“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

ya-allah-jadikanlah-kami-cinta-madinah

“Yaa Allah jadikanlah kami cinta pada Madinah sebagaimana kami cinta kepada Makkah atau bahkan lebih cinta lagi…”

الحَمدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ، وَأَشهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ، وَبَعدُ

Maka pada hari ini kamis 28 dari bulan Dzulhijjah Al-Haram, aku mengunjungi Madinah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, akupun ingin mengingatkan untuk diriku sendiri dan anda sekalian akan keutamaan- keutamaan kota tersebut.

Sungguh kota Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah Allah muliakan dan diberikan keutamaan dan dijadikan sebagai tempat yang paling baik setelah Makkah, bahkan sebagian ulama mengutamakannya dari pada Makkah, semoga Allah menjaganya.

Begitu banyaknya hadits yang datang tentang keutamaannya dan diantara dalil-dalil yang menyebutkan keutamaan, kehormatan dan derajatnya adalah, hadits riwayat muslim dalam shahihnya dari hadits Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu anhu. Bahwasanya nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

اللَّهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ فَجَعَلَهَا حَرَماً

“Yaa Allah sesungguhnya Ibrahim telah menjadikan Makkah sebagai tanah haram, dan jadilah ia sebagai tanah haram”

وَإِنِّي حَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ حَرَامًا، مَا بَيْنَ مَأْزِمَيْهَا[2]، أَنْ لَا يُهْرَاقَ فِيهَا دَمٌ، وَلَا يُحْمَلَ فِيهَا سِلَاحٌ لِقِتَالٍ، وَلَا تُخْبَطَ فِيهَا شَجَرَةٌ إِلَّا لِعَلْفٍ”.

“Dan sesungguhnya aku mengharamkan Madinah, apa yang diantara dua gunungnya, agar tidak ada darah yang ditumpahkan, dan tidak ada senjata yang dibawa didalamnya untuk peperangan, dan tidak ada pohon yang dicabut kecuali untuk makanan ternak.”

Dan tanah haram Madinah adalah yang diantara dua tanah yang mempunyai bebatuan hitam yang di timur dan barat, dan antara ‘Air dan Tsaur, di utara dan selatan.

Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari hadits Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, bahwa nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

الْمَدِينةُ حَرَامٌ مَا بَيْنَ عَيْرٍ إِلَى ثَوْرٍ ٌ “

Haram kota Madinah yaitu wilayah yang terletak antara wilayah ‘Airin dan Tsaur.
Dan Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا حَرَام

“Apa yang diantara dua daerah bebatuan hitam adalah wilayah haram.”

Dan diantara keutamaannya, bahwa nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menamainya dengan Thaibah dan Thaabah.

Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari hadits Fathimah binti Qais radhiyallahu anha dalam hadits “jassaasah” sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

هَذِهِ طَيْبَةُ، هَذِهِ طَيْبَةُ، هَذِهِ طَيْبَةُ يَعْنِي الْمَدِينَة

Ini adalah Thaibah, ini adalah Thaibah, ini adalah Thaibah, yaitu Madinah.

Dan Riwayat Bukhari : ini adalah Thaabah.

Dan diantaranya adalah, iman itu kembali kepada Madinah. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam shahih keduanya, dari hadits Abu Hurairah radhiyallaahu anhu, bahwasanya nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ، كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا

“Sesungguhnya iman akan kembali ke Madinah, sebagaimana ular kembali ke lubangnya.

Diantaranya nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menganjurkan untuk sabar atas kesulitan dan kerasnya hidup, dan menjanjikan dengan pahala yang paling besar dalam perkara ini.

Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari hadits Abu Sa’id MauLa Al Mahry:

أَنَّهُ جَاءَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ لَيَالِي الْحَرَّةِ فَاسْتَشَارَهُ فِي الْجَلَاءِ مِنَ الْمَدِينَةِ وَشَكَا إِلَيْهِ أَسْعَارَهَا وَكَثْرَةَ عِيَالِهِ، وَأَخْبَرَهُ أَنْ لَا صَبْرَ لَهُ عَلَى جَهْدِ الْمَدِينَةِ وَلَأْوَائِهَا، فَقَالَ لَهُ: وَيْحَكَ لَا آمُرُكَ بِذَلِكَ، إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم يَقُولُ: “لَا يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا فَيَمُوتَ إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا كَانَ مُسْلِمًا َ

Bahwasanya ia datang kepada Abu Sa’id di saat-saat malam-malam Harrah (terjadinya fitnah di Madinah, sehingga dikuasai dengan paksa) , lalu Ia meminta musyawarah untuk pergi dari Madinah dan mengeluhkan mahalnya biaya hidup dan banyaknya keluarganya, dan memberitahukan bahwa ia sudah tidak kuat lagi dengan kesulitan dan kesusahan hidup di Madinah. Maka ia menjawab, celakalah kau, aku tidak akan memerintahkanmu untuk hal itu, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tidaklah seseorang bersabar dengan kesulitan hidup di Madinah, lalu ia meninggal, melainkan aku akan menjadi pemberi syafa’at baginya atau sebagai saksi untuknya pada hari kiamat, jika ia seorang yang muslim.

Dan Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَدْعُو الرَّجُلُ ابْنَ عَمِّهِ وَقَرِيبَهُ: هَلُمَّ إِلَى الرَّخَاءِ! هَلُمَّ إِلَى الرَّخَاءِ! وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُون

“Akan datang kepada manusia suatu waktu dimana seorang akan memanggil anak pamannya dan kerabatnya  marilah kepada kehidupan yang makmur, marilah kepada kehidupan yang makmur, dan Madinah lebih baik bagi mereka, jika mereka mengetahuinya.

Dan diantaranya hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau mensifatkannya sebagai kota yang mengungguli kota- kota yang lain. Bukhari Muslim meriwayatkan dalam shahih keduanya dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَثْرِبُ، وَهِيَ الْمَدِينَةُ، تَنْفِي النَّاسَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ”

“Aku diperintahkan untuk hijrah menuju kota yang mengungguli kota-kota yang lain, mereka menyebutnya : Yatsrib, itulah Madinah, yang membersihkan manusia, sebagai mana api itu membersihkan karat besi”.

Dan yang dimaksud dengan “mengungguli kota kota yang lain” sebagai mana ulama mengatakan, islam akan ditolong melalui penduduk Madinah, dan melalui tangan-tangan mereka akan dibebaskan negara-negara non muslim, sehingga harta rampasan dibawa ke Madinah, dan penduduknyapun bisa makan, dan di sandarkan “makan”  kepada kota, maksudnya adalah penduduknya.

Dan diantaranya hadits yang datang dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau mendoakan keberkahan untuk Madinah. Muslim meriwayatkan dalam shahihnya, dari Hadits Abu Sa’id Al Khudriy radhiyallahu anhu. Bahwasanya nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

اللَّهُمّ بَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مُدِّن اللَّهُمَّ اجْعَلْ مَعَ الْبَرَكَةِ بَرَكَتَيْنِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنَ الْمَدِينَةِ شِعْبٌ وَلَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ مَلَكَانِ يَحْرُسَانِهَا حَتَّى تَقْدَمُوا إِلَيْهَا”

“Yaa Allah berikanlah keberkahan pada Madinah kami, yaa Allah berikanlah keberkahan pada shaa’ kami, yaa Allah berikanlah keberkahan pada mudd kami,  yaa Allah, jadikan suatu keberkahan menjadi dua, dan demi dzat yang jiwaku berada di tangannya, tidaklah ada jalan maupun celah di Madinah, melainkan dijaga oleh dua malaikat, sampai kalian mendatanginya.

Dan diantara keutamaannya bahwa penyakit tha’un tidak akan menghampirinya, dan tidak pula Dajjal. Bukhari Muslim meriwayatkan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata :

“عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ، لَا
يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلَا الدَّجَّالُ”

“Pada jalan-jalan Madinah ada malaikat,

tidak akan masuk padanya tha’un dan tidak pula Dajjal.”

Dan diantaranya bahwa di Madinah terdapat masjid rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang merupakan salah satu masjid yang hanya untuknya diperbolehkan menempuh perjalanan jauh.

Bukhari Muslim meriwayatkan dalam shahih keduanya dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhuma, bahwa rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صلى اللهُ عليه وسلم، وَالمَسْجِدِ الْأَقْصَى”

“Janganlah engkau melakukan perjalanan jauh (safar) kecuali menuju tiga masjid: Al-masjid haram, masjid rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan masjid Al-aqshaa.”

Dan shalat di dalamnya pahalanya dilipatgandakan, Bukhari Muslim meriwayatkan dalam shahih keduanya dari hadits Abu Hurairah, bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا، أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ”

“Shalat di masjidku lebih baik daripada seribu shalat pada selainnya, kecuali Masjidil Haram.”

Dan diantaranya bahwa di Madinah ada masjid Quba’, dan shalat di dalamnya sepadan dengan umrah. Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya dari Hadits Sahl bin Hunaif  bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
:

“مَنْ خَرَجَ حَتَّى يَأْتِيَ هَذَا الْمَسْجِدَ يَعْنِي مَسْجِدَ قُبَاءَ فَيُصَلِّيَ فِيهِ، كَانَ كَعَدْلِ عُمْرَةٍ”

“Barangsiapa yang mendatangi masjid ini yaitu masjid quba’ lalu shalat didalamnya, maka seperti umrah.”

Dan diantaranya  keutamaan raudhah, Bukhari Muslim meriwayatkan dalam shahih keduanya dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu

“مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي”

“Diantara rumah dan mimbarku adalah taman dari taman surga, dan mimbarku diatas telagaku.”

Dan diantaranya terdapat gunung uhud didalamnya , Bukhari Muslim meriwayatkan dari hadits Abu Humaid radhiyallahu anhu,

“أَقْبَلْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى اللهُ عليه وسلم مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ، حَتَّى إِذَا أَشْرَفْنَا عَلَى الْمَدِينَةِ قَالَ: هَذِهِ طَابَةُ، وَهَذَا أُحُدٌ جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ”

“Kita datang bersama nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dari perang tabuk, hingga kita sampai di Madinah, beliau mengatakan ” ini Thabah dan ini adalah Uhud, gunung yang mencintai kita dan kita mencintai nya.”

Dan diantaranya : ada lembah ‘Aqiiq, Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari hadits Umar bin Khattab radhiyallahu anhu berkata :

سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم يَقُولُ: أَتَانِي اللَّيْلَةَ آتٍ مِنْ رَبِّي، فَقَالَ: صَلِّ فِي هَذَا الْوَادِي الْمُبَارَكِ، وَقُلْ: عُمْرَةً فِي حَجَّةٍ”

“Saya mendengarkan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, pada suatu malam ada seorang utusan Rabbku yang datang, lalu ia mengatakan shalatlah di lembah yang barokah ini, dan ucapkanlah umrah dalam haji.”

Dan diantaranya di dalamnya terdapat Ajwah, salah satu macam kurma Madinah, Bukhari Muslim meriwayatkan dalam Shahih keduanya dari hadits Sa’d radhiyallahu anhu berkata, aku mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ”

“Barangsiapa yang setiap pagi menyantap tujuh kurma Ajwah, tidak akan ada racun maupun sihir yang memadharat kan nya.

Dan diantaranya bahwa Madinah akan membersihkan kotorannya, Bukhari Muslim meriwayatkan dalam shahih keduanya dari hadits Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhuma

أَنَّ أَعرَابِيًّا بَايَعَ رَسُولَ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم عَلَى الإِسلَامِ، فَأَصَابَ الأَعرَابِيَّ وَعَكٌ بِالمَدِينَةِ، فَأَتَى الأَعرَابِيُّ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللهِ أَقِلْنِي بَيْعَتِي، فَأَبَى رَسُولُ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم، ثُمَّ جَاءَهُ فَقَالَ: أَقِلْنِي بَيْعَتِي، فَأَبَى، ثُمَّ جَاءَهُ فَقَالَ: أَقِلْنِي بَيْعَتِي فَأَبَى، فَخَرَجَ الْأَعْرَابِيُّ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم: إِنَّمَا الْمَدِينَةُ كَالْكِيرِ، تَنْفِي خَبَثَهَا وَيَنْصَعُ طَيِّبُهَا

“Bahwa seorang badui membai’at rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk islam, lalu badui tersebut tertimpa penyakit panas (karena sangat capek), maka badui tersebut datang kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan : Wahai rasulullah batalkanlah bai’atku, maka rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampun menolak, kemudian ia datang kepada beliau, dan mengatakan batalkanlah bai’atku, kemudian ia datang kepada beliau, dan mengatakan batalkanlah bai’atku, maka rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya Madinah ini seperti peniup api pandai besi yang dapat menghilangkan karat dan memurnikan kebaikannya.”

Dan diantaranya, siapa saja yang ingin keburukan untuk penduduknya, niscaya Allah akan membinasakannya, Bukhari Muslim meriwayatkan dalam shahih keduanya dari hadits Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu anhu  bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“مَنْ أَرَادَ أَهْلَ الْمَدِينَةَ بِسُوءٍ، أَذَابَهُ اللهُ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ”

“Barangsiapa yang menginginkan bagi penduduk Madinah dengan keburukan, niscaya Allah akan melelahkannya, sebagaimana lelehnya garam dalam air.”

وفي رواية لمسلم: “وَلَا يُرِيدُ أَحَدٌ أَهْلَ الْمَدِينَةِ بِسُوءٍ، إِلَّا أَذَابَهُ اللهُ فِي النَّارِ ذَوْبَ الرَّصَاصِ، أَوْ ذَوْبَ الْمِلْحِ فِي الْمَاءِ”

“Dan riwayat Muslim : tidaklah seseorang menginginkan keburukan bagi ahli Madinah, melainkan Allah akan lelehkan dia di neraka, sebagaimana melelehnya timah atau melelehnya garam di air.

وروى الإمام أحمد في مسنده مِن حَدِيثِ السَّائِبِ بنِ خَلَّادٍ رضي اللهُ عنه أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ

Dan Imam Ahmad masih dalam Musnadnya dari hadits As Saa’ib bin Khallad radhiyallahu anhu, bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ أَخَافَ أَهْلَ الْمَدِينَةِ ظُلْمًا أَخَافَهُ اللهُ، وَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ، لَا يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا

“Barangsiapa yang menakut-nakuti ahli Madinah dengan kezhaliman, niscaya Allah akan membuat dia takut, dan la’nat Allah dan para malaikat dan seluruh manusia atasnya, dan pada hari kiamat Allah tidak akan menerima taubat maupun tebusan darinya.”

Dan diantaranya : Allah ta’ala memilihnya untuk nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keutamaan-keutamaan yang lainnya, dari dalil yang amat banyak.

وَالحَمدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ، وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Ditulis dan dikirim oleh Asy Syeikh Abu Muhammad Abdul Hamid Al Hajuriy Az Za’kariy Hafizhahullah Di kota rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 28 Dzulhijjah 1437 H

Alih bahasa dan editor  team ashhaabulhadits.

ya-allah-jadikanlah-kami-cinta-madinah

((اللهم حبب إلينا المدينة كحبنا مكة أو أشد))

الحَمدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ، وَأَشهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ، وَبَعدُ:

ففي هذا اليوم الخميس ٢٨ من شهر ذي الحجة الحرام زرت مدينة رسول الله صلى الله عليه وسلم فاحببت أن أذكر نفسي وإياكم بشيء من فضائلها

فإن مدينة الرسول صلى اللهُ عليه وسلم قد شرَّفها الله وفضَّلها وجعلها خير البقاع بعد مكة، بل إن بعض أهل العلم يفضلها على مكة حرسها الله لكثرة الاحاديث في فضلها ومن هذه النصوص في فضلها، وحرمتها، ومكانتها.

ما  رواه مسلم في صحيحه مِن حَدِيثِ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “اللَّهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ فَجَعَلَهَا حَرَمًا، وَإِنِّي حَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ حَرَامًا، مَا بَيْنَ مَأْزِمَيْهَا[2]، أَنْ لَا يُهْرَاقَ فِيهَا دَمٌ، وَلَا يُحْمَلَ فِيهَا سِلَاحٌ لِقِتَالٍ، وَلَا تُخْبَطَ فِيهَا شَجَرَةٌ إِلَّا لِعَلْفٍ”.

وحرم المدينة هو ما بين الحرتين شرقًا وغربًا وما بين عير إلى ثور يمنًا وشامًا، روى مسلم في صحيحه مِن حَدِيثِ عَلِيِّ بنِ أَبِي طَالِبٍ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “الْمَدِينَةُ حَرَامٌ مَا بَيْنَ عَيْرٍ إِلَى ثَوْرٍ”

وروى مسلم في صحيحه مِن حَدِيثِ أَبِي هُرَيرَةَ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا حَرَامٌ

ومن فضائلها أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم سَمَّاهَا طَيْبَةَ وَطَابَةَ، روى مسلم في صحيحه مِن حَدِيثِ فَاطِمَةَ بِنتِ قَيسٍ رضي اللهُ عنها فِي حَدِيثِ الجَسَّاسَةِ قَولُهُ صلى اللهُ عليه وسلم: “هَذِهِ طَيْبَةُ، هَذِهِ طَيْبَةُ، هَذِهِ طَيْبَةُ يَعْنِي الْمَدِينَةَ”

وفي رواية البخاري: “هَذِهِ طَابَةُ”

ومنها: أن الإيمان يَأرِزُ إليها، روى البخاري ومسلم في صحيحيهما مِن حَدِيثِ أَبِي هُرَيرَةَ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ، كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا”

ومنها: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم حثَّ على الصبر على لأوائها وشدتها، ووعد على ذلك أعظم الثواب.

روى مسلم في صحيحه مِن حَدِيثِ أَبِي سَعِيدٍ مَوْلَى الْمَهْرِيِّ: أَنَّهُ جَاءَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ لَيَالِي الْحَرَّةِ فَاسْتَشَارَهُ فِي الْجَلَاءِ مِنَ الْمَدِينَةِ وَشَكَا إِلَيْهِ أَسْعَارَهَا وَكَثْرَةَ عِيَالِهِ، وَأَخْبَرَهُ أَنْ لَا صَبْرَ لَهُ عَلَى جَهْدِ الْمَدِينَةِ وَلَأْوَائِهَا، فَقَالَ لَهُ: وَيْحَكَ لَا آمُرُكَ بِذَلِكَ، إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم يَقُولُ: “لَا يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا فَيَمُوتَ إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا كَانَ مُسْلِمًا”

وروى مسلم في صحيحه مِن حَدِيثِ أَبِي هُرَيرَةَ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَدْعُو الرَّجُلُ ابْنَ عَمِّهِ وَقَرِيبَهُ: هَلُمَّ إِلَى الرَّخَاءِ! هَلُمَّ إِلَى الرَّخَاءِ! وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ”

ومنها: ما جاء عن النبي صلى اللهُ عليه وسلم أنه وصفها بأنها قَرْيَةٌ تَأْكُلُ الْقُرَى، روى البخاري ومسلم في صحيحيهما مِن حَدِيثِ أَبِي هُرَيرَةَ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “أُمِرْتُ بِقَرْيَةٍ تَأْكُلُ الْقُرَى يَقُولُونَ: يَثْرِبُ، وَهِيَ الْمَدِينَةُ، تَنْفِي النَّاسَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ”

والمراد بـ”تَأْكُلُ الْقُرَى” كما قال العلماء أن ينصر الله الإسلام بأهل المدينة ويفتح على أيديهم القرى، فتجلب الغنائم إلى المدينة ويأكل أهلها، وأضاف الأكل إلى القرية والمراد: أهلها.

ومنها: ما جاء عن النبي صلى اللهُ عليه وسلم من الدعاء لها بالبركة، روى مسلم في صحيحه مِن حَدِيثِ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْ مَعَ الْبَرَكَةِ بَرَكَتَيْنِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنَ الْمَدِينَةِ شِعْبٌ وَلَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ مَلَكَانِ يَحْرُسَانِهَا حَتَّى تَقْدَمُوا إِلَيْهَا”

ومن فضائلها: أنه لا يدخلها الطاعون ولا الدجال، روى البخاري ومسلم في صحيحيهما مِن حَدِيثِ أَبِي هُرَيرَةَ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ، لَا يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلَا الدَّجَّالُ”

ومنها: أن في المدينة مسجد الرسول صلى اللهُ عليه وسلم وهو من المساجد التي لا تشد الرحال إلا إليها، روى البخاري ومسلم في صحيحيهما مِن حَدِيثِ أَبِي هُرَيرَةَ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صلى اللهُ عليه وسلم، وَالمَسْجِدِ الْأَقْصَى”

والصلاة فيه مضاعفة، روى البخاري ومسلم في صحيحيهما مِن حَدِيثِ أَبِي هُرَيرَةَ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا، أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ”

ومنها: أن في المدينة مسجد قباء والصلاة فيه تعدل عمرة، روى الإمام أحمد في مسنده مِن حَدِيثِ سَهْلِ بنِ حُنَيْفٍ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “مَنْ خَرَجَ حَتَّى يَأْتِيَ هَذَا الْمَسْجِدَ يَعْنِي مَسْجِدَ قُبَاءَ فَيُصَلِّيَ فِيهِ، كَانَ كَعَدْلِ عُمْرَةٍ”

ومنها: فضل الروضة فقد روى البخاري ومسلم في صحيحيهما مِن حَدِيثِ أَبِي هُرَيرَةَ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي”

ومنها: أن فيها جبل أحد، روى البخاري ومسلم في صحيحيهما مِن حَدِيثِ أَبِي حُمَيْدٍ رضي اللهُ عنه قَالَ: “أَقْبَلْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى اللهُ عليه وسلم مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ، حَتَّى إِذَا أَشْرَفْنَا عَلَى الْمَدِينَةِ قَالَ: هَذِهِ طَابَةُ، وَهَذَا أُحُدٌ جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ”

ومنها: أن فيها وادي العقيق، روى البخاري في صحيحه مِن حَدِيثِ عُمَرَ بنِ الخَطَّابِ رضي اللهُ عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم يَقُولُ: “أَتَانِي اللَّيْلَةَ آتٍ مِنْ رَبِّي، فَقَالَ: صَلِّ فِي هَذَا الْوَادِي الْمُبَارَكِ، وَقُلْ: عُمْرَةً فِي حَجَّةٍ”

ومنها: أن فيها العجوة (نوع من تمر المدينة) روى البخاري ومسلم في صحيحيهما مِن حَدِيثِ سَعدٍ رضي اللهُ عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللِه صلى اللهُ عليه وسلم يَقُولُ: “مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ”

ومنها: أن المدينة تنفي خَبَثَهَا، روى البخاري ومسلم في صحيحيهما مِن حَدِيثِ جَابِرِ بنِ عَبدِ اللهِ رضي اللهُ عنهما: أَنَّ أَعرَابِيًّا بَايَعَ رَسُولَ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم عَلَى الإِسلَامِ، فَأَصَابَ الأَعرَابِيَّ وَعَكٌ بِالمَدِينَةِ، فَأَتَى الأَعرَابِيُّ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم فَقَالَ: “يَا رَسُولَ اللهِ أَقِلْنِي بَيْعَتِي، فَأَبَى رَسُولُ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم، ثُمَّ جَاءَهُ فَقَالَ: أَقِلْنِي بَيْعَتِي، فَأَبَى، ثُمَّ جَاءَهُ فَقَالَ: أَقِلْنِي بَيْعَتِي فَأَبَى، فَخَرَجَ الْأَعْرَابِيُّ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم: إِنَّمَا الْمَدِينَةُ كَالْكِيرِ، تَنْفِي خَبَثَهَا وَيَنْصَعُ طَيِّبُهَا

ومنها: أن من أراد أهلها بسوء أهلكه الله، روى البخاري ومسلم في صحيحيهما مِن حَدِيثِ سَعدِ بنِ أَبِي وَقَّاصٍ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “مَنْ أَرَادَ أَهْلَ الْمَدِينَةَ بِسُوءٍ، أَذَابَهُ اللهُ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ”

وفي رواية لمسلم: “وَلَا يُرِيدُ أَحَدٌ أَهْلَ الْمَدِينَةِ بِسُوءٍ، إِلَّا أَذَابَهُ اللهُ فِي النَّارِ ذَوْبَ الرَّصَاصِ، أَوْ ذَوْبَ الْمِلْحِ فِي الْمَاءِ”

وروى الإمام أحمد في مسنده مِن حَدِيثِ السَّائِبِ بنِ خَلَّادٍ رضي اللهُ عنه: أَنَّ النَّبِيَّ صلى اللهُ عليه وسلم قَالَ: “مَنْ أَخَافَ أَهْلَ الْمَدِينَةِ ظُلْمًا أَخَافَهُ اللهُ، وَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ، لَا يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا

ومنها ان الله تعالى اختارها لنبيه صلى الله عليه وسلم.

إلى غير ذلك من الادلة المتكاثرة.

وَالحَمدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ، وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

أبو محمد الحجوري مدينة رسول الله صلى الله عليه وسلم
28 من ذي الحجة 1437

 

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: