“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Hukum  mengambil kartu pemilu  dan hak suara

بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم

Tanya : Salah seorang dari Somalia bertanya : Bagaimana hukumnya mengambil kartu pemilu dan hak suara, karena sebagian tokoh ikhwan muslimin memfatwakan tentang kebolehannya, dan mereka mengatakan : perantara itu mempunyai hukum tujuan?

Jawab : Pemilu dan hak suara bukanlah dari islam, dan bukan syari’at kita, bahkan berasal dari demokrasi merupakan musuh islam, ini adalah sebuah keyakinan yang buruk yang menentang agama islam, yang juga menyerukan tentang kebebasan dalam beragama dan juga dalam berkeyakinan.

Dan para musuh islamlah yang berupaya untuk menjerumuskan kaum muslimin didalamnya agar mereka leluasa untuk menyebarkan kebatilan mereka.

Demokrasi adalah : menyerahkan hukum kepada rakyat, rakyat berhukum dengan dirinya sendiri, dan maksudnya adalah : hukum adalah milik rakyat, bukan kitabullah dan bukan pula sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

Dan Allah azza wa jalla berfirman :

 والله عزوجل يقول  “وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ “الشورى 10

“Dan apa sama yang kalian perselisihkan, maka putusannya kepada Allah. itulah Allah Rabb ku. Kepada-Nyalah aku bertawakkal dan kepada-Nya-lah aku kembali.” QS: Asysyura 10

Dan juga berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا     النساء ٥٩

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan ulil amri diantara kalian. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah perselsihan itu kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.” QS: An-Nisa  59

Dan Allah berfirman :

ويقول الله تعالى ” إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ “

“Tidaklah hukum itu melainkan milik Allah’.

Dan Allah subhanahu berfirman :

” ويقول الله سبحانه ”  أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ ” المائدة ٥٠  

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin”.  QS:  Al-Maidah  50

Dan Allah jalla wa ‘alaa berfirman :

ويقول الله جل وعلا “” فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا   النساء ٦٥

“Maka demi Rabb mu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” QS: An-Nisa  65

Dan Allah subhanahu wata’ala berfirman :

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

“Tidakkah Allah adalah hakim yang paling adil”. QS At-Tiin 8

Dan mereka berikan hukum untuk seluruh manusia, yang fasiq, yang kafir, yang muslim, yang jahil, laki-laki dan perempuan, semuanya disamakan. “

Dan Allah subhanahu wata’ala berfirman :

والله سبحانه وتعالى يقول “”قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Katakanlah Apakah sama orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui, Sesungguhnya hanya orang yang berakal yang dapat menerima pelajaran.” QS:Az-Zumar 9

Dan subhanahu berfirman :

وقال سبحانه و تعالى “” أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِ أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِ “

“Pantaskah jika Kami menjadikan orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Ataukah Kami pantas menganggap orang yang bertakwa sama dengan orang yang jahat”. QS : Qaf 28

Dan Allah berfirman :

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنثَىٰ “”آل عمران ٣٦

“Dan tidaklah laki itu seperti wanita”.QS: Ali Imron 36

Agama Allah yang manakah ini, ini bukanlah bagian dari syari’at, dan siapa saja yang mengatakan ini bagian dari islam, maka dia telah menipu islam dan muslimin :

Ikhwan Muslimin (IM) merupakan musibah atas kaum muslimin.

Ikhwan muslimin tidak pernah memberikan manfaat untuk agama islam, sejak mereka mendirikan firqah ini, mereka tidak lain hanyalah sebagai perantara bagi musuh-musuh islam, dan sebagai jembatan untuk para raja, pemimpin, politikus dan partai-partai kafir dan yang lainnya, mereka tidak bisa dipercaya dalam agama islam.

Dan Allah azza wa jalla berfirman :

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan siapa saja yang mencari agama selain islam, maka tidak akan diterima darinya, dan diakhirat dia termasuk orang yang merugi”.   QS : Ali  Imron 85

Dan ta’ala berfirman :

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَاب

“Sesungguhnya agama yang di sisi Allah adalah islam, dan tidaklah ahli kitab berselisih, melainkan setelah datangnya ilmu kepada mereka, dikarenakan kedengkian diantara mereka, dan siapa yang kufur dengan ayat-ayat Allah, maka sungguh Allah sangat cepat hisabnya.  QS :  Ali Imron 19

Maka pemilu termasuk demokrasi,  dibangun diatasnya, mereka menyerahkannya kepada seluruh manusia, yang kafir, mu’min, dan yang fasiq, dan kebanyakan manusia amat jauh dari ajaran-ajaran islam, maka bagaimana bisa mereka menyerahkannya dalam pemilihan seorang pemimpin, adapun pemimpin maka tidak bisa dipilih kecuali dengan cara yang syar’i, sebagaimana dalam Al-qur’an dan sunnah, dimana yang memilihnya adalah ahli musyawarah yang mereka sesuai dengan kriteria syar’i yang telah ditentukan agama islam.

Adapun statemen mereka bahwa perantara itu mempunyai hukum tujuan?

Qaidah ini menurut Ahli Fiqih, maksudnya adalah : perantara yang tidak ada larangannya, yaitu : perantara yang mubah, dan tidak diharamkan dalam syariat, bisa menjadi mustahab atau yang wajib, dan jika sesuatu yang wajib tidak bisa terpenuhi kecuali dengan perkara tersebut.

Adapun jika menerjang jalan-jalan yang diharamkan, maka Allah tidak akan memberikan pertolongan agamanya melalui kesyirikan, bid’ah dan kesesatan, lalu bagaimana bisa untuk perkara seperti ini.

Dan Allah azza wa jalla berfirman :

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُم وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ “

“Dan Allah telah berjanji kepada orang yang beriman di antara kalian dan yang beramal saleh, bahwa dia benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar sesudah rasa takut mereka menjadi aman, Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak menyekutukan kun dengan apapun, Dan barangsiapa yang kafir sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”  QS  An-Nur-55

Dan Allah azza wa jalla berfirman :

الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُور    الحج: ٤١

“Orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, dan kepada Allah-lah kembalinya segala urusan.”  QS: Al-Hajj 41

Perantara mempunyai hukum tujuannya yaitu : perantara yang mubah, mengambil hukum tujuannya, apabila tidak didapati untuk kewajiban tersebut jalan lain kecuali perantara yang mubah ini, maka jadilah wajib. Suatu perkara yang wajib tidak bisa terlaksana kecuali dengannya, maka perkara itu wajib : yaitu dari perkara yang mubah tadi.

Dan Allah azza wa jalla tidak menjadikan jalan yang haram, yang syirik ataupun yang bid’ah sebagai jalan menuju kebaikan. “Dan sungguh benar-benar Allah akan menolong siapa-siapa yang menolongnya”.!

Ini merupakan sebatil-batilnya kebatilan, mereka berdusta dan mengatakan : “Jika kalian tidak ikut pemilu, maka orang-orang kafir yang akan mengambil alih”, dan ucapan yang lainnya.

Maka dijawab dan dikatakan :

Pertama : Jangan kalian bersama mereka, sehingga kalian menjadi seperti mereka, kalian tunduk terhadap demokrasi, kalian beriman dengannya, kalian mematuhinya, kalian menyerukannya, kalian membenarkan adanya hakim selain Allah azza wa jalla, maka tidaklah engkau bersama mereka hingga engkau menjadi sepertinya, walaupun engkau mengatakan : sesungguhnya bathinmu tidak sama dengan zhahirmu, ini tidak bisa diterima, seseorang di sikapi yang sesuai dengan zhahirnya.

Kedua : Ikhwan muslimin mereka sudah lahir sejak lama, dan hampir mencapai satu abad, dan sampai sekarang masih saja sebagai penjilat kepada pihak yang menjadikan mereka sebagai tangga.

Diatas kedua pundaknya orang lain mendapatkan kemuliaan. Dan tidaklah dia melainkan sebagai tangga untuk naik.

Sudah berapa banyak terjadi percobaan, akan tetapi mereka tidak mau berpikir, alangkah jauhnya akal mereka dari petunjuk, para musuh islam menjadikan mereka sebagai tangga, untuk kepentingan mereka semata, kemudian mereka kembali untuk membunuh dan menyembelih ikhwan muslimin, merekalah orang yang tidak berakal, tidak mempunyai akal.

📜S✒️oal jawab bersama Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam Al-Ba’daniy Al-Yamaniy Hafidzahullah

📩 Faedah kiriman Al akh Mahir Al Fadhli Al-Yamaniy hafidzahullah disaluran telegram ibnhezam@

📌Alih bahasa dan editor : team Ashhabulhadits

img_1490552_48579547_64

NASKAH ASLI

بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم

الســـــــؤال :- أخُ من الصومال يقول، ما حكم أخذ بطاقة الانتخابات والتصويت فيها ، فإن بعض رؤوس الإخوان المسلمين  يفتون بجوازه ويقولون الوسائل لها أحكام المقاصد ؟

الإجــــــــــــابة :-

الإنتخابات والتصويت ليس من دين الإسلام وليس من شرعنا بل هو من ديمقراطية أعداء الإسلام ، هذا الاعتقاد الخبيث المخالف لدين الإسلام الذي يدعوا إلى حرية الأديان وحرية المعتقدات ، والذي سعى أعداء الإسلام أن يُلزموا المسلمين فيه حتى يتمكنوا من نشر باطلهم ، الديمقراطية معناه تفويض الحكم للشعب – الشعب يحكم  نفسه بنفسه ، ومعنى ذلك أن الحكم للشعب وليس لكتاب الله ولا لسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ، والله عزوجل يقول  “وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ ” الشورى (١٠)

ويقول الله عزوجل ” يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا ” النساء (٥٩) ويقول الله تعالى ” إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ ” ويقول الله سبحانه ”  أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ ” المائدة  (٥٠) ويقول الله جل وعلا “” فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا “” النساء (٦٥) ويقول الله سبحانه وتعالى “” أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ “” التين (٨)

ويجعلون الحكم لجميع الناس فاسقهم وكافرهم ومسلمهم وجاهلهم وذكرهم وأنثاهم  كلهم على السواء والله سبحانه وتعالى يقول “”قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ ” الزمر  (٩) وقال سبحانه و تعالى “” أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِ أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِ ” ق  (٢٨) ويقول: “”وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنثَىٰ “”آل عمران ٣٦

؟ أين هذا من دين الله هذا ليس من الشرع ؛ ومن قال إن هذا من دين الإسلام فهو غاشٌ للإسلام والمسلمين  :الإخوان المسلمون بلوى على الإسلام والمسلمين :

الإخوان المسلمون لم  ينفعوا دين الإسلام من حين أسسوا هذه الفرقة وإنما صاروا وسائل لإعداء الإسلام وصاروا وسائل وسلماً للملوك والرؤساء والسياسيين والأحزاب الكافرة وغير ذلك، لايؤتمنون على دين الله عزوجل  والله عزوجل يقول “”وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ “” آل عمران  (٨٥)

وقال تعالى ” ” إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَاب “”آل عمران ِ (١٩) ، فالانتخابات هي من الديمقراطية وهي مبنية على ذلك وكذلك يفوضون جميع الناس كافرهم ومؤمنهم وفاسقهم والناس أكثرهم في بعد عن تعاليم الإسلام فكيف يفوضون في اختيار الحاكم ، أما الحاكم فلا يختار إلا بالطرق الشرعية التي جاءت في الكتاب والسنة  ، بأن يختاره أهل الحل والعقد على الصفات الشرعية التي جاءت في دين الإسلام .

وأما قولهم الوسائل لها أحكام المقاصد ؟ هذه القاعدة عند الفقهاء المراد بها الوسائل التي لم يأت النهي عنها :  أي الوسائل المباحة التي لم يحرمها الشرع تصير مستحبة أو واجبة  إذا كان لايتم الواجب إلا بها وأما أن ترتكب الطرق المحرمة فلم يجعل الله عزوجل نصرة دينه عن طريق الشرك وعن طريق البدع والضلال فكيف يكون ذلك

والله عزوجل يقول “” وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَ

مِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ “”النور  (٥٥) ،، وقال الله عزوجل “”  الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ } الحج: ٤١،،

فالوسائل لها أحكام المقاصد أي الوسائل المباحة تأخذ حكم المقصد إذا لم يكن لذاك الواجب طريق إلا هذه الوسيلة المباحة  فتصير واجبةً ، مالا يتم الواجب إلا به فهو واجب : أي مما يكون مباحاً  ، ولم يجعل الله عز وجل الطرق المحرمة أو الشركية أو المبتدعة طريقاً للخير “” ولينصرن الله من ينصره “”

هذا من أبطل الباطل ويغررون يقولون إذا لم تنتخبوا سيأخذ الحكم أناسٌ كافرون أو غير ذلك !!

فيُجاب ويقال لهم أولاً أنتم لاتشاركونهم حتى تصيروا أمثالهم – تخضعون للديمقراطية وتؤمنون بها وتنقادون لها وتدعون إليها و تقر بالحاكمية لغير الله عزوجل ، فما ستشاركهم حتى تصير أمثالهم حتى وإن قلت إن باطنك غير ظاهرك ؟  فهذا غير مقبول ، الإنسان يعامل بما ظهر منه ،،

ثانيا: الإخوان المسلمون لهم عقود قد قاربوا أن يبلغوا قرناً من الزمان وإلى الآن ما هم إلا مماسح لغيرهم يتخذون سلماً.، على كتفيه يبلغ المجد غيره فهل هو إلا للتسلق سلما

كم من تجارب ولكن مايعقلون، ما أبعد عقولهم عن الرشاد، يتخذهم أعداء الإسلام سلماً لمصالحهم ومآربهم ثم يعودون ويقتلونهم ويذبحونهم : هؤلاء مايعقلون مايعقلون .

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: