“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Lapangnya  Rezeki

من أسباب سعة الأرزاق ونزول الغيث والبركات

Diantara Sebab Lapangnya Rezeki dan Turunnya Hujan dan Berkah.

Sesungguhnya diantara perkara yang paling penting yang bisa menyebabkan turunnya berkah, rahmat dan hujan, dan lapangnya rezeki, adalah keimanan kepada Allah Ta’ala.

Allah berfirman :

  وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Dan kalaulah penduduk desa-desa itu beriman, pastilah Kami bukakan berkah berkah dari langit dan bumi , akan tetapi mereka mendustakannya, sehingga kami menyiksa mereka di sebabkan perbuatan mereka.” QS : Al-A’raf: 96

Ibnu Katsir rahimahullah berkata : yaitu telah beriman hati-hati mereka dengan apa yang di bawa oleh para utusan itu, membenarkannya, mengikutinya, bertaqwa kepada Allah dengan melakukan ketaatan, meninggalkan yang haram,(pastilah kami bukakan berkah-berkah dari langit dan bumi). Yaitu tetesan dari langit dan tumbuhan bumi.

Dan Allah berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ * مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ * إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku. Aku tidaklah ingin rezeki dari mereka, dan aku tidak ingin mereka memberi makan aku.  Sungguh Allah dialah yang memberikan rezeki lagi mempunyai kekuatan yang kokoh. “ QS: Adz-Dzariyat: 56-58

Diantaranya berpegang teguh dengan Al-Kitab suci dan As-Sunnah.

Allah berfirman :

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْأِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ

“Dan kalaulah mereka menjalankan Taurat dan Injil dan yang diturunkan kepada mereka dari Rabb mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan.  Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.” QS: Al-Maidah  66

Ibnu Katsir rahimahullah berkata : Yang dimaksud adalah banyaknya rezeki yang turun kepada mereka dari langit, dan tetumbuhan dari tanah. Diantaranya : senantiasa mohon ampun, dan taubat dari dosa dan kesalahan, Allah berfirman, ketika menceritakan Hud Alaihissallam :

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَاراً وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

“Dan Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb kalian, lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan untuk kekuatan kalian, dan janganlah kalian berpaling dengan kekufuran.”  QS: Huud: 52

Allah mengkhabarkan tentang perintah Nuh kepada kaumnya, untuk berkomitmen dengan syi’ar ini :

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَاراً * وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَاراً

“Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, sungguh Dia  Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anak kalian, dan menjadikan untuk kalian kebun-kebun dan menjadikan untuk kalian sungai-sungai.” QS:  Nuuh  10-12

Dan sangat sesuai kalau kita sebutkan di sini syarat-syarat taubat yang diterima, karena tuntutan dari permohonan ampun adalah taubat, dan lima syaratnya :

Pertama : Dia taubat, kembali, berlepas dari kemaksiatan, karena allah azza wa jalla, dan syarat ini di beri nama : Keikhlas an dalam taubat.

Dua : Berlepas dari maksiat.

Tiga : Menyesal atas kelakuan maksiatnya.

Empat : Ia bertekad untuk tidak mengulangi, dan tidak bertaubat yang sementara.

Lima : Hendaknya bertaubat pada waktu di terimanya taubat.

Allah berfirman :

 إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيماً حَكِيماً * وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah bagi yang mengerjakan kejahatan karena jahil, kemudian mereka segera bertaubat, maka merekalah yang Allah terima taubatnya, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan, hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, ia mengatakan: “Sungguh saya bertaubat sekarang.” Dan tidak pula bagi orang yang mati dalam kekufuran. Orang-orang itulah yang kami siapkan untuk mereka siksa yang pedih.” QS: An-Nisa 17-18

Dan jika perkara yang di dzalimi atau maksiat nya berkaitan dengan hak para makhluk, maka harus di kembalikan hak-hak tersebut kepada pemiliknya, sebelum dinar dan dirham tidak berlaku lagi.

Dan diantara yang layak di sebutkan dalam sebab turunnya hujan dan berkah, adalah Baiat sedekah.

Imam Muslim telah meriwayatkan dalam Shahih-nya, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu :

أن النبي ﷺ قال: »بينا رجل بفلاة من الأرض، فسمع صوتًا سحابة، اسق حديقة فلان، فتنحى ذلك السحاب، فأفرغ ماءه في حرة، فإذا شرجة من تلك الشراج، قد استوعبت الماء كله، فتتبع الماء، فإذا رجل قائم في حديقته يحول الماء بمسحاته، فقال له: يا عبد الله ما اسمك؟ قال: فلان، للإسم الذي سمع في السحابة، فقال له: لم تسألني عن اسمي، فقال: إني سمعت صوتًا في السحاب الذي هذا ماؤه يقول: اسق حديقة فلان لاسمك، فما تصنع فيها؟ قال: أما إذ قلت هذا، فإني أنظر إلى ما يخرج منها، فأتصدق بثلثه، وآكل أنا،وعيالي ثلثًا، وأرد فيها ثلثه«

Bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :  Tatkala seseorang berada di padang pasir, ia mendengar suara di awan: “Siramilah kebun si fulan, lalu awan itu menjauh dan menuangkan air. Ternyata dikebun itu ada seseorang yang tengah mengurus air dengan sekopnya. Ia bertanya padanya: “Wahai hamba Allah, siapa namamu?” Ia menjawab: Fulan.
Sama seperti nama yang ia dengar dari awan. Ia bertanya: Wahai hamba Allah, kenapa kau tanya namaku?” Ia menjawab: Aku mendengar suara di awan dimana inilah airnya. Awan itu berkata: “Siramilah kebun si fulan, namamu”.
Apa yang kau lakukan dalam kebunmu? Ia menjawab: Karena kau mengatakan seperti itu, aku melihat yang keluar darinya, lalu aku sedekahkan sepertiganya, aku makan sepertiganya bersama keluargaku dan aku kembalikan sepertiganya ke kebun.’

Berkata An Nawawi dalam Syarh Muslim :

Dalam hadits terdapat keutamaan sedekah dan perbuatan baik kepada orang miskin dan yang di perjalanan. Selesai.

Diantara sebab turunnya hujan : merendahkan diri dihadapan Allah azza wa jalla, allah berfirman :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan Rabb kalian berkata : berdoa lah kepada ku, pastilah ku kabulkan kalian. QS: Ghafir: 60

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Berdoalah kepada Rabb mu dengan rendah diri dan suara yang lembut. sungguh dia tidak suka dengan orang yang melampaui batas. QS: Al-A’raf: 55

Dan ﷺ bersabda, sebagaimana dalam hadits Abu Jurayyin Jabir bin Sulaim, riwayat Abu Daud :

أنا رسول الله الذي إذا أصابك عام سنة، فدعوته أنبتها لك

Saya adalah utusan Allah, yang jika menimpamu paceklik, maka doamu kepadanya, niscaya akan di tumbuhkan untukmu.  (Hadits ini terdapat dalam Ash Shahihul Musnad.)

Dan yang mendukung nya adalah hadits Anas, riwayat Shahihain : bahwa Nabi ﷺ ketika minta hujan, mengucapkan :

اللهم أغثنا، اللهم أغثنا، اللهم أغثنا 

Yaa Allah turun kan lah hujan kepada kami…

Yaa Allah turun kan lah hujan kepada kami…

Yaa Allah turun kan lah hujan kepada kami…

Dalam riwayat lain :

اللهم اسقنا

Berilah kami Hujan…

Dan kesimpulan dari yang telah lalu : Bahwa komitmen dengan ketaatan dan perkara yang mendekatkan, merupakan sebab hujan dan berkah, maka kita memohon kepada Allah petunjuk, dan ke istiqomahan dan untuk apa yang dia cintai dan dia ridhoi.

*******

إتحاف النبلاء بأحكام الإستسقاء

Ditulis oleh : Syaikh Abu  Muhammad  Abdul-Hamid bin  Yahya Al-Hajuriy (Hafidzahullah)

Alih Bahasa : Abu  Adam Abdan Shakur Al-Baliy (Hafidzahullah)

*******

من أسباب سعة الأرزاق ونزول الغيث والبركات

إن من أهم الأسباب لوضع البركات، وسعة الأرزاق، ونزول الغيث، والرحمات هو الإيمان بالله تعالى، قال عز وجل: ﴿وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ﴾ [لأعراف:96].

قال ابن كثير رحمه الله: أي: آمنت قلوبهم بما جاء به الرسل، وصدقت به، وابتغوه، واتقوه بفعل الطاعات، وترك المحرمات،( لفتحنا عليهم بركات من السماء والأرض) أي: قطر السماء، ونبات الأرض. أهـ.

وقال تعالى: ﴿وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ * مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ * إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ﴾[الذريات:56-58].

ومنها التمسك بالكتاب، والسنة، فقد قال الله تعالى: ﴿وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْأِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ﴾ [المائدة:66].

قال ابن كثير رحمه الله: يعني بذلك كثرة الرزق النازل عليهم من السماء، والنبات لهم من الأرض.

ومنها ملازمة الإستغفار، والتوبة من الذنوب، والآثام، قال تعالى مخبرًا عن هود عليه السلام: ﴿وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَاراً وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ﴾ [هود:52].

وقال تعالى مخبرًا عن أمر نوح لقومه بلزوم هذه الشعيرة: ﴿فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَاراً * وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَاراً﴾ [نوح:10-12].

ويجدر بنا أن نذكر هنا شروط التوبة المقبولة؛ لأن من لازم الاستغفار: التوبة، وشروطها خمسة:

الأول: أن يتوب، ويرجع، ويقلع عن المعصية من أجل الله عز وجل، وهذا الشرط يسمى بالإخلاص في التوبة.

الثاني: الإقلاع عن المعصية.

الثالث: الندم على فعل هذه المعصية.

الرابع: أن يعزم على أن لا يعود، فلا يتوب توبة مؤقتة.

الخامس: أن تكون التوبة في الزمن الذي تقبل فيه التوبة، قال تعالى: ﴿إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيماً حَكِيماً * وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ ﴾[النساء: من الآية17-18].

وإذا كانت المظالم، أو المعاصي تتعلق بحقوق المخلوقين، فعليه أن يرد المظالم، والحقوق إلى أهلها قبل أن لا يكون دينار، ولا درهم.

ومما يجدر ذكره في أسباب نزول المطر، والبركات: الصدقة، فقد أخرج الإمام مسلم في صحيحه:(2984): من حديث أبي هريرة رضي الله عنه: أن النبي ﷺ قال: »بينا رجل بفلاة من الأرض، فسمع صوتًا سحابة، اسق حديقة فلان، فتنحى ذلك السحاب، فأفرغ ماءه في حرة، فإذا شرجة من تلك الشراج، قد استوعبت الماء كله، فتتبع الماء، فإذا رجل قائم في حديقته يحول الماء بمسحاته، فقال له: يا عبد الله ما اسمك؟ قال: فلان، للإسم الذي سمع في السحابة، فقال له: لم تسألني عن اسمي، فقال: إني سمعت صوتًا في السحاب الذي هذا ماؤه يقول: اسق حديقة فلان لاسمك، فما تصنع فيها؟ قال: أما إذ قلت هذا، فإني أنظر إلى ما يخرج منها، فأتصدق بثلثه، وآكل أنا، وعيالي ثلثًا، وأرد فيها ثلثه«، قال النووي في”شرح مسلم”:(18/114)، وفي الحديث فضل الصدقة، والإحسان إلى المساكين، وأبناء السبيل. أهـ.

ومن أسباب نزول المطر: التضرع إلى الله عز وجل، قال تعالى: ﴿وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ﴾[غافر: من الآية60].

وقال: ﴿ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ﴾ [لأعراف:55].

وقال ﷺ كما في حديث أبي جرى جابر بن سليم عند أبي داود: »أنا رسول الله الذي إذا أصابك عام سنة، فدعوته أنبتها لك« الحديث في “الصحيح المسند”، ويدل على ذلك حديث أنس في الصحيحين: أن النبي ﷺ حين استسقى قال:»اللهم أغثنا، اللهم أغثنا، اللهم أغثنا«، وفي رواية: (اللهم اسقنا)، ويتلخص لنا مما تقدم: أن ملازمة الطاعات، والقربات من أسباب الغيث، والبركات، فنسأل الله التوفيق، والسداد لما يحب، ويرضى.

المصدر
إتحاف النبلاء بأحكام الإستسقاء
ص 13/14
للشيخ الفاضل عبد الحميد الحجوري حفظه الله

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: