“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Kepribadian nabiullah e book

KLIK GAMBAR UNTUK DOWNLOAD E-BOOK

SEBAGIAN DARI KEPRIBADIAN NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM

بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم

بعض شمائل النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم

الحمد لله رب العالمين ، مالك يوم الدين ، وأشهد أن لا إله إلا الله الملك الحق المبين ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله ، صلى الله عليه وعلى آله وسلم ومن تبعه بإحسان إلى يوم الدين .أما بعد:  فإن الله عز وجل قد أكرم هذه الأمة أن بعث إليها محمداً صلى الله عليه وعلى آله وسلم بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, Yang menguasai Hari Pembalasan. Dan aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang benar selain Allah, sang Raja, yang Benar, nan Menjelaskan segalanya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, semoga shalawat serta salam tercurahkan kepadanya, dan keluarganya, dan yang mengikuti beliau dengan baik, hingga hari kiamat nanti. Amma ba’du :

Sungguh Allah azza wajalla telah memuliakan umat ini, dengan mengutus kepada mereka Muhammad صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, dengan petunjuk dan agama yang haq, agar memenangkannya di atas segala agama.

شَاهِدًا وَمُبَشرًا وَنَذِيرًا

“Dan Rabbnya subhanahu wata’ala telah menjadikannya sebagai saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.”  QS: Al-Ahzab: 45

وَدَاعِيًا إِلَى الله بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا

“Dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk sebagai cahaya yang menerangi.” QS: Al-Ahzab: 46

Dan dikarenakan beliau melaksanakan apa yang Allah azza wajalla perintahkan, maka Allah angkat derajatnya, Allah hapuskan dosanya, Allah jadikan kehinaan dan kerendahan atas mereka yang menentang perintah-Nya.

Dan Allah berfirman :

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ * وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ * الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ  *وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَك  الشرح: 1 – 4

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu. Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu, yang memberatkan punggungm, dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu.“ QS: Asy-Syarh: 1-4

Dan Allah berfirman :

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا * لِيَغْفِرَ لَكَ اللّّ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَه عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا * وَيَنْصُرَكَ اللّه نَصْرًا عَزِيزًا  ﴿الفتح:1 – 3﴾

 “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberikan ampunan kepadamu, terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang, serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus. Dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat “ QS: Al-Fath: 1-3

Dan dalam hadits Abdullah bin Umar, ia berkata : صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda :

بُعِثْتُ بِالسَّيْفِ حَتَّى يُعْبَدَ الله لَا شَرِيكَ لَهُ، وَجُعِلَ رِزْقِي تَحْتَ ظِ ل رُمْحِي، وَجُعِلَ الذِ لَّةُ، وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي، وَ مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْ م فَهُوَ مِنْهُمْأخرجه أحمد

“Aku diutus dengan pedang, sehingga hanya Allahlah yang diibadahi dan tidak ada sekutu baginya. Dan rezekiku dijadikan dibawah naungan tombakku. Dan kerendahan dan kehinaan dijadikan atas orang yang menentang perintahku. Dan siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka.” Riwayat Ahmad (5114)

Allah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ الله وَرَسُولَه أُولَئِكَ فِي الْأَذَلِ ينَ * كَتَبَ اللّه لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ الله قَوِ ي عَزِيز  المجادلة: 20 ، 21

“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. Allah telah menetapkan, Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” QS: Al-Mujadalah: 20-21

Dan diantara anugerah Allah azza wajalla kepada hamba-hamba-Nya adalah Allah jadikan Muhammad صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ adalah seorang yang benar-benar semangat untuk (kebaikan) mukminin.

Allah berfirman :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسو ل مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِي ز عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيص عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُو ف رَحِيم  التوبة: 128

“Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kaum kalian sendiri,  terasa berat olehnya penderitaan kalian, sangat semangat untuk (kebaikan) kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” QS: At-Taubah: 128

Dan Allah menjadikan nya sebagai rahmat bagi alam semesta, Allah berfirman :

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَة لِلْعَالَمِينَ   الأنبياء:107

“Dan tidaklah Kami mengutusmu, melainkan sebagai rahmat bagi alam semesta.” QS: Al Anbiya’: 107

Dan siapa saja yang mengamati dakwah dan jalan beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, pastilah ia mendapatinya mencakup akan makna yang agung ini, baik ucapannya, perbuatannya, maupun ibadahnya.

فعَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ ذَاتَ لَيْلَة فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاس، ثُمَّ صَلَّى مِنَ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ، ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوِ الرَّابِعَةِ، فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ : قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ، فَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنَ الْخُرُوج إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِي خَشِيتُ أَنْ يُفْرَضَ عَلَيْكُمْ

“Dan dari Aisyah, bahwa Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ shalat di masjid pada suatu malam, maka manusiapun mengikuti shalat beliau, kemudian beliau shalat pada keesokan harinya, dan manusia semakin banyak, kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau  keempat, dan Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ tidak keluar. Dan ketika pagi harinya, beliau berkata : “Aku sungguh melihat apa yang telah kalian lakukan, dan tidaklah yang menghalangiku untuk keluar melainkan, aku khawatir akan di wajibkan (shalat malam) atas kalian.”

Dan dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, dari Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda :

إِني لَأَدْخُلُ فِي الصَّلاةِ ، فَأرُيدُ إِطَالَتَهَا، فَأسَمَعُ بُكَاءَ الصَّبِي،ِ فَأتَه جَوَّزُ مِمَّا أَعْلَمُ مِنْ شِدَّةِ وَجْدِ أُ مهِ مِن بُكَائِهِ

“Sesungguhnya aku masuk dalam shalat, dan ingin memanjangkannya, lalu aku mendengar tangisan anak bayi, maka akupun menyegerakannya, di karenakan aku mengetahui kegelisahan ibunya karena tangisan anak tersebut.” Muttafaqun Alaihi.

ebook syamail 1png

Dan beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ benar-benar semangat untuk memberikan petunjuk kepada manusia secara umum dan keluarganya dengan khusus, sehingga Allah menurunkan (sebuah ayat) tentang beliau :

أَفَمَنْ زُينَ لَه سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآه حَسَنًا فَإِنَّ الله يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَات إِنَّ الله عَلِيم بِمَا يَصْنَعُونَ فاطر: 8

“Maka apakah orang yang diperdaya dengan anggapan baik terhadap pekerjaannya yang buruk, lalu dia meyakininya kebaikan, maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” QS : Fathir: 8

Dan di antara keutamaan beliau adalah :

Bahwa Allah telah menyandarkan beliau kepada diri-Nya dalam beberapa tempat dalam kitabnya, sebagai bentuk kemuliaan yang Allah berikan untuk beliau dan untuk mengangkat keutamaan beliau.

Pertama : Tempat Ketika Isra’.

Allah berfirman :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الإسراء: ١

”Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya di malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha.” QS”: Al-Isra 1

Kedua :  Tempat ketika Al Qur’an diturunkan.

Allah berfirman :

الْحَمْدُ الله الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ   الكهف: ١

“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Qur’an.” QS: AlKahfi: 10

Dan Allah berfirman :

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ  نَذِيرًا   الفرقان: ١

”Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan  kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” QS: Al-Furqon: 10

Ketiga : Tempat ketika berdakwah.

وَأَنَّه لَمَّا قَامَ عَبْدُ الله يَدْعُوه كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا الجن: ١٩

Allah berfirman : ”Dan bahwasanya tatkala hamba Allah berdiri shalat menghadapnya, hampir saja mereka itu berdesakan mengerumuninya.” QS: Al-Jin: 1

Keempat : Tempat ketika Mi’raj (naik ke langit).

Allah berfirman :

فَأوَحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى  النجم: ١٠

“Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya  apa yang telah Allah wahyukan.” QS: An-Najm: 10

Maka sangatlah layak bagi seorang yang memiliki kedudukan ini disisi Rabb-nya, untuk dipelajari perjalanan hidupnya dan diketahui kehidupannya dalam keseharian dan sepanjang hidupnya, Maka dia-lah rahmat yang mendapatkan petunjuk dan anugerah dari Allah.

Allah berfirman :

لَقَدْ مَنَّ الله عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ  رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَ كيهِمْ وَيُعلِمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَة وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَال مُبِين  آل عمران: ١٦٤

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, membersihkan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” QS: Ali-Imran 163

Lalu Allah dengannya menghidupkan hati-hati yang mati dan membikin melihat mata yang buta.

Allah berfirman :

قال تعالى: أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأحَيَيْنَاه وَجَعَلْنَا لَه نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُه فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِج مِنْهَا كَذَلِكَ زُينَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ  الأنعام: ١٢٢

“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah manusia, serupa dengan orang yang keadaannya dalam gelap gulita yang tidak dapat keluar darinya ? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” QS:Al-An’am 122

Dan ayat ayat yang lain, yang akan panjang penjelasannya jika disebutkan pada kesempatan yang singkat ini, dan aku telah sedikit meluas dalam pembahasan keutamaan beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dalam kitab, semoga Allah menyegerakan untuk disempurnakan, dan juga terdapat dalam kitabku: Az Zajr wal Bayan ‘alaa du’aati Taqârubi wal Adyân.

Dan hanya milik Allahlah segala puji dan anugerah.  Dan yang mendorong saya untuk mempelajari dan bertekad mensyarah kitab Asy Syamail Al Muhammadiyah, karya Abu Isa At Tirmidzi, ada beberapa perkara :

  • Pertama : Untuk mengenal kepribadian nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, baik perawakan maupun prilaku beliau, dikarenakan padanya terdapat perkara yang penting, dari segi ilmu dan amalan.

Beliaulah yang bersabda : “Ambillah dari ku tata cara haji kalian.”

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Jabir radhiyallahu anhu. Dan beliau pula yang mengatakan :

صلوا كما رأيتموني أصلي

“Shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat.!”

Diriwayatkan Imam Bukhari, dari hadits Malik bin Huwairits radhiyallahu anhu.

  • Kedua : Untuk mencontoh Kitabullah azza wajalla, yang didalamnya terdapat banyak sifat nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dan perangai beliau, dan penjelasan ini adalah sebuah tafsir untuk ayat-ayat tersebut. Dan masuk juga adalah demi mendapatkan keridha-an Allah azza wajalla dan kecintaan-Nya.

Berkata Al Qadhi Iyadh dalam kitab Asy Syafa bi Ta’rifi huquqil Mushthafa Al Faqih Qadhi Imam Abul Fadhl rahimahullah :

Tidaklah asing bagi seseorang yang memiliki ilmu, atau dia memiliki sedikit pemahaman, untuk mengetahui kemuliaan yang Allah berikan kepada nabi kita صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Dan kekhususan yang Allah berikan kepadanya, dari berbagai macam anugerah, kebaikan dan keutamaan yang tidak akan berhenti karena suatu batas, dan untuk mengangkat kemuliaan derajatnya, yang amat berat lisan dan pena.

Diantaranya adalah, apa yang Allah jelaskan dalam kitab-Nya, dan Allah tegaskan akan  derajatnya yang tinggi, Allah memujinya baik perangai dan perilakunya, dan Allah memerintahkan para hambanya agar senantiasa bersamanya dan menyambut nya.

Dan dia sang dzat yang di puncak kemuliaan, dia-lah yang memiliki anugerah dan yang paling berhak, kemudian ia memuji dan menyanjung dengan hal tersebut, lalu ia memberikan balasan untuknya dengan pahala yang melimpah, dan hanya milik nya-lah keutamaan di awal dan akhir, dan di dunia dan akhirat.

Dan diantaranya adalah, apa yang Allah tampakkan dengan nyata kepada makhluk-Nya, dalam bentuk kemuliaan dan keagungan yang paling sempurna, dan kekhususan yang Allah berikan kepadanya dari kelebihan yang istimewa, akhlak yang terpuji, perilaku yang mulia, dan keutamaan yang bermacam macam.

Dan pertolongan Allah untuknya dengan mu’jizat yang mempesona, bukti-bukti yang terang benderang, karomah-karomah yang jelas, yang disaksikan oleh orang yang semasa dengannya, dan dilihat oleh orang yang telah bertemu dengannya, dan diketahui dengan sebenar-sebenarnya oleh orang-orang yang datang setelahnya. Sehingga sampailah kepada kita ilmu akan hakikat tersebut. Dan cahaya beliau menyinari kita, صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ..

  • Ketiga : Untuk membantah orang-orang yang menyeleweng dari jalan nya Mu’minin, tentang Hak nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
  • Keempat : Untuk menampakkan kepribadian nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, untuk ditauladani, dan agar beliau dikenal, dalam rangka mengamalkan firman Allah azza wajalla :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ الله أُسْوَة حَسَنَة لِمَنْ كَانَ يَرْجُو الله وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ الله كَثِيرًا  الأحزاب: ٢١

“Sesungguhnya telah untuk kalian pada diri Rasulullah suri teladan yang baik, bagi orang yang mengharap Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS: Al-Ahzab 21

Dan Allah berfirman :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ الله فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّه وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ  والله غَفُور رَحِيم * قُلْ أَطِيعُوا الله وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَ لَّوْا فَإِنَّ الله لَا يُحِبُّ الْكَافِرِين  آل عمران: ٣١-٣٢

“Katakanlah Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” “Katakanlah, taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kalian berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.“ QS:  Ali-Imron 31-32

Dan ini kembali kepada wajibnya mencintai beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, di mana Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda :

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ، وَوَالِدِهِ، وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidaklah beriman salah seorang dari kalian, sehingga aku lebih ia cintai, dari pada  anaknya, orang tuanya, dan manusia sekalian.” Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, riwayat Bukhari Muslim.

  1. Dan rasa cinta terhadap beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang senantiasa bertambah dalam hati orang-orang yang beriman, dengan mereka mengenal kepribadian dan kehidupan beliau.

Dan sungguh beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

Kasih sayang terhadap Kaum mu’minin, dan Allah memberinya nama yang mengasihi dan menyayangi. Dan nama-nama beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sebagai nama dan sifat.

Dan dalam Ash-Shahihain dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im, dari bapaknya : bahwa Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda : “Sesungguhnya aku memiliki beberapa nama : Aku Muhammad, Dan aku Ahmad,  Dan aku lah Mâhî : Yang Allah menghapus kekufuran dengan perantaraku, dan aku-lah Hâsyir : yang manusia akan dikumpulkan di bawah kakiku, dan aku lah ‘Âqib : yang tidak ada seorangpun setelahku. Dan Allah telah memberinya nama yang mengasihi dan menyayangi.

  1. Selalu semangat untuk membimbing dan memberi mereka petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan yang paling bagus.

Dan dalam Shahih Muslim, dari Abdullah bin ‘Amr bin Al’ Âsh, dia berkata, :

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَنَزَلْنَا مَنْزِلًا فَمِنَّا مَنْ يُصْلِحُ خِبَاءَهُ، وَمِنَّا مَنْ يَنْتَضِلُ، وَمِنَّا مَنْ هُوَ فِي جَشَرِهِ  إِذْ نَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ جَامِعَةً فَاجْتَمَعْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ، وَإِنَّ أُمَّتَكُمْ هَذِهِ جُعِلَ عَافِيَتُهَا فِي أَوَّلِهَا وَسَيُصِيبُ آخِرَهَا بَلَاءٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَ وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ مُهْلِكَتِي ثُمَّ تَنْكَشِفُ وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ هَذِهِ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنْ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ  وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الْآخَرِ . أخرجه مسلم 1844

Kami pernah mengadakan suatu perjalanan bersama Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, lalu kami berhenti di suatu tempat pemberhentian. Sebagian kami ada yang memperbaiki tempat tidur, sebagian lagi berlatih memanah, sebagian lagi memberi makan hewan. Tiba-tiba terdengar utusan Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menyeru : “Shalat Berjamaah.”

Lalu kami berkumpul di dekat beliau, lalu Beliau bersabda: “Sesungguhnya tidaklah seorang Nabi sebelumku, melainkan wajib baginya untuk menuntun umatnya kepada kebaikan yang telah diajarkan Allah kepada mereka, dan mengingatkan bahaya yang mengancam mereka.”

Dan sesungguhnya umat kalian ini telah dijadikan keselamatannya bagi generasi awalnya, dan akan menimpa generasi akhirnya berbagai cobaan berupa hal-hal yang tidak kalian senangi. Dan muncullah fitnah, hingga yang setelahnya lebih dahsyat dari yang sebelumnya. Dan muncullah fitnah, hingga seorang mukmin berkata : “Inilah yang membinasakanku.”

Setelah hilang bencana tersebut, timbul pula bencana yang lain. Dan orang mukmin itu berkata, ‘Ini dia.. Ini dia..

Maka Siapa yang ingin bebas dari neraka dan ingin masuk ke surga, hendaklah dia menghadapi kematiannya dengan keimanan kepada Allah dan hari akhirat. Dan hendaklah dia bersikap kepada manusia, sebagaimana yang ia inginkan untuk dirinya sendiri..

“Dan barangsiapa yang membai’at seorang pemimpin dengan memberikan janji nya dengan sepenuh hati, maka hendaklah dia mematuhi pemimpin itu semampunya. Jika yang lain datang memberontak, penggallah lehernya.” Dikeluarkan oleh Muslim 1844

  1. Beliau memiliki Akhlak yang begitu Agung / Mulia.

Allah berfirman :

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُق عظيم  القلم: ٤

“Dan sungguh engkau benar-benar di atas akhlak yang agung.” QS:Al-Qolam 4

Dan hal itu di karenakan beliau berperilaku sebagaimana Al-Qur’an.  Aisyah berkata : dan akhlak nabi adalah Al Qur’an. Riwayat Muslim.

Dan beliaulah yang mengatakan:

بعثتُ لأتمم صالح الاخلَق

”Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.Riwayat Ahmad, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

  1. Beliau adalah orang yang Pemberani.

Berkata Anas radhiyallahu anhu :

كان رسول الله أشجع الناس

“Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, beliau adalah manusia yang paling pemberani. “ Muttafaqun Alaihi.

Di tanyakan kepada Al Barra’ :

 أفررتم يوم حُنين ؟ قال : لكن رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم لم يفر متفق عليه

“Apakah kalian lari tatkala perang Hunain? Ia menjawab : Akan tetapi Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, tidak lari.” Muttafaqun Alaihi.

Dari Ali radhiyallahu anhu :

إِنَّا كُنَّا إِذَا حَمِيَ الْبَأْسُوَيُرْوَى اشْتَدَّ الْبَأْسُوَاحْمَرَّتِ الحدق، اتقينا برسول الله صلى الله عليه وسلم فَمَا يَكُونُ أَحَد أَقْرَبَ إِلَى الْعَدُ وِ مِنْهُوَلَقَدْ رَأَيْتُنِي يَوْمَ بَدْر وَنَحْنُ نَلُوذُ بِالنَّبِيِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، وَهُوَ أَقْرَبُنَا إِلَى الْعَدُوِ، وَكَانَ مِنْ أَشَد النَّاسِ يَوْمَئِذ بَأْسًا

“Dahulu kami jika  pertempuran sudah memanas, -dan riwayat lain : peperangan semakin sengit dan kepungan semakin menjadi maka kami pun berlindung dengan Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, maka tidak ada seorangpun dari kami yang lebih dekat dengan musuh daripada Nabi”. Sungguh aku melihat tatkala perang Badr kami berlindung kepada Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dan beliau yang paling dekat dengan musuh, dan beliau paling dahsyat peperangannya pada hari itu.”

Berkata Al Qadhi ‘Iyadh dalam kitab Asy Syafa bi ta’ rifi huquqil mushtafa 1/235 :

وَكَانَ صَلَّى الله عليه وسلم بالمكان الذي لا يجهل، وقد حَضَرَ الْمَوَاقِفَ الصَّعْبَةَ، وَفَرَّ الْكُمَاة وَالْأَبْطَالُ عَنْه غَيْرَ مَرَّة، وَهُوَ ثَابِت لَا يَبْرَحُ، وَمُقْبِل لَا يُدْبِرُ وَلَا يَتَزَحْزَحُ، وَمَا شُجَاع إِلَّا وَقَدْ أُحْصِيَتْ لَه فَرَّة ، وَحُفِظَتْ عَنْه جَوْلَةُ، سواه. وَمَا شُجَاع إِلَّا وَقَدْ أُحْصِيَتْ لَه فَرَّة ،وَحُفِظَتْ عَنْه جَوْلَةُ، سواه

Dan dahulu beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ selalu berada ditempat yang nampak, dan beliau benar-benar hadir di saat-saat yang genting, dan telah berkali-kali para pejuang yang berpakaian besi dan para pemberani, yang lari dari beliau, dan beliau tetap kokoh tidak beranjak, dan senantiasa menghadapi musuh dan tidak pernah berpaling dan beliau tidak pernah meninggalkan peperangan. Dan tidaklah ada seorang pemberani melainkan pernah tercatat melarikan diri dan dan bimbang, selain beliau.

  1. Beliau adalah orang yang dermawan.

Jabir radhiyallahu anhu berkata :

ما سئل رسول الله صلى الله عليه  وعلى آله وسلم شيئا فقال: لا

“Tidak pernah Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ di minta, dan menjawab “tidak”   Riwayat Muslim.

Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma :

كان رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم أجود الناس بالخير

“Dahulu Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ adalah orang yang paling dermawan dalam urusan kebaikan.” Muttafaqun Alaihi.

Dan dari Anas radhiyallahu anhu :

كان صلى الله عليه وعلى آله وسلم يعطي عطاء من لا يخشَ الفقر

“Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, memberikan sesuatu kepada orang yang tidak mengkhawatirkan kefakiran.” Riwayat Muslim.

  1. Dan beliau adalah orang yang Pemalu.

Allah berfirman :

إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ

“Sesungguhnya perkara itu merupakan gangguan bagi Nabi, sehingga ia malu dari kalian.” Al-Ahzab 53

Dan berkata Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhuma :

كان صلى الله عليه وعلى آله وسلم أشدُّ حياءً من العذراء في خدرها

“Beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, lebih malu dari pada seorang gadis perawan dalam pinggitan. Muslim

  1. Dan beliau adalah orang yang murah senyum.

Allah berfirman :

فَبِمَا رَحْمَة مِنَ الله لِنْتَ لهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى الله  إِنَّ الله يُحِبُّ الْمُتَوَ كلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.” Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” QS: Ali-Imron: 159

Dan Jabir radhiyallahu anhu berkata :

مَا حَجَبَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسْلَمْتُ، وَلاَ رَآنِي إِلَّا تَبَسَّمَ فِي وَجْهِي

“Nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ tidak pernah melarang ku masuk rumah nya sejak aku masuk islam, dan tidak pernah melihat ku melainkan wajah beliau tersenyum.” Muttafaqun Alaihi.

  1. Beliau hanya marah karena Allah.

Aisyah radhiyallahu anhu berkata :

وكان لا يغضب لنفسه صلى الله عليه وعلى آله وسلم إلا أن تُنتهك حرمة الله فيغضب لله عز وجل متفق عليه

“Dan beliau tidak pernah marah demi diri nya صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, melainkan jika ada kehormatan Allah yang terlanggar, maka beliau pun marah karena Allah azza wa jalla.” Muttafaqun Alaihi.

Sebagaimana firman Allah :

أخذاً بقول الله خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ  الأعراف:  ١٩٩

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” QS: Al-A’raf 199

  1. Beliau adalah orang yang bersih dan wangi.

Ummu Salamah radhiyallahu anha berkata :

فنجعل عرقه في طيبنا ، وهو أطيب الطيب .

“Dan kami jadikan keringat beliau, sebagai parfum kami, dan itulah parfum yang paling harum.” Diriwayatkan oleh keduanya.

Dan dalam hadits Jabir bin Samurah radhiyallahu anhu, berkata :

كأنما أخرج يده من جونية عطار

“Seolah olah beliau mengeluarkan tangan nya dari wadah minyak wangi.” Riwayat Muslim.

  1. Beliau adalah orang yang tampan.

Dan beliau benar-benar istimewa dengan sifat sifat yang indah nan mulia, baik perawakan dan perangainya, صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, sebagaimana yang engkau lihat. Dan wajah beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ seperti pedang, cahayanya berkilau seperti rembulan, perawakannya tidak tinggi dan tidak pendek, akan tetapi diantara keduanya.

  1. Beliau adalah orang yang fasih.

Dan beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

بعثتُ بجوامع الكلم، وكان إذا تكلم تكلم ثلَثا ، وإذا سلم سلم ثلَثا

“Aku diutus dengan Jawami’ul Kalim (Singkat Padat). Dan beliau jika berbicara, beliau mengulanginya tiga kali, dan jika salam, beliau mengulanginya tiga kali.”

  1. Beliau adalah orang yang Mulia / terpandang.

Beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

إن الله اصطفى من ولد إبراهيم إسماعيل ، واصطفى من ولد إسماعيل بني كنانة ، واصطفى من بني كنانة قريشا واصطفى من قريش بني هاشم واصطفاني من بني هاشم

“Sesungguhnya Allah memilih Ismail dari anak Ibrahim, dan memilih Bani Kinanah dari anak Ismail, dan memilih Quraisy dari Bani Kinanah, dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim.” Riwayat Tirmidzi. Dan asalnya riwayat Muslim

Dan dalam kisah Abu Sufyan tatkala dia bersama Heraklius.. : Bagaimana nasab/ garis keturunan dia di kalangan kalian?

Abu Sufyan menjawab : “Dia adalah orang yang mempunyai nasab (yang mulia).”

Lalu Heraklius berkata : “Dan begitulah para Rasul diutus dikalangan nasib yang mulia dalam kaumnya.” Muttafaqun Alaihi.

  1. Beliau adalah orang yang selalu menepati janji.

Dan beliaulah yang bersabda :

حُسن العهد من الإيمان

“Berbuat baik ketika berjanji merupakan bagian dari iman.” Yang telah saya takhrij dalam tahqiq kitab Al-Iman karya Ibnu Abi Syaibah rahimahullah.

Dan beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda :

نفي لهم بعهدهم ونستعين الله على قتالهم

“Dan kita tunaikan janji kita dengan mereka, dan kita mohon pertolongan kepada Allah untuk mengalahkan mereka.” Riwayat Muslim dari Hudzaifah radhiyallahu anhu.

  1. Beliau adalah orang yang rendah hati.

Dan Allah subhanahu telah memberikan dia pilihan, menjadi Raja dan Rasul atau Hamba dan Rasul, dan beliau memilih menjadi hamba dan rasul.

Dan beliau yang bersabda :

إنما أنا عبد ، آكل كما يأكل العبد ، وأجلس كما يجلس العبد

“Sesungguhnya aku adalah hamba, aku makan sebagian mana seorang hamba makan, dan aku duduk sebagai mana seorang hamba duduk.” Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari Aisyah radhiyallahu anha, dan juga ada jalur jalur selainnya.

  1. Beliau adalah orang yang terpercaya.

Allah berfirman :

مطاع ثم أمين

“Yang ditaati di sana lagi dipercaya.”

Menurut pendapat yang menafsirkan bahwa ia adalah Muhammad صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Dan beliaulah yang bersabda :

ألا تأمنونني وأنا أمين من في السماء

“Tidakkah kalian mempercayaiku, padahal aku adalah kepercayaannya yang di langit.” Diriwayatkan oleh keduanya dari hadits Abu Sa’id radhiyallahuanhu.

Dan Quraisy menjulukinya dengan Al-Amin, sebelum diutusnya beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

  1. Beliau adalah orang yang Adil.

Dan beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sungguh telah bersabda :

ويحك ومن يعدل إن لم أعدل ، خبت وخسرت إن لم أعدل

“Celakalah bagi engkau, siapakah yang akan berbuat adil, jika engkau tidak bisa adil, celaka dan merugilah aku jika aku tidak bisa berbuat adil.” Muttafaqun Alaihi, dari Abu Sa’id Al Khudriy.

  1. Beliau adalah orang yang jujur.

Dan dahulu Quraisy menjulukinya dengan Ash-Shadiq. Dan beliaulah yang mengatakan kepada mereka : ”Apakah kalian pernah mengetahui aku berdusta?” Mereka Jawab : “Tidak”.

Dan Heraklius berkata kepada Abu Sufyan : “Apakah kalian menuduhnya berdusta, sebelum yang ia sampaikan?”  Abu Sufyan menjawab : “Tidak”.

Berkata Heraklius : “Sungguh aku telah mengetahui, bahwa tidak mungkin dia  di biarkan berdusta terhadap manusia, dan berdusta atas Allah…. Hadits.” Diriwayatkan oleh keduanya.

  1. Rasa takut dan bagusannya ibadah beliau terhadap Rabb-Nya.

Maka sebagaimana yang beliau sabdakan :

إني أتقاكم لله

“Sesungguhnya aku adalah yang paling bertaqwa kepada Allah diantara kalian.”

Dan beliau tersifati dengan segala akhlak mulia, dan bersih dari segala prilaku yang rendah.

  1. Beliau adalah penyabar dan senantiasa bersyukur.

Dan sungguh beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dahulu shalat hingga pecah-pecah telapak kakinya, dan beliau berkata :

أفلَ أكون عبداً شكوراً

“Tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur?” Diriwayatkan oleh keduanya dari Al Mughirah radhiyallahu anhu.

Dan imam Muslim meriwayatkan hadits ini sendirian dari Aisyah radhiyallahu anha, dan terdapat perbincangan padanya.

Dan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu :

كَأنَي أَنْظُرُ إِلَى النَّبِي صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَحْكِي نَبِيًّا مِنَ الأَنْبِيَاءِ (ص: ١٧٦) ضَرَبَه قَوْمُه فَأدَمَوْهُ، وَهُوَ يَمْسَحُ الدَّمَ عَنْ وَجْهِهِ وَيَقُولُ  اللَّهُمَّ اغْفِرْ  لِقَوْمِي فَإِنَّهُمْ لا يَعْلَمُونَ

“Seolah olah aku melihat nabi صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ketika beliau mengisahkan salah seorang nabi yang di pukul oleh kaumnya, sehingga berdarah dan dia mengusap darah dari wajahnya dan berkata : “Yaa Allah ampunilah kaumku, karena mereka sungguh tidak mengerti. “

  1. Beliau adalah seorang yang sempurna dan yang istimewa dengan segala perangai yang sempurna, baik perawakan maupun perangainya.

Dan ini hanyalah segelintir dari sekian banyak, dan ini hanyalah beberapa petunjuk, dikarenakan suatu sebab ikhtiyari untuk mempelajari kitab ini dan adanya kekurangan, dan hanya dengan pertolongan kemudahan dan taufiq dari Allah.

Dan mempelajari kehidupan Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, baik itu ucapan, perbuatan, keyakinan, perawakan, perangai, adalah termasuk mempelajari agama islam yang Allah azza wa jalla turunkan kepada Muhammad yang mulia, shalawat serta keselamatan selalu tercurah kan kepada beliau, keluarga beliau dan orang yang mengikutinya.

Dan aku memohon kepada Allah agar memasukkan kita yang tergolong dalam sabda beliau صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “Seseorang itu bersama yang dia cintai.” Muttafaqun Alaihi, dari Anas radhiyallahu anhu.

Demi Allah, sungguh aku mencintai rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, dan aku mencintai Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, radhiyallahu anhum. Dan aku mencintai segenap shahabat dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari pembalasan.

Dan tulisan saya ini sebagai muqaddimah, ketika saya telah berazam untuk mengajarkan kitab Asy Syamail Muhammadiyah karya Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah At Tirmidzi, pengarang kitab Al Jami’, Al ‘Ilal, Asy Syamail, dan yang lainnya dari kitab kitab yang bermanfaat untuk sebagian saudara kita di Maroko’.      Hanya Allahlah yang saya mohon agar memberikan manfaat untuk Syarah ini.

Sebagai mana kitab aslinya, dan semoga Allah membimbingku dan setiap yang mendengar,dan yang membacanya kepada ucapan dan perbuatan yang baik.

Ditulis  oleh :

Syaikh Abu Muhammad  Abdul Hamid  bin  Yahya Al-Hajuriy Az-Za’kariy

(Semoga Allah menjaganya)

29 Muharram 1437 – Di Makkah Al-Mukarramah

Alih bahasa dan Editor : Team of ASHHABULHADITS

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: