“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Faedah berharga Tentang kata panggilan DALAM AL-QUR'AN AL-KARIM

Faidah berharga seputar penjelasan kata panggilan dalam Al Qur’anul Karim, dan betapa butuhnya kita, kalau seorang penuntut ilmu mempelajarinya dan menyampaikannya kepada umat.  Betapa banyak orang terdahulu dan yang sekarang mengabaikannya. Dan hanya dari Allah petunjuk dan kebenaran.

بسم الله الرحمن الرحيم

Firman Allah Ta’ala ;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai sekalian manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian, yang telah menciptakan kalian dan yang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa.” QS: Al-Baqoroh :21

Inilah panggilan Allah yang maha tinggi penyebutannya dan merupakan seruan untuk seluruh manusia agar beribadah kepada-Nya dan mengesakan-Nya dalam perkara yang wajib pada hak-Nya dalam Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma dan Sifatnya, dan seruan ini umum mencakup laki-laki dan perempuan, manusia dan jin dari orang-orang mukallaf.

ففي صحيح مسلم(2295) عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهَا قَالَتْ: كُنْتُ أَسْمَعُ النَّاسَ يَذْكُرُونَ الْحَوْضَ، وَلَمْ أَسْمَعْ ذَلِكَ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا كَانَ يَوْمًا مِنْ ذَلِكَ، وَالْجَارِيَةُ تَمْشُطُنِي، فَسَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «أَيُّهَا النَّاسُ» فَقُلْتُ لِلْجَارِيَةِ: اسْتَأْخِرِي عَنِّي، قَالَتْ: إِنَّمَا دَعَا الرِّجَالَ وَلَمْ يَدْعُ النِّسَاءَ، فَقُلْتُ: إِنِّي مِنَ النَّاسِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنِّي لَكُمْ فَرَطٌ عَلَى الْحَوْضِ، فَإِيَّايَ لَا يَأْتِيَنَّ أَحَدُكُمْ فَيُذَبُّ عَنِّي كَمَا يُذَبُّ الْبَعِيرُ الضَّالُّ، فَأَقُولُ: فِيمَ هَذَا؟ فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ، فَأَقُولُ: سُحْقًا “

Dari Ummu Salamah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dia berkata: “Aku mendengar orang-orang membicarakan tentang telaga, dan aku belum pernah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.  Namun pada hari itu, ketika aku sedang disisiri oleh budakku, tiba-tiba aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian manusia…” Aku katakan kepada budak : “Berhentilah dulu !’ 
Dia menjawab: Beliau hanya menyeru kaum laki-laki, bukan kaum wanita.Lalu aku katakan kepadanya; aku juga termasuk manusia? Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Aku mendahului kalian di telaga, pasti nanti akan datang seseorang dari kalian, namun dia akan ditahan dari telaga tersebut sebagaimana ditahannya seekor unta yang tersesat. Lalu aku bertanya : “Kenapa demikian ya Rabb? Dikatakan kepadaku;” “Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu.” Maka aku pun berkata; “Celakalah!”

وفي صحيح مسلم (1578) عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ بِالْمَدِينَةِ، قَالَ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللهَ تَعَالَى يُعَرِّضُ بِالْخَمْرِ، وَلَعَلَّ اللهَ سَيُنْزِلُ فِيهَا أَمْرًا، فَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ مِنْهَا شَيْءٌ فَلْيَبِعْهُ وَلْيَنْتَفِعْ بِهِ»، قَالَ: فَمَا لَبِثْنَا إِلَّا يَسِيرًا حَتَّى قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللهَ تَعَالَى حَرَّمَ الْخَمْرَ، فَمَنْ أَدْرَكَتْهُ هَذِهِ الْآيَةُ وَعِنْدَهُ مِنْهَا شَيْءٌ فَلَا يَشْرَبْ، وَلَا يَبِعْ»، قَالَ: فَاسْتَقْبَلَ النَّاسُ بِمَا كَانَ عِنْدَهُ مِنْهَا فِي طَرِيقِ الْمَدِينَةِ فَسَفَكُوهَا.

Dari Abu Sa’id Al Khudri dia berkata:
Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah di Madinah, beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah ta’ala telah membenci minum khamer, dan Allah akan menurunkan perintah yang tegas mengenai hal itu. Oleh karena itu, siapa yang masih menyimpan khamer hendaknya dijualnya atau dimanfaatkannya. Abu Sa’id melanjutkan : Tidak berapa lama kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengharamkan khamer, maka siapa saja yang mendengar ayat ini sedangkan dia masih memiliki persediaan khamer, ia tidak boleh meminumnya atau menjualnya. Maka orang-orang yang membawa persediaan khamer mereka kemudian menumpahkannya di jalanan Madinah.

Inilah panggilan untuk yang pertama kalinya kepada seluruh manusia, dalam mushaf, dan ada 20 tempat dalam Al-Qur’an, 4 diantaranya perintah kepada Rasul-Nya untuk mengucapkannya. Dan jika kamu perhatikan panggilan ini kamu akan dapatkan terhadap perkara-perkara yang penting, dakwah tauhid, berita-berita seputar kebangkitan dan yang semisalnya, dengan lafadz :

{يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ}  [الانفطار: 6]
“Wahai sekalian manusia… ” QS;  Al-Infithor 6
Pada dua tempat yang terdapat didalamnya peringatan, untuk tidak terperdaya dan tentang kebangkitan.

Dan panggilan dengan lafazh :

وجاء النداء بلفظ {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا} [البقرة: 104]
“Wahai orang-orang yang beriman “. QS: Al-Baqoroh 104.

Pada 98 tempat dari Al-Qur’anul Karim, yang terdapat anjuran untuk beramal shalih dan menjelaskan yang banyak dari hukum agama.

Dan panggilan dengan :

والخطاب بلفظ {يَا بَنِي آدَمَ} [الأعراف: 26] في خمسة مواضع من القرآن أربعة منه في سورة الأعراف

Wahai Bani Adam…QS: AL-A’raf  26

Ada pada 5 tempat dari Al-Qur’an, 4 diantaranya dalam surat Al A’raf.

Dan panggilan :

والخطاب بقوله: { يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ } [الأنعام: 130]

Wahai sekalian jin dan manusia…”  QS: Al-An’am 130.

والثاني للتحدي وهو قوله تعالى: {يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ } [الرحمن: 33]

Yang kedua tantangan :
” Wahai sekalian jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan”.  QS : Ar-Rahman : 33

 Pada dua tempat, salah satunya di akhirat untuk penetapan, yaitu firman Allah Ta’ala :

في موطنين وأحدها يكون في الآخرة للتقرير وهي قوله تعالى: {يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا} [الأنعام: 130]

“Wahai sekalian jin dan manusia, bukankah datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kalian, yang menyampaikan ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepada kalian akan pertemuan dengan hari ini? “Qs: Al-An’am 130

Dan panggilan untuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri :

والخطاب لرسول الله صلى الله عليه وسلم وحده بقوله: {يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ} [الأنفال: 64] في ثلاثة عشر موضعا من القرآن منها ما هو خاص برسول الله صلى الله عليه وسلم ومنها ما لفظه خاص ويراد به العموم والخطاب بقوله تعالى : ﴿ يا أيها الرسول) في موضعين من سورة المائدة في أحدهما التصبير وفي الثاني الحث علی البلاغ

“Wahai Nabi…”

Ada 13 tempat dalam Al-Qur’an, padanya ada  yang khusus untuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan ada yang untuk umum.

Dan panggilan kepada beliau dengan firman Allah :

“Wahai Rasul…”

Dalam dua tempat dari surat Al-Maidah salah satunya motivasi untuk bersabar, yang kedua dorongan untuk berdakwah.

Dan panggilan dengan firman-Nya:

:والخطاب بقوله: {يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ} [الأحزاب: 30]

“Wahai sekalian Istri-istri nabi…”QS: Al-Ahzab 30

Dalam dua tempat, dua-dua nya di surat Al Ahzab, salah satunya menunjukkan kekhususan istr-istri nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu firman-Nya :

:{يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ} [الأحزاب: 30]
” Wahai isteri-isteri Nabi, siapa di antara kalian yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan di lipat gandakan  kepadanya dua kali lipat siksaan. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.“QS: Al-Ahzab : 30

Yang kedua lafadznya khusus, hukumnya umum  :

:{يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا (32)
“Wahai isteri-isteri Nabi, kalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kalian bertakwa. Maka janganlah kalian lembutkan pembicaraan kalian, hingga orang yang ada penyakit dalam hatinya menjadi tamak dan ucapkanlah perkataan yang baik.”QS : Al-Ahzab :32

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا} -وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Dan hendaklah kalian tetap di rumah dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, wahai ahlul bait dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya.” QS : Al-Ahzab : 33

Dan panggilan dengan firmannya :

والخطاب بقوله تعالی: (يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ) في اربعة مواضع ثلاثة منها في سورة البقرة يذكرهم الله تعالی بنعمته عليهم ويدعوهم إلی الوفاء, بالعهد والعمل بما فيها ليس بخاص بهم.

“Wahai Bani Israil…”

Dalam 4 tempat, 3 diantaranya di surat Al-Baqarah, Allah mengingatkan mereka dengan nikmat-Nya atas mereka dan mengajak mereka untuk menepati janji dan mengamalkan apa yang di dalamnya bukanlah khusus buat mereka.

والخطاب يدل على أهمية المأمور به أو المنهي عنه وقد روى ابن أبي حاتم (1037) حَدَّثَنَا أَبِي ثنا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ ثنا مِسْعَرٌ حَدَّثَنِي مَعْنٌ وَعَوْنٌ، أَوْ أَحَدُهُمَا: أَنَّ رَجُلاً أَتَى عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ فَقَالَ: أَعْهِدْ إِلَيَّ فَقَالَ: إِذَا سَمِعْتَ اللَّهَ يَقُولُ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا فَأَرْعِهَا سَمْعَكَ فَإِنَّهُ خَيْرٌ يَأْمُرُهُ أَوْ شَرٌّ يَنْهَى عَنْهُ.

Dan panggilan yang menunjukkan pentingnya apa-apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang darinya,  adalah riwayat Ibnu Abi Hatim (1037) :
Haddatsana Abi, Haddatsana Nu’aim bin Hammaad, Haddatsana Abdullah bin Mubarak, Haddatsana Mis’ar, haddatsani Ma’n dan ‘Aun atau salah satunya :  Bahwa seseorang mendatangi Abdullah bin Mas’ud dan mengatakan : “Ajarilah aku!”
Beliau menjawab : Jika kau mendengar firman Allah :

“Wahai orang yang beriman, maka pasanglah pendengaranmu, karena itu adalah kebaikan yang diperintahkan atau keburukan yang dilarang darinya.”

Berkata Ibnu Katsir 487/3 :Dan termasuk yang paling penting dan paling agung adalah, perintah Allah ta’ala  dengannya untuk mengibadahi-Nya semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan larangan beribadah kepada yang lain, sebagaimana mengutus seluruh rasul yang sebelumnya, seperti firman Allah ta’ala :

{وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ} [النَّحْلِ:36]
“Dan sungguh kami telah utus pada setiap ummat seorang rasul, hendaklah kalian ibadahi allah dan jauhilah thaghut”.  QS : An-Nahl : 36

Dan panggilan dengan “Wahai sekalian manusia” terkadang diinginkan semua mukallaf, dan terkadang dari yang umum diinginkan yang tertentu, buktinya adalah bahwa panggilan nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mencakup panggilan untuk mu’minin dengan kalimat : “Wahai sekalian manusia…”
Dan apapun itu, maka seorang muslim masuk pada panggilan ini, pertama kali, maka dia wajib melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan dan ancamannya, karena Allah menciptakan kita untuk ketaatan  dan menjauhi ma’siatnya, dan berjanji untuk yang mentaatinya dengan surga dan memperingatkan siapa yang  durhaka dengan neraka.

Disebutkan dari Mujahid dan Alqamah; bahwa setiap ayat diawali “Wahai sekalian manusia” adalah turun di Makkah. Dan setiap ayat yang diawali “Wahai orang yang beriman”  maka sungguh ia turun di Madinah.
Dan ini pendapat tidak benar, karena panggilan ini terdapat di surat Al-Baqarah, An-Nisa, Al-Hajj, Al-Hujuraat dan semuanya Madaniyah.

Al Qurthubiy berkata (225/1) : dan ini dia membantahnya bahwa surat ini dan An-Nisa adalah Madaniyah, dan pada keduanya  “Wahai sekalian manusia”. Adapun pendapat keduanya pada “Wahai orang yang beriman” maka benar.
Berkata Urwah bin Az Zubair : Apa saja yang turun tentang ancaman atau kewajiban maka sungguh ia  turunnya di Madinah.Selesai.

وبالله التوفيق.

Ditulis oleh :   Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid Al-Hajuriy Az-Za’kariy Hafizhohulloh.

Senin, 19 jumadits tsani 1437

Alih bahasa : Abu Adam Abdan Syakur Al-Baliy hafidzahullah

Faedah berharga Tentang kata panggilan DALAM AL-QUR'AN AL-KARIM

NASKAH ASLI :

(فائدة عزيزة في بيان بعض ما يتعلق بالنداء في القرآن الكريم وما أحوجنا لو قام طالب علم بدراستها وإخراجها للامة فكم ترك المتقدم للمتأخر وبالله التوفيق والسداد)

بسم الله الرحمن الرحيم

قوله تعالى: {يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ } [البقرة: 21]
هذا خطاب من الله تعالى ذكره ودعوة لجميع الناس إلى عبادته سبحانه وإفراده بما يجب له في ربوبيته وإلوهيته وأسمائه وصفاته، وهذا الخطاب عام يدخل فيه الرجال والنساء والإنس والجن من المكلفين ففي صحيح مسلم(2295) عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهَا قَالَتْ: كُنْتُ أَسْمَعُ النَّاسَ يَذْكُرُونَ الْحَوْضَ، وَلَمْ أَسْمَعْ ذَلِكَ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا كَانَ يَوْمًا مِنْ ذَلِكَ، وَالْجَارِيَةُ تَمْشُطُنِي، فَسَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «أَيُّهَا النَّاسُ» فَقُلْتُ لِلْجَارِيَةِ: اسْتَأْخِرِي عَنِّي، قَالَتْ: إِنَّمَا دَعَا الرِّجَالَ وَلَمْ يَدْعُ النِّسَاءَ، فَقُلْتُ: إِنِّي مِنَ النَّاسِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنِّي لَكُمْ فَرَطٌ عَلَى الْحَوْضِ، فَإِيَّايَ لَا يَأْتِيَنَّ أَحَدُكُمْ فَيُذَبُّ عَنِّي كَمَا يُذَبُّ الْبَعِيرُ الضَّالُّ، فَأَقُولُ: فِيمَ هَذَا؟ فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ، فَأَقُولُ: سُحْقًا “
وفي صحيح مسلم (1578) عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ بِالْمَدِينَةِ، قَالَ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللهَ تَعَالَى يُعَرِّضُ بِالْخَمْرِ، وَلَعَلَّ اللهَ سَيُنْزِلُ فِيهَا أَمْرًا، فَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ مِنْهَا شَيْءٌ فَلْيَبِعْهُ وَلْيَنْتَفِعْ بِهِ»، قَالَ: فَمَا لَبِثْنَا إِلَّا يَسِيرًا حَتَّى قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللهَ تَعَالَى حَرَّمَ الْخَمْرَ، فَمَنْ أَدْرَكَتْهُ هَذِهِ الْآيَةُ وَعِنْدَهُ مِنْهَا شَيْءٌ فَلَا يَشْرَبْ، وَلَا يَبِعْ»، قَالَ: فَاسْتَقْبَلَ النَّاسُ بِمَا كَانَ عِنْدَهُ مِنْهَا فِي طَرِيقِ الْمَدِينَةِ فَسَفَكُوهَا.
وهذا أول خطاب بعموم الناس في المصحف وقد جاء في القرآن في عشرين موطنا منها أربعة مواطن أمر فيها رسوله صلى الله عليه وسلم بقولها وإذا تأملت هذه الخطابت تجد فيها الدلالة على مهمات الأمور كالدعوة إلى التوحيد والأخبر بالبعث والنشور ونحوها وبلفظ {يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ} [الانفطار: 6] في موطنين فيه التحذير من الإغترار والبعث والنشور وجاء النداء بلفظ {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا} [البقرة: 104] في تسعة وثمانين موضعا من القرآن فيها الحث على العمل الصالح وبيان كثير من أحكام الدين والخطاب بلفظ {يَا بَنِي آدَمَ} [الأعراف: 26] في خمسة مواضع من القرآن أربعة منه في سورة الأعراف والخطاب بقوله: { يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ } [الأنعام: 130] في موطنين وأحدها يكون في الآخرة للتقرير وهي قوله تعالى: {يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا} [الأنعام: 130] والثاني للتحدي وهو قوله تعالى: {يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ } [الرحمن: 33] والخطاب لرسول الله صلى الله عليه وسلم وحده بقوله: {يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ} [الأنفال: 64] في ثلاثة عشر موضعا من القرآن منها ما هو خاص برسول الله صلى الله عليه وسلم ومنها ما لفظه خاص ويراد به العموم والخطاب بقوله تعالى : ﴿ يا أيها الرسول) في موضعين من سورة المائدة في أحدهما التصبير وفي الثاني الحث علی البلاغ والخطاب بقوله: {يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ} [الأحزاب: 30] في موطنين كلاهما في الأحزاب أحدهات يدل على خصوص زوجات النبي صلى الله عليه وسلم وهو قوله: {يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ} [الأحزاب: 30] والثاني خاص اللفظ عام الحكم وهي قوله: {يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا (32) وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا (33) وَاذْ
كُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا} [الأحزاب: 32 – 34] فهذا يدخل في وجوب العمل به جميع نساء الأمة.
والخطاب بقوله تعالی: (يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ) في اربعة مواضع ثلاثة منها في سورة البقرة يذكرهم الله تعالی بنعمته عليهم ويدعوهم إلی الوفاء, بالعهد والعمل بما فيها ليس بخاص بهم.

والخطاب يدل على أهمية المأمور به أو المنهي عنه وقد روى ابن أبي حاتم (1037) حَدَّثَنَا أَبِي ثنا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ ثنا مِسْعَرٌ حَدَّثَنِي مَعْنٌ وَعَوْنٌ، أَوْ أَحَدُهُمَا: أَنَّ رَجُلاً أَتَى عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ فَقَالَ: أَعْهِدْ إِلَيَّ فَقَالَ: إِذَا سَمِعْتَ اللَّهَ يَقُولُ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا فَأَرْعِهَا سَمْعَكَ فَإِنَّهُ خَيْرٌ يَأْمُرُهُ أَوْ شَرٌّ يَنْهَى عَنْهُ. قال ابن كثير (3/ 487)
وَمِنْ أَهَمِّ ذَلِكَ وَأَعْظَمِهِ، مَا بَعَثَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهِ مِنَ الْأَمْرِ بِعِبَادَتِهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَالنَّهْيِ عَنْ عِبَادَةِ مَنْ سِوَاهُ، كَمَا أَرْسَلَ بِهِ جَمِيعَ الرُّسُلِ قَبْلَهُ، كَمَا قَالَ تَعَالَى: {وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ} [النَّحْلِ:36] انتهى
والخطاب بيا أيها الناس قد يُراد به جميع المكلفين وقد يكون من العموم الذي يراد به الخصوص ومما يدل على ذلك أن خطب النبي صلى الله عليه وسلم كانت تتضمن نداء المؤمنين بلفظ يا أيها الناس وأي كان فإن المسلم داخل في هذا الخطاب دخولا أوليا فيجب عليه امثال أمر الله تعالى والإبتعاد عن زجره ونهيه فإن الله تعالى خلقنا لطاعته والبعد عن معصيته ووعد من أطاعه بالجنة وحذر من عصاه بالنار.
وذُكر عن مجاهد وعلقمة أن كل أية أولها يا أيها الناس فإنما نزلت بمكة وكل آية أولها يا أيها الذين آمنوا فإنها نزلت بالمدينة وهذا القول غير صحيح فإن هذا النداء في سورة البقرة والنساء والحج والحجرات وكلها مدنية قال القرطبي (1/ 225) وَهَذَا يَرُدُّهُ أَنَّ هَذِهِ السُّورَةَ وَالنِّسَاءَ مَدَنِيَّتَانِ وَفِيهِمَا يَا أَيُّهَا النَّاسُ. وَأَمَّا قولهما في” يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا” فَصَحِيحٌ. وَقَالَ عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ: مَا كَانَ مِنْ حَدٍّ أَوْ فَرِيضَةٍ فَإِنَّهُ نَزَلَ بِالْمَدِينَةِ انتهى وبالله التوفيق.

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: