“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

wasilah dakwah 9g-gif-updateg-gif-update  b

Kesembilan: Saling tolong menolong dan saling membantu dan menghilangkan ketidakperdulian, termasuk hal yang paling penting untuk tertolongnya dakwah ini, dan  karenanya para nabi sebelum nabi kita ﷺ benar-benar semangat dengan ini.

Allah berfirman tentang Musa :

وَاجْعَلْ لِي وَزِيراً مِنْ أَهْلِي * هَارُونَ أَخِي * اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي

“Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku.” QS: Taha: 29-31

Ibnu Adil dalam Al Lubab 13/299 berkata: Ketahuilah, bahwasanya permintaan pendamping, bisa jadi beliau khawatir dirinya tidak bisa melaksanakan perkara tersebut, dan meminta pembantu, atau dia berpendapat bahwa tolong-menolong dalam agama, dalam rangka menampakkannya, dengan memurnikan kasih sayang dan tidak adanya tujuan, adalah taqarub yang amat agung dalam menyeru kepada Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطَاناً فَلا يَصِلُونَ إِلَيْكُمَا بِآياتِنَا أَنْتُمَا وَمَنِ اتَّبَعَكُمَا الْغَالِبُونَ

Dia berkata:”Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang akan menang. QS: Al-Qasas: 35

Dan tatkala Isa alaihi salam melihat tanda-tanda kekufuran dan keacuhan kaumnya, diapun bertanya tentang para penolong :

Allah berfirman :

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللهِ آمَنَّا بِاللهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Maka tatkala Isa mengetahui kekufuran mereka, berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk  Allah?” Para hawariyyun menjawab: “Kamilah penolong-penolong Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.” QS: Al-Imran: 52

Dan Allah memerintahkan ummat ini untuk menjadi penolong Allah azza wa jalla, dan agar mereka menolong agama sebagaimana shahabat Isa menolong agama :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللهِ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرائيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ

“Wahai orang yang beriman, jadilah kalian penolong Allah, sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.” QS: As-Saff: 14

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah : Sufyan Ats Tsauri dan yang lainnya mengatakan ; “Siapakah penolongku bersama Allah”. Berkata Mujahid, “Siapa yang mengikuti aku kepada Allah”. Dan pendapatnya Mujahid lebih dekat.

Yang jelas bahwa dia menginginkan, siapakah penolongku dalam dakwah kepada Allah, sebagaimana nabi shallallahu alaihi wa sallam mengatakan di musim-musim haji sebelum hijrah :

من رجل يؤويني وينصرني حتى أبلغ كلام ربي؟

“Adakah seseorang yang melindungi dan membantuku, sehingga aku menyampaikan ucapan Rabb ku.? Riwayat Ahmad, Hadits Jabir.

Sehingga beliau mendapati kaum Anshar yang melindungi dan membantunya, dan beliau pun hijrah menuju mereka, dan mereka pun melindungi dan menjaga beliau dari Hitam dan Merah, radhiyallahu anhum.

Begitu pula Isa bin Maryam, ada sekelompok Bani Israil yang bersedia untuknya, mereka beriman dengannya, melindungi dan menolongnya, dan mengikuti cahaya yang diturunkan bersamanya.

Berkata Penulis Al Lubaab : Firman-Nya : “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, yaitu penolong nabinya, karena secara hakekatnya Allah telah menolongnya. “Kita beriman kepada Allah” : Ini berlaku dalam konteks penyebutan sebab

Artinya adalah: Wajib atas kami, untuk menjadi penolong Allah, karena kami beriman kepadanya.

Karena iman kepada Allah mewajibkan menolong agama Allah dan membela wali-walinya, memerangi musuh-musuhnya.

Dan Luth alaihissallam berharap ada diantara kaumnya yang menolong dia, Allah berfirman :

قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ

Dia berkata: ‘Seandainya aku ada mempunyai kekuatan menghadapi kalian, atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat”. QS: Huud:  80

Padahal beliau berlindung kepada rukun yang kuat, yaitu Allah azza wa jalla, sebagaimana hadits Abu Hurairah radhiyallahuanhu, riwayat Syaikhain, dan di dalamnya : Allah merahmati Luth, sungguh dia telah berlindung dengan rukun yang kuat.

Maka wajib bagi seorang mukmin menjadi penolong Allah, setiap saatnya, baik dengan ucapan atau perbuatan, semampu dia melaksanakannya.

Dan karena agungnya perkara ini: 

مَكَثَ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِمَكَّةَ عَشْرَ سِنِينَ يَتْبَعُ النَّاسَ فِي مَنَازِلِهِمْ بعُكَاظٍ وَمَجَنَّةَ وَفِي الْمَوَاسِمِ بِمِنًى يَقُولُ: «مَنْ يُؤْوِينِي مَنْ يَنْصُرُنِي حَتَّى أُبَلِّغَ رِسَالَةَ رَبِّي وَلَهُ الْجَنَّةُ « حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ لَيَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ أَوْ مِنْ مُضَرَ كَذَا قَالَ فَيَأْتِيهِ قَوْمُهُ فَيَقُولُونَ: احْذَرْ غُلَامَ قُرَيْشٍ لَا يَفْتِنُكَ وَيَمْشِي بَيْنَ رِجَالِهِمْ وَهُمْ يُشِيرُونَ إِلَيْهِ بِالْأَصَابِعِ، حَتَّى بَعَثَنَا اللهُ إِلَيْهِ مِنْ يَثْرِبَ فَآوَيْنَاهُ وَصَدَّقْنَاهُ فَيَخْرُجُ الرَّجُلُ مِنَّا فَيُؤْمِنُ بِهِ وَيُقْرِئُهُ الْقُرْآنَ،  فَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ فَيُسْلِمُونَ بِإِسْلَامِهِ حَتَّى لَمْ يَبْقَ دَارٌ مِنْ دُورِ الْأَنْصَارِ إِلَّا وَفِيهَا رَهْطٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يُظْهِرُونَ الْإِسْلَامَ، ثُمَّ ائْتَمَرُوا جَمِيعًا  فَقُلْنَا حَتَّى مَتَى نَتْرُكُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يُطْرَدُ فِي جِبَالِ مَكَّةَ وَيَخَافُ فَرَحَلَ إِلَيْهِ مِنَّا سَبْعُونَ رَجُلًا، حَتَّى قَدِمُوا عَلَيْهِ فِي الْمَوْسِمِ فَوَاعَدْنَاهُ شِعْبَ الْعَقَبَةِ  فَاجْتَمَعْنَا عَلَيْهِ مِنْ رَجُلٍ وَرَجُلَيْنِ حَتَّى تَوَافَيْنَا  فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، نُبَايِعُكَ؟ قَالَ: «تُبَايِعُونِي عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي النَّشَاطِ وَالْكَسَلِ وَالنَّفَقَةِ فِي الْعُسْرِ وَالْيُسْرِ، وَعَلَى الْأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنْ الْمُنْكَرِ، وَأَنْ تَقُولُوا فِي اللهِ لَا تَخَافُونَ فِي اللهِ لَوْمَةَ لَائِمٍ، وَعَلَى أَنْ تَنْصُرُونِي فَتَمْنَعُونِي إِذَا قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ مِمَّا تَمْنَعُونَ مِنْهُ أَنْفُسَكُمْ وَأَزْوَاجَكُمْ وَأَبْنَاءَكُمْ وَلَكُمْ الْجَنَّةُ«،  قَالَ: فَقُمْنَا إِلَيْهِ فَبَايَعْنَاهُ وَأَخَذَ بِيَدِهِ أَسْعَدُ بْنُ زُرَارَةَ وَهُوَ مِنْ أَصْغَرِهِمْ، فَقَالَ: رُوَيْدًا يَا أَهْلَ يَثْرِبَ، فَإِنَّا لَمْ نَضْرِبْ أَكْبَادَ الْإِبِلِ إِلَّا وَنَحْنُ نَعْلَمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللهِ ﷺ، وَإِنَّ إِخْرَاجَهُ الْيَوْمَ مُفَارَقَةُ الْعَرَبِ كَافَّةً وَقَتْلُ خِيَارِكُمْ وَأَنَّ تَعَضَّكُمْ السُّيُوفُ، فَإِمَّا أَنْتُمْ قَوْمٌ تَصْبِرُونَ عَلَى ذَلِكَ وَأَجْرُكُمْ عَلَى اللهِ، وَإِمَّا أَنْتُمْ قَوْمٌ تَخَافُونَ مِنْ أَنْفُسِكُمْ جَبِينَةً فَبَيِّنُوا ذَلِكَ فَهُوَ عُذْرٌ لَكُمْ عِنْدَ اللهِ، قَالُوا: أَمِطْ عَنَّا يَا أَسْعَدُ، فَوَاللهِ لَا نَدَعُ هَذِهِ الْبَيْعَةَ أَبَدًا وَلَا نَسْلُبُهَا أَبَدًا، قَالَ: فَقُمْنَا إِلَيْهِ فَبَايَعْنَاهُ فَأَخَذَ عَلَيْنَا وَشَرَطَ وَيُعْطِينَا عَلَى ذَلِكَ الْجَنَّةَ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal di Makkah selama sepuluh tahun, mendatangi orang-orang di rumah-rumah mereka di ‘Ukazh, , Majannah dan Pasar Raya di Mina dan bersabda: “Barangsiapa yang memberi tempat tinggal kepadaku dan menolongku sehingga aku dapat menyampaikan risalah Rabb ku, niscaya dia akan mendapatkan surga”. Sampai ada orang yang datang dari Yaman atau dari Mudhar, demikian yang dikatakan. Beliau berkata; Kemudian orang itu datang kepada kaumnya dan berkata, “Hati-hatilah terhadap seorang pemuda Quraisy, janganlah kamu terfitnah jika dia berjalan di hadapanmu”.Orang itu berjalan di tengah-tengah mereka. Mereka memberi isyarat dengan jari mereka, sampai Allah mengutus kami kepadanya dari Yatsrib, kami memberi beliau tempat tinggal dan kami membenarkannya. Salah seorang dari kami keluar kemudian beriman kepadanya dan membaca qur’an untuknya. Lalu pulang kepada keluarganya dan mereka masuk Islam karena orang tersebut sampai tidak tersisa rumah orang-orang Anshar kecuali di dalamnya terdapat beberapa orang dari kaum muslimin. Mereka menampakkan Islam dan meramaikannya. Kami bertanya, sampai kapan kita membiarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diusir dari gunung Makkah dan takut? Lalu berangkatlah tujuh puluh orang sampai di Pasar Raya, lalu kami berjanji di bukit Aqobah, kami berkumpul menemui beliau, satu orang, dua orang sampai kami lengkap lalu kami berkata,“Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kami akan berbaiat kepada anda?. Beliau bersabda: “Kalian berbaiat kepadaku untuk mendengar dan taat baik dalam keadaan semangat maupun malas, dan berinfak baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Untuk beramar ma’ruf dan nahi munkar. Kalian berkata karena Allah untuk tidak takut karena Allah terhadap orang yang mencela. Kalian menolongku dan menghalangi (musuh) jika saya datang kepada kalian sebagaimana kalian menghalangi kalian sendiri, istri-istri kalian dan anak-anak kalian. Niscaya kalian mendapatkan syurga”. Beliau berkata; lalu kami berdiri dan kami membaiatnya dan As’ad bin Zurarah memegang tangan beliau, padahal dia adalah orang yang paling muda. Lalu dia berkata; “Perlahan, Wahai penduduk Yatsrib, kami tidak akan memukul perut-perut unta kecuali kami tahu bahwa dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Keluarnya beliau hari ini adalah dalam rangka memisahkan dari Arab semuanya dan akan membunuh orang yang terbaik kalian. Pedang mereka akan membunuh kalian. ika kalian adalah kaum yang sabar terhadap hal itu maka pahala kalian adalah dari Allah, jika kalian takut terhadap diri kalian maka terangkanlah hal itu dan itu menjadi alasan kalian di hadapan Allah. Mereka berkata; naiklah Wahai As’ad, demi Allah kami tidak akan meninggalkan baiat ini selamanya, dan kami tidak akan membatalkannya selamanya.  Beliau berkata; lalu kami berdiri kepadanya dan kami membaiatnya, lalu beliau memegang kami, memberi syarat dan menjanjikan balasan kepada kami berupa Surga. Riwayat Ahmad dan juga dalam Shahihul Musnad.

Dan Allah telah menetapkan pertolongan bagi orang yang menolong kaum mukminin, Allah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ آوَوا وَنَصَرُوا أُوْلَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجَرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan, mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” QS: Al-Anfal: 72

Dan Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang menolong adalah yang memiliki iman yang benar :

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan , mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia. “QS: Al-Anfal: 74

Allah azza wa jalla menolong agamanya dengan kita atau dengan selain kita, tetapi jika tertolong karena-mu, maka lebih baik bagi dunia dan akhirat. Allah berfirman :

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi”. QS: Ghafir: 51

Dan juga :

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لا تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا فَأَنزَلَ اللهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Jikalau kalian tidak menolongnya, maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, ketika orang-orang kafir, mengeluarkannya, sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”. Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang tidak kalian lihat, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah maha perkasa lagi maha bijaksana. QS: At-Taubah: 40

Shiddiq Hasan Khan berkata dalam Fathul Bayan : Yaitu, jika kalian meninggalkannya, maka Allah yang menjaminnya, kalian menolong dia di awal-awal, sungguh Allah telah menolongnya di tempat-tempat minoritas, dan menampakkan kepada musuhnya, dengan kemenangan dan kekuasaan.

Allah telah menetapkan:

كَتَبَ اللهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah maha kuat lagi maha perkasa. QS: Al-Mujadalah: 21

Dan inilah janji Ilahi yang tidak akan teringkari bahkan bisa saja, Allah membela agamanya dengan orang jahat, sebagaimana hadits Akhi Sahl bin Sa’d, riwayat muslim :

إن الله ينصر هذا الدين بالرجل الفاجر

Sesungguhnya Allah menolong agama ini dengan orang jahat.

Dan siapa yang membantu agama Allah, akan ditolong oleh-Nya.

Mari kita perhatikan kisah yang agung, yang tampak dalamnya pertolongan-pertolongan untuk agama ini dari para sahabat yang mulia, ridhwanullah alaihim ajmain dan juga yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat .

Dan telah lalu hadits Jabir tentang pertolongan anshar untuk nabi ﷺ , dan bagaimana mereka membaiat beliau untuk menolongnya dan agama Allah azza wa jalla.

Dan hadits  Bukhari 2952 meriwayatkan hadits Ibnu Masud, berkata :

شهدت من المقدام ابن الأسود مشهدًا لأن أكون صاحبه أحب إلي مما عدل به، أتى النبي ﷺ وهو يدعوا على المشركين فقال: لا نقول كما قال قوم موسى: اذهب أنت وربك فقاتلا، ولكنا نقاتل عن يمينك وعن شمالك، وبين يديك وخلفك، فرأيت رسول الله ﷺ أشرق وجهه.

Aku menyaksikan dari Al Miqdad bin Al Aswad suatu peristiwa dimana jika aku menjadi pelaku peristiwa tersebut lebih aku sukai daripada apapun yang dibandingkan dengannya. Yaitu ketika Nabi ﷺ datang (pada perang Badar) dan memohonkan kebinasaan bagi orang-orang musyrik, Al Miqdad berkata; “Kami tidak akan mengatakan seperti yang dikatakan kaumnya Musa: “Pergilah kamu dan Rabbmu untuk berperang…” (Al-Maidah) “Akan tetapi kami akan berperang dari samping kananmu, samping kirimu, di hadapanmu dan di belakangmu”. Maka aku melihat Nabi wajahnya berseri-seri, yaitu karena ucapan Al Miqdad tadi.

Dan Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dan Shahihnya no 1779:

عَنْ أَنَسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ شَاوَرَ حِينَ بَلَغَهُ إِقْبَالُ أَبِي سُفْيَانَ قَالَ فَتَكَلَّمَ أَبُو بَكْرٍ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ تَكَلَّمَ عُمَرُ فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَقَامَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ فَقَالَ إِيَّانَا تُرِيدُ يَا رَسُولَ اللهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَمَرْتَنَا أَنْ نُخِيضَهَا الْبَحْرَ لَأَخَضْنَاهَا وَلَوْ أَمَرْتَنَا أَنْ نَضْرِبَ أَكْبَادَهَا إِلَى بَرْكِ الْغِمَادِ لَفَعَلْنَا قَالَ فَنَدَبَ رَسُولُ اللهِ ﷺ النَّاسَ فَانْطَلَقُوا حَتَّى نَزَلُوا بَدْرًا وَوَرَدَتْ عَلَيْهِمْ رَوَايَا قُرَيْشٍ وَفِيهِمْ غُلَامٌ أَسْوَدُ لِبَنِي الْحَجَّاجِ فَأَخَذُوهُ فَكَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ ﷺ يَسْأَلُونَهُ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ وَأَصْحَابِهِ فَيَقُولُ مَا لِي عِلْمٌ بِأَبِي سُفْيَانَ وَلَكِنْ هَذَا أَبُو جَهْلٍ وَعُتْبَةُ وَشَيْبَةُ وَأُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ فَإِذَا قَالَ ذَلِكَ ضَرَبُوهُ  فَقَالَ نَعَمْ أَنَا أُخْبِرُكُمْ هَذَا أَبُو سُفْيَانَ فَإِذَا تَرَكُوهُ فَسَأَلُوهُ فَقَالَ مَا لِي بِأَبِي سُفْيَانَ عِلْمٌ وَلَكِنْ هَذَا أَبُو جَهْلٍ وَعُتْبَةُ وَشَيْبَةُ وَأُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ فِي النَّاسِ فَإِذَا قَالَ هَذَا أَيْضًا ضَرَبُوهُ وَرَسُولُ اللهِ ﷺ قَائِمٌ يُصَلِّي فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ انْصَرَفَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَضْرِبُوهُ إِذَا صَدَقَكُمْ وَتَتْرُكُوهُ إِذَا كَذَبَكُم قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ هَذَا مَصْرَعُ فُلَانٍ قَالَ وَيَضَعُ يَدَهُ عَلَى الْأَرْضِ هَاهُنَا هَاهُنَا قَالَ فَمَا مَاطَ أَحَدُهُمْ عَنْ مَوْضِعِ يَدِ رَسُولِ اللهِ ﷺ.

Bahwa Rasulullah ﷺ mengadakan musyawarah ketika sampai kepada beliau kabar mengenai kedatangan kafilah Abu Sufyan, Anas berkata; Maka Abu Bakar berbicara, namun beliau tidak memperdulikannya, kemudian Umar angkat bicara, dan beliau pun tidak memperdulikannya, lantas Sa’d bin Ubadah berdiri sambil berkata, “Kamikah yang anda kehendaki wahai Rasulullah, demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya anda memerintahkan kami mengarungi lautan, pasti akan kami arungi, dan seandainya anda memerintahkan kami pergi ke ujung bumi, pasti kami akan pergi.”Anas melanjutkan, “Kemudian Rasulullah ﷺ mengajak orang-orang untuk berkumpul, setelah itu mereka berangkat hingga sampai Badar. Di sana mereka bertemu dengan para pencari air untuk orang-orang Quraisy. Diantara mereka terdapat seorang budak hitam kepunyaan Bani Hajjaj, kemudian mereka mengangkapnya. Lantas para sahabat rasulullah ﷺ mengintrogasinya perihal Abu Sufyan dan pasukannya. Dia menjawab, “Aku tidak tahu perihal Abu Sufyan, tetapi yang aku tahu adalah Abu Jahal, ‘Utbah, Syaibah dan Umayyah bin Khalaf bersama dengan rombongan manusia (tentara).” Setiap kali ia mengatakan hal yang serupa, maka mereka memukulinya, hingga ia berkata, “Ya, aku memberitahukan kepada kalian, Abu Sufyan juga ada.” Kemudian mereka membiarkan budak tersebut, tidak lama setelah itu mereka tanya kembali perihal Abu Sufyan, lalu dia menjawab, “Aku tidak tahu dimana Abu Sufyan, yang ada adalah Abu Jahal, ‘Utbah, Syaibah dan Umayyah bin Khalaf bersama dengan rombongan manusia (tentara).” Setiap kali ia menjawab seperti itu, maka mereka memukuli budak tersebut.” Saat itu Rasulullah ﷺ sedang berdiri menunaikan shalat, ketika selesai shalat dan beliau melihat peristiwa itu, beliau bersabda: “Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, mengapa kalian memukulnya jika dia berkata benar, dan kalian biarkan jika ia berdusta?” Selanjutnya Rasulullah ﷺ bersabda: “Di situlah tempat terbunuhnya si fulan -sambil menunjukkan ke tanah- di sini, dan di sini.” Anas berkata, “Dan tidak satupun tempat-tempat yang di tunjukkan beliau itu berjauhan dengan tempat tewasnya orang-orang yang ditunjukkan dengan tangan rasulullah  ﷺ.”

Dan inilah Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu anhu, menolong nabi ﷺ dengan harta dan jiwanya, dengan kemampuannya, sampai nabi ﷺ bersabda :

إن أمن الناس علي في ماله وصحبته أبو بكر

“Sungguh manusia yang paling amanah dalam harta dan shahabatnya adalah Abu Bakar.”

Dan Al Bazzar dalam Al Mujma’ (9/46-47) Dan Abu Nuaim dalam Al Hulyah (1/32) , dari Ali radhiyallahu anhu :”Wahai manusia, beritahu saya siapakah manusia paling pemberani ?”Mereka menjawab: “Engkau wahai Amirul Mukminin”.Beliau berkata: “Kalau saya memang tidak pernah bertarung dengan seseorang kecuali memenanginya. Tetapi (yang saya maksud) beritahu saya siapa manusia paling pemberani?” Mereka menjawab: “Kami tidak tahu, lalu siapa?” Beliau menjawab: “Sang pemberani itu adalah Abu Bakar radhiyallahu anhu ketika perang badar kami menjadikan perisai bagi rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.Maka kami semua berkata: “Siapa yang akan bersama rasululloh shallallahu alaihi wasallam agar orang-orang musyrik tidak menjatuhkan (menyerang) rasul ?””Maka demi Allah, tidak seorangpun yang mendekati rasul kecuali Abu Bakar menghunuskan pedangnya diatas kepala rasul, tidak seorangpun menyerang-nya kecuali Abu bakar merobohkan orang itu، maka inilah manusia paling pemberani.”

Berkata Ali : “Sungguh aku menyaksikan rasulullah ﷺ tatkala diserang Quraisy  ada yang menariknya kepinggir ada yang mendorongnya dengan keras, mereka mengatakan : “Kamukah yang menjadikan sesembahan itu menjadi satu?”Beliau melanjutkan:” Maka demi Allah, tidak ada satupun dari kami yang mendekat, kecuali Abu bakar memukul nya, mendorong ini, dia mengatakan : celaka kalian, akankah kalian membunuh seorang yang mengatakan “Rabbku Allah”.Kemudian Ali mengangkat burdahnya dan menangis, sampai basah jenggotnya.Kemudian Ali bertanya: “Aku tanya kalian dengan nama Allah, apakah mukminnya keluarga Firaun yang lebih baik ataukah Abu Bakar?” Orang-orangpun terdiam.  Beliau berkata :” Tidakkah kalian jawab aku. Sungguh, demi Allah, sesaat dari Abu Bakar lebih baik dari pada mukminnya keluarga Firaun.. Itulah orang yang menyembunyikan imannya, dan dia ( Abu Bakar ) menampakkan terang-terangan keimanannya.

Bukhari 3856 meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu, berkata :

بينما رسول الله ﷺ بفناء الكعبة إذ أقبل عقبة بن أبي معيط، فأخذ بمنكب النبي ﷺ، فلف ثوبه في عنقه فخنقه خنقًا شديدًا، فأقبل أبو بكر حتى أخذ بمنكبه ودفعه عن النبي ﷺ، ثم قال: أتقتلون رجلًا أن يقول ربي الله وقد جاءكم بالبينات من ربكم.

Ketika Rasulullah sedang shalat di halaman Ka’bah tiba-tiba `Uqbah bin Abi Mu’aith menghampiri beliau dan menarik bahunya  serta melilitkan bajunya ke leher beliau dan mencekiknya kuat-kuat.  Kemudian Abu Bakar mendekatinya, lalu dia menarik bahunya dan mendorongnya dari Rasulullah  seraya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Rabbku adalah Allah, padahal telah datang kepadamu keterangan-keterangan dari Rabbmu. Dan beliau benar-benar membantu dengan sesungguhnya.

Ibnu Ishaq dan Ibnu Katsir menyebutkan dalam Al Bidayah dan ulama sejarawan yang lainnya : Bahwa Abu Jahl datang kepadanya pagi hari peristiwa Isra’, berkata : Wahai Abu Bakar, Muhammad mengaku begini dan begini. Beliau jawab : Jika dia benar mengucapkannya maka dia jujur.

*******

Ditulis oleh: Asy-Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid bin Yahya Al-Hajuriy (Hafidzahullah)

Alih Bahasa: Abu Adam Abdan Shakur Al-Baliy (Hafidzahullah)

wasilah dakwah 9Naskah asli :
التاسعة: «المؤمن للمؤمن كاليد للأخرى«.
والمؤازرة والمناصرة ونبذ التخذيل من أهم الأسباب التي تنصر بها الدعوات، ولذلك سألها الأنبياء من قبل نبينا ﷺ وحرصوا عليها غاية الحرص.
قال تعالى عن موسى: ﴿وَاجْعَلْ لِي وَزِيراً مِنْ أَهْلِي * هَارُونَ أَخِي * اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي﴾[طـه: 29-31].
قال ابن عادل في «اللباب« (13/229): أعلم أنه طلب الوزير إما أنه خاف على نفسه العجز عن القيام بذلك الأمر، فطلب المعين، أو لأنه رأى التعاون على الدين والتظاهر عليه مع خالص الود وزوال التهمة قربة عظيمة في الدعاء إلى الله. اهـ
وقال تعالى: ﴿قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطَاناً فَلا يَصِلُونَ إِلَيْكُمَا بِآياتِنَا أَنْتُمَا وَمَنِ اتَّبَعَكُمَا الْغَالِبُونَ﴾ [القصص:35].
وعيسى عليه السلام لما رأى بوادر الكفر والخذلان من قومه سأل عن النصراء، قال تعالى: ﴿فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللهِ آمَنَّا بِاللهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ﴾ [آل عمران:52].
وقال تعالى أمرًا هذه الأمة أن تكون من أنصاره عز وجل، وأن ينصروا الدين كما نصره أصحاب عيسى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللهِ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرائيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ﴾ [الصف:14].
قال ابن كثير رحمه الله:
قال سفيان الثوري وغيره: أي من أنصاري مع الله.
وقال مجاهد: من يتبعني إلى الله، وقول مجاهد أقرب.
والظاهر أنه أراد من أنصاري في الدعوة إلى الله، كما كان النبي ﷺ يقول في مواسم الحج قبل أن يهاجر: «من رجل يؤويني وينصرني حتى أبلغ كلام ربي؟« أخرجه أحمد من حديث جابر، حتى وجد الأنصار فآووه ونصروه، وهاجر إليهم فآسوه ومنعوه من الأسود والأحمر رضي الله عنهم.
وهكذا عيسى ابن مريم انتدب له طائفة من بني إسرائيل، فأمنوا به وآزروه ونصروه، وأتبعوا النور الذي أنزل معه. اهـ
قال صاحب «اللباب« (5/263): قوله: قال الحواريون نحن أنصار الله أي أنصار أنبيائه؛ لأن نصره الله في الحقيقة محال.
(أمنا بالله): هذا يجري مجرى ذكر العلة، والمعنى أنه يجب علينا أن نكون من أنصار الله لأجل أن أمنا به، فإن الإيمان بالله يوجب نصرة دين الله والذب عن أوليائه ومحاربة أعدائه. اهـ
وتمنى لوط عليه السلام أن يكون له من ينصره من قومه فقال تعالى مخبراً عنه: ﴿قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ﴾[هود:80].
مع أنه كان يأوي إلى ركن شديد، وهو الله عز وجل كما في حديث أبي هريرة رضي الله عنه، عند الشيخين وفيه يرحم الله لوطاً لقد كان يأوي إلى ركن شديد.
فيجب على المؤمن أن يكون ناصرًا لدين الله عز وجل في جميع أوقاته، بقوله وفعله ما استطاع إلى ذلك سبيلا.
ولعظم هذه الوسيلة مَكَثَ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِمَكَّةَ عَشْرَ سِنِينَ يَتْبَعُ النَّاسَ فِي مَنَازِلِهِمْ بعُكَاظٍ وَمَجَنَّةَ وَفِي الْمَوَاسِمِ بِمِنًى يَقُولُ: «مَنْ يُؤْوِينِي مَنْ يَنْصُرُنِي حَتَّى أُبَلِّغَ رِسَالَةَ رَبِّي وَلَهُ الْجَنَّةُ« حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ لَيَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ أَوْ مِنْ مُضَرَ كَذَا قَالَ فَيَأْتِيهِ قَوْمُهُ فَيَقُولُونَ: احْذَرْ غُلَامَ قُرَيْشٍ لَا يَفْتِنُكَ وَيَمْشِي بَيْنَ رِجَالِهِمْ وَهُمْ يُشِيرُونَ إِلَيْهِ بِالْأَصَابِعِ، حَتَّى بَعَثَنَا اللهُ إِلَيْهِ مِنْ يَثْرِبَ فَآوَيْنَاهُ وَصَدَّقْنَاهُ فَيَخْرُجُ الرَّجُلُ مِنَّا فَيُؤْمِنُ بِهِ وَيُقْرِئُهُ الْقُرْآنَ، فَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ فَيُسْلِمُونَ بِإِسْلَامِهِ حَتَّى لَمْ يَبْقَ دَارٌ مِنْ دُورِ الْأَنْصَارِ إِلَّا وَفِيهَا رَهْطٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يُظْهِرُونَ الْإِسْلَامَ، ثُمَّ ائْتَمَرُوا جَمِيعًا فَقُلْنَا حَتَّى مَتَى نَتْرُكُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يُطْرَدُ فِي جِبَالِ مَكَّةَ وَيَخَافُ فَرَحَلَ إِلَيْهِ مِنَّا سَبْعُونَ رَجُلًا، حَتَّى قَدِمُوا عَلَيْهِ فِي الْمَوْسِمِ فَوَاعَدْنَاهُ شِعْبَ الْعَقَبَةِ فَاجْتَمَعْنَا عَلَيْهِ مِنْ رَجُلٍ وَرَجُلَيْنِ حَتَّى تَوَافَيْنَا فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، نُبَايِعُكَ؟ قَالَ: «تُبَايِعُونِي عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي النَّشَاطِ وَالْكَسَلِ وَالنَّفَقَةِ فِي الْعُسْرِ وَالْيُسْرِ، وَعَلَى الْأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيِ عَنْ الْمُنْكَرِ، وَأَنْ تَقُولُوا فِي اللهِ لَا تَخَافُونَ فِي اللهِ لَوْمَةَ لَائِمٍ، وَعَلَى أَنْ تَنْصُرُونِي فَتَمْنَعُونِي إِذَا قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ مِمَّا تَمْنَعُونَ مِنْهُ أَنْفُسَكُمْ وَأَزْوَاجَكُمْ وَأَبْنَاءَكُمْ وَلَكُمْ الْجَنَّةُ«، قَالَ: فَقُمْنَا إِلَيْهِ فَبَايَعْنَاهُ وَأَخَذَ بِيَدِهِ أَسْعَدُ بْنُ زُرَارَةَ وَهُوَ مِنْ أَصْغَرِهِمْ، فَقَالَ: رُوَيْدًا يَا أَهْلَ يَثْرِبَ، فَإِنَّا لَمْ نَضْرِبْ أَكْبَادَ الْإِبِلِ إِلَّا وَنَحْنُ نَعْلَمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللهِ ﷺ، وَإِنَّ إِخْرَاجَهُ الْيَوْمَ مُفَارَقَةُ الْعَرَبِ كَافَّةً وَقَتْلُ خِيَارِكُمْ وَأَنَّ تَعَضَّكُمْ السُّيُوفُ، فَإِمَّا أَنْتُمْ قَوْمٌ تَصْبِرُونَ عَلَى ذَلِكَ وَأَجْرُكُمْ عَلَى اللهِ، وَإِمَّا أَنْتُمْ قَوْمٌ تَخَافُونَ مِنْ أَنْفُسِكُمْ جَبِينَةً فَبَيِّنُوا ذَلِكَ فَهُوَ عُذْرٌ لَكُمْ عِنْدَ اللهِ، قَالُوا: أَمِطْ عَنَّا يَا أَسْعَدُ، فَوَاللهِ لَا نَدَعُ هَذِهِ الْبَيْعَةَ أَبَدًا وَلَا نَسْلُبُهَا أَبَدًا، قَالَ: فَقُمْنَا إِلَيْهِ فَبَايَعْنَاهُ فَأَخَذَ عَلَيْنَا وَشَرَطَ وَيُعْطِينَا عَلَى ذَلِكَ الْجَنَّةَ. أخرجه أحمد (3/322) وهو في (الصحيح المسند) (215).
وقد أوجب الله النصرة للمستنصرين من المؤمنين، قال تعالى: ﴿إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ آوَوا وَنَصَرُوا أُوْلَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجَرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ﴾[الأنفال:72].
وقال تعالى مبينًا أن أصحاب النصرة هم أصحاب الإيمان الحق: ﴿وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ﴾ [الأنفال:74].
والله عز وجل ناصرٌ دينه بنا أو بغيرنا، لكن إن نُصر بك فهو خير لك في الدنيا والآخرة، قال تعالى: ﴿إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ﴾ [غافر:51].
ويقول: ﴿إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لا تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا فَأَنزَلَ اللهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ﴾[التوبة:40].
قال صديق حسن خان في «فتح البيان« (5/204): أي إن تركتم نصره فالله متكفل به اعنتموه أولا، فقد نصره في موطن القلة واظهره على عدوه بالغلبة والقهر .
وقال: ﴿كَتَبَ اللهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ﴾ [المجادلة:21].
وهذا وعدّ إلهي لا يتخلف.
بل ربما نصر الله الدين بالرجل الفاجر كما في حديث سهل بن سعد عند مسلم: «إن الله ينصر هذا الدين بالرجل الفاجر«.
ومن نصر الدين نصره الله عز وجل، ولنقف مع بعض الوقائع العظيمة التي ظهرت فيها جوانب النصرة لهذا الدين من الصحابة الكرام رضوان الله عليهم أجمعين، وعلى من اتبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
تقدم حديث جابر في مناصرة الأنصار للنبي ﷺ، وكيف بايعوه على النصرة له، ولدين الله عز وجل.
وأخرج البخاري (2952) من حديث ابن مسعود قال: شهدت من المقدام ابن الأسود مشهدًا لأن أكون صاحبه أحب إلي مما عدل به، أتى النبي ﷺ وهو يدعوا على المشركين فقال: لا نقول كما قال قوم موسى: اذهب أنت وربك فقاتلا، ولكنا نقاتل عن يمينك وعن شمالك، وبين يديك وخلفك، فرأيت رسول الله ﷺ أشرق وجهه.
وأخرج مسلم في «صحيحه« (1779): عَنْ أَنَسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ شَاوَرَ حِينَ بَلَغَهُ إِقْبَالُ أَبِي سُفْيَانَ قَالَ فَتَكَلَّمَ أَبُو بَكْرٍ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ تَكَلَّمَ عُمَرُ فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَقَامَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ فَقَالَ إِيَّانَا تُرِيدُ يَا رَسُولَ اللهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَمَرْتَنَا أَنْ نُخِيضَهَا الْبَحْرَ لَأَخَضْنَاهَا وَلَوْ أَمَرْتَنَا أَنْ نَضْرِبَ أَكْبَادَهَا إِلَى بَرْكِ الْغِمَادِ لَفَعَلْنَا قَالَ فَنَدَبَ رَسُولُ اللهِ ﷺ النَّاسَ فَانْطَلَقُوا حَتَّى نَزَلُوا بَدْرًا وَوَرَدَتْ عَلَيْهِمْ رَوَايَا قُرَيْشٍ وَفِيهِمْ غُلَامٌ أَسْوَدُ لِبَنِي الْحَجَّاجِ فَأَخَذُوهُ فَكَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ ﷺ يَسْأَلُونَهُ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ وَأَصْحَابِهِ فَيَقُولُ مَا لِي عِلْمٌ بِأَبِي سُفْيَانَ وَلَكِنْ هَذَا أَبُو جَهْلٍ وَعُتْبَةُ وَشَيْبَةُ وَأُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ فَإِذَا قَالَ ذَلِكَ ضَرَبُوهُ فَقَالَ نَعَمْ أَنَا أُخْبِرُكُمْ هَذَا أَبُو سُفْيَانَ فَإِذَا تَرَكُوهُ فَسَأَلُوهُ فَقَالَ مَا لِي بِأَبِي سُفْيَانَ عِلْمٌ وَلَكِنْ هَذَا أَبُو جَهْلٍ وَعُتْبَةُ وَشَيْبَةُ وَأُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ فِي النَّاسِ فَإِذَا قَالَ هَذَا أَيْضًا ضَرَبُوهُ وَرَسُولُ اللهِ ﷺ قَائِمٌ يُصَلِّي فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ انْصَرَفَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَضْرِبُوهُ إِذَا صَدَقَكُمْ وَتَتْرُكُوهُ إِذَا كَذَبَكُمْ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ هَذَا مَصْرَعُ فُلَانٍ قَالَ وَيَضَعُ يَدَهُ عَلَى الْأَرْضِ هَاهُنَا هَاهُنَا قَالَ فَمَا مَاطَ أَحَدُهُمْ عَنْ مَوْضِعِ يَدِ رَسُولِ اللهِ ﷺ.
وهاك أبو بكر الصديق رضي الله عنه نصر النبي ﷺ بماله ونفسه، وبما استطاع، حتى قال عنه النبي ﷺ: «إن أمن الناس علي في ماله وصحبته أبو بكر«.
وأخرج البزار كما في «المجمع« (9/46-47)، وأخرج أبو نعيم في «الحلية« (1/32) عن علي رضي الله عنه قال: أيها الناس أخبروني من أشجع الناس قالوا أو قال قلنا أنت يا أمير المؤمنين قال أما إني ما بارزت أحدا إلا انتصفت منه ولكن أخبروني بأشجع الناس قالوا لا نعلم فمن قال أبو بكر إنه لما كان يوم بدر جعلنا لرسول الله ﷺ عريشا فقلنا من يكون مع رسول الله ﷺ لئلا يهوي إليه أحد من المشركين فوالله ما دنا منه أحد إلا أبو بكر شاهرا السيف على رأس رسول الله ﷺ لا يهوي إليه أحد إلا أهوى إليه فهذا أشجع الناس فقال علي ولقد رأيت رسول الله ﷺ وأخذته قريش فهذا نحاه وهذا يتلتله وهم يقولون أنت الذي جعلت الآلهة إلها واحدا قال فوالله ما دنا منا أحد إلا أبو بكر يضرب هذا ويحار هذا ويتلتل هذا وهو يقول ويلكم أتقتلون رجلا أن يقول ربي الله ثم رفع علي بردة كانت عليه ثم بكى حتى اخضلت لحيته ثم قال علي أنشدكم الله أمؤمن آل فرعون خير أم أبو بكر فسكت القوم فقال ألا تجيبوني فوالله لساعة من أبي بكر خير من مثل مؤمن آل فرعون ذاك رجل كتم إيمانه وهذا رجل أعلن إيمانه.
وأخرج البخاري (3856) عن ابن عمر رضي الله عنه قال: بينما رسول الله ﷺ بفناء الكعبة إذ أقبل عقبة بن أبي معيط، فأخذ بمنكب النبي ﷺ، فلف ثوبه في عنقه فخنقه خنقًا شديدًا، فأقبل أبو بكر حتى أخذ بمنكبه ودفعه عن النبي ﷺ، ثم قال: أتقتلون رجلًا أن يقول ربي الله وقد جاءكم بالبينات من ربكم.
وبلغ به النصرة مبلغها، فقد ذكر ابن إسحاق وابن كثير في «البداية والنهاية« وغيرهم من أهل التاريخ والسير: أن أبا جهل جاءه صبيحة الإسراء فقال: يا أبا بكر يزعم محمد كذا وكذا وكذا وكذا فقال: إن كان قال هذا فقد صدق.

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: