“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Tanya jawab 13 Syaikh Muh.bin Hizam

بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم

Penanya berkata : Apa hukumnya membeli televisi dan parabola di rumah dan menyaksikan acara agama saja?

Jawab : Adapun ucapan mereka : bahwa mereka hanya melihat acara atau siaran agama saja, maka ini adalah pembodohan, dia berkata kepadamu, “aku hanya menggunakan siaran-siaran agama saja, padahal dia membuka seluruh siaran, atau ini adalah sebuah istidraj (dibiarkan di awal awal) dari syaitan, dia bisikkan :” bukalah siaran agama, dan ternyata kemudian ia membuka yang didalamnya semua keburukan dan bencana. Akan tetapi kalaulah dia hanya membuka siaran agama, maka tetap saja ada gambarnya, lalu apa yang mereka perbuat dengan gambar tersebut? Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang ada anjing dan tidak pula yang ada gambarnya.” Dan beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : “Sesungguhnya yang membuat gambar ini akan di siksa pada hari kiamat”. Dikatakan kepada mereka : “Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan. Dan engkau mengeluarkan malaikat dari rumah, dan engkau katakan :” mereka menayangkan acara muhadharah,” maka ini tidak benar, kamu menonton muhadharah dan mengeluarkan malaikat. Ini tidak benar, dan ini perkara batil. Dan sekarang di handphone banyak sekali keburukan, dan keburukannya lebih besar bagi pemuda pemudi. Kami nasehatkan bagi pemerintah agar bertaqwa kepada Allah dalam masalah pemuda-pemudi, dan jangan membolehkan untuk alat-alat ini, terdapat didalamnya memori, yang bisa saja mereka simpan didalamnya keburukan yang besar, sehingga terjadilah surat menyurat antara seseorang dengan yang lain, bisa jadi antara anak laki-laki dan perempuan, pemuda dan pemudi.
Dan aku nasehatkan untuk saudaraku para da’i agar mereka waspada dari alat ini dalam muhadharah dan khutbah mereka, karena keburukannya amatlah luas, dan telah di permudah Internet dalam alat kecil ini, yaitu : dengan membelinya seharga sepuluh ribu, dan sudah tersedia di dalamnya Internet. Benar-benar mereka telah membuka kejahatan dan kerusakan yang amat besar . Perhatikanlah saudaraku fillah, bagaimana musuh-musuh Allah telah menyebarkan kerusakan yang besar ini, mereka tampilkan keburukan dengan sebebas-bebasnya, dan sekarang para pemuda bisa melihat kejahatan dari alat ini, hingga melihat wanita yang berpakaian tapi telanjang, dan terkadang sampai surat menyurat dengan wanita tersebut. Aku nasehatkan kepada saudaraku para da’i, agar sering memperingatkan dari perkara ini. Aku memohon kepada Allah azza wajalla agar membenahi keadaan muslimin .

الســـــــــؤال :-يقول ما حكم شراء التلفاز والدش للبيوت، ومشاهدة القنوات الدينية فقط ؟

الإجــــــــــــــــابة :-أما ما يقولون أنهم يشاهدون القنوات الدينة فقط، فهذه مغالطة، يقول لك: أنا أستخدم القنوات الدينية وهو يفتح جميع القنوات، أو يكون استدراجا من الشيطان يقول له: افتح القنوات الدينية، ثم بعد ذلك يفتح كل ما فيه من شر وبلاء، لكن لو كان يفتح القنوات الدينية، فلا تزال الصورة موجودة فيه، الصورة موجودة، كيف يفعلون بالصور، النبي صلى الله عليه وسلم يقول: «لاَ تَدْخُلُ المَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ، وَلاَ صُورَةُ »، والنبي صلى الله عليه وسلم يقول: «إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يَوْمَ القِيَامَةِ يُعَذَّبُونَ، يُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ»، فأنت تخرج الملائكة من البيت وتقول لهم عندنا محاضرة، هذا ما هو صحيح، تفتح المحاضرة وتخرج الملائكة، هذا ليس بصحيح، هذا باطل، والآن هناك شرٌ أكثر في هذه الجوالات، الجوالات شرها أعظم أفسدت كثيرًا من الشباب والشابات، ننصح ولاة الأمور أن يتقوا الله في أنفسهم ولا يمكنوهم من هذه الأجهزة، التي فيها الذاكرات، وربما أدخلوا فيها شرًا عظيمًا، فيحصل التراسل بين الشخص والآخر، وربما بين البنين والبنات، والشباب والشابات، وأنصح إخواني الدعاة أن يحذروا من هذا الجهاز في محاضراتهم وخطبهم، فإن شرها عريض، وسهلوا الإنترنت في هذه الأجهزة الصغيرة، أي يشتري جهازا صغيرا بعشرة الآف، وعنده إنترنت فيه، قد فتحوا هذه الشر، وهذا شر عظيم وفساد عظيم،
انظروا إخواني في الله إلى أعداء الإسلام قد وفروا هذا الفساد العظيم، يظهرون الشر بأبسط الأمور، فالآن أصبح الشباب ينظرون هذا الشر في هذه الأجهزة، فينظر النساء الكاسيات العاريات، وربما تراسل مع هذه النساء، أنصح إخواني الدعاة من كثرة التحذير من ذلك، وأسأل الله عز وجل أن يصلح أحوال المسلمين .

leaf-1131829_960_720

Kadar waktu Malaikat menemui Allah

Penanya berkata : Pada firman Allah azza wajalla : “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Allah dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun, maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.”Dan pada ayat lain, Allah berfirman : “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitungan kalian.”

Jawab : Firman-Nya : Lima puluh ribu tahun dan seribu tahun, banyak dari kalangan para ahli tafsir yang berselisih pendapat, sebagian mengatakan : “Sesungguhnya satu hari kiamat di bumi mahsyar masanya adalah lima puluh ribu tahun.” Dan seribu tahun pada ayat yang lain, maksudnya adalah : turunnya perintah atau urusan, yaitu urusan tersebut turun dari langit ke bumi, dan kembali naik dalam masa ini, yaitu dalam jumlah bilangan hari-hari tersebut, sebagaimana perhitungan penduduk dunia.

Dan banyak sekali perselisihan di antara para ulama, sampai-sampai datang dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu dan sebagian salaf, bahwa mereka mengatakan : “Allah lebih tahu.” Dan ada kemungkinan ini berlaku pada orang kafir, dan dijadikan dahsyat atas mereka bagaikan lima puluh ribu tahun, dan bagi selain orang kafir bagaikan seribu tahun.
Dan ini di kuatkan dengan firman Allah Ta’ala : “Maka waktu itu adalah waktu hari yang sulit. bagi orang-orang kafir yang tidak mudah.”  Wallahu a’lam.
Dan silahkan merujuk kembali kitab Al Itqan fi ulumil Qur’an, karya As Suyuthi rahimahullah.

الســـــــــؤال :- يقول السائل: في قول الله عز وجل: (تعرج الملائكة والروح إليه في يوم كان مقداره خمسين ألف سنة فاصبر صبرا جميلا) المعارج: ٤، وفي آية أخرى، يقول الله عز وجل: (يدبر الأمر من السماء إلى الأرض ثم يعرج إليه في يوم كان مقداره ألف سنة مما تعدون) السجدة: ٥ ؟ المعارج: ٤ السجدة: ٥

الإجــــــــــــــــابة :– قوله خمسين ألف سنة، وقوله ألف سنة، اختلف فيها المفسرون كثيرًا، فقال بعض أهل العلم، إن يوم القيامة في أرض المحشر مقداره خمسين ألف سنة، والألف السنة في الآية الأخرى المقصود به تنزل الأمر، أي يتنزل الأمر من السماء إلى الأرض، ويعرج إليه في هذا المقدار، أي في عدد هذه الأيام على حساب أهل الدنيا، وهناك اختلاف كثير بين العلماء، حتى. ثبت عن ابن عباس رضي الله عنه وبعض السلف أنهم قالوا فيها: الله أعلم، ويحتمل أن تكون في حق الكافرين تشتد عليهم كخمسين ألف سنة، وفي حق غير الكافر تكون عليهم كألف سنة، وقد يتأيد بقوله تعالى فذلك يومئذ يوم عسير على الكافرين غير يسير، والله أعلم. وراجع الإتقان في علوم القرآن للسيوطي رحمه الله .

leaf-1131829_960_720

Penanya berkata : Apakah boleh meninggalkan dzikir-dzikir setelah shalat, karena suatu perkara , seperti ia melakukan shalat sunnah, kemudian dzikir-dzikir setelahnya ?

Jawab : Jika ia sibuk dengan urusan syar’i, maka dibolehkan untuk melaksanakan setelahnya. Akan tetapi jika ia tidak ada kesibukan dan justru menunda nya maka telah lewat waktunya, maka tidak perlu mendatangkannya di akhir, kecuali jika ada tersibukkan dengan perkara yang penting, dikarenakan waktunya adalah langsung setelah shalat fardhu. Wallahu a’lam.

الســـــــــؤال :- يقول السائل: هل يجوز ترك الأذكار بعد الصلاة لغرض، مثل لو أدى سنة الفريضة ثم الأذكار بعدها ؟

الإجــــــــــــــــابة :- إن شغل بأمر شرعي يجوز له أن يأتي بها بعد هذا الأمر، وإن لم يشغل وأخرها فقد ذهب وقتها، فلا يأتِ بها متأخرة إلا إذا شغل بأمر مهم، لأن وقتها عقب الفريضة، والله أعلم .

leaf-1131829_960_720

Hukum seseorang yang memutuskan sholatnya, sahkah aqadnya ?

Ada yang bertanya : Bagaimana hukumnya seorang yang memutus shalatnya, dan apakah sah aqadnya ?

Jawab : Adapun seseorang yang memutus shalat, maka dia adalah seorang yang fasiq, dan telah di vonis kafir oleh sebagian ulama, berdasarkan hadits : “Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat, dan siapa yang meninggalkannya maka sungguh dia telah kafir. “Tidak layak seorang seperti ini dinikahkan, karena dia adalah teman yang buruk, dan merupakan pengkhianatan terhadap walimu, jika engkau menikahkannya dengan seorang yang memutus shalatnya, ini adalah sebuah pengkhianatan dan menunjukkan tidak adanya tanggung jawabmu, sebagaimana hadits : “Tidaklah seorang hamba yang Allah jadikan dia pemimpin bagi sebuah rakyat, dan dia meninggal dalam keadaan dia menipu rakyatnya, melainkan Allah haramkan dia dari surga”
Dan di sana ada khilaf diantara ulama : “Apakah dia kafir ataukah fasiq ?”
Yang mengatakan kafir, maka akadnya batal, dan yang mengatakan : fasiq, maka sah akadnya menurutnya. Ini jika yang dimaksud dari pertanyaan adalah : pihak suami atau wali perempuan. Adapun jika yang di maksudkan adalah : penulis akad nikah, maka akadnya sah dan tidak mengapa bagi mereka.

الســـــــــؤال :- يقول ما حكم قاطع الصلاة، وهل عقده صحيح ؟

الإجــــــــــــــــابة :- أما بالنسبة لقاطع الصلاة فهو رجل فاسق، وقد كفره جماعة من أهل العلم، لحديث: «العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ»، لا يزوج مثل هذا الرجل، لأنه جليس سوء، وتعتبر خيانة لوليتك أن تزوجها قاطع صلاة، خيانة منك وعدم مسؤولية، لحديث: «مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللهُ رَعِيَّةً، يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ، إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ»، وهناك خلاف بين العلماء هل هو كافر، أم هو فاسق، فمن قال بكفره، فالعقد باطل، ومن قال بفسوقه فالعقد عنده صحيح. هذا إذا أريد بالسؤال الزوج، أو ولي المرأة، وأما إذا أريد به كاتب العقد، فالعقد صحيح، ولا بأس عليهم .

leaf-1131829_960_720
Penanya berkata : Apakah seseorang dibolehkan pergi meninggalkan istrinya lebih dari empat bulan, jika dia mengetahui bahwa istrinya mengizinkan dan bagaimana jika ini untuk belajar ?

Jawab : Yang kami nasehatkan agar ia membawa istrinya dalam belajar, ini lebih utama bagi dia dan istrinya, dan jika ia tidak mampu maka dia bisa belajar, jika ada kesepakatan dalam perkara ini.

الســـــــــؤال :-يقول السائل: هل يجوز للشخص أن يغيب عن امرأته أكثر من أربعة أشهر، إذا كان يعلم أن امرأته ستأذن بذلك، وكذلك إذا كان من أجل الطلب ؟

الإجــــــــــــــــابة :- ننصحه أن يصطحب معه امرأته لطلب العلم، فهذا أفضل له ولها، وإن لم يستطع فيمكن أن يطلب العلم إذا حصل التراضي على ذلك .

leaf-1131829_960_720
Penanya berkata : Bagaimana hukumnya hadiah yang terdapat dalam barang dagangan?

Jawab : Jika hadiah itu menaikkan harga barang tersebut, maka tidak boleh, dan merupakan tipuan, karena mereka membayar uang untuk mendapatkan hadiah, dan terkadang mereka mendapatkannya dan terkadang ada yang tidak, dan ini adalah tipuan .Dan jika harganya tidak dinaikkan walaupun ada hadiah, maka tidak mengapa, karena barang tersebut dijual dengan harga normal, dan pemberian hadiah semata mata agar laku barang dagangannya.

الســـــــــؤال :- يقول السائل: ما حكم الجوائز التي توجد داخل السلع ؟

الإجــــــــــــــــابة :-إن رفع سعر السلعة من أجلها فلا يجوز، تعتبر غررًا، لأنهم يدفعون أموالًا من أجل هذه الجائزة، فلا يحصلون عليها، وبعضهم يحصل، وبعضهم لا يحصل، وهذا غرر، وإن لم ترفع سعر السلعة من أجل الجائزة، فهذا جائز لأنه باعها بسعرها المعتاد وإنما وضع الجائزة لتنفيق بضاعته .

leaf-1131829_960_720

Penanya berkata : Bagaimana hukumnya seseorang yang meniatkan dalam belajarnya untuk segera mendapatkan faidah, dan ingin langsung memulai dakwah, Apakah niatan ini adalah niatan yg kurang/pendek ?

Jawab : Benar, ini adalah niatan yang kurang atau pendek karena dia tidak menyebutkan di dalam niat tersebut bahwa dia menginginkan pahala Allah azza wajalla, dan tidak pula menginginkan ridha Alloh azza wa jalla. Maka hendaknya engkau meniatkan didalam mencari ilmu. Pertama : engkau mengangkat atau menghilangkan kebodohan dari dirimu. Engkau beribadah kepada Allah diatas Ilmu pengetahuan. Engkau mengajarkan manusia kebaikan. Dan pada perbuatan itu semuanya, engkau mengharapkan pahala allah azza wa jalla dan ridhan-Nya. Adapun yang disebutkan tadi, maka itu adalah niat yang pendek sekali.

الســـــــــؤال :- يقول السائل: ما حكم من نوى في الطلب سرعة الاستفادة، والبدء في الدعوة مباشرة، فهل هذه نية قاصرة ؟

الإجــــــــــــــــابة :- نعم، هذه نية قاصرة، لأنه ما ذكر فيها أنه يريد ثواب الله عز وجل، ويريد رضوان الله عز وجل، فأنت تنوي في العلم، أولًا: ترفع الجهل عن نفسك، وتعبد الله على بصيرة، وتعلم الناس الخير، وترجو في ذلك كله ثواب الله عز وجل، ورضوان الله عز وجل، وأما ما ذكر هنا فقاصر جدا .

leaf-1131829_960_720
Penanya berkata : Apakah mendamaikan manusia, disyaratkan untuk sesuai dengan syariat?

Jawab : Benar, tidak bisa mendamaikan kecuali dengan ketentuan syari’at, dan jangan sampai melanggar suatu perkara yang terlarang demi perdamaian, suatu perdamaian adalah sesuai ketentuan Al Qur’an dan Sunnah. Perdamaian boleh diantara muslimin, kecuali perdamaian yang menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal.

 الســـــــــؤال :- يقول السائل: هل الصلح بين الناس يشترط فيه موافقة الشرع ؟

 الإجــــــــــــــــابة :– نعم، لا يصلح إلا بالضوابط شرعية، لا يرتكب محذورًا من أجل الصلح، صلح على ضوابط الكتاب والسنة، فالصلح جائز بين المسلمين إلا صلحا أحل حراما أو حرم حلالا .

leaf-1131829_960_720

Tanya : Seorang wanita menyusui anaknya, dan ia tertidur dalam keadaan payudaranya diatas wajah anaknya, dan tatkala ia bangun ternyata anak tersebut telah meninggal, maka apa yang harus dilakukan?

Jawab : Yang nampak dari keadaannya adalah dia menahan nafas anak tersebut ketika tidur, dan ini termasuk membunuh tanpa disengaja, dan dia harus membayar tebusan yang telah Allah subhanahu wata’ala perintahkan, yaitu :membebaskan seorang budak, dan jika tidak mampu, maka berpuasa dua bulan berturut turut. Dan yang tidak mampu, maka para ulama berselisih, apakah ia boleh pindah dengan memberikan makan enam puluh orang miskin, karena tidak disebutkan dalam ayat, ataukah tidak perlu pindah, dan yang lebih dekat adalah dia pindah. Karena Allah azza wa jalla telah menjadikannya sebagai ganti dari puasa dua bulan berturut pada kaffarah zhihar, dan kaffarah orang yang berhubungan badan dengan istrinya di siang hari ramadhan. Dan sebagaimana para ulama membawa ayat zhihar, hendaknya adalah budak yang mu’min, mereka menjelaskan Allah telah memberikan ketentuan pada kaffarah pembunuhan, yaitu mu’min, maka begitu juga dikatakan : Allah telah menyebutkan pemberian makan kepada enam puluh orang miskin, sebagai ganti dari puasa dua bulan berturut dalam ayat-ayat tersebut. Dan yang lebih dekat adalah tidak jatuh darinya kewajiban diyat, hanya saja ia harus memberikan makanan, dan kewajiban diyatnya untuk ahli waris yang lain, jika mereka menuntutnya, dan jika sang bapak ada maka dialah satu satunya yang mewarisi, dan jika ia ternyata telah meninggal, maka dia juga mempunyai ahli waris yang lain dari saudaranya atau selain mereka. Dan diyat pembunuhan yang tidak sengaja tidaklah kewajiban atas pembunuh semata, akan tetapi syari’at mewajibkannya atas qabilah seluruhnya, yaitu qabilah perempuan tadi. Dan merupakan kesalahan kalau mereka membebankan diyatnya hanya atas yang membunuh semata, hanya saja ditanggung oleh pembunuh jika sengaja.

 الســـــــؤال :- امرأة أرضعت ابناً لها ثم نامت وثديها على وجهه فقامت وقد مات ، فماذا عليها ؟

 الإجــــــــــــابة :- الظاهر من الحال أنها كتمت نَفَسه في حال نومها ، وهذا يعتبر قتل خطأ – عليها الكفارة التي أمر الله سبحانه وتعالى بها وهي عتق رقبة فمن لم يجد فيصوم شهرين متتابعين فمن لم يستطع فاختلف أهل العلم هل له أن ينتقل إلى إطعام ستين مسكينا لأنه لم يذكر في الآية أم لا ينتقل والأقرب هو الانتقال، لأن الله عز وجل فد جعله عِدل صيام شهرين متتابعين في كفارة الظهار وفي كفارة المجامع امرأته في نهار رمضان ، وكما أن أهل العلم حملوا آية الظهار فيما يتعلق بأن تكون مؤمنة قالوا قد قيدها الله في كفارة القتل بأنها مؤمنة فكذلك يُقال قد ذكر الله عزوجل أن إطعام ستين مسكينا يعادل صيام شهرين متتابعين في تلك الآيات، فالأقرب أنه ما يسقط وإنما يبقى عليه الإطعام، وعليها الدية لبقية الورثة إذا طالبوا بها – إن كان الأب موجوداً فهو الوارث الوحيد وإن كان قد مات فقد يكون له ورثة آخرون من إخوانه، أو غيرهم .ودية القتل الخطأ ليست على القاتل فقط إنما أوجبها الشرع على القبيلة كاملة – قبيلة المرأة كلها ،ومن الخطأ أن يحملوا دية الخطأ على القاتل فقط وإنما يتحملها القاتل فقط إذا كانت عمدا ً.

leaf-1131829_960_720

Tanya : Seseorang meletakkan tangannya diatas mushaf dan bersumpah dengan nama Allah tidak akan berbuat sebuah kemungkaran, lalu ia melakukan kemungkaran tersebut, apakah diwajibkan atasnya kaffaratul yamin (tebusan karena melanggar sumpah) saja atau dia dituntut dengan perkara yang lain?

Jawab : Wajib atasnya kaffaratul yamin saja, dan harus bertaubat, mohon ampun dan menyesal atas apa yang telah ia perbuat. Adapun yang berkaitan dengan meletakkan tangan diatas mushaf tidak ada riwayat yang benar dari para Shahabat ridhwanullah alaihim tentang perbuatan tersebut, maka di tinggalkan.

الســـــــؤال :- رجلٌ وضع يده على المصحف وحلف بالله أن لا يفعل منكراً ثم فعل ذلك المنكر فهل عليه كفارة اليمين فقط أم يلزمه شيءٌ آخر ؟

 الإجــــــــــــابة :- عليه كفارة اليمين فقط وعليه التوبة والاستغفار والندم على ماصنع، ومايتعلق بوضع اليد على المصاحف لم يثبت عن الصحابة رضوان الله عليهم فعل ذلك، فيُترك .

leaf-1131829_960_720

📜✒️ Soal jawab bersama Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam Al-Ba’daniy Al-Yamaniy Hafidzahullah

📩 Faedah kiriman Al akh Mahir Al Fadhli Al-Yamaniy hafidzahullah disaluran telegram ibnhezam@

📌Alih bahasa dan editor : team Ashhabulhadits

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: