“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Diantara keutamaan ayat Kursyi
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلا يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Bab firman Allah Ta’ala :
“Allah, tidak ada Rabb yang benar selain dia, Yang Hidup kekal dan mengurus segala sesuatu, tidak ngantuk dan tidak tidur, Hanya Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi, Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Nya, tanpa izin-Nya, mengetahui apa-apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya, Kursinya, meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.  QS:  Al-Baqoroh  255

Inilah ayat yang paling agung dalam kitab Allah azza wa jalla, sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadits Ubay bin Ka’ab, riwayat Imam Muslim: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyainya : “Wahai Abu Mundzir, tahukah engkau, ayat apa dalam Quran yang paling utama bagimu?”
Abu Mundzir berkata: saya menjawab : Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.Lalu beliau mengulangi nya beberapa kali.  Kemudian Ubay berkata: Saya jawab :

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
“Allah, tidak ada Rabb yang benar selain dia, Yang Hidup kekal dan mengurus segala sesuatu.”

Abu Mundzir berkata: lalu beliau menepuk dadaku seraya bersabda: “Demi Allah, semoga dadamu dipenuhi dengan ilmu, wahai Abu Mundzir”.
Dan di antara keutamaannya :
Siapa saja yang membacanya setiap akhir shalat; tidak ada yang menghalangi dia dan surga kecuali maut.
Sebagai mana hadits Buraidah riwayat Imam Ahmad dalam Ash Shahihul Musnad, karya guru besar kami Al Waadi’iy rahimahullah ta’ala.

Dan keutamaannya juga : “Siapa yang membacanya ketika (akan) tidur, tidak akan di dekati syaitan, hingga pagi, ini sebagaimana riwayat Bukhari secara ta’liq (ringkas sanadnya) dari abu Hurairah radhiyallahu anhu.Dan diriwayatkan an Nasai dalam Amalul yaumi wal lailah- dari jalur Ibrahim bin Ya’qub, dari ‘Utsman bin Al Haitsam secara maushul (sanad yang bersambung) dan akan datang.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata : Pengkabaran Bahwasanya Allah bersendirian dalam sifat ketuhanan bagi semua yang Allah ciptakan.
Firman nya :

اللهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوم
“Allah tiada Ilah yang benar selain dia, yang maha hidup dan maha berdiri sendiri”.

الحي القيوم  أي: الحي في نفسه الذي لا يموت أبداً القيِّمُ لغيره،

Al Hayyu Al Qayyum : “Yang hidup dengan sendirinya, tidak akan mati selamanya, yang menguasai terhadap selainnya. “
Dan Ibnu Umar radhiyallahu anhu membaca nya  Al qayyaam dan segala yang ada sangat butuh kepadaNya, dan Dia yang tidak butuh kepada mereka, dan semua yang hidup tidak mempunyai kekuatan tanpa kehendakNya, sebagaimana firmannya :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِ ۚ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya.” QS : Ar-Ruum 25

Ibnul Qayyim berkata sebagai mana dalam  Badaa_i’ut tafsir :
Dan dalam ayat kursi terdapat penyebutan kehidupan yang merupakan inti dari segala sifat dan disebutkan bersamaan dengannya sifat qayyuumiyah nya ( maha kesendiriaannya) yang mengandung akan dzat dan keabadiannya, dan peniadaan semua perkara yang merupakan kekurangan, dari tidur, ngantuk, kelemahan dan yang lainnya, lalu menyebutkan kesempurnaan kerajaannya. Dan ditutup dengan penyebutan keesaannya dalam kerajaannya dan bahwasanya tidak ada seorangpun yang bisa memberikan pertolongan kecuali dengan izinNya. Kemudian disebutkan luasnya ilmu dan lingkupnya, dan diakhiri dengan : “Bahwasanya tidak ada bagi makhluk jalan menuju suatu ilmu, melainkan setelah kehendaknya untuk mengajari mereka.”
Kemudian di sebutkan akan luasnya kursinya, berserta perhatian akan lapangnya Allah yang maha suci dan agung, dan tingginya Allah, dan itu merupakan penghubung antara penyebutan akan tingginya Allah dan keagungannya. Kemudian diberitakanlah akan kesempurnaan kekuatannya, tanpa lelah, lalu menutup ayat ini dengan dua nama yang mulia, yang menunjukkan ketinggian dzat Allah dan betapa agungnya dirinya. Selesai.
Ibnu Katsir rahimahullah ta’ala Berkata : Firman nya :

لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ
“Tidak mengantuk dan tidak tidur”  QS: Al-Baqoroh 255

Yaitu : tidak ada padanya kekurangan dan kelalaian, ataupun kewalahan akibat makhluk nya, bahkan Dia menguasai seluruh jiwa dan apa yang Dia kerjakan, menyaksikan segala sesuatu, tidak ada yang hilang dari-Nya, dan tidak ada yang tersembunyi dari-Nya, dan merupakan kesempurnaan qayyuumiyah nya adalah tidak merasakan rasa kantuk dan tidak pula tidur. Oleh karena itu firman nya :  (لا تأخذه)  Tidak menghinggapi nya yaitu tidak mengalahkan kantuk,  karena ini Allah berfirman : (ولا نوم) Tidak juga tidur Karena Dia lebih kuat dari pada ngantuk.  Dan dalam Ash Shahih, dari Abu Musa radhiyallahu anhu berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdiri menyampaikan kepada kami empat kalimat, beliau bersabda :

*إنَّ الله لا ينام، ولا ينبغي له أن ينام يخفض القسط، ويرفعه يرفع إليه عمل الليل قبل عمل النهار، وعمل النهار قبل عمل الليل حجابه النُّور – أو النَّار – لو كشفه لأحرقت سُبُحات بصره ما انتهى إليه من خلقه* «. اهـ
الحديث أخرجه مسلم (179).

Sesungguhnya Allah tidak tidur, dan tidak pantas baginya untuk tidur, Merendahkan timbangan dan mengangkatnya, Di angkat kepadanya amalan malam sebelum siang, dan amalan siang sebelum amalan malam, Hijab-Nya adalah cahaya, kalaulah di singkap, cahaya pandangannya akan membakar makhluknya sepanjang pandangan-Nya.” Al hadits  riwayat Muslim 179

Saya katakan : dan ayat tersebut mengumpulkan sifat tsubuutiyyah (yang di tetap kan) dan sifat salabiyyah (yang di tiadakan).

Sifat  Tsubuutiyyah pada firmannya :  (الحيّ القيوم) Yang maha hidup dan yang maha berdiri sendiri.

Dan dua nama ini mengandung sifat kehidupan dan sifat qayyuumiyyah, yang keduanya merupakan sifat dzat (yang tidak bisa lepas) dan menunjukkan akan kesempurnaan yang mutlak hanya milik Allah azza wa jalla, baik dzat (diri) maupun sifatnya, dan juga mencakup beberapa sifat salbiyyah (yang di tiadakan) seperti : tidak ngantuk dan tidak tidur, yang di mana keduanya menunjukkan kesempurnaan dari lawannya tidur dan ngantuk, yaitu kesempurnaan qayyuumiyyah dan kesempurnaan hidup, karena tidur adalah saudara kematian. Dan Allah subhanahu wata’ala tersucikan dari segala kekurangan dan keburukan, bahkan hanya kepunyaan-Nya lah kesempurnaan yang mutlak, secara dzat, sifat dan seluruh perbuatannya.  ketahuilah :

 لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Tidak ada yang serupa dengannya sesuatupun, dan dialah yang selalu mendengar dan senantiasa melihat.”  QS: Asy-Syura 11

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ
“Dan tidak ada bagi-Nya sekutu walaupun satu” QS: Al-Ikhlash 4

هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيّاً
“Apakah kau mengetahui baginya ada tandingan” QS: Maryam 65

أَفَمَنْ يَخْلُقُ كَمَنْ لا يَخْلُقُ أَفَلا تَذَكَّرُونَ
“Apakah sama yang menciptakan dengan yang tidak bisa menciptakan, tidakkah kalian ingat” QS: An-Nahl 17

Imam Muslim rahimahullah berkata (179) : Haddatsana Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib, keduanya mengatakan :Haddatsana abu Muawiyah, Haddatsana Al A’masy, dari ‘Amr bin Murrah, dari Abu Ubaidah dari Abu Musa, mengatakan :
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdiri diantara kami menyampaikan lima perkara :

 *إن الله عز وجل لا ينام ولا ينبغي له أن ينام، يخفض القسط ويرفعه يرفع إليه عمل الليل قبل عمل النهار، وعمل النهار قبل عمل الليل، حجابه النور* 
وفي رواية أبي بكر:  *النار لو كشفه لأحرقت سبحات وجهه ما انتهى إليه بصره من خلقه* 

*Sesungguhnya Allah tidak pernah tidur dan tidur layak baginya untuk tidur.Merendahkan timbangan dan mengangkat-Nya.Di angkat kepadanya amalan malam sebelum amalan siang, dan amalan siang sebelum amalan malam, Hijab nya adalah cahaya*
Riwayat abu bakar : *…api, kalaulah di singkap, niscaya cahaya wajah-Nya sepanjang pandangan-Nya akan membakar makhluk-Nya* 
Hukum hukum tidur dalam agama islam hal 28-30
Karya Asy Syaikh Al Faadhil Abu Muhammad Abdul Hamid AlHajuiry semoga Allah menjaganya.

Ditulis oleh : Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid AlHajuiry  Az-Za’kariy hfidzahullah

Alih Bahasa : Abu Adam Abdan Shakur Al-Baliy hafidzahullah

Diantara keutamaan ayat Kursyi

باب قول الله تعالى:
(((اللَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلا يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ)))
[البقرة:255]

هذه الآية العظيمة هي أعظمُ آيات كتاب الله عز وجل دلَّ على ذلك حديث أُبيّ بن كعب عند الإمام مسلم أنَّ النَّبيَّ –صلى الله عليه وعلى آله وسلم– سأله: »أيُّ آيةٍ في كتاب الله أعظم ؟« قال: الله ورسوله أعلم، فردَّدَها مراراً، ثم قال أُبيّ: (((اللَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ))) فضربَ رسول الله -صلى الله عليه وعلى آله وسلم– في صدره وقال: »ليهنَكَ العلم أبا المنذر«.
ومن فضائلها: أنَّ من قرأها دُبُرَ كُلِّ صلاةٍ؛ لم يحل بينه وبين الجنَّة إلاَّ الموت لحديث بُريدةَ عند الإمام أحمد وهو في »الصحيح المسند« لشيخنا الوادعي رحمه الله تعالى.
ومن فضائلها: أنَّ من قرأها عند نومه لا يقرَبَهُ شيطان حتى يُصبح وذلك لما أخرج البُخاري تعليقاً عن أبي هريرة رضي الله عنه، وقد رواه النَّسائي في عمل اليوم واليلة من طريق إبراهيم بن يعقوب عن عثمان بن الهيثم موصولاً؛ به وسيأتي.
قال ابن كثير رحمه الله تعالى: قوله: (((اللهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ))) إخبار بأنَّهُ المُتفرِّد بالإلهية لجميع الخلائق (((الحي القيوم))) أي: الحي في نفسه الذي لا يموت أبداً القيِّمُ لغيره، وكان عمر رضي الله عنه يقرأها (((القيَّام))) فجميع الموجودات مفتقرة إليه، وهو غنيٌّ عنها، ولا قوام لها بدون أمره كقوله: (((وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالأَرْضُ بِأَمْرِهِ)))[الروم:25].
وقال ابن القيِّم كما في »بدائع التفسير«: ففي آية الكرسي ذكر الحياة التي هي أصل جميع الصفات وذكر معها قيُّوميَّتِه المقتضيّة لذاته وبقائه وانتفاء الآفات جميعها عنه من النوم والسنة والعجز وغيرها، ثمَّ ذكر كمال ملكه، ثمَّ عقبه بذكر وحدانيَّتِهِ في ملكه، وأنَّهُ لا يشفع عنده أحدٌ إلاَّ بأذنه، ثمَّ ذكر سعة علمه وإحاطته، ثمَّ عقبه بأنَّهُ لا سبيل للخلق إلى علم شيء من الأشياء إلاَّ بعد مشيئته لهم أن يعلموه، ثمَّ ذكر سعة كرسيَّه مُنبِّهاً به على سعته سبحانه وعظمته وعلوُّهُ وذلك توطئة بين ذكر عُلُّوه وعظمته، ثم أخبر عن كمال اقتداره، ولا تعب، ثمَّ ختم الآية بهذين الإسمين الجليلين الدَّالين على عُلُو ذاته وعظمته في نفسه. اهـ

قال ابن كثير رحمه الله تعالى: ((قوله: (((لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ)))[البقرة:255] أي: لا يعتريه نقص ولا غفلة، ولا ذهول عن خلقه بل هو قائم على كل نفس بما كسبت شهيدٌ على كُلِّ شيءٍ لا يغيبُ عنه شيء، ولا يخفى عليه خافية، ومن تمام القيُّوميَّة أنه لا يعتريه سنةٌ ولا نوم، فقوله: (((لا تأخذه))) أي: لا تغلبه سنة، وهي الوسن والنُّعاس، ولهذا قال: (((ولا نوم))) لأنَّهُ اقوى من السنة، وفي »الصحيح« عن أبي موسى رضي الله عنه قال: قام فينا رسول الله –صلى الله عليه وعلى آله وسلم– بأربع كلمات، فقال: »إنَّ الله لا ينام، ولا ينبغي له أن ينام يخفض القسط، ويرفعه يرفع إليه عمل الليل قبل عمل النهار، وعمل النهار قبل عمل الليل حجابه النُّور – أو النَّار – لو كشفه لأحرقت سُبُحات بصره ما انتهى إليه من خلقه«. اهـ
الحديث أخرجه مسلم (179).

قلت: والآية جمعت بين الصِّفات الثُّبوتيَّة والسّلبيَّة.

فالثُّبُوتيَّة في قوله: (((الحيّ القيوم))) وهذان الاسمان يتضمَّنا صفةُ الحياة والقيومية اللتان هما من صفات الذات الدَّالة على الكمال المطلق لله عز وجل ذاتاً وصفاتاً وتضمَّنت ذكر بعض صفات السلوب مثل السنة والنوم اللَّتان تدلان على إثبات كمال الضِّد وهو كمال القيُّوميَّة، وكمال الحياة لأنَّ النوم أخو الموت، والله عز وجل مُنزَّهٌ عن النقائص والآفات بل له الكمال المطلق ذاتاً وصفاتاً وأفعالاً إذ (((لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ)))[الشورى:11]، (((وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ)))[الاخلاص:4]، (((هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيّاً)))[مريم:65]، (((أَفَمَنْ يَخْلُقُ كَمَنْ لا يَخْلُقُ أَفَلا تَذَكَّرُونَ)))[النحل:17].

قال الإمام مسلم رحمه الله( 179): حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة وأبو كريب قالا حدثنا أبو معاوية حدثنا الأعمش عن عمرو بن مرة عن أبي عبيدة عن أبي موسى قال: قام فينا رسول الله  صلى الله عليه وسلم  بخمس كلمات فقال: ((إن الله عز وجل لا ينام ولا ينبغي له أن ينام، يخفض القسط ويرفعه يرفع إليه عمل الليل قبل عمل النهار، وعمل النهار قبل عمل الليل، حجابه النور)) وفي رواية أبي بكر: ((النار لو كشفه لأحرقت سبحات وجهه ما انتهى إليه بصره
قناة الشيخ عبدالحميد بن يحيى الزعكري الحجوري:
من خلقه)).

أحكام النوم في الشريعة الإسلامية
ص28/30
للشيخ الفاضل أبي محمد عبد الحميد الحجوري حفظه الله

Comments on: "Diantara Keutamaan Ayat Kursyi" (2)

  1. Alhamdulillah bertambah lagi 1 pengetahuan, mudah2an dengan semakin bertambahnya pengetahuan pembaca membawa banyak barokah syafaat bagi penulis

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: