“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

TV

HUKUM MENONTON TELEVISI YANG TERDAPAT PADANYA MAKHLUK BERNYAWA

Tanya: Kami melihat kalian tidak seorangpun duduk nonton televisi, kalau boleh kami tahu kenapa?. (Pertanyaan dari desa Osong-SBT).

Jawab: Kami tidak menonton televisi karena beberapa perkara:

Pertama: Acaranya hanyalah dibuat-buat, ada yang bertindak sebagai pembawa acara, sebagai pemain, sebagai pembuat sinetron dan lain sebagainya, semuanya nampak sebagai perkara yang dibikin-bikin oleh manusia, yang pada akhirnya banyak orang tersia-siakan waktunya, dan bahkan melalaikan mereka dari melaksanakan kewajiban, sehingga jadilah perkara tersebut sebagai penyeret kepada pengikutan syahawat (keinginan-keinginan hawa nafsu) dengan melalaikan kewajiban, Allah Ta’ala berkata:

(أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا)

“Mereka melalaikan shalat dan mereka mengikuti syahawat, maka mereka nanti akan mendapati penyelewengan (kesesatan)”.

Kedua: Pada acara televisi terkadang orang-orang menampakan aurat, kalau pun tidak menampakan aurat berat maka yang ditampakan adalah aurat ringan, yang menonton tentu akan melihatnya, kalaupun acaranya dinamai dengan islamiy maka pasti penonton akan memandang para pembawa acara dan para pemain dengan melebihi batas, dan tentu ini masuk dalam penyelisihan terhadap perkataan Allah Subhanahu wa Ta’ala:

(قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ)

“Katakanlah (wahai Ar-Rasul) kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka menundukan dari pandangan mereka dan hendaklah pula mereka menjaga kehormatan mereka, demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah adalah Al-Khabir (Maha Mengetahui) terhadap apa yang mereka lakukan”.

Ketiga: Merasa ridha dan suka dengan kemungkaran gambar makhluk bernyawa, akal yang sehat mengakui bahwa orang-orang yang tampil di dalam televisi tidak akan mungkin ada dengan sendirinya melainkan diadakan dengan cara merekam (memfoto) atau mempotret (mengambil gambar), kalau pada zaman dahulu orang-orang menggambar dengan menggunakan pena atau mengukir dengan alat ukir, namun dengan adanya perubahan zaman seperti sekarang ini maka pembuatan gambar itu dapat dilakukan dengan cara yang lebih cepat yaitu dengan memfoto, mempotret dan merekam, semua ini masuk dalam penamaan menggambar yang pelakunya mendapat kutukan dan laknat dari Allah Ta’ala:

«لعن الله المصورين»

“Allah melaknat para tukang gambar”. Demikian yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dan orang yang menyaksikan atau menonton permainan gambar-gambar dalam televisi ini dikhawatirkan terjauhkan dari rahmat, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«لا تدخل الملائكة بيتًا فيه كلب ولا صورة».

“Tidaklah malaikat masuk ke dalam suatu rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan tidak pula masuk di dalam rumah yang terdapat gambar (makhluk bernyawa)”.

Wallahu A’lam..

Dijawab oleh: Abu Ahmad Muhammad Al-Khadir bin Salim Al-Mulkiy (Hafidzahullah)

Naslim-SBT, 22 Rabiuts Tsaniy 1437

Comments on: "Mengapa Kami Tidak Menonton TV ??" (1)

  1. foto ktp pasport id card bgmana akhi?

    Suka

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: