanan.

“Dan tidaklah mereka melakukan shalat melainkan dengan malas” yaitu mereka tidak memiliki semangat dan pijakan yang benar dalam beramal. Dan tidaklah mereka berinfaq kecuali dengan enggan.”

Dan Sang Jujur yang dipercaya shallallahu alaihi wasallam telah mengkhabarkan : “Bahwasanya Allah tidak akan bosan, hingga kalian bosan, dan sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik”.

Oleh karenanya Allah tidak akan menerima dari mereka infaq maupun amalan, dikarenakan allah hanya menerima dari orang yang bertaqwa.

Ditulis  dan dikirim oleh : Syaikh Abu Muhammad Abdulhamid  bin Yahya Al-Hajuriy Az-Za’kariy hafidzahullah, 11 Muharram  1438

Alih Bahasa : Abu Adam Abdan Syakur Al-Baliy hafidzahullah

NASKAH ASLI

*((سبب رد العمل على صاحبه وعدم قبوله ))*

قال تعالى في سورة التوبة في شأن المنافقين: (قُلْ أَنْفِقُوا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا لَنْ يُتَقَبَّلَ مِنْكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فَاسِقِينَ * وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ) [سورة التوبة 53 – 54]

قال ابن كثير في تفسيره وقوله تعالى ” قل أنفقوا طوعا أو كرها ” أي مهما أنفقتم من نفقة طائعين أو مكرهين ” لن يتقبل منكم إنكم كنتم قوما فاسقين “.

ثم أخبر تعالى عن سبب ذلك وهو أنهم لا يتقبل منهم لأنهم كفروا بالله وبرسوله أي والأعمال إنما تصح بالإيمان ” ولا يأتون الصلاة إلا وهم كسالى ” أي ليس لهم قدم صحيح ولا همة في العمل ” ولا ينفقون ” نفقة ” إلا وهم كارهون ” وقد أخبر الصادق المصدوق صلى الله عليه وسلم ” أن الله لا يمل حتى تملوا وأن الله طيب لا يقبل إلا طيبا ” فلهذا لا يقبل الله من هؤلاء نفقة ولا عملا لأنه إنما يتقبل من المتقين.

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: