“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

wasilah dakwah 3

g-gif-updateg-gif-update b
Perantara ketiga : Tidaklah bisa lurus ucapan dan perbuatan kecuali dengan mencocoki Sunnah.

Mengikuti nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dalam dalam semua perkara yang banyak maupun sedikit, yang besar maupun yang kecil, semampu kita untuk sampai padanya, merupakan perantara paling agung untuk tertolongnya dakwah.

Allah berfirman :

اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلاً مَا تَذَكَّرُونَ

“Ikutilah apa yang di turunkan kepada kalian dari Rabb kalian, dan janganlah kalian ikuti wali-wali yang selain allah . Amat Sedikit kalian ingat.” (QS: Al-A’raf: 3)

Dan juga firman  Allah:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

“Dan tidaklah pantas bagi mukmin dan mukminah untuk mempunyai pilihan lain dari urusan mereka sendiri,  apabila Allah dan rasul-Nya memutuskan suatu perkara”. (QS: Al-Ahzab: 36)

Dan juga firman Allah :

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجاً مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيماً

“Maka tidak demi Rabbmu,  tidaklah mereka beriman sampai menjadikan-mu hakim dalam perselisihan mereka, dan mereka tidak mendapati pada diri mereka kejanggalan terhadap keputusanmu dan mereka benar-benar berserah diri.” (QS: An-Nisa: 65)

Dan juga  Allah berfirman :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ

“Sungguh benar-benar ada pada Rasulullah  tauladan yang baik, bagi siapa yang mengharapkan Allah dan hari akhir.” (QS: Al-Ahzab: 21)

Dan juga Allah berfirman:

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ.  يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka hati-hati-lah orang-orang yang menentang urusannya, akan menimpa mereka fitnah atau menimpa mereka adzab yang pedih.” (QS: An-Nuur: 63)

Dan dari fitnah yang besar, keruntuhan dakwah dan kembali kepada kejelekan

Allah ta’ala berfirman:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ * الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوباً عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْأِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan rahmat-Ku  meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku  untuk orang-orang yang   bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang  beriman kepada ayat-ayat Kami”. (Yaitu) orang-orang yang  mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati  tertulis di dalam Taurat dan  Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka  segala yang baik dan   mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS: Al-A’raf: 156-157)

Dan keberuntungan yang paling besar adalah tertolong dan mantapnya dakwah salafiyah, maka jadilah seperti yang Allah inginkan, maka engkau akan kokoh di dunia dan akhirat.

Berkata Al -Junaid sebagaimana yang di katakan As-Suyuthi dalam Al-Amr bil ittibaa’ 53:

الطرق كلها مسدودة إلا على المقتفين آثار رسول الله ﷺ، والمتبعين سنته وطريقته، فإن طرق الخير مفتوحة عليه

“Semua jalan tertutup kecuali bagi orang yang meniti jejak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan mengikuti sunnah dan jalannya, maka terbukalah jalan-jalan kebaikan untuknya.”

Sebagaimana firman allah :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا

“Sungguh benar-benar ada pada rasulullah untuk kalian tauladan yang baik, bagi siapa yang mengharapkan Allah dan hari akhir.” (QS: Al-Ahzab: 21)

Dan termasuk dalil yang paling agung tentang dakwah tertolong dengan mengikuti nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam apa yang diriwayatkan Bukhari Muslim dari hadits Mughirah dan hadits Jabir, Muawiyah tsauban dan yang lainnya Radhiyallahu anhum ajmain dengan lafadz yang mirip :

«لا تزال طائفة من أمتي على الحق ظاهرين، لا يضرهم من خذلهم ومن خالفهم، حتى تقوم الساعة وهم على ذلك«.

“Senantiasa sekelompok ummatku tampak di atas haq tidak membahayakan bagi mereka pihak yang mengacuhkan dan menentang mereka, hingga bangkitnya kiamat dan mereka senantiasa seperti itu.”

Maka perhatikanlah janji nabawi yang juga merupakan janji rabbani, sebagaimna firman Allah :

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى * إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

“Dan tidaklah ia mengucapkan dari hawa * melainkan dia adalah wahyu yang di sampaikan.” (QS: An-Najm: 3-4)

Bagaimana Allah menjadikan perantara atas  terus berlangsngnya dan nampaknya dakwah yang hak ini adalah meniti jalan dan petunjuk-Nya, dan jalan yang sempurna nan menyeluruh inilah yang Allah firmankan:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً

“Pada hari ini Aku sempurnakan agama kalian dan Aku cukupkan nikmat kalian dan Aku ridho Islam sebagai agama bagi kalian.” (QS: Al-Ma’idah: 3)

Dan juga Allah berfirman :

مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ

“Tidak ada yang Kami luputkan dalam kitab sedikitpun”. (QS:  Al-An’am: 38)

Dan juga Allah berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kami yang menjaganya”. (QS: Al-Hijr: 9)

Dan sebagaimana sabda nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam :

تركتكم على البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها إلا هالك

“Aku tinggalkan untuk kalian diatas cahaya putih, malam itu bagaikan siangnya, tidak ada yang menyimpang darinya selain orang yang celaka.”

Maka siapa saja yang tetap pada cahaya yang putih yang merupakan jalan nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam maka dia selamat dari kehancuran. Dan siapa yang menentangnya maka temannya adalah kehancuran.

Dan kehancuran itu bisa di dunia dengan kehinaan, kerusakan dan kebinasaan . Atau bisa secara ukhrawi, maka hanya kepada Allah kita bertawakkal dan hanya kepada Dialah kita mohon pertolongan.

“Dan ittiba’ adalah mengikuti yang ada padanya hujjah, yaitu semua yang wajib diikuti sebagaimana dalilnya, dan rasul adalah tauladan yang tertinggi untuk diikuti semua yang ia perintahkan.” (Adhwaul Bayan 7/548.)

Dan Mutaaba’ah merupakan poros agama.

Dan talinya yang kuat.

Dan benteng nya yang kokoh.

Dan  juga ‘Urwatul wutsqa yan tidak akan putus.

Dan jalan yang terang dan satu-satunya yang bisa menyampaikan kepada Allah subhanahu wataala.

Dan cahaya yang terang yang dengannya hati itu hidup dan juga jiwa.

Dan dengannya hidup ini lurus.

Yang merupakan hal yang pasti untuk kelangsungan kehidupan ini.

Yang merupakan sebab adanya kerosulan yang merupakan suatu yang sangat  penting untuk kebaikan hamba pada kehidupannya dan tempat kembalinya.

Maka sebagaimana tidak ada kebaikan bagi hamba di akhiratnya kecuali dengan mengikut kerosulan tersebut, lalu seperti itu juga tidak ada kebaikan bagi hamba dalam kehidupannya di dunia kecuali dengan mengikuti kerosulan tersebut.

Dan sungguh seorang manusia sangat butuh kepada aturan, dan aturan Allah adalah cahaya di bumi-nya dan keadilan -Nya diantara para hamba-Nya, dan benteng-Nya yang aman bagi sapa saja yang masuk di dalamnya.

Dan bukanlah kebutuhan penduduk bumi kepada rasul sebagaimana kebutuhan matahari, bulan dan angin juga hujan.

Tidak seperti kebutuhan manusia akan kehidupannya.

Tidak sperti butuhnya seseorang dengan cahaya kehidupan.

Maupun butuhnya pada makanan dan minuman.

Bahkan lebih utama itu dan seutama-utama kebutuhan dari semua yang dia perkirakan dan dia pikirkan dihati.

Para rasul adalah perantara antara Allah dan ciptaan-Nya.

Baik perintah maupun larangan.

Merekalah duta antara Allah dan hamba-hamba-Nya.

Dan penutup mereka adalah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan juga tuan dan yang paling mulia disisi Rabb nya.

Diutus oleh Allah dengan petunjuk dan agama yang benar menjelang kiamat.

Pembawa berita gembira dan peringatan.

Penyeru kepada Allah dengan izin-Nya dan lampu yang terang.

Maka Allah tutup dengannya misi kerasulan dan Allah jadikan dia petunjuk dari kesesatan dan mengajarkan dengannya dari kebodohan.

Allah bukakan dengan kerosulannya mata-mata yang buta, telinga yang tuli dan hati yang tertutup, sehingga bumipun bersinar dengan kerosulannya setelah kegelapan.

Dan bersatunya hati-hati setelah berpecah belah.

Maka Allah luruskan dengannya agama yang pincang.

Dan dengannya menjadi terang jalan yang putih.

Allah lapangkan dadanya.

Dan di hapus semua dosanya.

Dan ditinggiksn penyebutannya.

Kerendahan dan kehinaan atas mereka yang menentang perintah-Nya.

Allah  tunjuki dengannya para makhluk dan Allah terangkan jalan dengan perantaranya.

Dan Allah keluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya dengannya.

Dan Allah jadikan dengannya yang buta bisa melihat.

Dan di bimbing dari kesesatan.

Dan di jadikannya bagian neraka dan surga.

Dan dipisah antara yang baik dan jahat.

Dan dia jadikan petunjuk dan keberuntungan dalam mengikuti dan mencocokinya.

Kesesatan dan kesengsaraan dalam maksiat dan penentangannya.

(Sampai akhir yang disebutkan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang Kalam-Nya yang amat berharga. Sebagaimana dalam Majmu 19/99-105)

*******

Ditulis oleh: Asy-Syaikh Abu Muhammad Abdul-Hamid bin Yahya Al-Hajuriy (Hafidzahullah)

Alih Bahasa: Abu Adam Abdan Syakur Al-Baliy (Hafidzahullah)

*******

wasilah dakwah 3
الوسيلة لثالثة: لا يستقيم قول وعمل إلا بموافقة السنة 
المتابعة للنبي ﷺ في كل ما جل ودق وكبر وصغر، ما استطعنا إلى ذلك سبيلا، من أعظم وسائل نصرة الدعوة: قال الله تعالى: ﴿اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلاً مَا تَذَكَّرُونَ﴾ [الأعراف:3]. وقال تعالى: ﴿وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ﴾[الأحزاب:36].
وقال تعالى: ﴿فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجاً مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيماً﴾ [النساء:65].
وقال تعالى: ﴿لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ﴾[الأحزاب:21].
وقال تعالى: ﴿فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ﴾[النور:63].
ومن الفتن العظيمة أنهيار الدعوات والرجوع إلى القهقرى.
وقال تعالى: ﴿وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ * الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوباً عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْأِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾ [الأعراف:156-157].
ومن أعظم الفلاح هو انتصار وتمكن الدعوة السلفية، فكن كما أراد الله عز وجل تمكن في الدنيا والآخرة.
قال الجنيد كما قال السيوطي في الأمر بالاتباع (53): الطرق كلها مسدودة إلا على المقتفين آثار رسول الله ﷺ، والمتبعين سنته وطريقته، فإن طرق الخير مفتوحة عليه كما قال الله تعالى: ﴿لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا﴾[الأحزاب:21].
ومن أعظم الأدلة على أن الدعوة تنصر بمتابعة النبي ﷺ: هو ما أخرجه البخاري ومسلم من حديث المغيرة، ومن حديث جابر ومعاوية وثوبان وغيرهم رضي الله عنهم أجمعين، بألفاظ متقاربة: «لا تزال طائفة من أمتي على الحق ظاهرين، لا يضرهم من خذلهم ومن خالفهم، حتى تقوم الساعة وهم على ذلك«.
فأنظر إلى هذا الوعد النبوي الذي هو وعد رباني لقول الله تعالى: ﴿وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى * إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى﴾[النجم: 3-4]، كيف جعل من وسائل الاستمرار والظهور لهذه الدعوة الحقة هو سلوك سبيله ﷺ، وهديه وطريقته، هذا السبيل التام الكامل الشامل الذي قال الله تعالى عنه: ﴿الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً﴾[المائدة:3]. ولقوله تعالى: ﴿مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ﴾[الأنعام:38].
ولقوله تعالى: ﴿إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ﴾ [الحجر:9].
ولقول النبي ﷺ: «تركتكم على البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها إلا هالك«.
فمن لزم البيضاء وهي طريقة النبي ﷺ نجي من الهلاك، ومن خالفها كان حليفه العطب.
والعطب قد يكون دنيويًا بالخزي والهزيمة والفشل، وإما أن يكون أخرويًا، فعلى الله التكلان وهو المستعان، والاتباع ما ثبت عليه الحجة وهو اتباع كل من أوجب عليك الدليل اتباع قوله، فالرسول هو المثل الأعلى في اتباع ما أُمر به. اهـ (أضواء البيان) (7/548).
والمتابعة هي قطب رحى الدين، وحبله المتين، وحصنه الحصين، وعروته الوثقى التي لا تنفصم، والطريق اللاحب الوحيد الذي يوصل إلى الله سبحانه وتعالى، والنور المضيء الذي تحيا به القلوب والنفوس، وتستقيم به الحياة كلها، والضرورة اللازمة لاستمرار الحياة، وهو سبب الرسالة التي هي ضرورية في إصلاح العبد في معاشه ومعاده، فكما أنه لا صلاح له في آخرته إلا باتباع الرسالة، فكذلك لا صلاح له في معاشه ودنياه إلا باتباع الرسالة، فإن الإنسان مضطر إلى الشرع، والشرع نور الله في أرضه وعدله بين عباده، وحصنه الذي من دخله كان آمنًا.
وليست حاجة أهل الأرض إلى الرسول كحاجتهم إلى الشمس والقمر والرياح والمطر، ولا كحاجة الإنسان إلى حياته، ولا كحاجة الإنسان إلى ضوئها والجسم إلى الطعام والشراب، بل أعظم من ذلك وأشد حاجة من كل ما يقدر ويخطر بالبال، فالرسل وسائط بين الله وبين خلقه، في أمره ونهيه، وهم السفراء بينه وبين عباده.
وكان خاتمهم وسيدهم وأكرمهم على ربه محمد ﷺ، أرسله الله بالهدى ودين الحق بين يدي الساعة، بشيرًا ونذيرًا، وداعيًا إلى الله بإذنه وسراجًا منيرا، فختم به الرسالة، وهدى به من الضلالة، وعلم به من الجهالة، وفتح برسالته أعينًا عميًا وآذانًا صمًا وقلوبًا غلفا، فأشرقت برسالته الأرض بعد ظلمتها، وتألفت به القلوب بعد شتاتها، فأقام بها الملة العوجاء، وأوضح بها المحجة البيضاء، وشرح له صدره، ووضع عنه وزره، ورفع ذكره، وجعل الذلة والصغار على من خالف أمره.
فهدى الله به الخلائق، وأوضح به الطريق، وأخرج به الناس من الظلمات إلى النور، وبصر به من العمى، وأرشد به من الغي، وجعله قسيم الجنة والنار، وفرق ما بين الأبرار والفجار، وجعل الهدى والفلاح في اتباعه وموافقته، والضلال والشقاء في معصيته ومخالفته، إلى آخر ما ذكره شيخ الإسلام من كلامه النفيس كما في «المجموع« (19/99-105).

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: