“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

siksa  kubur

Dari kitab saya* “Fathul Alim Syarah Risalah Imam Mujaddid kepada penduduk Qashim

Fasal dalil-dalil Al-Qur’an seputar Siksa Kubur

Ketahuilah semoga Allah menunjukimu : Sesungguhnya adzab qubur dan kenikmatannya, benar adanya apa yang terdapat dialam Al-Qur’an, As-Sunnah, dan kesepakatan ahlus sunnah, Adapun Al-Qur’an maka dalilnya macam-macam, dan dipersilahkan anda mengambil sebagiannya :

Allah berfirman :

وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ * النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوّاً وَعَشِيّاً وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Dan mengepung keluarga Firaun azab yang amat buruk. Neraka dinampakkan kepada mereka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat : “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. QS: Ghafir: 45-46

Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang tafsir ayat ini :

وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ : “Dan mengepung keluarga Firaun azab yang amat buruk”.

Yaitu tenggelam di lautan, kemudian dipindahkan ke jahim, kemudian ruh-ruh mereka dihadapkan kepada neraka, pagi dan sore, sampai hari kiamat, dan pada hari kiamat berkumpullah ruh dan jasad mereka dalam neraka.

Oleh karenanya Allah berfirman :

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ :

Dan pada hari kiamat, masukkanlah keluarga Firaun kedalam adzab yang paling keras”.

Dan ayat ini merupakan landasan yang paling penting bagi ahlus sunnah tentang pendalilan adzab barzakh dan qubur. Selesai.

Berkata Al Hafizh dalam Al Fath 3/299 : Berkata Al Qurthubiy :

Mayoritas ulama mengatakan penampakan ini di alam barzakh, sekalian sebagai hujjah akan benarnya adzab kubur.

Berkata selain beliau : Adanya penyebutan adzab kubur dalam ayat ini sebagai tafsiran, tapi juga sebagai hujjah atas mereka yang mengingkari adzab qubur. Selesai.

Dan Allah berfirman :

فَذَرْهُمْ حَتَّى يُلاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي فِيهِ يُصْعَقُونَ *  يَوْمَ لا يُغْنِي عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئاً وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ * وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا عَذَاباً دُونَ ذَلِكَ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ

“Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan, hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong. Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain daripada itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. QS: At-Thur: 45-47

Dan dalam Syarh Ath Thahawiyah dikatakan : Ada kemungkinan yang dimaksud dengannya adalah pembunuhan atau yang lainnya didunia, atau juga siksa mereka dialam barzakh, dan ini lebih jelas karena kebanyakan mereka meninggal dan belum di siksa didunia, atau maksudnya bisa lebih umum.

Dan Al-Bukhari memberikan bab dalam Shahih-nya : Bab yang datang seputar siksa kubur.

Dan firman Allah Ta’ala :

….ُ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ ……

“…Waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, Keluarkanlah nyawamu, Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang menghinakan”. QS: Al-An’am: 93

Dan juga Allah berfirman:

سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ

Akan Kami siksa mereka dua kali, kemudian mereka dikembalikan kepada azab yang besar. QS: At-Taubah: 101

Dan juga Allah berfirman :

وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ * النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوّاً وَعَشِيّاً وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Dan mengepung keluarga Firaun azab yang amat buruk. Neraka dinampakkan kepada mereka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat : “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. QS: Ghafir: 45-46

Berkata Al Hafizh rahimahullah dalam Syarah ayat tadi :

Walaupun ini sebelum dikubur, tetap dalam kategori adzab sebelum hari kiamat. Hanya saja disandarkannya adzab kepada qubur, karena rata-rata adzab terjadi di kuburan, dan juga mayoritas orang yang meninggal dikuburkan, jika tidak, seorang kafir dan yang Allah kehendaki siksaan nya dari para pelaku maksiat, akan diadzab setelah matinya, dan walaupun tidak dipendam, akan tetapi terhalangi dari pandangan makhluk kecuali yang Allah kehendaki.

Dan tafsir ayat lain, beliau berkata : diriwayatkan dari Hasan melalui jalur Muhammad bin Tsaur, dari Ma’mar dari Hasan :

سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ “Akan kami adzab dua kali.” : Adzab dunia dan qubur.

Berkata Al Hafizh rahimahullah : Dan Ath Thabrani setelah menyebutkan perselisihan, mengatakan : dan kemungkinan besar, bahwa salah satu dari adzab itu adalah adzab qubur, dan yang lainnya bisa yang telah lalu pembahasannya, seperti kelaparan, ditawan, dihinakan atau yang lainnya. Selesai.

Dan firman Allah Ta’ala :

يُثَبِّتُ الله الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ

Allah memantapkan orang yang beriman dan ucapan yang kokoh. QS: Ibrahim: 27

Bukhari meriwayatkan dari Barra’ bin Azib radhiyallahu anhu, bersabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

يُثَبِّتُ الله الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ

“Allah memantapkan orang yang beriman dan ucapan yang kokoh.” QS: Ibrahim: 27

Ayat ini turun tentang adzab kubur.

Berkata Ibnu Rajab rahimahullah sebagaimana dalam “Kedahsyatan Kubur” (58) : adapun kenikmatan qubur, telah ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala :

فَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ * فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّتُ نَعِيمٍ * وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ * فَسَلامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ

“Adapun jika dia termasuk orang yang didekatkan. maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta surga keni`matan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan”. QS: Al-Qashash: 88-91

وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ * فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ * وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ

Dan saya katakan tentang adzab qubur yang dibuktikan dalam ayat ini juga. Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam neraka. QS: Al-Waqiah: 92-94

Dan Ibnul Qayyim dalam kitabnya Ar Ruh berdalil sama juga dengan ayat ini tentang kenikmatan dan siksa kubur.

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Ar-Ruh, dan diantaranya ;

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat, sebelum azab yang lebih besar, mudah-mudahan mereka kembali. QS: As-Sajadah: 21

Dan juga :

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ * ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً * فَادْخُلِي فِي عِبَادِي * وَادْخُلِي جَنَّتِي 

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabb mu dengan hati yang ridha dan yang diridhai masuklah kepada hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. QS: Al-Fajr: 27-29

Beliau berkata : dan para salaf berselisih, kapan disampaikan kepadanya perkataan tadi. Ada yang mengatakan : ketika mati. Dan zhahirnya lafazh, mendukung pendapat mereka, karena itu adalah pembicaraan untuk jiwa yang lepas dari badan, keluar darinya. Dan nabi Shallallahu’alaihi Wasallam menafsirkan dengan penjelasannya dalam hadits Barra’ dan yang lainnya. Dan dikatakan kepadanya : keluarlah dengan keridhaan dan diridhai.

فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

“Maka bergabunglah dengan hamba-hambaku”.

Ayat ini sesuai dengan ucapan Rasulullah ﷺ : 

اللهم الرفيق الأعلى

“ya Allah Ar Rafiiqul A’laa”.

Dan sebagian mereka berdalil dengan firman ta’ala :

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ * حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

Telah membinasakan kalian bermegahan, hingga kalian masuk kuburan-kuburan. QS: At-Takatsur: 1-2

Tapi sebagai faidah, hadits riwayat Tirmidzi, dari jalur Hajjaj bin Arthah dari Minhal, dari Zirr bin Hubaisy, dari Ali, berkata : “Kami masih saja meragukan adzab kubur, sampai turun ayat : “Telah membinasakan kalian bermegahan. Hingga kalian masuk kuburan-kuburan”. QS: At-Takatsur: 1-2

Hajjaj bin Arthah, yang benar adalah : Dia dhaif.

Dan Al Minhal bin Amru : Tidak memiliki riwayat dari Zirr, sebagaimana dalam kitab At Tahdzib.

Firman Allah Ta’ala :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكاً

Dan siapa yang berpaling dari mengingat-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit. QS: Thaha: 124

Dijadikan ayat ini sebagai siksa kubur, dan pembuktiannya akan datang dalam hadits Abu Hurairah riwayat Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Jarir dan yamg lain. Yang akan datang penjabarannya dalam bab “Bahas Tuntas Tentang Pembahasan Siksa Kubur”. Dan firman Allah ta’ala :

وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Dan dibelakang mereka barzakh hingga hari mereka dibangkitkan. QS: Al-Mu’minun: 100

Ibnu Katsir rahimahullah berkata setelah membawakan ayat ini : Ancaman untuk mereka yang dalam sekarat dengan kegelapan siksa kubur. Selesai.

******

Ditulis oleh: Asy-Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid bin Yahya Al-Hajuriy (Hafidzahullah)

Kamis, 9  Jumadil Ula  1437 H

Alih Bahasa: Abu Adam Abdan Shakur Al-Baliy (Hafidzahullah)

siksa  kubur

م̷ـــِْن كتابي فتح العليم شرح رسالة الامام المجدد الى اهل القصيم

فصل الأدلة من القرآن على عذاب القبر

اعلم هداك الله: أن عذاب القبر ونعيمه ثابت بالكتاب والسنة، وإجماع أهل السنة، أما الكتاب فأدلته متنوعة وإليك بعضها:
قال الله تعالى: ﴿وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ * النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوّاً وَعَشِيّاً وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ﴾ [غافر: 45-46].  قال ابن كثير رحمه الله في تفسير هذه الآية: ﴿وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ﴾: وهو الغرق في اليم، ثم النقلة منه إلى الجحيم، فإن أرواحهم تعرض على النار صباحاً ومساءً إلى قيام الساعة، فإذا كان يوم القيامة اجتمعت أرواحهم وأجسادهم في النار، ولهذا قال: ﴿ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ﴾[غافر:46]، وهذه الآية أصل كبير في استدلال أهل السنة على عذاب البرزخ في القبور. اﻫ
قال الحافظ في «الفتح» (3/299): قال القرطبي: الجمهور على أن هذا العرض يكون في البرزخ، وهو حجة في تثبيت عذاب القبر.
وقال غيره: وقع ذكر عذاب القبر في هذه الآية مفسراً؛ لكنه حجة على من أنكر عذاب القبر اهـ
وقال تعالى: ﴿فَذَرْهُمْ حَتَّى يُلاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي فِيهِ يُصْعَقُونَ * يَوْمَ لا يُغْنِي عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئاً وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ * وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا عَذَاباً دُونَ ذَلِكَ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ﴾[الطور: 45-47].
قال في شرح الطحاوية: وهذا يحتمل أن يراد به القتل وغيره في الدنيا، وأن يراد به عذابهم في البرزخ وهو أظهر؛ لأن كثير منهم مات ولم يعذب في الدنيا، أو أن المراد أعم من ذلك.اهـ
وقد بوب البخاري في صحيحة: (باب ما جاء في عذاب القبر، وقوله تعالى: ﴿إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ﴾[الأنعام:93].
وقوله تعالى: ﴿ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ﴾[التوبة:101]، وقال تعالى: ﴿وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ * النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوّاً وَعَشِيّاً وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ﴾[غافر: 45-46].   قال الحافظ رحمه الله في شرح الآية الأولى (3/299): وهذا وإن كان قبل الدفن، فهو من جملة العذاب الواقع قبل يوم القيامة، وإنما أضيف العذاب إلى القبر لكون معظمه يقع فيه، ولكون الغالب على الموتى أن يقبروا، وإلا فالكافر ومن شاء الله تعذيبه من العصاة، يعذب بعد موته، ولو لم يدفن، ولكن ذلك محجوب عن الخلق إلا من شاء الله. وفي تفسير الآية الأخرى قال: روي عن الحسن من طريق محمد بن ثور، عن معمر، عن الحسن: ﴿سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ﴾: عذاب الدنيا، وعذاب القبر.
وقال الحافظ رحمه الله: وقال الطبراني بعد أن ذكر اختلافاً: والأغلب أن إحدى المرتين عذاب القبر، والأخرى تحتمل أحد ما تقدم ذكره من الجوع، أو السبي، أو الإذلال أو غير ذلك ا.هـ
وقول الله تعالى: ﴿يُثَبِّتُ الله الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ﴾[إبراهيم:27].
أخرج الإمام البخاري رحمه (4699) عن البراء بن عازب رضي الله عنه قال: قال النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم: ﴿يُثَبِّتُ الله الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ﴾[إبراهيم:27] نزلت في عذاب القبر.
وقال ابن رجب رحمه الله تعالى كما في «أهوال القبور» (58): وأما نعيم القبر فقد دل عليه قوله تعالى: ﴿فَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ * فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّتُ نَعِيمٍ * وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ * فَسَلامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ﴾[الواقعة: 88-91].   وأقول: عذاب القبر يدل عليه في هذه الآية أيضاً: ﴿وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ * فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ * وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ﴾[الواقعة: 92-94].   واستدل كذلك ابن القيم في كتابه «الروح» بهذه الآية على النعيم والعذاب في القبر.
قال ابن القيم رحمه الله في كتابة «الروح» ومنها: ﴿وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ﴾ [السجدة:21].
وقد أحتج بهذه الآية جماعة منهم: عبد الله بن عباس على عذاب القبر.اهـ
وقال ومنها: ﴿يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ * ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً * وَادْخُلِي جَنَّتِي * فَادْخُلِي فِي عِبَادِي﴾[الفجر: 27-29].
قال: وقد أختلف السلف متى يقال لها ذلك فقال طائفة: يقال لها عند الموت، وظاهر اللفظ مع هؤلاء فإنه خطاب للنفس التي تجردت عن البدن، وخرجت منه، وقد فسر ذلك النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم بقوله في حديث البراء وغيره: «فيقال لها: أخرجي راضية مرضياً عنك» ﴿فَادْخُلِي فِي عِبَادِي﴾ [الفجر:29] مطابق لقوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم: «اللهم الرفيق الأعلى».اهـ
وقد استدل بعضهم بقوله تعالى: ﴿أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ * حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ﴾[التكاثر: 1-2]، لكن من باب الفائدة الحديث الذي أخرجه الترمذي برقم(3352) من طريق حجاج بن أرطأة، عن المنهال، عن زر بن حبيش، عن علي قال: (ما زلنا نشك في عذاب القبر حتى نزلت: ﴿أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ * حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ﴾[التكاثر: 1-2]). ضعيف.
حجاج ابن أرطأة الراجح: ضعفه. والمنهال بن عمرو: لم يسمع من زر كما في «التهذيب».
قوله تعالى: ﴿وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكاً﴾[طـه:124]، استدل بها على عذاب القبر، والدلالة ما سيأتي في حديث أبي هريرة عند الحاكم، وابن حبان، وابن جرير وغيرهم، وسيأتي بطوله في باب استطراد في ذكر عذاب القبر.
وقوله تعالى: ﴿ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ﴾[المؤمنون:100] قال ابن كثير رحمه الله بعد ذكر الآية: تهديد لهؤلاء المحتضرين من الظلمة بعذاب البرزخ.اهـ

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: