“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

Polisi & Mata Mata.jpg

JAWABAN PRAKTIS DARI PERTANYAAN ORANG PRANCIS

بسم الله الرحمن الرحيم

1. Apakah diperbolehkan bagi Ummat Islam (bekerjasama dengan polisi) untuk memata-matai Kaum Muslimin dan memberikan informasi kepada orang-orang kafir (yang bekerja untuk polisi)?.

(Est-il permis à un musulman (qui travaille pour la police) d’espionner ses frères musulmans pour donner des informations aux mécréants (qui travaille pour la police)?)

Jawab: Tidak boleh bekerjasama dengan orang kafir dalam menghinakan kaum muslimin, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

«المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يسلمه ولا يخذله»

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim (yang lainnya), tidak menzaliminya dan tidak menyerahkannya (kepada musuh) serta tidak menghinakannya”.

Tidak boleh kita memata-matai saudara kita kaum muslimin lalu kita laporkan tentang keadaan dan aib mereka kepada orang kafir, walaupun orang kafir itu sebagai polisi atau aparat pemerintah.

2. Apakah diperbolehkan bagi umat Islam (bekerjasama dengan polisi) untuk memata-matai Kaum Muslimin untuk memberikan informasi kepada orang-orang Islam (yang bekerja untuk polisi)?.

(Est-il permis à un musulman (qui travaille pour la police)  d’espionner ses frères musulmans pour donner des informations aux musulmans (qui travaille pour la police)?)

Jawab: Tidak boleh, karena ini masuk dalam mencari aib dari kaum muslimin, Allah Ta’ala berkata:

(وَلَا تَجَسَّسُوا)

“Dan janganlah kalian memata-matai (mencari-cari aib saudara kalian)”.

Asy-Syaikhan meriwayatkan dari hadits Abi Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa dikatakan kepada Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu:

هناك أناس يشربون الخمر

“Di sana sekolompok orang meminum khamer (minuman memabukan)”, maka Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata:

نهينا عن التجسس

“Kita telah dilarang dari memata-matai”, yakni dilarang memata-matai kaum muslimin.

Berbeda halnya bekerja sama dengan polisi dalam rangka mencari tahu tentang beritanya, apakah dia masih hidup atau sudah mati?, apakah dia dalam bahaya?, bila seperti ini maka ini adalah boleh, Allah Ta’ala mengisahkan tentang perintah Abu Yusuf ‘Alaihish Shalatu Wassalam kepada anak-anaknya:

(يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ)

“Wahai anak-anakku pergilah kalian mencari tahu tentang Yusuf dan saudaranya!”.

3. Apakah diperbolehkan bagi Ummat Islam (yang bekerjasama dengan polisi) untuk memata-matai orang?.

(Est-il permis pour les musulmans (qui travaille pour la police) d’espionner les gens?)

Jawab: Kalau memata-matai orang kafir sesuai keperluan maka hukumnya adalah boleh, dengan dalil hadits di dalam “Ash-Shahih” dari Abdillah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersama Ubaiy bin Ka’ab Al-Anshariy pergi ke pohon korma yang Ibnu Shayyad berbaring di sisinya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ingin mendengar dan mengetahui apa yang diperbuat Ibnu Shayyad.

Hadits ini menunjukan bolehnya memata-matai orang kafir. Wallahu A’lam.

*******

Dijawab oleh:

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy Al-Mulkiy (Hafidzahullah)

(Naslim, SBT, Indonesia / 27 Rabiuts Tsaniy 1437).

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: