“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Tanya jawab 8 Syaikh Muh.bin Hizam

 بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم

Penanya berkata : Kami memiliki sebuah mushalla untuk shalat Jum’at, kami shalat di sana, dan di dekatnya ada masjid jamí dengan jarak sepuluh menit, dan masjid tersebut seringnya penuh pada hari Jum’at, oleh karena itu kami shalat di mushalla yang berada dalam tanggung jawab kami, adapun masjid tadi pengurusnya bukanlah salafi, apakah kita tetap shalat dan berdakwah di mushalla kami, atau kah kami pergi ke masjid?

Jawab  : Masjidnya tidak cukup, maka lebih baik tetap shalat di mushalla, dan usahakan kalian membangun masjid yang khusus untuk kalian, dan lebih besar dari masjid tersebut, kalian bisa minta tolong kepada orang yang punya kemampuan dan yang suka berbuat kebaikan. Dan jangan sampai kalian menyusahkan para pengusaha, dan kami tidak menganjurkan kalian untuk menawarkan kepada para pedagang, tapi siapa yang kalian lihat dia ingin membangun masjid, dan menyukai kebaikan, maka mintalah tolong kepadanya dan arah kan ia kepada hal tersebut.

Dan kami tidak menyarankan kalian shalat bersama ~hizbi atau ahli bid’ah~ , bahkan shalat lah di mushalla, sampai Allah mudah kan kalian masjid yang lebih besar.

 الســـــــــؤال :- يقول السائل: لنا مصلى لصلاة الجمعة نصلي فيه، ويقرب هذا المصلى من المسجد الجماعي  بنحو عشر دقائق، والمسجد يكتظ يوم الجمعة غالبًا، ولذلك نصلي في المصلى الذي هو تحت مسؤوليتنا، أما المسجد المذكور فالقائمون عليه ليسوا بسلفيين، فهل نظل مصلين ومقيمين للدعوة في مصلانا، أم نذهب إلى المسجد ؟

 الإجــــــــــــــــابة :-  إن المسجد لا يسع، فالأفضل أن تظلوا في المصلى، وتحاولوا أن تبنوا مسجدًا خاص بكم، ويكون أكبر من ذلك المسجد، تسعون في ذلك بالشفاعة عند من له القدرة، ويكون ممن يحب الخير وفعل الخير، ولا تحرجوا أحدًا من التجار، ولا ننصحكم أن تتعرضوا لأحدٍ من التجار، وإنما من رأيتموه يريد أن يبني مسجدًا، ويحب الخير فاشفعوا عنده، وأرشدوه إلى ذلك، ولا ننصحكم بالصلاة عند الحزبيين، وعند أهل البدع، بل تستمروا بالصلاة في المصلى حتى ييسر الله لكم بمسجدٍ أكبر .

tumblr_inline_n3tr7kqFYW1stvxrr

Penanya berkata : Kami shalat di masjid yang di urus oleh sebagian hanafiyyah, dan At tablígh juga hadir dan mereka berdakwah di masjid tersebut, dan kami juga berdakwah di sana, dan pihak pengurus masjid tidak menghalangi kami, apakah dakwah kami dilanjutkan?

Jawab  : Kami wasiat kan untuk tamayyuz (tampil beda) di masjid sendiri, karena dakwah akan tersebar jika ahlus sunnah TAMPIL BEDA dari para pelaku bid’ah.
Dan jika bergabung dengan ahli bid’ah dalam satu masjid, merupakan hal yang buruk, dan manusia tidak bisa membedakan mana dakwahnya ahlus sunnah wal jama’ah dan dakwah yang Haq, dan ada unsur memberikan madharat kepada muslimin dan menipu mereka, dan tidak sepantasnya hal ini. Dan kami wasiatkan agar kalian berkumpul pada suatu masjid yang khusus untuk ahlus sunnah wal jama’ah, INI LEBIH BERKAH UNTUK DAKWAH DAN LEBIH BERMANFAAT.
Wallahul Musta’ân (hanya kepada Allah memohon pertolongan).

 الســـــــــؤال :- يقول السائل: نحن نصلي في مسجد يقوم عليه بعض الحنفية، ويحضر كذلك التبليغ ولهم دعوة في هذا المسجد، ونحن كذلك لنا دعوة في هذا المسجد، ولا يعترض القائمون عليه على دعوتنا، فهل نستمر على دعوتنا ؟

 الإجــــــــــــــــابة :- نوصيكم بالتميز في مسجد منفرد، فإن الدعوة تنتشر إذا تميز أهل السنة عن أهل البدعة، وأما أن تختلط مع أهل البدعة في مسجد واحد فهذا باب شر، ولا يتميز للناس دعوة أهل السنة والجماعة، ودعوة الحق، وهذا فيه إضرار وتغرير بالمسلمين، فلا ينبغي ذلك،  ونوصيكم أن تجتمعوا في مسجد خاصٍ بأهل السنة والجماعة، فهذا أبرك للدعوة وأنفع لها، والله المستعان .

tumblr_inline_n3tr7kqFYW1stvxrr

Ini adalah beberapa pertanyaan yang di ajukan saudara kita ahlus sunnah wal jama’ah di Britania, Kota London.

Penanya berkata : Didaerah, kami berdakwah kepada orang-orang kafir, apakah dibolehkan untuk membagi-bagikan selebaran selebaran milik kelompok kelompok yang sesat, tentunya yang berkaitan perkara-perkara pribadi, seperti nomer telpon adalah dari ikhwan salafi? 

Jawab : Jangan, kami sarankan agar kalian mengkonsumsi buletin-buletin dari ahlus sunnah wal jama’ah, dan kalian menjadi perantara dalam tersebarnya ilmu yang bermanfaat milik Ulama ahlus sunnah wal jama’ah, kalian bisa ambil dari buletin buletin ahlus sunnah wal jama’ah yang ada manfaatnya bagi orang-orang kafir. Kalian akan dapati dengan kehendak  Allah, ikhwan yang akan membantu kalian, dari sini, yaman, atau Saudi, untuk kitab kitab yang bermanfaat bagi ahlus sunnah wal jama’ah, juga disertai terjemahan, atau kalian yang menerjemahkannya, dan orang-orang kafir bisa mengambil manfaat darinya. Dan bisa jadi mereka masuk islam dan mengenal ahlus sunnah wal jama’ah. Dan kami tidak menyarankan kalian untuk menyebarkan kitab-kitab ahli bid’ah dan hizbiyun, yang terdapat penipuan padanya, seorang muslim muallaf akan tergantung dengan kitab tersebut dan penulisnya, dan bisa jadi dia terpedaya, dan bisa bisa dia terjerumus dalam kebid’ahan dalam agama Alloh , Wallahul musta’àn.

بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم

هذه أسئلة مقدمة من إخواننا أهل السنة والجماعة في بريطانيا من مدينة لندن .

الســـــــــؤال :- يقول السائل: نقوم بالدعوة للكفار في منطقتنا، فهل يجوز لنا أن نوزع لهم المنشورات لبعض الجماعات الضالة، علمًا بأن المعلومات الشخصية مثل رقم هاتف للأخوة السلفيين ؟

 الإجــــــــــــــــابة :-لا، ننصحكم أن تقتنوا المنشورات التي لأهل السنة والجماعة، وتكونون يد خير في نشر العلم النافع لعلماء أهل السنة والجماعة،  تـأخذون من منشورات أهل السنة والجماعة ما كان فيه نفع للكافرين، وتجدون إن شاء الله أخوة يمدونكم من هنا، من اليمن، أو من السعودية كتبًا مفيدة لأهل السنة والجماعة، ومترجمة أيضًا، أو تترجمونها أنتم، وينتفع بها الكافرون، فربما أسلموا ويعرفون أهل السنة والجماعة، ولا ننصحكم أن تروجوا كتب المبتدعة والحزبيين، فذلك فيه غش يتعلق المسلم حديث العهد بالإسلام بذلك الكتاب وصاحبه، ويكون فيه غش له، وربما جره إلى الابتداع في دين الله، والله المستعان .

tumblr_inline_n3tr7kqFYW1stvxrr

Si Penanya berkata : saya tinggal dalam sebuah rumah yang terdapat banyak kemungkaran di dalamnya, meninggalkan shalat , menghisap rokok, dan yang lainnya, saya ingin menghilangkan hal-hal ini, dengan cara yang tidak membuat orang lari, dan juga cara yang tidak memperburuk hubungan dengan keluarga saya , dan perlu diketahui bahwa saya pernah merobek gambar yang terdapat dirumah, sehingga orang tua marah kepada saya, lalu bagaimana caranya agar saya bisa merubah kemungkaran dalam tuntunan Al Qur’an dan Sunnah? Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda sebagai mana dalam Shahih Muslim dari Abu Said Al Khudriy : “Barang siapa diantara kalian yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangan nya, dan jika tidak mampu maka dengan mulut nya, dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah iman yang paling lemah.”

Maka rubahlah kemungkaran semampumu, jika engkau mampu dengan tanganmu untuk melenyapkannya, tanpa adanya madharat, maka tidak mengapa, adapun jika engkau hilangkan akan mengakibatkan kemungkaran yang lebih besar dan juga terjadinya perselisihan dan permusuhan, MAKA KAMI NASEHAT KAN AGAR TIDAK PERLU DILAKUKAN

Kami sarankan agar engkau memulai dengan merubah kemungkaran dengan ucapan, nasehat, mengingatkan akan Allah dan hari akhir, dan penjelasan akan haramnya hal tersebut sampai dia menerima, jika sudah menerima akan keharamannya dan takut kepada Allah, maka hal itu akan menyebabkan dia meninggalkan maksiat dengan kepuasan, dan dia akan lapang ketika meninggalkan maksiat.

Dan aku wasiatkan engkau untuk menggunakan nasehat yang baik dan ucapan yang bagus, sehingga keluargamu bisa menerimamu, dan hanya kepada Allah-lah meminta pertolongan, dan jika engkau memiliki kemampuan untuk melenyapkan kemungkaran kemungkaran tersebut, dimana tidak akan mengakibatkan yang lebih buruk, maka kami saran kan untuk di lenyapkan.

بسم اللــــه الرحمـــــــــن الرحيم

الســـــــــؤال :- يقول السائل: أنا ساكن في بيت أرى فيه كثيرًا من المنكرات، من ترك الصلوات وشرب الدخان وغير ذلك، وأريد أن أغير هذه المنكرات بدون أن أنفر أحدًا، وبدون أن تتضرر صلتي مع أهلي، علمًا بأني مرة مزقت صورة في بيتنا فغضب على والديَّ، فكيف أقوم بتغيير هذه المنكرات على ضوء الكتاب والسنة ؟

 الإجــــــــــــــــابة :- النبي صلى الله عليه وسلم يقول كما جاء في صحيح مسلم عن أبي سعيد الخدري: «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ»،  فتغير المنكر بقدر ما تستطيع، تغير المنكر بقدر ما تستطيع، فإن استطعت بيدك إتلافه بدون حصول ضرر فلا بأس، وأما أن تتلفه بيدك ويعيدون بدل ذلك المنكر منكرا أعظم منه، وأيضًا يحصل الشجار والمخاصمة، فننصحك بعدم ذلك، ننصحك أن تبدأ بالتغيير باللسان والوعظ والتذكير بالله واليوم الآخر، وبيان حرمة ذلك حتى يقتنع لك، فإذا اقتنع بحرمة ذلك وخاف من الله عز وجل، فإن ذلك يجره إلى ترك المعصية عن قناعة، فيقتنع بترك المعصية،  وأوصيك بالموعظة الطيبة والكلمة الحسنة، حتى يستجيب لك أهلك والله المستعان، وإن كان لك قوة إلى إتلاف تلك المنكرات بحيث أنها لا تعود فننصحك بإتلافها .

tumblr_inline_n3tr7kqFYW1stvxrr

Soal jawab bersama Syaikh Muhammad bin Hizam Hafidzahullah

Faedah kiriman Al akh Mahir Al Fadhli Al-Yamaniy hafidzahullah disaluran telegram ibnhezam@

Alih bahasa dan editor : team Ashhabulhadits

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: