“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Tanya jawab 16 Syaikh Muh.bin Hizam

Tanya : Apakah ada shalat yang disebut dengan shalat tasbih, bertasbih lima belas kali dalam ruku’ dan sujud hingga akhir? 

Jawab : Benar, telah datang haditsnya, akan tetapi itu hadits yang munkar dan para ulama mengingkarinya.

Yaitu hadits Abdullah bin Abbas dalam sunan Abu Daud.  Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan kepada Al Abbas bin Abdil Muthalib : “Wahai Abbas, wahai paman, maukah engkau aku beri? Maukah engkau aku kasih? Maukah engkau aku beri hadiah? Maukah engkau aku ajari sepuluh sifat ? Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu yang awal dan yang akhir, yang lama dan yang baru, yang tidak disengaja dan yang disengaja, yang kecil dan yang besar, yang tersembunyi dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa).

Engkau shalat empat rakaat, dan engkau membaca al-Fatihah dan satu surat pada setiap rakaat, dan Jika engkau selesai membaca pada rakaat pertama, dan engkau masih berdiri, maka ucapkan : “Subhanallah, wal hamdulillah, wa laa ilaaha illa Allah, wa allahu akbar” sebanyak lima belas kali. Kemudian engkau ruku’, sambil mengucapkannya sepuluh kali.  Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku, seraya mengucapkannya sepuluh  kali. Kemudian engkau turun sujud, dan ketika sujud engkau mengucapkannya sepuluh kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud, lalu mengucapkannya sepuluh kali.
Kemudian engkau sujud, lalu mengucapkan nya sepuluh kali.
Lalu engkau mengangkat kepalamu, mengucapkannya sepuluh kali.
Maka itulah tujuh puluh lima, pada setiap satu rakaatnya.
Engkau melakukannya dalam empat rakaat. Jika engkau mampu melaksanakannya setiap hari sekali, maka lakukanlah.  Jika engkau tidak melakukannya, maka setiap bulan sekali.  Jika tidak, maka setiap tahun sekali.  Jika engkau tidak melakukannya, maka sekali dalam umurmu.”


Hadits ini MUNKAR
, dan guru kami Muqbil rahimahullah ta’ala telah menyebutkan dalam kitabnya Ash Shahihul Musnad, dan pernah ketika ketika beliau mengajar, ada selembar kertas yang di sodorkan kepada beliau, aku mendengarnya dan beliau menyetujuinya, dan di dalamnya :  Bahwasanya Adz-Dzahabi mengingkarinya dalam kitab Al Mizan. Dan juga Ali bin Al Madini sebagaimana dalam Ithaaful Mahrah, dan Syaikh rujuk darinya, dan mungkin saja Syaikh lupa untuk memperingatkan dalam kitabnya, sehingga masih saja ada di dalamnya, jika tidak maka aku telah mendengarnya sendiri, bahwa beliau menganggap dha’if nya hadits tersebut, ketika dibacakan kepadanya pembahasannya. 

بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم

الســـــــــؤال :-  ل السائل: هل هناك صلاة اسمها صلاة التسبيح، وفيها أن يسبح خمس عشرة في الركوع، وخمس عشرة في السجود إلى آخره ؟

الإجــــــــــــــــابة :- نعم، جاء فيها حديث ولكن الحديث منكر، استنكره أهل العلم، وضعفوه، وهو حديث عبد الله بن عباس في سنن أبي داود، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ:

” يَا عَبَّاسُ، يَا عَمَّاهُ، أَلَا أُعْطِيكَ، أَلَا أَمْنَحُكَ، أَلَا أَحْبُوكَ، أَلَا أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ، إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ، خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ، صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ، سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ،  عَشْرَ خِصَالٍ: َنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً، فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ، قُلْتَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً، ثُمَّ تَرْكَعُ، فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ، فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا، فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَسْجُدُ، فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ، فَتَقُولُهَا عَشْرًا، فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ، فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ ، إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ، فَفِي عُمُرِكَ مَرَّةً “، وهذا الحديث منكر، وشيخنا مقبل رحمه الله تعالى كان قد ذكره في كتابه الصحيح المسند، ثم رفعت إليه ورقة في أحد دروسه، أنا سمعته، فأقرها وفيها: أن الذهبي أنكره في الميزان،. وكذلك أنكره علي بن المديني كما في إتحاف المهرة، فا لشيخ تراجع عنه، فلعل الشيخ نسي أن ينبه عليه في كتابه، فاستمر الحديث فيه، وإلا أنا سمعته بنفسي، يرى ضعف الحديث، عندما قرأ عليه البحث .

img_1490552_48579547_64 

Orang yang membaca ayat kursi tidak akan di dekati syaitan hingga pagi

Tanya : Bagaimana mengkompromikan antara sabda nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tentang :“Orang yang membaca ayat kursi tidak akan di dekati syaitan hingga pagi”.

Dan sabda beliau : ”Syaitan akan mengikat tengkuk salah seorang dari kalian apabila ia tidur dengan tiga ikatan”.

Dan Hadits lainnya :  ”Syaitan bermalam dalam rongga hidungnya”

Jawab :  Pengkompromian diantara keduanya adalah bahwasanya syaitan tidak akan menghampirinya dikarenakan bacaan ayat kursi, selain syaitan yang mengikat tengkuknya, atau syaitan yang tidur di rongga hidungnya, maka ayat kursi itu bisa menolak syaitan-syaitan, tapi masih ada qarinnya, adapun qarinnya maka bisa jadi dia yang mengikat tengkuknya dan yang tidur di rongga hidungnya, dan syaitan-syaitan lainnya yang Allah jauhkan mereka dengan ayat ini.

Dan sebagian ulama mengatakan : bisa jadi hadits _Syaitan yang mengikat tengkuknya apabila ia tidur_ dan hadits tidur dalam rongga hidungnya adalah orang yang tidak mengingat Allah.

Akan tetapi tidak ada hadits yang mendukung hal tersebut, karena zhahirnya adalah umum, karena beliau memerintahkan para shahabat seluruhnya : bahwa mereka jika salah satu dari kalian, maka hendaklah istintsar tiga kali.

Beliau tidak mengatakan : Hendaklah ia berdzikir kepada Allah, agar syaitan tidak tidur dalam rongga hidungnya, justru beliau memerintahkan secara umum, yang menunjukkan bahwa perkara ini terjadi bagi setiap orang. Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, maka hendaklah dia  istintsar lewat hidung sebanyak tiga kali, karena sesungguhnya syetan bermalam di rongga hidungnya.

Dan beliau juga mengatakan kepada para Shahabat mengatakan : Syaitan akan mendatangi salah seorang dari kalian, lalu mengikat kepalanya dengan tiga tali, dan beliau tidaklah mengatakan tentang berlindung dari perkara tersebut.

Maka hendaklah kalian berdzikir kepada Allah agar tidak terjatuh dalam dalam perkara ini.

Bahkan beliau mengatakan : ”Maka apabila ia bangun dan berdzikir kepada Allah niscaya akan lepas satu ikatan.”

Dan beliau mengkhabarkan bahwa yang bisa melepaskan tali tersebut adalah dzikir seseorang kepada Allah setelah tidur dan dengan wudhu dan shalat nya.

Dan tidaklah yang di anjurkan oleh beliau shallallahu alaihi wasallam seputar tata cara berlindung dari tali ini, dengan dzikir kita kepada Allah.

Padahal dzikir tersebut telah diperintahkan oleh nabi Shallallahu’alaihi Wasallam terhadap kita, dan juga beliau anjurkan para Shahabat untuk nya, akan tetapi masih saja, maka perkara ini di luar hal tersebut.

Maka yang lebih dekat adalah sebagaimana yang telah disebutkan, bahwa dengan bacaan ayat kursi bisa menolak para syaitan yang lain, dan bahwasanya yang melakukan mengikat dan juga bermalam adalah jin qarinnya, yang Allah jadikan ia sebagai ujian bagi manusia. Tidaklah salah seorang dari kalian melainkan telah di iringi oleh qarinnya.

الســـــــؤال :- ما الجمع بين قوله صلى الله عليه وسلم فيمن قرأ آية الكرسي لايقربه شيطان حتى يُصبح وقوله ” يعقد الشيطان على قافية أحدكم إذا هو نام ثلاث عقد “، والحديث الآخر “يبيت الشيطان على خيشومه “؟

الإجــــــــــــابة :- الجمع بينهما أن الشياطين التي لا تقربه بقراءة آية الكرسي غير الشيطان الذي يعقد على قافيته أو يبيت على خيشومه فهي تدفع عنه شياطين ولا يزال معه القرين – أما قرينه فلعله هو الذي يعقد على قافيته ويبيت على خيشومه، وتدفع عنه شياطين آخرين ممن يدفعهم الله عز وجل بهذه الآية. وقال بعض أهل العلم: لعل حديث يعقد الشيطان على قافية أحدكم إذا هو نام  وحديث يبيت على خيشومه في حق  الذي مايذكر الله. لكن الأحاديث لاتساعد على ذلك لأن ظاهرها العموم ” لأنه أمر الصحابة جميعاً : أنهم إذا قام أحدكم فليستنثر ثلاثاً : ما قال فليذكر الله حتى لايبيت على خيشومه، بل أمر أمراً عاماً دل على أن هذا أمر عام يحصل للجميع ” إذا استيقظ أحدكم من منامه فليستنثر ثلاثاً فإن الشيطان يبيت على خيشومه ” وأيضاً يقول للصحابة ” يأتي الشيطان أحدكم فيعقد على رأسه ثلاث عقد ” وما قال في الوقاية منه فعليكم بذكر الله حتى لايقع في هذا – بل قال فإذا قام فذكر الله انحلت عقدة فأخبر أن الذي يحل العقد هو ذكره لله بعد النوم ووضوؤه وصلاته، ولم يرشدنا صلى الله عليه وسلم في الوقاية من هذه العقد بأننا نذكر الله – مع أن الذكر قد أمرنا به النبي صلى الله عليه وسلم وقد حث الصحابة عليه ولكن ما يزال هذا أمرٌ  زائدٌ على ذلك، فالأقرب هو ما ذكرناه أنه يندفع عنه شياطين آخرون وأن الذي يتولى العُقد وكذلك البيتوتة هو قرينه الذي ابتلى الله به الإنسان ” مامنكم من أحدٍ إلا وقد وكل به قرينه .

img_1490552_48579547_64

Bila masjid dijadikan rumah, bolehkah ?

Tanya : Apabila ada masjid di sebuah desa yang telah lama, lalu mereka membangun masjid yang baru, sehingga mereka tidak butuh dengan masjid yang lama, apakah masjid yang lama tersebut di bolehkan untuk dijadikan sebagai rumah bagi sebagian orang fakir dan miskin?

Jawab : Hukum nya sebagaimana yang telah lalu : kepentingan waqaf yang umum lebih di dahulukan, jika sekiranya bisa di rubah untuk tahfidz Qur’an atau perpustakaan bagi penuntut ilmu atau semisalnya, dari waqaf bagi kepentingan umum, maka lebih diutamakan, dan jika tidak ada yang seperti tadi, maka bisa juga untuk di gunakan sebagai rumah waqaf, yang bermanfaat bagi orang faqir dan miskin, sebuah keluarga tinggal di sana, setelah mereka tidak membutuhkan nya, maka di gunakan oleh keluarga yang lainnya, dari kalangan yang membutuhkan. 
Wallahu a’lam 

الســـــــؤال :- إذا كان هناك مسجد في قريةٍ قديمٍ ثم بنوا مسجداً جديداً واستغنوا عن المسجد القديم، أيجوز أن يُجعل بيتاً لبعض الفقراء والمساكين؟

الإجــــــــــــابة :- الحكم فيه كما تقدم : الأوقاف العامة مقدمة- إذا استُطيع  تحويلة إلى تحفيظ للقرآن أو مكتبة لطلاب العلم أو نحو ذلك من الأوقاف العامة فهو مقدم فإن لم يوجد شيءٌ من ذلك فيمكن أن يُحول إلى بيت وقفٍ يستفيد منه الفقراء والمساكين – يسكن فيه العائلة فإذا استغنت عنه سكنت فيه عائلة أخرى من المحتاجين ، والله المستعان .

img_1490552_48579547_64

Tanya : Ada sebuah tempat yang menjual -Air mineral- , lalu mereka membagi bagikan galon-galon secara kredit atau dengan perjanjian agar hanya membeli air dari mereka,  bagaimana ? 

Jawab : Adapun jika dalam bentuk hutang, maka tidak boleh : karena ia memberi mu pinjaman galon sebagaimana yang engkau katakan tadi, dengan kredit, maka tidak boleh, karena itu merupakan pinjaman yang membawa manfaat, dan pinjaman yang menghasilkan keuntungan maka termasuk riba. Adapun jika ia memberimu perjanjian yang bisa kau ambil manfaat darinya atau ia mensyaratkan agar kau beli darinya, maka  sesuai dengan syarat syarat mereka, dan jika engkau tidak mengharuskan dirimu dan kau tidak mengambil galon dengan syarat ini. 
Dan jika engkau menerima syarat ini maka penuhilah : kaum muslimin sesuai dengan syarat mereka, engkau telah mengambilnya dalam bentuk bantuan dan dia mengatakan kepadamu dengan syarat agar engkau membeli darinya, maka belilah darinya, penuhilah syarat tersebut, jika tidak maka jangan kau ambil galonnya dan jangan engkau ambil hartanya.

الســـــــؤال :- هناك محطات تبيع – الماء المصفى – ثم يوزعون خزانات بتقسيط أو عهدة بشرط أن لا يشتري الماء إلا منهم ؟

الإجــــــــــــابة :- أما إذا كان ديناً فلا يجوز : إذا أقرضك الخزان كما أشرت بقولك بالتقسيط فلا يجوز لأنه قرض جر نفعاً – والقرض إذا جر نفعاً دخل في الربا – وأما إن كان أعطاك عهدة تستفيد منه واشترط أن تشتري منه فالمسلمون على شروطهم وأنت لاتلتزم على نفسك ولا تأخذ الخزان بهذا الشرط، وإن أخذته فوفي : المسلمون على شروطهم، أخذته معونة وقال لك بشرط أن تشتري منه فاشتري منه ! وفِ بالشرط وإلا لا تأخذ خزانه ولا تأخذ متاعه – والله المستعان .

img_1490552_48579547_64

📜 *Soal jawab bersama Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Hizam Al-Ba’daniy  Hafidzahuliah*

📩 *Faedah kiriman Al akh Mahir Al Fadhli Al-Yamaniy hafidzahullah disaluran telegram ibnhezam@*

📌 *Alih bahasa dan editor : Team Ashhabulhadits*

 

  

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: