“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Sholat Tarawih

Tanya: Ustadz apakah boleh mengeluarkan suara bacaan imam lewat mikropon pada shalat taraweh di tengah malam atau di sepertiga malam?

Jawab: Tidak selayaknya hal tersebut dilakukan, ini dengan beberapa alasan:

1. Pada waktu tersebut adalah waktu yang kebanyakan orang sudah beristirahat, baik mereka dari orang yang sholat tarawih di awal malam atau yang sedang sakit, jika demikian keberadaannya maka bacaan yang dikeluarkan lewat pengeras suara telah mengganggu mereka, dan perbuatan seperti ini tidak boleh dilakukan, karena Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

من كان يؤمن بالله واليوم اﻵخر فليكرم جاره

“Barangsiapa yang keberadaannya beriman kepada Alloh dan hari akhir maka hendaknya dia memuliakan tetangganya.” (Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhon dari Abu Huroiroh)

2. Pada waktu tersebut ada juga yang mencari keutamaan dengan sholat tarowih sendirian di rumahnya, ketika suara bacaan imam dikeluarkan maka tentu akan mengganggunya, padahal telah ada bimbingan syari’at supaya kita tidak mengangkat bacaan kita yang bisa mengganggu yang lainnya. Dan juga Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam pernah menyaksikan dua shohabatnya yang sedang sholat lail, yang satunya sholat dengan mengangkat suara dan yang satunya lagi memelankan suara maka beliau Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menganjurkan yang mengeraskan suaranya agar dikurangi suaranya dan yang memelankan suaranya agar dinaikan sedikit suaranya, yakni tengah-tengah di antara keduanya; tidak keras dan tidak pula terlalu pelan.

3. Kalau kita melihat kembali praktek sholat tarowih Nabi kita Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam yang pernah dilakukan berjama’ah bersama para shohabatnya, tidak ada riwayat atau penukilan menyebutkan bahwa suara beliau sampai didengar para tetangga masjid dan juga tidak sampai terdengar di pasar-pasar, dan tidak pula beliau mengumumkan atau mengumandangkan pelaksanaan sholat tarowihnya.

Wallohu A’lam.

Dijawab oleh : Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy

(Limboro, 11 Romadhon 1437)

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: