“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

makkah-dan-kemuliaan

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أمابعد

فإن الله شرف مكة وأقسم بها في كتابه فقال تعالى: وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِين

Sungguh Allah telah memuliakan Makkah dan bersumpah dengan-nya dalam kitab-nya, Allah berfirman :   “Dan demi negeri yang aman ini”

Sungguh Allah telah menyebutkan dalam kitabnya dengan dua nama : Makkah dan Bakkah, Allah berfirman dalam surat Ali Imran, yang artinya :

إن أول بيت وضع للناس للذي ببكة مباركا    آل عمران : 96

“Sesungguhnya rumah yang pertama kali di letakkan untuk (ibadah) manusia adalah yang berada di Bakkah, yang selalu diberkahi. “ QS : Ali Imron 96

Dan Allah ta’ala berfirman dalam surat Al Fath, yang artinya :

 وهو الذي كف أيديهم عنكم وأيديكم عنهم ببطن مكة من بعد أن أظفركم عليهم  الفتح : 24 

“Dan Dialah yang menahan serangan kalian kepada mereka, dan menahan serangan kalian terhadap mereka, di tengah kota Makkah, setelah Allah memberikan kalian kemenangan atas mereka. “    QS : Al-Fath  24

فاختلف الناس في ذلك فقال قوم : هما لغتان ، والمسمى واحد : لأن العرب تبدل الميم بالباء ، فيقولون : ضرب لازب ولازم ، لقرب المخرجين .

Dan para ulama berselisih dalam hal tersebut, ada kaum yang berpendapat : itu adalah dua bahasa, dan yang diberi nama satu : dikarenakan bangsa Arab mengganti huruf mim dengan huruf baa‘, sehingga mereka mengucapkan : “Dharaba Laazibun wa Laazimun” karena dekat nya Makhraj kedua huruf tersebut.

وقال آخرون بل هما اسمان ، والمسمى بهما شيئان ، ومن قال بهذا اختلفوا ، في المسمى بهما على قولين :

Dan yang lainnya berpendapat : bahkan keduanya adalah dua nama, dan yang diberi nama juga dua hal.

Dan yang mereka yang berpendapat seperti ini berselisih, tentang yang di namai dengan kedua nama tersebut, dan terbagi dua pendapat :

Pendapat yang Pertama : bahwa Makkah adalah nama kota, dan Bakkah adalah nama rumah, dan ini pendapat Ibrahim dan Yahya.

والثاني : أن مكة الحرم كله ، وبكة المسجد كله وهذا قولزيد بن أسلم ، فأما مكة مأخوذة من قولهم تمككت المخ تمككا إذا استخرجته ، وأنشد بعض الرجاز في تلبيته :

Pendapat yang Kedua : bahwasanya Makkah adalah tanah haram semuanya. Dan Bakkah adalah masjid keseluruhannya. Ini adalah pendapat Zaid bin Aslam.

Adapun Makkah maka diambil dari ucapan mereka : “tamakkaktul mukhkha tamakkukan” apabila aku mengeluarkannya, dan sebagian mereka melantunkan :

يا مكة الفاجر مكي مكا ولا تمكي مذحجا وعكا

“Wahai Makkah binasakan dan binasakanlah orang fajir itu (yang melakukan kezhaliman dan pelanggaran) dan janganlah kau membinasakan Mudzhij dan ‘Akk”.

Makkah Al Fajir, yang dimaksudkan dengan Makkah adalah : yang lemah terhadap Makkah, agar mengeluarkan yang lemah tersebut dari Makkah.

Adapun Bakkah, maka Al Ashma’i berkata : dan dinamai dengan nama tersebut, dikarenakan manusia saling berdesakkan (ketika thawaf) yaitu : saling mendorong, lalu ia melantunkan :

إذا الشريب أخذته أكه     فحله حتى يبك بكه.

انتهى من كتاب الحاوي الكبير.

Selesai dari Kitab Al Hawi Al Kabir.

Dan Allah mengancam orang yang melakukan kerusakan di dalamnya, lalu Allah berfirman :

(إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ * وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ     سورة الحج 25 – 26

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan dengan zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih. Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.”  QS :  Al-Hajj 25-26

Dan dalam Shahih Bukhari :

6488 حدثنا أبو اليمان أخبرنا شعيب عن عبد الله بن أبي حسين حدثنا نافع بن جبير عن ابن عباس أن النبي صلى الله عليه وسلم قال أبغض الناس إلى الله ثلاثة ملحد فيالحرم ومبتغ في الإسلام سنة الجاهلية ومطلب دم امرئ بغير حق ليهريق دمه.

Haddatsana Abul Yaman, Akhbarana Syu’aib, dari Abdullah bin Abu Husain, Haddatsana Nafi’ bin Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda : manusia yang paling Allah murkai adalah tiga :

  1. Orang yang berbuat ke zhaliman di tanah haram,
  2. Orang yang mengikuti sunnah jahiliyyah dalam islam,
  3. Orang yang selalu menuntut darah orang lain, dengan ke zhaliman, agar bisa menumpahkan darahnya/membunuhnya.

Perkataannya : (mulhidun fil haram) asal kata “mulhid” adalah : yang berpaling dari kebenaran. Dan “ilhad” adalah : berpaling dari tujuan. Dan ada isykal, bagaimana bisa pelaku dosa kecil disebut : berpaling dari kebenaran.

Maka jawabannya : bahwa konteks ini dalam ‘Urf (kebiasaan) digunakan untuk seorang yang telah keluar dari agama. Maka apabila seorang yang melakukan sebuah maksiat disifati dengannya maka itu menunjukkan akan betapa bahayanya maksiat tersebut.

Dan dikatakan : bahwa datangnya (sya’ir) dalam bentuk jumlah ismiyah memberikan kesan dengan ketetapan sifat tersebut.

Kemudian disebutkan dalam bentuk nakirah untuk memperingatkan akan bahayanya, maka ini sebagai isyarat akan besarnya dosa tersebut, dan telah baru saja disebutkan, bahwa diantara dosa besar adalah yang menghalalkan Baitul Haram.

Dan Ats Tsauri menyebutkan dalam tafsir nya dari As Sudiy, dari Murrah, dari Ibnu Mas’ud mengatakan : tidaklah seorang ingin berbuat keburukan lalu ditulis, kecuali seseorang yang berada di ‘Adn Abyan ingin membunuh seseorang yang berada di Baitul Haram, niscaya allah akan menyiksa nya dengan adzab yang pedih. Dan sanadnya shahih.

Dan Syu’bah menyebutkan : bahwa As Sudiy merafa’kanya untuk mereka (para rowinya). Dan Syu’bah meriwayatkan nya dari beliau dengan mauquf. Dan diriwayatkan oleh ahmad dari yazid bin harun dari Syu’bah. Dan dari jalur Asbaath bin Nashr dari As Sudiy mauquf.

Dan zhahir konteks hadits : bahwa melakukan dosa kecil di tanah haram, lebih dahsyat dari pada melakukan dosa besar di luar nya. Dan ini adalah perkara yang dipermasalahkan, oleh karena itu, maka dipastikan bahwa yang diinginkan dalam ayat adalah : melakukan dosa besar.

Dan hal tersebut bisa diambil dari zhahir ayat, karena penyebutan jumlah ismiyah (pada firman-Nya : “Dan barangsiapa yang yang menginginkan di dalamnya  untuk berbuat kejahatan dengan dzalim”. Ayat)

Ini menunjukkan adanya kejahatan dan ke berlangsungannya.

Dan harakat tanwin pada lafazh tersebut adalah bermakna : menjelaskan tentang bahayanya. Yaitu : orang yang kejahatannya amatlah berbahaya. Wallahu a’lam.

Dan dari sini diketahui betapa bahayanya berbuat kejahatan di tanah haram nya Allah, apakah itu dalam bentuk :

  1. Mengganggu Ketentraman orang-orang.
  2. Melakukan kemaksiatan, terlebih : dosa besar atau melakukan pembunuhan di dalamnya.
  3. Bahkan membawa senjata tanpa ada kebutuhan untuk syar’i.

Belum lagi dengan menginginkan kejelekan terhadap warganya

Dan Abrahah telah menghalalkan kesucian Baitul Haram, dan sebagaimana yang Allah kisah kan dalam kitabnya :

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ * أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ * وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ * تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ * فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ  سورة الفيل 1 – 5

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” QS  : Al-Fiil  1-5

Dan juga Al Qaramithah menghalalkan kesuciannya. Dan fitnah Qaramithah adalah kejahatan yang amat mengerikan, yang dilakukan oleh mereka pada tahun 317-908 M.

Tatkala mereka menyerang Masjidil Haram, membantai dan mencuri hajar aswad dan menyembunyikannya selama dua puluh dua tahun, lalu dikembalikan pada tempatnya pada tahun 339 Hijriyyah.

Maka pada tahun tersebut, dan terkhusus pada hari tarwiyah, abu thahir Al Qirmithi raja Bahrain dan pemimpin qaramithah, melakukan penyerangan kepada Makkah dan orang-orang yang berihram, dan mencabut hajar aswad dan dikirim ke Hajar, dan ia banyak membunuh jama’ah haji, dan mereka juga berusaha untuk mencuri Maqam Ibrahim, akan tetapi orang-orang menyembunyikan nya dari mereka para qaramithah.

Dan sekitar tahun 318 Hijriyyah telah ditentukan haji di Jisy, di Daerah Ahsa’, setelah hajar aswad diletakkan di sebuah rumah yang besar, dan orang qaramithah memerintahkan para penduduk daerah Qathif untuk melakukan haji di tempat tersebut, akan akan tetapi penduduk setempat menolak perintah tersebut, sehingga qaramithah membunuh banyak dari penduduk qathif, dan dikatakan : jumlah yang terbunuh di Makkah mencapai tiga puluh ribu. Dan juga Al Khomeini dan komplotannya juga menghalalkan kesucian tanah haram pada beberapa tahun yang lalu, dan mereka masih saja seperti itu, semoga Allah menghancurkan mereka, sejak tahun 1400 dan setelahnya, dan pada setiap tahun tidak pernah mereka tidak melakukan kejahatan pada hari hari haji.

Kemudian para hutsiyun yang mana mereka termasuk orang-orang berbuat kejahatan di tanah harom, sementara ia didalam rumahnya, terlebih lagi ia menambah hal itu dengan apa yg mereka perbuat dari perbuatan kekufuran.

Ditulis oleh : Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid bin Yahya Al-Hajuriy Hafidzahullah

1 Shofar 1438 di Makah (Semoga Allah menjaganya)

Alih bahasa : Abu Adam Abdan Syakur Al-Baliy  hafidzahullah

makkah-dan-kemuliaan

NASKAH ASLI

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أمابعد:

فإن الله شرف مكة وأقسم بها في كتابه فقال تعالى

(وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ)

((وقد ذكرها الله تعالى في كتابه باسمين: مكة وبكة فقال في سورة آل عمران : إن أول بيت وضع للناس للذي ببكة مباركا [ آل عمران : 96 ] ، وقال تعالى في سورة الفتح : وهو الذي كف أيديهم عنكم وأيديكم عنهم ببطن مكة من بعد أن أظفركم عليهم [ الفتح : 24 ] ، فاختلف الناس في ذلك فقال قوم : هما لغتان ، والمسمى واحد : لأن العرب تبدل الميم بالباء ، فيقولون : ضرب لازب ولازم ، لقرب المخرجين . وقال آخرون بل هما اسمان ، والمسمى بهما شيئان ، ومن قال بهذا اختلفوا ، في المسمى بهما على قولين :

أحدهما : أن مكة اسم البلد ، وبكة اسم البيت وهذا قولإبراهيم ويحيى .

والثاني : أن مكة الحرم كله ، وبكة المسجد كله وهذا قولزيد بن أسلم ، فأما مكة مأخوذة من قولهم تمككت المخ تمككا إذا استخرجته ، وأنشد بعض الرجاز في تلبيته :

يا مكة الفاجر مكي مكا ولا تمكي مذحجا وعكا

مكة الفاجر يعني بمكة العاجز عنها ، ويخرجه منها ، وأمابكة فقد قال الأصمعي : سميت بذلك : لأن الناس يبك بعضهم بعضا ، أي يدفع ، وأنشد :

إذا الشريب أخذته أكه     فحله حتى يبك بكه.

انتهى من كتاب الحاوي الكبير.

وتوعد الله من أراد الإلحاد فيها فقال تعالى:

(إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ ۚ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ * وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ)

[سورة الحج 25 – 26]

 وفي صحيح البخاري

6488 حدثنا أبو اليمان أخبرنا شعيب عن عبد الله بن أبي حسين حدثنا نافع بن جبير عن ابن عباس أن النبي صلى الله عليه وسلم قال أبغض الناس إلى الله ثلاثة ملحد فيالحرم ومبتغ في الإسلام سنة الجاهلية ومطلب دم امرئ بغير حق ليهريق دمه.

قوله : ( ملحد في الحرم ) أصل الملحد هو المائل عن الحق ، والإلحاد العدول عن القصد ، واستشكل بأن مرتكب الصغيرة مائل عن الحق ، والجواب أن هذه الصيغة في العرف مستعملة للخارج عن الدين فإذا وصف به من ارتكب معصية كان في ذلك إشارة إلى عظمها ، وقيل إيراده بالجملة الاسمية مشعر بثبوت الصفة ، ثم التنكير للتعظيم فيكون ذلك إشارة إلى عظم الذنب ، وقد تقدم قريبا في عد الكبائر مستحل البيت الحرام .

وأخرج الثوري في تفسيره عن السدي عن مرة عن ابن مسعود قال : ” ما من رجل يهم بسيئة فتكتب عليه ، إلا أن رجلا لو هم بعدن أبين أن يقتل رجلا بالبيت الحرام إلا أذاقه الله من عذاب أليم ” وهذا سند صحيح ، وقد ذكرشعبة أن السدي رفعه لهم ، وكان شعبة يرويه عنه موقوفا أخرجه أحمد عن يزيد بن هارون عن شعبة ، وأخرجهالطبري من طريق أسباط بن نصر عن السدي موقوفا ، وظاهر سياق الحديث أن فعل الصغيرة في الحرم أشد من فعل الكبيرة في غيره ، وهو مشكل فيتعين أن المراد بالإلحاد فعل الكبيرة ، وقد يؤخذ ذلك من سياق الآية ؛ فإن الإتيان بالجملة الاسمية في قوله : ومن يرد فيه بإلحاد بظلم الآية يفيد ثبوت الإلحاد ودوامه ، والتنوين للتعظيم أي من يكون إلحاده عظيما ، والله أعلم .

من هنا يعلم خطر الإلحاد في حرم الله سواء كان ذلك.

بترويع الامنين.

أو ارتكاب المعاصي لا سيما الكبائر فيه

او بالقتال فيه.

بل وحتى حمل السلاح لغير حاجة شرعية.

ناهيك عن إرادة أهله بسوء.

⬇️ وقد اراد استحلال البيت الحرام أبرهة الحبشي فكان ما قص الله تعالى في كتابه (أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ * أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ * وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ * تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ * فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ)[سورة الفيل 1 – 5]

⬇️ واستحله القرامطةوفتنة القرامطة هي تلك الجرائم البشعة التي أرتكبهاالقرامطة عام (317هـ – 908م) حينما أغاروا علي المسجد الحرام وقتلوا ما فيه وسرقوا الحجر الأسود وغيبوه 22 سنة، ورُدّ إلى موضعه سنة 339هـ. ففي تلك العام وتحديدا يوم التروية، قام أبو طاهر القرمطي، ملك البحرين وزعيم القرامطة، بغارة على مكة والناس محرمون، واقتلع الحجر الأسود، وأرسله إلى هَجَر وقتل عدد كبير من الحجاج، وحاولوا أيضا سرقة مقام إبراهيم ولكن اخفوه منهم وفي 318 هـ تقريبا سنّ الحج إلى الجش بالأحساء بعدما وضع الحجر الأسود في بيت كبير، وأمر القرامطةسكان منطقة القطيف بالحج إلى ذلك المكان، ولكن الأهالي رفضوا تلك الأوامر، فقتل القرامطة أناساً كثيرين من أهل القطيف، قيل: بلغ قتلاه في مكة ثلاثين ألفاً.

⬇️ واستحله الخميني وزمرته في اعوام ماضية ومازالوا دمر الله عليهم  فمن عام 1400 وما بعدها لا يكاد يخلو عام من إ

لحادهم في أيام الحج

ثم إن الحوثيين ممن هو ملحد في الحرم وهو في بيته فضلا أن يزيد ذلك بما يفعله من أعمال إلحادية وبالله التوفيق.

أبو محمد الحجوري 1 صفر1438

مكة حرسها الله

.

Comments on: "Makkah dan Kemuliannya…" (1)

  1. ((بيان وتراجع عن قول يا بكة الفاجر بكي بكا ))
    PENJELASAN DAN RUJUK DARI PERNYATAAN WAHAI MAKKAH HANCUR KAN LAH ORANG YANG JAHAT SEHANCUR HANCUR NYA

    Abu Fairuz Abdurrahman :
    Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
    Hayyakumullah Yaa Syaikh yang Mulia.
    Bagaimana keadaan anda? Ada pertanyaan : apakah ucapan seseorang : (Wahai Makkah hancurkan semua orang yang ingin melakukan ilhad padamu) termasuk syirik?

    Abdul Hamid Yahya Az Za’kariy :
    Waalaikumussalam wa wa rahmatullahi wa barakatuh.
    Makkah adalah salah satu ciptaan dan tidak mempunyai kekuatan maupun daya.
    Dan berdoa kepada makhluk dalam perkara yang tidak ada yang mampu kecuali Allah azza wa jalla merupakan syirik besar, mengeluarkan dari agama islam, dan sangat jelas bahaya berbuat syirik kepada Allah azza wa jalla.

    Dan Allah Ta’ala telah memberikan kemudahan untuk menjelaskan kedudukan tauhid dan bahaya syirik dalam kitab ku Fathul Majid bi bayaani Hidaayatil Qur’an ilat tauhiidi wat Tahdziiri minasy syirki wat tandiidi.

    Dan sehubungan apa yang terdapat pada artikel ku yang berjudulkan dengan sebuah bait sya’ir (( Wahai Makkah hancurkan lah orang yang jahat dan jangan kau hancurkan Mudzhij dan ‘Akk)) maka ini merupakan nukilan dari apa yang dinukil kan oleh para ulama dalam karangan² mereka tentang berita akan makna Makkah atau Bakkah adanya perselisihan diantara ulama, bahwasanya artinya adalah menghancurkan, maka mereka mengatakan : Bakkah, Makkah, dinamai dengan hal itu dikarenakan ia menghancurkan para dedengkot orang-orang jahat tatkala mereka berbuat kezhaliman didalam nya.

    Dan mereka mengambil pendalilan dengan ucapan sang penyair :
    Wahai Makkah hancurkan lah orang yang jahat dengan sehancur hancur nya dan jangan lah engkau hancurkan si Mudzhij dan ‘Akk
    Sehingga kami pun meninggalkan Baitul Haram dalam keadaan dia telah rata
    Dan kami datang kepada Rabb mu tanpa keraguan.

    Dan dari sisi lain, yaitu berita tentang Makkah, bahwa ia merupakan sebab akan hal tersebut, sebagaimana perkataan mereka fulan telah menghancurkan ini, dan yang diinginkan adalah berita tentang sebab nya, dan jika yang diinginkan adalah apa yang terjadi pada orang jahat di dalam Makkah, maka bukan termasuk doa, dan ini lah yang tampak dari perbuatan ulama dan pendalilan mereka dengan bait syair tersebut, karena aku tidak pernah melihat seorang pun yang membawa nya berpendapat bahwa itu adalah syirik.
    Wallahu a’lam.

    Dan sempat terpikir oleh ku beberapa hari sebelumnya, tentang perkara yang engkau tanyakan ini, dan aku ingin menjelaskan hal tersebut dan aku pun lupa, dan bersamaan dengan itu, maka judul ini dihapus dan ditinggalkan, dikarenakan terdapat di dalamnya beberapa masalah dan kerancuan, WALAUPUN MAKSUDNYA HANYALAH SEKEDAR LAFADZ Saja.

    Dan aku bertaubat kepada Allah azza wa jalla dari perkara yang menyelisihi agama dan syariat nya, baik yang ku ketahui dan yang tidak ku ketahui.
    Dan Taufiq hanyalah milik allah.

    24 Shafar 1438 Maakah Harasahullah bit tauhid

    Ditulis dan dikirimkan kepada kami oleh :
    Syaikh Abu Muhammad Abdul hamid Al-Hajuriy Az-Za’kariy Hafidzahullah.

    Alih bahasa : Abu Adam Abdan Syakur Al-Baliy Hafidzahullah

    NASKAH ASLI :

    بيان وتراجع عن قول يا بكة الفاجر بكي بكا
    أبو فيروز عبد الرحمن:
    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته. حياكم الله يا شيخي الكريم. كيف حالكم؟ جاء سؤال: هل قول قائل: (يا مكة، أهلكي من أراد إلحادا فيك) يعتبر شركا؟

    عبدالحميد يحي الزعكري:
    وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
    مكة مخلوقة من المخلوقين وليس لها حول ولا قوة ودعاء المخلوق فيما لا يقدر عليه الا الله عزوجل يعتبر من الشرك الاكبر المخرج من الملة ومعلوم خطر الشرك بالله عزوجل وقد يسر الله تعالى ببيان منزلة التوحيد وخطر الشرك في كتابي فتح المجيد ببيان هداية القرآن إلى التوحيد والتحذير من الشرك والتنديد.

    وبالنسبة لما جاء في مقالي المعنون بالبيت الشعري (( يا بكة الفاجر بكي بكا ولا تبكي مذحجا وعكا )) فكان نقلا لما تناقله العلماء في مصنفاتهم من الأخبار أن معنى مكة او بكة على اختلاف بين العلماء أنه بمعنى الاهلاك. فقالوا:
    بَكَّةُ مَكَّةُ، سميت ذلك لأنها كانت تَبُكّ أعناق الجبابرة إذا ألحدوا فيها بظلم.
    ويستشهدون بقول الشاعر:

    يا مَكَّةُ الفاجِرَ مُكِّي مَكَّا. ” ولا تَمُكِّي مَذْحِجًا وعَكَّا. ” فنَتْرُكَ البَيتَ الحَرامَ دَكَّا. ” جِئْنَا إِلى رَبِّكِ لا نَشكَّا .
    ويحتمل هنا تقدير على القول بالدعاء فيكون يارب مكة أهلك الفاجر.
    ووجه آخر وهو الأخبار على أنها سبب لذلك كقولهم أهلك فلان كذا ويريد الأخبار عن السبب فإن أراد به الأخبار عما يقع للفجار فيها فلادعاء وهذا الذي يظهر من صنيع العلماء واستشهادهم بالبيت الشعري لأني لم أر من ساقه على أنه من الشرك والله أعلم .

    وقد تبادر إلى ذهني قبل أيام هذا الظن الذي سألت عنه وأردت أن أبين في ذلك وتغافلت ومع ذلك فهذا العنوان يحذف ويترك لما فيه من الأشكال والالتباس ولولم يكن الا ظاهر اللفظ.
    وانا تائب إلى الله عزوجل مما يخالف دينه وشرعه علمته او جهلته وبالله التوفيق
    24 صفر 1438 مكة حرسها الله بالتوحيد.

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: