“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

memetik-nasehat-nasehat-indah

بسم الله الرحمن الرحيم

SEBUAH NASEHAT UNTUK AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH DI NEGERI GHAMBIA

Dari Syaikh kami yang dimuliakan Abdul Hamid Al Hajuri, semoga Allah menjaga-Nya dan melindungi-Nya.

Maka sesungguhnya kita hendaklah saling memberikan wasiat sebagaimana yang Allah azza wa jalla wasiatkan kepada manusia seluruhnya. Allah azza wa jalla berfirman

يا ايهاالناس اتقواربكم   سورة النساء : ١

”Wahai sekalian manusia bertaqwalah kalian kepada Rabb kalian” Qs.Annisa: 1

Dan yang dengan Allah wasiatkan kepada orang-orang yang beriman, Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ   سورة البقرة ٢٧٨

Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah” Qs.Al- Baqarah: 278

Dan dengan wasiat Allah azza wa jalla untuk nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّه  سورة اﻷحزاب : ١

“Wahai nabi senantiasalah bertaqwa kepada Allah.” Qs. Al-Ahzab:1

Dan dengan wasiat Allah untuk umat terdahulu dan umat terakhir, Allah azza wa jalla berfirman:

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّه   سورة النساء : ١٣١

“Dan sungguh telah kami wasiatkan kepada orang-orang yang mendapatkan kitab sebelum kalian hendaklah kalian dan juga kalian dan hendaklah kalian bertaqwa kepada Allah”. Qs. Annisa : 131

Dan hendaknya kita mengetahui bahwa sebab taqwa yang paling besar adalah tauhid dan mewujudkannya, dan dalilnya adalah hadits Abu Umamah Shadiy bin ‘Ijlaan radhiyallahu anhu, bahwa nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam ketika haji wada’ berdiri dan mengatakan

يا أيها الناس اتقوا ربكم

“Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb kalian”.

Dan dalam sebagian riwayat: “Wahai sekalian manusia, Sembahlah Rabb kalian.”

Dan ini seperti firman Allah azza wa jalla :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ   سورة البقرة : ٢١

“Wahai sekalian manusia, sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa”. Qs.Al- Baqarah : 21

Maka jalan ketaqwaan yang paling agung adalah tauhid, yang merupakan pengesaan Allah azza wa jalla dalam perkara yang wajib bagi pada hak Allah, dalam rububiyah dan uluhiyah, nama dan sifatnya, inilah tauhid yang karenanyalah diutus para rasul dan diturunkannya kitab, Allah azza wa jalla berfirman :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ   سورة النحل :٣٦

Dan sungguh telah kami utus pada setiap ummat seorang rasul, hendaklah kalian beribadah kepada Allah dan jauhilah thaghut.” Qs.An- Nahl : 36

Dan karenanya manusia terbagi menjadi orang beriman dan kafir, yang baik dan yang jahat, para penduduk surga dan neraka. Dan orang yang benar-benar istiqamah adalah orang yang mewujudkan perkara ini, yang merupakan hak Allah atas para hamba-Nya, sebagaimana sabda nabi shallallahu alaihi wasallam :

قال النبي صلى الله عليه وسلم يا معاذ أتدري ما حق الله على العباد؟ أن يعبدوه ولا يشركوا به شي

“Wahai Muadz apakah engkau tahu hak Allah atas para hamba? Hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak berbuat syirik dengan sesuatupun. Dan Allah azza wa jalla haknya lebih di utamakan dari hak-hak selainNya”.  Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits Muadz  :

قال النبي صلى الله عليه وسلم كما في حديث معاذ فليكن اول ما تدعوهم الى ان يعبدوا الله

“Hendaklah yang pertama kali engkau Serukan adalah beribadah kepada Allah”.

Dan dalam sebuah riwayat agar mereka mengesakan  Allah. Dan nabi shallallahu alaihi wasallam memulai dakwahnya dengan seruan kepada tauhid. Dan jangan sampai ada seseorang yang mengatakan kami berada di lingkungan muslim, dan orang-orang tidak membutuhkannya, Tidak…

Dan seorang Mu’min yang Muwahhid sangat butuh diingatkan dengan perkara tauhid. Dan nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sejak awal mula dakwahnya, hingga beliau diwafat kan, dalam keadaan beliau mengucapkan  la’nat Allah atas Yahudi dan Nashara, mereka jadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid. Beliau ingin memperingatkan dari perbuatan mereka. Dan inilah Ibrahim Alaihissalam mengucapkan.

Dan beliau adalah imamnya orang muwahhidin dan imamnya orang-orang yang hanif, dan seperti inilah nabi shallallahu’alaihi wasallam mengucapkan.

وأعوذ بك من الكفر والشرك

“Dan aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan ke syirikan”.

Atau sebagaimana yang disabdakan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan tauhid keberadaannya amatlah agung, dan merupakan kebaikan yang paling besar, oleh karenanya tatkala catatan- catatan yang amat banyak di timbang dengan tauhid, maka catatan- catatan keburukan tersebut bertebaran, dikarenakan sebuah kartu yang terdapat didalamnya LAA ILAAHA ILLALLAH.

Dan tauhid adalah awal dan akhir dari segala sesuatu , Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :

أمرت أن أقاتل الناس حتى يقولوا لا اله الا الله  من كان آخره كلامه لا اله الا الله دخل الجن

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia, sampai mereka mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH. Siapa saja yang akhir ucapannya adalah LAA ILAAHA ILLALLAH, niscaya akan masuk surga.”

Dan tauhid hanya diketahui dengan ilmu, maka sepatutnya bagi ahlus sunnah wal Jama’ah dan segenap kaum muslimin untuk mementingkan belajar qur’an dan sunnah, dikarenakan terdapat padanya barokah yang agung dalam mempelajari tauhid dan sunnah, juga shalat, puasa, haji dan mempelajari yang lain dari rukun-rukun Islam, karena hal yang pertama kali di turunkan kepada nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam adalah perintah untuk belajar.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من دعى الى هدى كان له مثل اجر من تبعه لا ينقص ذلك من اجورهم شيئا

Siapa saja yang menyeru kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang mengikuti nya, tidak akan sedikit pun mengurangi pahala mereka.”

Dan ketahuilah, sesungguhnya aku menasehatkan kepada para dai ilallah subhanahu wa ta’ala agar senantiasa lemah lembut dalam berdakwah, dan menjadikan manusia senang dengan ilmu, dan juga dengan tauhid, dan agar mereka senang dengan islam, senang dengan qur’an dan sunnah, karena mereka apabila telah menyenanginya, maka mereka akan patuh

والرفق لا يكون في شيء الا زانة    ولا ينزع من شيء الا شان

“Dan tidaklah lemah lembut dalam suatu perkara melainkan akan menghiasinya”.

“Dan tidaklah di cabut dari sesuatu melainkan akan merusaknya.”

Dan inilah perkara yang amat pokok dalam dakwah yaitu lemah- lembut, tenang, perlahan-lahan, dan terkadang seseorang perlu sedikit di tegas, disebabkan kemarahan karena Allah subhanahu wa ta’ala.

فالنبي صلى الله عليه وسلم يقول:ان الرفق لا يأتي الا بخير او كما قال صلى الله عليه وسلم (الحياء لا يأتي الا بخير) ومنه الرفق

“Dan nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda “sesungguhnya sifat lemah lembut tidak lain hanyalah mendatangkan kebaikan. Atau sebagai mana sabda beliau “rasa malu itu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan. Dan diantaranya yaitu sifat lemah lembut.

Oleh karena itu sepantasnya bagi seorang pelajar untuk berdakwah kepada Allah azza wa jalla dan mempunyai semangat dalam persaudaraan dan kebersamaan, saling menasehati dan mengunjungi, karena ini semua adalah salah satu cara untuk mendapatkan persatuan, dan sebagai sebab datangnya pertolongan. Allah azza wa jalla berfirman :                   

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِين   سورة اﻷنفال:٤٦

          
“Dan janganlah kalian berbantah-bantahan, yang menyebabkan gentar dan hilangnya kekuatan kalian, dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Qs. Al-Anfal:46.

Begitu pula kita saling mewasiatkan untuk kesabaran, dikarenakan dakwah butuh kesabaran, dalam mempelajarinya, mengamalkannya, dan ketika mendakwahkannya, dari gangguan yang menimpa da’i dikarenakan dakwahnya kepada manusia.

Karena banyak orang yang mengawasi dakwah seseorang, oleh karenanya doa harus kuat karena  Allah, dan agar ia bersabar untuk Allah azza wa jalla.

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا   سورة المزمل: ١٠

“Dan bersabarlah atas apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.” Qs. Al-Muzzammil : 10.

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا  سورة الطور:٤٨

“Dan bersabarlah atas ketentuan Rabbmu, karena engkau sungguh dalam pengawasan kami.”  Qs. ath-thur: 48

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّه   سورة النحل : ١٢٧َ

“Dan bersabarlah dan tidaklah kau bersabar melainkan karena Allah”. Qs. An- Nahl: 127

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون  سورة آل عمران :٢٠٠َ

“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, niscaya kalian beruntung.” Qs. Ali-Imran: 200

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ(١) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ(٢) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ(٣) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ(٤) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ(٥)   سورة العلق: ١-٥

“Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran pena. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”  Qs. Al-‘Alaq : 1-5

Dan tatkala beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sudah mengetahui, maka Allah mengutusnya dengan tauhid.

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ(١) قُمْ فَأَنْذِرْ(٢) وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ(٣)وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ(٤) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (٥)
(سورة المدثر: ١-٥)

“Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan, dan tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”  Qs. Al- Mudatstsir : 1-5

Dan ilmu mempunyai kedudukan yang tinggi, sampai beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

من يرد الله به خيرا يفقه في الدين

“Siapa saja yang Allah inginkan kebaikan baginya, niscaya akan difaqihkan dalam agama.

Dan Allah azza wa jalla berfirman :

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءٌ   سورة فاطر: ٢٨

“Hanya orang-orang yang berilmulah yang takut kepada Allah.”  Qs. Fathir:28

Allah azza wa jalla berfirman :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ    سورة المجادلة: ١١

Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dari kalian dan yang berilmu beberapa derajat.”  Qs. Al – Mujadilah : 11

Allah azza wa jalla berfirman :

وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ ۖ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ   سورة العنكبوت:٣٤

“Dan itulah perumpamaan yang kami berikan kepada manusia, dan tidak ada yang bisa memahaminya, melainkan orang-orang yang berilmu.”  Qs. Al- Ankabut:43

Dan ahlus sunnah wal jama’ah, tidak tampaklah dakwah dan kebaikan mereka, melainkan disebabkan ilmu dan amal. 
Allah azza wa jalla berfirman :

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ    سورة التوبة:٣٣

“Dialah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas agama yang lain, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.”   Qs.At-taubah 33

Dan al- Huda adalah ilmu yang bermanfaat. Dan diinul haq adalah amal shalih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda  :

لا تزال طائفة من امتي ظاهرين على الحق ظاهرين لا يضرهم من خالفهم ولا من خذلهم حتى يأتي أمر الله وهم ظاهرون

Ada  sekelompok dari umatku yang senantiasa tampak diatas kebenaran, tidak akan bisa memberikan madharat kepada mereka orang yang mengabaikan mereka, hingga datang urusan Allah dan mereka dalam keadaan tampak.

Maka waspadalah kalian wahai orang-orang islam, wahai sekalian ahlussunnah, jangan sampai kalian menjadi orang-orang yang tidak butuh dengan ilmu, karena hal ini merupakan sebuah pertanda. Dan tidaklah bid’ah menyebar, melainkan disebabkan kebodohan, hingga beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda :

بين الساعة سنين خداعة يرفع فيها العلم ويظهر فيها الجهل

“Sebelum kiamat,  terdapat masa-masa yang penuh dengan kedustaan, diangkatnya ilmu pada waktu itu dan kebodohan telah tampak.”

Dan ilmu membangun rumah yang tidak mempunyai pondasi. Dan kebodohan bisa menghancurkan rumah- rumah kemuliaan dan kehormatan.

Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas : tidaklah ilmu memberikan  orang yang mulia selain kemuliaan, dan mengangkat para budak diatas singgasana. Atau sebagaimana yang dikatakan oleh beliau radhiyallahu anhu. Dan kuwasiatkan kalian agar mengamalkan ilmu, jangan sampai mengemban ilmu itu semata mata di pukul, tanpa diamalkan, karena ini adalah ciri-ciri orang yang dimurkai dan juga sifatnya orang yang sesat.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من دعى الى هدى كان له مثل اجر من تبعه لا ينقص ذلك من اجورهم شيئا

“Siapa saja yang menyeru kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan sedikitpun mengurangi pahala mereka.”

Dan ketahuilah, sesungguhnya aku menasehatkan kepada para dai ilallah subhanahu wa ta’ala agar senantiasa lemah lembut dalam berdakwah, dan menjadikan manusia senang dengan ilmu, dan juga dengan tauhid, dan agar mereka senang dengan islam, senang dengan qur’an dan sunnah, karena mereka apabila telah menyenanginya, maka mereka akan patuh

والرفق لا يكون في شيء الا زانة

“Dan tidaklah lemah lembut dalam suatu perkara melainkan akan menghiasi nya”

ولا ينزع من شيء الا شان

“Dan tidaklah di cabut dari sesuatu melainkan akan merusaknya.

Dan inilah perkara yang amat pokok dalam dakwah yaitu lemah- lembut,tenang, perlahan-lahan, dan terkadang seseorang perlu sedikit di tegas, disebabkan kemarahan karena Allah subhanahu wa ta’ala.

فالنبي صلى الله عليه وسلم يقول:ان الرفق لا يأتي الا بخير او كما قال صلى الله عليه وسلم (الحياء لا يأتي الا بخير) ومنه الرفق

“Dan nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda “sesungguhnya sifat lemah lembut tidak lain hanyalah mendatangkan kebaikan. Atau sebagai mana sabda beliau “rasa malu itu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan. Dan diantaranya yaitu sifat lemah lembut.

Oleh karena itu sepantasnya bagi seorang pelajar untuk berdakwah kepada Allah azza wa jalla dan mempunyai semangat dalam persaudaraan dan kebersamaan, saling menasehati dan mengunjungi, karena ini semua adalah salah satu cara untuk mendapatkan persatuan, dan sebagai sebab datangnya pertolongan. Allah azza wa jalla berfirman.    

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِين (سورة اﻷنفال:٤٦).            

“Dan janganlah kalian berbantah-bantahan, yang menyebabkan gentar dan hilangnya kekuatan kalian, dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Qs. Al-Anfal: 46.

Begitu pula kita saling mewasiatkan untuk kesabaran, dikarenakan dakwah butuh kesabaran, dalam mempelajarinya, mengamalkannya, dan ketika mendakwahkannya, dari gangguan yang menimpa da’i dikarenakan dakwahnya kepada manusia.

Karena banyak orang yang mengawasi dakwah seseorang, oleh karenanya doa harus kuat karena  Allah, dan agar ia bersabar untuk Allah azza wa jalla.

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا    سورة المزمل: ١٠

Dan bersabarlah atas apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.”  Qs. Al-Muzzammil : 10.

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا   سورة الطور:٤٨

“Dan bersabarlah atas ketentuan Rabbmu, karena engkau sungguh dalam pengawasan kami.”  Qs. ath-thur: 48

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّه   سورة النحل : ١٢٧َ

Dan bersabarlah dan tidaklah kau bersabar melainkan karena Allah”  Qs. An- Nahl: 127

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون (سورة آل عمران :٢٠٠َ)

Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, niscaya kalian beruntung.” Qs. Ali-Imran:200

Dan wasiat-wasiat amatlah banyak, akan tetapi yang sepatutnya kita tempuh adalah jalan nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dalam berilmu, beramal, berdakwah, dan puncaknya adalah ke istiqamahan dalam berilmu, dan ketika mendapatkannya, dan dalam beramal, dan menghormati para pembawa ilmu, dan mendoakan mereka, membela kehormatan mereka, dan yang lainnya dari akhlak yang mulia nan tinggi.

Dan seharusnya bagi seorang da’i untuk berbeda dari para ahli bathil, dan janganlah kalian menjadi seperti musyrik, tidak dalam pakaian mereka, ucapan dan perbuatan mereka, tidak pula dalam keyakinan mereka. Maka ayat ini bermakna umum, akan tetapi berbeda bukan berarti tidak bersosialisasi dengan manusia dan tidak juga meninggalkan dakwah kepada tauhid.

Dan dakwah kepada pengesaan Allah azza wa jalla merupakan perkara yang wajib baginya. Sebuah keharusan  bagi seorang penyeru kepada Allah untuk berbeda dalam metode dakwahnya, dengan penuh kasih sayang kepada kaum muslimin sebagai mana yang telah lalu, dan hendaknya tujuan kita dari belajar ilmu adalah mengangkat kebodohan dari diri kita dan orang lain, dan sepantasnya kita menganggapnya merupakan bagian dari jihad.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

جاهدوا المشركين بألسنتكم وسيوفكم وأموالكم

“Perangilah orang Musyrik dengan lisan, pedang dan harta kalian.

Maka makna jihad adalah jihad dengan lisan, merupakan jihad yang paling besar, bahkan jihad dengan tombak sekalipun.

Dan sudah seharusnya bagi kita untuk memperbanyak doa kepada Allah azza wa jalla dan merendahkan diri kepadanya, untuk menolong islam, dan menghilangkan musibah yang menimpa umat, dan begitu pula memperbanyak dzikir, karena itu merupakan sebab kemuliaan dan pertolongan serta kekuatan.

Allah azza wa jalla berfirman

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُم   سورة البقرة: ١٥٢

Maka ingatlah aku, niscaya aku akan mengingat kalian.”   Qs. Al-baqarah:152.

Dan jika Allah mengingatmu, niscaya ia akan membela dan menjagamu “barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka sungguh Aku telah mengumumkan peperangan atasnya”

Dan wajib bagi kita, untuk rendah hati terhadap diri kita sendiri dan orang lain, dari kaum muslimin “Sesungguhnya Allah mewahyukan kepada ku, hendaklah kalian saling tawadhu’, sehingga jangan sampai ada yang sombong atas saudaranya dan menindas yang lainnya.”

Dan wajib atas kita untuk berperilaku yang baik. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

انما بعثت لاتم صالح الاخلاق

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik”.

Allah azza wa jalla berfirman kepada nabi-Nya

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيم   سورة القلم :٤

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar dalam akhlak yang agung.” Qs. Al-qalm:4

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Dan Allah sungguh telah memerintahkan kita untuk mentauladani nabi shallallahu ’alaihi , sebagaimana firman Allah ta’ala.”

.                    
لَقَدْ كَان لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ (سورة اﻷحزاب :٢١)                     

“Sungguh benar-benar  dalam diri rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam suri tauladan yang baik.” Qs. Al-Ahzab:21

Dan akhlak baik adalah yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah. Aisyah radhiyallahu anha berkata : rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akhlak beliau adalah Al qur’an. Ibnu Amr radhiyallahu anhu berkata, dahulu rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya.

Kita memohon kepada Allah azza wa jalla untuk diri kita semua atas taufik, petunjuk, pertolongan dan bimbinganNya. Dan kita memohon kepadaNya agar memuliakan islam dan umat islam. Dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Dan rekaman ini pada malam ahad 23 dari Dzulhijjah pada tahun 1437 di Rumah Makkah -Semoga Allah menjaga mereka saudara-saudara kita di negeri Gambia. Dan yang menelpon adalah saudara kami Abu Fajr Ash Shomali, semoga Allah menjaganya dan segenap orang yang mendengarkannya, dan juga mereka yang mendapatkan berita ini. Dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Alhamdulilah telah selesai penyalinan nasehat ini pada malam hari, di hari senin, tanggal 24 dzulhijjah 1437 Hijriyah.

Yang mentranskrip adalah Sajid bin Nashrud Diin As Srilanki. Semoga Allah memperbaiki rahasianya. Semoga

Judul Asli Sebuah nasehat untuk ahlussunnah wal jama’ah di negeri ghambia

 Faidah ditulis dan dikirim oleh Asy-Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid bin Yahya Al-Hajuriy (Hafidzahullah ) pada tanggal 24 Dzulhijjah 1437 H

Alih  bahasa dan Editor oleh team penerjemah Ashhabulhadits.

memetik-nasehat-nasehat-indah

NASKAH ASLI

بسم الله الرحمن الرحيم

✔كلمـة ☄الـى أهـل السنــة والجــــماعة ☄
             ✔ فــــي بـــلاد غـامبيــا
لشيخنا المفضال عبد الحميد الحجوري حفظه الله تعالى ورعاه

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وأشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له وأشهد ان محمدا عبده ورسوله اما بعد: فإنا نتواصى بما أوصى الله عز وجل به الناس جميعا 
قال الله عز وجل 😦 يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ )[سورة النساء 1]

وبما أوصى به المؤمنين  قال الله عز وجل :
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ) [سورة البقرة 278]

وبما أوصى الله عز وجل به النبي صلى الله عليه وسلم  قال تعالى:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُ اتَّقِ اللَّهَ) [سورة اﻷحزاب 1]

وبما أوصى الله به المتقدمين والمتأخرين  قال الله عز وجل:
( وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّه)  [سورة النساء 131]

ولنعلم أن أعظم سبب التقوى هو التوحيد وتحقيق ذلك والدليل على ذلك ما جاء في حديث أبي أمامة صدي بن عجلان رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قام في حجة الوداع فقال :يا أيها الناس اتقوا ربكم 
وفي بعض الروايات: يا أيها الناس اعبدوا ربكم  وهكذا كقول الله عز وجل:
(يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) [سورة البقرة 21]

فسبيل التقوى الأعظم هو التوحيد وهو افراد الله عز وجل بما يجب له في ربيوبيته وألوهيته وفي أسمائه وصفاته 
هذا التوحيد الذي من أجله أرسلت الرسل وأنزلت الكتب قال عز وجل : (وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ) [سورة النحل 36]

وانقسم الناس بسببه إلى مؤمنين وكفار وإلى أبرار وفجار وإلى أصحاب جنة وأصحاب النار والمستقيم حقا هو من حقق هذا الباب الذي هو حق الله على العباد كما قال النبي صلى الله عليه وسلم يا معاذ أتدري ما حق الله على العباد؟ أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا  والله عز وجل حقه مقدم علی غيره من الحقوق قال النبي صلى الله عليه وسلم كما في حديث معاذ فليكن اول ما تدعوهم الى ان يعبدوا الله  وفي رواية إلى ان يوحدوا الله 
والنبي صلى الله عليه وسلم بدأ دعوته بالدعوة الى التوحيد ولا يقول قائل نحن في مجتمع مسلم والناس ليسوا بحاجة اليه لا ، المؤمن الموحد بحاجة الى تذكير بتوحيد والنبي صلى الله عليه وسلم ما زال يدعوا الى التوحيد من أول دعوته وحتى قبض وهو يقول:لعنة الله على اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبياءهم مساجد يحذر ما صنعوا
وهذا ابراهيم عليه السلام يقول: ( وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ) [سورة إبراهيم 35]
وهو امام الموحدين وامام الحنفاء  وهكذا النبي صلى الله عليه وسلم يقول:وأعوذ بك من الكفر والشرك او كما قال صلى الله عليه وسلم  والتوحيد شأنه عظيم هو اعظم حسنة ولهذا توزن السجلات العظيمة مع التوحيد فتطيش السجلات الكثيرة بالسيئات بسبب بطاقة فيها لا اله الا الله  والتوحيد هو مبدأ الامر وآخر الأمر قال النبي صلى الله عليه وسلم: أمرت أن أقاتل الناس حتى يقولوا لا اله الا الله  قال صلى الله عليه وسلم:من كان آخره كلامه لا اله الا الله دخل الجنة

والتوحيد انما يعلم بالعلم فينبغي لاهل السنة والجماعة ولجميع المسلمين أن يهتموا بعلم الكتاب والسنة لما فيه من البركة العظيمة في تعلم التوحيد وتعلم السنة وتعلم الصلاة والصيام والحج وتعلم غير ذلك من أركان الاسلام فان الله عز وجل أول ما انزل على نبيه صلى الله عليه وسلم الأمر بالعلم:(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ*خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ*اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ*الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ*عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ)  [سورة العلق 1-5]
فلما علم صلى الله عليه وسلم بعثه الله بالتوحيد ؛(يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ*قُمْ فَأَنْذِرْ*وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ*وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ*وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ) [سورة المدثر 1-5]

والعلم منزله رفيعة حتى قال صلى الله عليه وسلم (من يرد الله به خيرا يفقه في الدين)  قال الله عز وجل:
(إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءٌ) [سورة فاطر 28]

قال الله عز وجل: ( يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ) [سورة المجادلة 11]

قال الله عز وجل: (وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ ۖ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ) [سورة العنكبوت 43]

وأهل السنة والجماعة إنما ظهرت دعوتهم وظهر خيرهم بسبب العلم والعمل  قال الله عز وجل:
(هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ) [سورة التوبة 33]
والهدى: هو العلم النافع  ودين الحق:هو العمل الصالح  قال النبي صلى الله عليه وسلم:لا تزال طائفة من امتي ظاهرين على الحق ظاهرين لا يضرهم من خالفهم ولا من خذلهم حتى يأتي أمر الله وهم ظاهرون

فإياكم إياكم يا معاشر المسلمين يا معاشر أهل السنة أن تكونوا من زهاد في أهل العلم فإن الزهد في العلم علامة 
وما انتشرت البدع الا بسبب سوء الجهل حتى قال صلى الله عليه وسلم: بين الساعة سنين خداعة يرفع فيها العلم ويظهر فيها الجهل 

والعلم يبني بيوتا لا أساس لها***     والجهل يهدم بيوت العز والشرف

كما قال ابن عباس: العلم لا يزيد الرفيع الا الرفعة ويرفع المملوك على السرير ،او كما قال رضي الله عنه

وأوصيكم أيضا بالعمل بالعلم لا يكون حضنا من العلم هو الحمل فقط بدون عمل فإن هذا صفة المغضوب عليهم وصفة الضالين  قال الله عز وجل:  (اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ*صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِم ؛قيل اليهود تركوا العمل بالعلم  ْ (وَلَا الضَّالِّين)َ؛ قيل النصارى أنهم عملوا بغير علم[سورة الفاتحة 6-7]

فيا أيها الناس إن الذي لا يعمل بالعلم كالحمار يحمل اسفارا أو كالكلب الذي يلهث هذان مثلان ضربهما الله عز وجل لمن لم يعمل بعلمه

ثم ان مما نتواصى به لهو الاهتمام بدعوة الناس الى التوحيد ودعوة الناس الى السنة دعوة الناس الى العلم والعمل دعوة الناس الى تحقيق العبادات كما شرع الله عز وجل (من عمل عملا ليس عليه امرنا فهو رد) دعوة الناس الى الاخلاص 
وعلينا بالاهتمام  بدعوة الناس الى دين الاسلام  قال النبي صلى الله عليه وسلم لعلي بن أبي طالب: فوالله لئن يهدي الله بك رجلا واحدا خير لك من حمر النعم )
وقال النبي صلى الله عليه وسلم :فليكن اول ما تدعوهم اليه إلى ان يعبدوا الله، وقد تقدم قال صلى الله عليه وسلم ثم اخبرهم بحق الله عز وجل فيه 
قال صلى الله عليه وسلم: من دعى الى هدى كان له مثل اجر من تبعه لا ينقص ذلك من اجورهم شيئا
الا انني أنصح الدعاة الى الله سبحانه وتعالى بملازمة الرفق في الدعوة الى الله سبحانه وتعالى وتحبيبب العلم الى الناس تحبيب التوحيد الى الناس وتحبيب الاسلام الى الناس تحبيب القرآن الى الناس تحبيب السنة الى الناس فانهم اذا احبوا ذلك انقادوا

والرفق لا يكون في شيء الا زانة***
ولا ينزع من شيء الا شانه

وهذا هو الأصل في الدعوة الرفق والسكينة والتؤدة وقد يحتاج الانسان الى العنف أحيانا في الغضب لله سبحانه وتعالى 
فالنبي صلى الله عليه وسلم يقول:ان الرفق لا يأتي الا بخير او كما قال صلى الله عليه وسلم (الحياء لا يأتي الا بخير) ومنه الرفق

وكذلك ينبغي لطالب العلم الداعي الى الله عز وجل ان يحرص على الاخوة والتأزر والتناصح والتزاور فان ذلك من اسباب الألفة ومن اسباب النصرة من اسباب الخير
قال الله عز وجل:
( وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ)
[سورة اﻷنفال 46]

كذلك نتواصى بالصبر فان الدعوة تحتاج الى صبر في تعلمها وفي العمل بها وفي الدعوة اليها ومما يلاقي الداعي من الأذى من أجلها بين الناس فان كثيرا من الناس قد يترقبون دعوة الانسان فعليه ان يتحمل في ذات الله وان يصبر لله عز وجل  (وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا)
[سورة المزمل 10]
(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا)
[سورة الطور 48]
(وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهَ)
[سورة النحل 127]
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ)
[سورة آل عمران 200]

والوصايا كثيرة لكن الذي ينبغي ان نسلكه هو سبيل النبي صلى الله عليه وسلم في العلم والعمل والدعوة وملاك ذلك كله هو الاستمرار في العلم وفي تحصيله وفي العمل به وفي احترام حملته وفي الدعاء لهم وفي الذب عن أعراضهم وفي غير ذلك من الاخلاق السامية الرفيعة
على الداعي الى الله ان يتميز عن المبطلين ولا تكونوا من المشركين لا في لباسهم ولا في أقوالهم ولا في أفعالهم ولا في معتقداتهم فالآيات تفيد العموم ولكن هذا التميز لا يحملهم على ترك الاختلاط بالناس والدعوة الى توحيد الله والدعوة الى افراد الله عز وجل مما يجب له 
على الداعي الى الله ان يتميز في طريقته ودعوته مع رحمته بالمسلمين كما تقدم وان يكون نصيبنا من طلب العلم هو رفع الجهل عن انفسنا وغيرنا وان نعتبر ذلك من الجهاد كما قال صلى الله عليه وسلم :جاهدوا المشركين بألسنتكم وسيوفكم وأموالكم 
فالجهاد جهاد اللسان من أعظم الجهاد بل ان جهاد السنان تابع لجهاد اللسان

وعلينا الاكثار من دعاء الله عز وجل والتضرع اليه بنصرة الاسلام ورفع البلاء الذي حل بالأمة وهكذا الاكثار من الاذكار فان ذلك من أسباب الرفعة وأسباب النصر وأسباب العز 
قال الله عز وجل:
(فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ)
[سورة البقرة 152]
واذا ذكرك الله عز وجل دافع عنك وحفظك (من عادى لي وليا فقد آذنته بالحرب)
وعلينا بالتواضع لأنفسنا ولغيرنا من المسلمين 
(ان الله أوحى اليه ان تواضعوا حتى لا يفخر احد على احد ولا يبغي احد على احد)

وعلينا بحسن الخلق 
قال النبي صلى الله عليه وسلم:انما بعثت لاتم صالح الاخلاق 
قال الله عز وجل عن نبيه :
(وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ)
[سورة القلم 4]
وقد أمرنا بالتأسي بنبي صلى الله عليه وسلم كما قال الله سبحانه وتعالى:
(لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ )
[سورة اﻷحزاب 21]
والخلق الحسن هو الموافق للقرآن والسنة 
قالت عائشة رضي الله عنها: كان خلق رسول الله صلى الله عليه وسلم القرآن 
قال ابن عمرو رضي الله عنه :كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أحسن الناس خلقا

نسأل الله عز وجل لنا ولكم التوفيق والسداد والعون والرشاد ونسأله ان يعز الاسلام وأهل والاسلام
والحمد لله رب العالمين

وكانت تسجيل هذه المادة في ليلة الأحد الثالث والعشرين من ذي الحجة لعام الف واربعمائة وسبعة وثلاثين في منزل بمكة -حرسها الله- لاخواننا من بلاد غامبيا 
والمتصل هو اخونا ابو فجر الصومالي حفظه الله وحفظ السامعين ومن يبلغه هذا الكلام والحمد لله رب العالمين.

الحمد لله تم تفريغ النصيحة في ليلة يوم الاثنين الرابع والعشرين من ذي الحجة لعام ألف واربعمائة سبعة وثلاثين.

فرغه:

🔄ساجد بن نصر الدين السريلانكي
اصلح الله سريرته.

 

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: