“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

wasilah dakwah 8g-gif-updateg-gif-update  b

Kedelapan : Ajaklah bicara manusia dengan apa yang mereka pahami. Apakah kalian ingin Allah dan Rasul-Nya di dusta kan?

Diantara sebab tertolong untuk dakwah Salafiyyah adalah mengajak bicara manusia dengan apa yang sesuai pengetahuan mereka, dan memperhatikan keadaan mereka.

Dan karena pentingnya peran dari perkara ini, maka Allah mengutus seorang Rasul dengan bahasa kaumnya Allah berfirman :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ فَيُضِلُّ اللهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Rabb Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. QS: Ibrahim: 4

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah : Ini adalah merupakan kasih sayang Allah kepada ciptaan-Nya, dia mengutus rasul kepada mereka dari bangsa mereka sendiri dengan bahasa mereka sendiri, agar memahami apa yang mereka inginkan dan tentang yang diutus kan kepada mereka.

Dan yang mengamati keadaan para rasul shalawatullah azza wa jalla alaihim wasalaamah dan apa yang Allah bantu mereka dari mukjizat, dia akan tahu bahwa setiap mukjizat sesuai dengan keadaan kaum rasul tersebut.

Dan di saat Musa Alaihissallam, telah tersebar sihir di kalangan manusia, Allah bantu dia dengan mukjizat-mukjizat yang mereka sangka sebuah sihir, kemudian setelah itu jelaslah akan kebenarannya, Allah berfirman :

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَى بِآيَاتِنَا إِلَى فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَا فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ * وَقَالَ مُوسَى يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ * حَقِيقٌ عَلَى أَنْ لا أَقُولَ عَلَى اللهِ إِلَّا الْحَقَّ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ * قَالَ إِنْ كُنتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ * فَأَلْقَى عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ * وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ * قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ * يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ * قَالُوا أَرْجِهِ وَأَخَاهُ وَأَرْسِلْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ * يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ * وَجَاءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوا إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ * قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ * قَالُوا يَا مُوسَى إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَ * قَالَ أَلْقُوا فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ * وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ * فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ * فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانقَلَبُوا صَاغِرِينَ * وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ * قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ * رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ

Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan. * Dan Musa berkata: “Hai Firaun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Rabb semesta alam, * Wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepada kalian dengan membawa bukti yang nyata dari Rabb kalian , maka lepaskanlah Bani Israel bersama aku”. * Dia berkata : “Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika kamu termasuk orang-orang yang jujur “. * Maka Musa menjatuhkan tongkatnya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya. * Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya oleh orang-orang yang melihatnya. * Pemuka-pemuka kaum Firaun berkata: “Sesungguhnya ini adalah ahli sihir yang pandai, * yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negeri kalian “Maka apakah yang kalian anjurkan?” Mereka berkata :”Tangguhkan lah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan. * Supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai”. * Dan para ahli sihir itu datang kepada Firaun, mengatakan: “Sungguhkah kami akan mendapat upah, jika kami yang menang?” * Dia berkata : “Ya, dan sesungguhnya kalian benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat”. * Mereka berkata: “Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?” Dia berkata : “Lemparkanlah” Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar. Dan kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!”  * Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. * Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. * Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. * Dan para ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. * Mereka berkata: “Kami beriman kepada Rabb semesta alam”. * “Rabb Musa dan Harun”. QS: Al-A’raf: 122-103

Dan di masa Isa Alaihissallam, adalah masa pengobatan dan hikmah, Allah bantu dia dengan mukjizat-mukjizat yang sesuai hal itu, Allah berfirman :

وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللهِ وَأُبْرِئُ الأَكْمَهَ وَالأَبْرَصَ وَأُحْيِ الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنينَ

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil: “Sesungguhnya aku telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Rabb kalian, sungguh aku membuat untuk kalian dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah, dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah, dan aku kabarkan kalian apa yang  kalian makan dan apa yang di simpan di rumah kalian.” Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda  bagi kalian, jika kalian sungguh-sungguh beriman. QS: Al-Imran: 49

Dan tatkala kaum Muhammad ﷺ kaum yang fasih dan sastra, Allah azza wa jalla turun kan Qur’an dengan bahasa arab yang jelas, sampai Nabi ﷺ bersabda :

«ما من الأنبياء من نبي إلا وقد أعطي من الآيات ما مثله آمن عليه البشر
إنما كان الذي أتوتيته وحي أوحاه الله إلي، فأرجو أن أكون أكثرهم تبعًا«

“Tidaklah setiap Nabi melainkan dia pasti diberi tanda (sebagai bukti kenabian mereka) semisalnya, yang mana manusia beriman kepadanya.
Sedangkan yang diberikan kepadaku hanyalah wahyu yang diturunkan oleh Allah. Oleh karena itu, aku berharap menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya.” Muttafaqun alaihi,, Hadits Riwayat Abu Hurairah.

Allah berfirman:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya. Tidakkah dari setiap golongan di antara mereka, ada yang pergi untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka hati-hati. QS: At-Taubah: 122

Dan itu dikarenakan jika seorang dai ilaAllah azza wa jalla diatas pengetahuan dengan dialog kaumnya, keadaan mereka, dia akan membenahi semua urusan dengan sesuai untuk mereka, sehingga mendapatkan kebaikan yang besar dan barakah dakwah dan pengetahuan.

Dan Rasulullah ﷺ sebagaimana dalam hadits Aisyah riwayat Bukhari 3568, tidak pernah membaca hadits dengan cepat, sebagaimana kalian.

Dan As-Sard adalah : Membawakan suatu pembicaraan dengan berturut-turut dan tergesa-gesa.

Dan arti hadits sebagaimana yang dikatakan Al Hafidz dalam Al Fath 6/578: Nabi ﷺ tidak pernah merentet hadits dengan cepat, agar tidak membingungkan pendengar.

Dan beliau sangat antusias untuk memahamkan para yang diajak bicara sebagaimana yang ditunjukkan riwayat Bukhari 94, dari Anas radhiyallahu anhu; bahwa beliau jika salam, salam 3 kali, dan jika bicara, diulang 3 kali.

Dan inilah semangat beliau ﷺ dalam memahamkan manusia dengan ucapannya.

Dan terkadang beliau memakai perantara-perantara untuk memahamkan apa yang dia bicarakan, sebagaimana yang ditunjukkan hadits Abdullah bin Mas’ud riwayat Bukhari 6417, :

خط رسول الله ﷺ خطًا مربعًا وخط خطًا في الوسط خارجًا منه، وخط خططًا صغارًا إلى هذا الذي في الوسط من جانب الذي في الوسط وقال: «هذا الإنسان وهذا أجله محيط به، وهذا الذي هو خارج أمله، وهذا الخطط الصغار الأعراض، فأن أخطأه هذا نهشه هذا«.

Rasulullah ﷺ pernah membuat suatu garis persegi empat, dan menggaris tengah dipersegi empat tersebut, dan satu garis di luar garis segi empat tersebut, serta membuat beberapa garis kecil pada sisi garis tengah dari tengah garis tersebut.

Lalu beliau bersabda: ‘Ini adalah manusia dan ini adalah ajalnya yang telah mengitarinya atau yang mengelilinginya dan yang di luar ini adalah cita-citanya, sementara garis-garis kecil ini adalah rintangan-rintangannya, jika ia berbuat salah, maka ia akan terkena garis ini, jika berbuat salah lagi maka garis ini akan mengenainya.’

Dan juga ﷺ memakai cara permisalan untuk pemahaman dan penjelasan, sebagaimana hadits Abu Musa riwayat Syaikhain :

مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللهُ بِهِ مِنْ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتْ الْمَاءَ فَأَنْبَتَتْ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللهُ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ 

Perumpamaan petunjuk dan ilmu pengetahuan, yang oleh karena itu Allah mengutus aku untuk menyampaikanya, seperti hujan lebat jatuh ke bumi, bumi itu ada yang subur, menyerap air, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput-rumput yang banyak.

Ada pula yang keras tidak menyerap air sehingga tergenang, maka Allah memberi manfaat dengan hal itu kepada manusia. Mereka dapat minum dan memberi minum (binatang ternak dan sebagainya), dan untuk bercocok tanam.

Ada pula hujan yang jatuh kebagian lain, yaitu di atas tanah yang tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan rumput.

Begitulah perumpamaan orang yang belajar agama, yang mau memanfaatkan sesuatu yang oleh karena itu Allah mengutus aku menyampaikannya, dipelajarinya dan diajarkannya.

Begitu pula perumpamaan orang yang tidak mau memikirkan dan mengambil peduli dengan petunjuk Allah, yang aku diutus untuk menyampaikannya.

Inti dari yang telah lalu adalah, bahwa dakwah ditolong, terkenal dan diingat apabila si dai ilaAllah, termasuk yang merendah dalam penyampaiannya kapada seluruh manusia, dan juga dengan bahasa mereka, yang bisa dipahami selain yang lain.

Dan Al-Hafidz dalam Al Fath, setelah atsar Ali nomer 127 :

حدثوا الناس بما يعرفون أتحبون أن يكذب الله ورسوله

Berbicaralah kepada manusia dengan apa yang mereka tahu, apakah kalian mau Allah dan rasul-Nya di dustakan ?

Yang mereka tahu adalah : yang bisa mereka fahami.

Kita mohon kepada Allah kebenaran, dan hanya kepada-Nya lah kembali dan pulang, dan hanya milik-Nya lah pujian disetiap waktu.

*******

Ditulis oleh: Asy-Syaikh Abu Muhammad Abdul Hamid bin Yahya Al-Hajuriy (Hafidzahullah)

Alih Bahasa: Abu Adam Abdan Shakur Al-Baliy (Hafidzahullah)

wasilah dakwah 8

NASKAH ASLI :

من كتابي الوسائل الجلية لنصرة الدعوة السلفية

الثامنة: «حدث الناس بما يعرفون أتريد أن يكذب الله ورسوله«.
من أسباب نصر الدعوة السلفية مخاطبة الناس بما يعرفون، ومراعاة أحوالهم، ولما كان شأن هذه الوسيلة عظيم فإن الله ما ابتعث رسولًا إلا بلسان قومه، قال تعالى: ﴿وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ فَيُضِلُّ اللهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ﴾ [ابراهيم:4].
قال ابن كثير رحمه الله تعالى: هذا من لطف الله تعالى بخلقه: أنه يرسل إليهم رسلًا منهم بلغاتهم ليفقهوا عنهم ما يريدون، وما ارسلوا به إليهم.
والمتأمل لأحوال الرسل صلوات الله عز وجل عليهم وسلامه وما أيدهم به من المعجزات يلاحظ أن كل معجزة تلائم حال قوم ذلك الرسول، فلما كان زمن موسى عليه السلام قد انتشر في الناس السحر أيده بمعجزات طنوها سحرًا، ثم تبين لهم صدقها، قال تعالى: ﴿ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَى بِآيَاتِنَا إِلَى فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَا فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ * وَقَالَ مُوسَى يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ * حَقِيقٌ عَلَى أَنْ لا أَقُولَ عَلَى اللهِ إِلَّا الْحَقَّ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ * قَالَ إِنْ كُنتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ * فَأَلْقَى عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ * وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ * قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ * يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ * قَالُوا أَرْجِهِ وَأَخَاهُ وَأَرْسِلْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ * يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ * وَجَاءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوا إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ * قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ * قَالُوا يَا مُوسَى إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَ * قَالَ أَلْقُوا فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ * وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ * فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ * فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانقَلَبُوا صَاغِرِينَ * وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ * قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ * رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ﴾[الأعراف:103-122].
ولما كان زمن عيسى عليه السلام زمن طب وحكمة أيده الله بمعجزات توافق ذلك، قال تعالى: ﴿وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللهِ وَأُبْرِئُ الأَكْمَهَ وَالأَبْرَصَ وَأُحْيِ الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنينَ﴾[آل عمران:49].
ولما كان قوم محمد ﷺ قوم فصاحة وبلاغة أنزل الله عز وجل عليه القرآن بلسان عربي مبين، حتى قال النبي ﷺ: «ما من الأنبياء من نبي إلا وقد أعطي من الآيات ما مثله آمن عليه البشر إنما كان الذي أتوتيئه وحي أوحاه الله إلي، فأرجو أن أكون أكثرهم تبعًا« متفق عليه من حديث أبي هريرة.
وقال تعالى: ﴿وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ﴾ [التوبة:122]، وذلك لأن الداعي إلى الله عز وجل إذا كان على معرفة بخطاب القوم وأحوالهم عالج الأمور على وفق ما يلائمهم، فيحصلون على الخير العظيم من بركة الدعوات والفقه.
وكان رسول الله ﷺ كما في حديث عائشة عند البخاري (3568) لم يكن يسرد الحديث كسردكم.
والسرد هو الإتيان بالكلام على الولاء والاستعجال منه، ومعنى الحديث كما قال الحافظ في «الفتح« (6/578): لم يكن ﷺ يتابع الحديث استعجالًا بعضه إثر بعض لئلا يلتبس على المستمع.
وكان حريصًا على إفهام المخاطبين يدل على ذلك ما أخرجه البخاري (94) عن أنس رضي الله عنه أنه كان إذا سلم سلم ثلاثًا، وإذا تكلم بكلمة أعادها ثلاثًا.
وهذا حرص منه ﷺ على تفهيم الناس بخطابه.
وربما استخدم رسول الله ﷺ بعض الوسائل من أجل تفهيم ما يتكلم به، يدل على ذلك ما أخرجه البخاري من حديث عبد الله بن مسعود (6417) قال: خط رسول الله ﷺ خطًا مربعًا وخط خطًا في الوسط خارجًا منه، وخط خططًا صغارًا إلى هذا الذي في الوسط من جانب الذي في الوسط وقال: «هذا الإنسان وهذا أجله محيط به، وهذا الذي هو خارج أمله، وهذا الخطط الصغار الأعراض، فأن أخطأه هذا نهشه هذا«.
وربما استخدم ﷺ  اسلوب الأمثال للتفهيم والتوضيح، يدل على ذلك حديث أبي موسى عند الشيخين: «مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللهُ بِهِ مِنْ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتْ الْمَاءَ فَأَنْبَتَتْ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللهُ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ «.
الشاهد مما تقدم أن الدعوة تنصر وتشهر وتذكر إذا كان الداعي إلى الله ممن يتواضع في خطاباته على مستويات الناس، وكذلك بألسنتهم التي يفهمونها إلى غير ذلك.
قال الحافظ في الفتح تحت أثر علي رقم (127): (حدثوا الناس بما يعرفون أتحبون أن يكذب الله ورسوله). المراد بقوله بما يعرفون، أي: يفهمون. اهـ
ونسأل السداد وإليه المرجع والمآب فله الحمد على كل حال  .

Iklan

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: