“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

buletin jum'at edisi 41
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ  الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ

Islam merupakan agama universal, berbagai permasalahan kehidupan terdapat penjelasan di dalamnya, penjelasan tersebut telah termaktub di dalam sumber hukum Islam (Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah), Allah Ta’ala telah jelaskan di dalam Al-Qur’an tentang keberadaan Rasul-Nya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus di muka bumi sebagai rahmat bagi jin dan manusia:

{وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ} [الأنبياء: 107]

“Tidaklah Aku mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiya’: 107)

Beliau hadir di tengah-tengah umat sebagai pembawa rahmat dan penebar kasih sayang, beliau mengasihi orang lemah dan menyantuni anak yatim serta membantu fakir miskin, begitu pula para wanita hamil beliau sangat memperhatikan mereka dan menjaga apa yang mereka bawa di dalam kandungan mereka, di riwayatkan di dalam “Shahihu Muslim” tentang kisah Ma’iz bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa ada pula seorang shahabiyyah yang mulia dari Ghamid, beliau terjatuh ke dalam perbuatan zina dan beliau bertaubat dengan menyerahkan dirinya untuk dirajam sedangkan beliau sedang hamil, maka Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«إِذًا لاَ نَرْجُمَكِ حَتَّى تَضَعِى مَا فِى بَطْنِكِ»

“Kalau begitu kami tidak akan merajammu sampai kamu melahirkan apa yang ada di dalam rahimmu.”

Demikianlah pemuliaan Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap wanita hamil, tidak cukup dibiarkan begitu saja, namun terdapat anjuran untuk diperhatikan dan memelihara wanita hamil, sebagaimana pada kisah shahabiyyah yang mulia tersebut juga diperhatikan dan dipelihara, berkata periwayat hadits tersebut:

وَكَفَلَهَا رَجُلٌ مِنْ الأَنْصَارِ حَتَّى وَضَعَتْ

“Dan seorang lelaki dari kalangan Anshar memeliharanya sampai beliau melahirkan (bayinya).”

  Anjuran untuk memelihara wanita hamil bukan hanya pada syari’at yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam namun dia juga termasuk syari’at yang pernah dibawa dan dicontohkan oleh para Nabi dan Rasul sebelum Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Allah Ta’ala berkata tentang Ummu ‘Isa Maryam Radhiyallahu ‘Anha:

{وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا} [آل عمران : 37]

“Dan Zakariya memeliharanya, setiap kali Zakariya masuk (menemui) beliau di Mihrab maka Zakariya mendapatkan di sisinya rizki (makanan).”

Alhamdulillah, suatu pemuliaan dan pengistimewaan terhadap wanita hamil, Allah Ta’ala memberikan rizki kepadanya, begitu pula suami serta para walinya memberikan perhatian dan pemeliharaan. Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita semua untuk melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban kita dalam memberikan hak-hak istri kita dan semoga Dia membimbing kita untuk bisa memelihara dan melindungi istri dan anak-anak serta saudara-saudari kita.

Masalah 1:
Bagaimana pandangan sunnah tentang wanita hamil yang selalu memeriksa kehamilannya ke dokter atau ke bidan? Apakah ini termasuk penjagaan terhadap kehamilan?

Jawab: Boleh kalau memang hal tersebut diperlukan, namun hendaknya ia memeriksa kehamilannya ke dokter wanita, adapun kalau ke dokter pria maka tidak boleh kecuali kalau sudah darurat dan tidak didapati lagi dokter wanita maupun bidan.
Wanita hamil yang datang ke dokter wanita atau ke bidan dalam rangka melakukan pemeriksaan ini termasuk dari upaya penjagaan terhadap kehamilan, misalkan ia diperiksa dengan USG (Ultra Sonografi) maka ia akan mengetahui bagaimana posisi janin di dalam rahimnya? Kalau terlihat janinnya dengan posisinya yang bukan biasanya, maka dia akan mencarikan solusinya, misalnya anggota tubuh janin yang berada di depan mulut rahim bukan dari kepala janin maka diperkirakaan ketika akan melahirkan mengalami kesulitan, dengan itu mencarikan solusinya adalah perkara yang dianjurkan, diantara solusi supaya anggota tubuh janin yang berada di depan mulut rahim itu adalah kepala janin.

Berdoa dan tawakkal kepada Allah Ta’ala.
Memperpanjang sujud ketika di dalam shalat, yang dengan sebabnya Insya Allah kepala janin akan menempati tempatnya di depan mulut rahim, selama air ketuban masih ada di dalam rahim maka dengan posisi sujud itu air ketuban akan membantu dalam proses perubahan pada posisi janin hingga kepala janin berada diposisi biasanya yaitu di depan mulut rahim.

Mengkonsumi madu dan kurma. Wallahu A’lam.
Masalah 2: Apakah boleh menyembelih kambing betina yang sedang hamil untuk  aqiqahan?

Jawab: Sebaiknya mencari kambing lain, namun jika tidak didapati lagi kambing melainkan kambing tersebut maka tidak mengapa untuk disembelih dengan ketentuan:
Memerpelakukannya dengan cara baik:

«إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ»

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap kebaikan atas segala sesuatu, jika kalian membunuh maka perbaguslah membunuh, dan jika kalian menyembelih maka perbaguslah menyembelih dan hendaklah salah seorang diantara kalian mempertajam (alat sembelihan)nya dan menenangkan sembelihannya.”

Demikian yang dikatakan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari hadits Syaddad bin Aus yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim.
Janin yang ada di dalam rahim kambing hendaknya tidak dibuang dan tidak pula dijual namun dikonsumsi, karena janin seperti ini suci dan halal untuk dimakan, adapun bila dijual maka dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh orang-orang rusak sebagai campuran arak (minuman keras).  Wallahu A’lam

Ditulis oleh: Abu Ahmad Al-Khidhir bin Salim Al-Limboriy dan Ummu Ahmad Al-Bigriyyah Al-Jawiyyah  Hafizhohumalloh

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: