“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Apakah Dakwah Harus Menyesuaikan Keadaan - ASHHABULHADITS

TANYA: Dakwah menyesuaikan dengan keadaan apakah dibenarkan?, misalnya supaya diterima dan diakui maka membuat partai politik Islamy, mendirikan sekolah-sekolah Islamy atau mendirikan organisasi dan yayasan Islamy.

*******

JAWAB: Dilihat pada bentuk penyesuaiannya!, kalau dakwahnya menyesuaikan dengan perkara yang boleh maka boleh, seperti dakwah dengan menggunakan Radio FM, Radio Online atau dakwah dengan Situs/Website dan yang semisalnya.

Dan kalau dakwahnya menyesuaikan dengan perkara yang terlarang maka hukumnya harom, seperti dakwah melalui sinetron atau dakwah dengan lagu-lagu dan musik-musikan atau yang semisalnya dari perkara yang harom maka dihukumi harom.

Dan banyak dari para aktivis dakwah condong kepada kesesatan karena disebabkan penyesuaian mereka dengan perkara yang terlarang di dalam agama.

Metode seperti ini pernah dijalankan oleh para pedagang dari India, mereka datang ke Melayu dan Nusantara untuk berdagang sekalian menyiarkan Islam dengan cara menyesuaikan dengan keadaan, hasilnya memang banyak orang yang tertarik dengan Islam dan memeluknya namun aqidah mereka masih tercampuri dengan keyakinan yang salah, amalan-amalan pada zaman kerajaan Majapahit dengan faham animisme dan dinamisme masih mereka lakukan, dan yang berubah hanyalah bacaan-bacaanya, sekadar contoh acara kematian pada zaman Majapahit ada beberapa hari; hari ketiga, ketujuh, keempat puluh, keseratus dan seribu hari. Acara tersebut kemudian dinamai dengan penamaan Islamiy yaitu tahlilan, karena bacaannya ada tahlil.

Penyesuaian seperti ini banyak kita dapati pada kebanyakan manusia di zaman ini, terkadang hanya merubah nama dan terkadang dengan menambah nama dengan tambahan yang Islamiy, metode seperti ini pernah dilakukan oleh syaithon ketika hendak menipu bapak kita Adam ‘Alaihish Sholatu Wassalam, Alloh Ta’ala berkata:

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَا يَبْلَىٰ

“Syaithon membisik-bisikan kepada Adam, dia berkata: Wahai Adam maukah aku tunjukan kepadamu tentang pohon keabadian dan kerajaan yang tidak akan runtuh!”. QS: Taha: 120

Syaithon mengganti nama suatu pohon yang Allah larang untuk didekati dengan nama pohon keabadian dengan tujuan untuk menyesatkan Adam dan isterinya. Semoga Alloh melindungi kita dari tipu daya syaithon dari kalangan jin dan syaithon dari kalangan manusia.

Dijawab oleh : Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy (Hafidzahullah)

(Purwokerto, Central Java, Indonesia, 25 Rojab 1437).

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: