“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

visit-sheikh-yahya

بسم الله الرحمن الرحيم

Disini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya ketika hendak mengunjungi Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri حفظه الله  di kediaman beliau di “Bath’ha Quraisy” (بطحاء قريش) yang berjarak kurang lebih 5-7 km dari Masjid Al-Haram-Makkah Al-Mukarramah.

Saya yang saat itu telah duduk 13 hari[1] di kota Jeddah[2], diberi kesempatan lagi ke kota Makkah, untuk melaksanakan ibadah ‘Umroh, sekaligus berkunjung ke kediaman Asy-Syaikh Yahya Al-Hajuri.

Maka setelah Sholat Dzuhur, kamipun segera mandi dan memakai pakaian Ihram[3], setelah bersiap maka kami keluar dari rumah sekitar pukul 02.00 siang, dan menaiki taxi dari depan rumah untuk menuju “Kilo Ashroh” yaitu tempat yang dijadikkan pangkalan bagi mobil/angkutan yang membawa para Mu’tamirin ke Makkah, biaya normal rata-ratanya adalah 15 riyal.

Setelah sesampainya di “Kilo Ashroh” langsung para sopir angkutan/mobil mereka segera menghampiri kami dan mengatakkan, يالله اركب   يالله يامكة, خمسة عشر  yakni “ayo yang ke Makkah, 15 riyal, ayo naik” maka kamipun langsung menaiki salah satu angkutan tersebut, setelah menunggu penumpang penuh tak lama kemudian mobilpun berangkat.

Dan diperjalanan menuju Makkah, kami disuguhkan dengan pemandangan “Gunung Batu” di sekeliling kanan dan kiri kami.

Dan perjalananpun terasa nyaman & cepat, dikarenakan jalanannya sangat besar dan beraspal mulus ditambah lagi tidak ada macet.

Tidak terasa setelah kurang lebih 40 menit diatas angkutan, kami melewati Gapura Al-Qur’an, yang menandakkan sudah memasuki kawasan Makkah.

 Dan tak lama kemudian, kamipun memasuki perkotaan Makkah, yang lalu sampailah kami diterowongan bawah dimana kami diberhentikkan disitu, dan kami pun menaiki escalator yang berada didekat situ,dan sampailah di “Masjid Al-Haram”.

Maka saya memulai melaksanakkan ‘Umroh sebelum Shalat Ashar, dan Thowwaf-pun dan Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan thawaf tepat diwaktu adzan ashar.

Dan setelah selesai melaksanakan sholat ashar kami lanjutkan untuk “Sa’i”, dan ini yang paling membutuhkan waktu untuk melaksanakannya, kami pun khawatir tidak bisa menyelesaikannya sebelum waktu maghrib tiba, karena Dars Syaikh Yahya akan dimulai ba’da maghrib (dikediaman beliau) dan sebelum itu saya harus sudah berada disana.

Maka kami bersegera melaksanakan sa’i dan Alhamdulillab kami menyelesaikannya pada pukul 05.00 sore, setelah itu kami bersegera bertahalul kemudian kami segera keluar dari Masjid Al-Harom menuju belakang hotel “Daar Al-Tawheed” yang merupakkan tempat berkumpulnya angkutan dan taxi, segera kami bertanya kepada sopir taxi berapa tarif menuju Bath’ha Quraisyh kemudian kami sedikit menawarnya dan harga putus di “20 Riyal”, lalu jalanlah kami..

Setelah kami sampai dikawasan Bath’ha Quraisyh maka kamipun mencari lokasi “Masjid At-Taqwa” yang masjid tersebut merupakan masjid yang berdekatan dengan kediaman Syaikh Yahya.

Karena terlalu banyaknya masjid kami menjadi bingung mencarinya, kemudian kami bertanya kepada seorang pejalan kaki dan dia menunjukkan tempatnya.

AlhamduLILLAH sayapun sampai di Masjid At-Taqwa sebelum waktu maghrib, dan tak lama kemudian adzan maghrib berkumandang, dan setelah sholat maghrib selesai, kami melihat wajah-wajah para “Tholabatil ‘Ilm” dan kami segera bertanya “lokasi kediaman Syaikh Yahya dan apakah ada Dars pada hari ini” maka salah satu dari mereka menjawab “Amsyi Ma’a Sy-Syabaab” yaitu menyuruh saya untuk mengikuti beberapa orang yang berjalan didepan saya, maka saya segera menghampirinya dan ikut berjalan bersama orang-orang tadi.

Lalu setelah berjalan beberapa langkah dan berhenti didepan sebuah rumah, mereka berdiskusi sedikit, mereka mengatakan bahwa Syaikh Yahya tadi tidak terlihat saat sholat maghrib, maka salah seorang dari mereka menelepon seseorang dan setelah menutup teleponnya dia mengatakan bahwa Asy-Syaikh Yahya sedang berada di “Harom (Masjidil Haram)”, saya mengatakan dengan perasaan sedikit kecewa :

“Saya datang dari Indonesia dengan tujuan untuk mengunjungi 2 Masjid Suci, melaksanakan ‘Umroh, dan kemudian ingin berjumpa dengan Syaikh Yahya Al-Hajuri…..”

Para penuntut ilmu tersebut terlihat kaget dengan perkataan saya tadi dan memandang ke arah saya salah satu dari mereka mengatakan kepada saya : “Syaikh Yahya sedang berada di Haram, dan kalau seandainya besok adalah 1 Ramadhan maka datanglah dan Sholat Dzuhur-lah disini, karena di bulan Romadhon waktu dars dirubah menjadi ba’da dzuhur.”

Maka saya mengatakan : “InsyAllah Biidznillah saya akan usahakan datang kesini lagi sebelum dzuhur”, setelah itu saya berpamitan dengan mereka semua, dan kemudian mencari taxi untuk kembali ke Masjid Al-Haram.

Dan setelah sesampainya di Haram kami menunaikkan sholat ‘isya kemudian diumumkan bahwa sholat tarawih akan dilaksanakan[4].

Setelah selesai sholat tarawih sayapun duduk sebentar, memikirkan kejadian tadi dan teringat bahwasannya apa yang telah ALLAH taqdirkan maka itulah yang terbaik, Janganlah merasa kesal dan juga menyesal, karena itu semua datangnya dari setan. Dan saya sangat terkesan  dengan akhlaq baik murid-murid Syaikh Yahya Al-Hajuri kepada kami serta tutur kata mereka yang lembut saat berbicara kepada kami, berbeda jauh dengan apa yang telah saya dengar di Indonesia, mereka dikatakan bahwa murid-murid Syaikh Yahya hanya berbicara tahdzhir dan tidak ber-Akhlaq.

Setelah itu saya segera bergegas pulang ke Jeddah.

Dan setelah kepulangan saya tersebut, saya masih berniat mengunjungi beliau lagi untuk bisa menggali Fawaaid ‘Ilmu dari beliau, tetapi sampai saya telah kembali pulang ke Indonesia yaitu pada 10 Ramadhan, saya belum diberi taufiq dan kesempatan untuk mengunjungi bisa mengunjungi beliau lagi, padahal setelah kejadian tersebut saya sudah 3x pergi ke Makkah, tetapi karena situasi, kondisi, dan waktu serta suasana yang tidak memungkinkan bagi saya untuk kesana lagi, maka saya tidak dapat pergi kesana… Padahal sudah saya sudah menancapkan niat yang sangat kuat untuk mengunjungi beliau lagi karena setelah kejadian pertama saya telah gagal untuk bertemu dengan beliau.

Tetapi Allah telah menetapkan itu kepada saya, yaitu saya belum ditakdirkan untuk bisa bertemu dan belajar secara langsung kepada beliau. Maka ketauhilah sungguh jika Allah belum menakdirkan sesuatu itu kepaa kita, sekuat apapun usaha yang telah kita lakukkan tidak akan kita dapatkan.

Sungguh hanya kepada Allah sajalah seorang mukmin bertawakkal dan meminta pertolongan.

Mudah-mudahan dapat diambil pelajaran dari kisah kami diatas, Jika ada kebenaran didalamnya maka itu datangnya dari Allah, dan jika ada kesalahan maka datangnya dari setan. Wabillahittaufiiq.

Akhukumfillah….

Arfan bin Yuslam Sungkar

Solo, 10 Dzulhijjah 1437/12 September 2016 (waktu sore)

divider22

*FOOTNOTE :

[1] Dihari tersebut merupakan hari dimana pemerintah Saudi akan mengumumkan pengumuman 1 Ramadan, jikalau malam ini hilal sudah terlihat maka malam ini akan dilaksanakkan Sholat Tarowih.

[2] Kota “Jeddah” merupakkan kota yang terdekat dengan “Makkah” yang berjarak 75km, dan dapat ditempuh dengan jalur darat kurang lebih 45 menit (kecepatan normal).

[3] Jeddah merupakan miqat bagi penduduk Jeddah dan orang yang tinggal di sana apabila ingin haji atau umrah.

Sebagaimana yang difatwakkan oleh :

Al-Lajnah Ad-Da‘imah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta‘ (Panitia Tetap untuk Pembahasan Ilmiah dan Fatwa (Saudi Arabia))yang diKetua-I oleh: Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz. Dinukil dari Fatawa Al-Lajnah Ad-Da‘imah (11/125-127, no. 2279). Lihat pula pembahasan yang semakna dalam Taisirul ‘Allam (2/13-14) dan Fatawa Arkanul Islam karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin (hal. 512 dan 518)

[4] Telah diumumkan oleh pemerintah Saudi bahwa Hilal telah nampak,maka diputuskan besok merupakkan 1 Ramadan,dan mala mini malam Tarowih pertama

Comments on: "Catatan Rihlah Seorang Penuntut Ilmu Yang Akan Mengunjungi Syaikh Yahya Al-Hajuri" (1)

  1. Muhammad Luthfi Tegal said:

    semoga Allah memudahkan ana untuk menuntut ilmu kepada Syaikh Yahya bIN Ali Alhajury

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: