“ Tidaklah aku menginginkan kecuali perbaikan selama aku sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali ” QS : Huud : 88

adab makan

Adab-Adab Makan Yang Dituntunkan :

1. Membaca Basmalah ( بسم الله)

2. Makan Dengan Tangan Kanan.

3. Makan Makanan Yang Terdekat Dengan Kita.

Dalil dari ketiga adab tersebut adalah : Hadits Umar bin Abi Salamah رضي الله عنه  beliau berkata :

كنت غلاما في حجر  رسول الله -صلى الله عليه وسلم- وكانت يدي تطيش في الصحفة، فقال لي رسول الله – صلى الله عليه وسلم- : (يا غلام سم الله وكل بيمينك وكل مما يليك)

Artinya : “Aku adalah seorang anak kecil yang berada dibawah asuhan Rosululloh صلى الله عليه وسلم dulu tanganku berkeliling mengitari nampan kalau lagi makan,  maka berkata Rosululloh  صلى الله عليه وسلم kepadaku : “Wahai anak kecil bacalah بسم الله  dan makanlah dengan  tangan kananmu dan makanlah dari apa -apa yang dekat denganmu?”

Juga datang hadits dari Jabir bin ‘Abdillah رضي الله عنه di dalam shohih Muslim (2019) yang berisi larangan  makan dengan tangan kiri.

قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم- : (لا تَأْكُلوا بِالشِّمالِ فَإِنَّ الشيطانَ يَأْكُلُ بِالشِّمالِ

Artinya : berkata Rosululloh -صلى الله عليه وسلم – : “Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena sesungguhnya syaitan makan dengan tangan kiri”. Sebagaimana disebutkan dalam hadits ‘Abdulloh bin Busr  رضي الله عنه di shohih Muslim (2042)

📩 Pertanyaan : Bagaimana orang yang lupa tidak membaca basmalah saat mau makan dan ingat mana kala sudah mulai makan?

Jawab : datang hadits ‘Aisyah رضي الله عنها bahwasanya  Rosululloh berkata :

(إذا أكل أحدكم فَلْيَذْكُرِ اِسْمَ اللهِ تعالى فإن نَسِيَ أَنْ يَذْكَرَ اسمَ اللهِ تعالى في أوَلِهِ فَلْيَقُلْ : بِسْمِ الله ِ أوَّلَهُ وآخِرَهُ).

4. Makan Dengan Tiga Jari.

5. Menjilat Tangannya Sebelum Beliau Mencucinya. 

Berdasarkan hadits Anas bin Malik  رضي الله عنه dia berkata :

كان رسول الله -صلي الله عليه وسلم- يأكل بثلاثِ أصابعَ ويلعق يدَه قبل َ أن يمْسحَها

Yang artinya : Adalah Rosululloh صلى الله عليه وسلم makan dengan tiga jari kemudian menjilati jari-jarinya sebelum mengusapnya (mencucinya). HR Muslim (2032)

Hadits ke -2 dari Anas bin malik رضي الله عنه juga, beliau berkata :

رأيت النبيَ -صلى الله عليه وسلم- يلعق أصابعه الثلاثَ من الطَّعام.

Yang artinya : Aku melihat nabi  صلى الله عليه وسلم  menjilati makanan yang ada pada jari jarinya yang tiga. HR Muslim (2032)

📩 Pertanyaan : Apakah kalau habis makan jari boleh dijilat oleh orang lain?

Jawab: Boleh, adapun dalilnya adalah hadist Ibnu ‘Abas رضي الله عنهما, dia berkata :

أَنَّ النَبِي َ-صلى الله عليه وسلم- قال: (إذا أَكَلَ أَحَدُكُم فَلا يَمْسَحُ يَدَهُ حَتَى يَلْعَقُها أَوْ يُلْعِقُها).

Artinya : sesungguhnya nabi صلى الله عليه وسلم berkata : “Apabila salah seorang dari kalian makan jangan mengusap (membersihkan) tangannya sampai dia menjilatinya atau menjilatkannya (ke orang lain)” HR Bukhori (5456) dan Muslim (2031)

6. Makan Mulai Dari Pinggir Tidak Dari Tengahnya.

Berdasar hadist Ibnu Abas رضي الله عنهما dia berkata :

(أن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال : (البركة تنزل وسط الطعام فكلوا من حافتيه ولا تأكلوا من وسطه)

Yang artinya : Barokah turun di tengah makanan, maka makanlah kalian dari pinggir dan janganlah kalian makan dari tengahnya. HR Abu Dawud (3772) dan Tirmidzi (1805) dan di shohihkan oleh syaikh al-Albany رحمه الله

7. Dibenci Makan Dengan Ittika’.

Ittika’ adalah (badan) condong ke salah satu sisi.
Adapun dalilnya,  hadist Abu Juhaifah رضي الله عنه dia berkata :

قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- : (لا آكل متّكئا )

Yang artinya : Berkata Rosululloh -صلى الله عليه وسلم- : aku tidak makan dalam keadaan ittika’ (badan miring ke salah satu sisi). HR Bukhori (5398)

8. Tidak Bernafas Di Gelas Saat Minum, Karena Yang Demikian Adalah Makruh.

Berdasarkan hadits abu Qotadah رضي الله عنه dia berkata :

أن النبي -صلى الله عليه وسلم- نهى أن يَتنفَّسَ في   الإناءِ

Yang artinya : Sesungguhnya nabi صلى الله عليه وسلم melarang untuk bernafas di gelas saat minum. HR Bukhori (5631) dan Muslim (267)

Sunahnya adalah bernafas tiga kali saat minum, maksudnya adalah saat minum diselangi dengan bernafas tiga kali diluar gelas, tidaklah air satu gelas diminum dengan sekali tegukan yang demikian itu akan menyebabkan bernafas di gelas. Dalilnya hadits Anas bin Malik رضي الله عنه dia berkata :

كان رسول الله -صلى الله عليه وسلم- يَتَنَفَّسُ في الشَّرابِ ثَلاثا، ويقول : ( إنه أَرْوَى وأَبْرَأُ وأَمْرَأُ).

Yang artinya : Rosululloh صلى الله عليه وسلم senantiasa bernafas (diluar gelas) tiga kali saat minum, dan beliau berkata : “Sesungguhnya yang demikian itu lebih puas minumnya, dan terbebas dari rasa sakit yang disebabkan karena haus, serta lebih mudah diteguknya”.

9. Tidak Makan atau Minum Sambil Berdiri Karena Yang Demikian Itu Makruh,  Kecuali Apabila Sakit dan Tidak Bisa Duduk. Atau apabila dibutuhkan.

Berdasar hadits Abu Sa’id Al-Khudry رضي الله عنه :

أن النبي -صلى الله عليه وسلم- زَجَرَ عَنْ الشُّرْبِ قائِماً.

Artinya : ” Sesungguhnya nabi صلى الله عليه وسلم melarang minum sambil berdiri”. HR Muslim (2025)

Datang pula hadits Anas bin Malik رضي الله عنه, yang diriwayatkan oleh imam Muslim dalam shohihnya (2024)

عن النبي -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ   يَشْرَبَ الرَّجُلُ قائِما، قالَ قَتَادَةُ : فقُلْنا: فَالْأَكْلُ؟ فَقَالَ : ذَاكَ أَشَرُّ أو أَخْبَثُ

Artinya : dari nabi  صلى الله عليه وسلم bahwasanya beliau  melarang seseorang minum sambil berdiri, maka berkata Qotadah : maka kami berkata : “Kalau makan (sambil berdiri) bagaimana?” berkata Anas bin Malik : yang demikian itu lebih jelek.

Adapun dalil yang membolehkan makan atau minum sambil berdiri apabila sakit adalah hadist Ibnu ‘Abas رضي الله عنهما dia berkata :

سَقَيْتُ رسول َاللهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ زًمْزَمَ فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمُ.

Artinya : “Aku menuangkan air zamzam buat rosululloh صلى الله عليه وسلم, kemudian beliau minum dalam keadaan berdiri.”HR Bukhori (6737) dan Muslim (2027).

10. Tidak Mencela Makanan.

Berdasar hadits Abu Huroiroh رضي الله عنه dia berkata :

ما عاب النبي -صلى الله عليه وسلم- طعاما قط، إن اشتهاه أَكَلَ وإِلَّا تَرَكَهُ

Artinya : “Tidaklah pernah nabi صلى الله عليه وسلم mencela makanan, kalau suka dia makan kalau tidak suka dia meninggalkannya.” HR Bukhori (5409) dan Muslim (2064)

Doa setelah makan

1- Membaca اَلْحَمْدُ لِلٰهِ
Berdasar hadits Anas bin Malik رضي الله عنه dia berkata:
قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- : (إنَّ اللهَ لَيَرْضى عَنْ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ علَيها أو يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدِهُ عَليها).
Artinya : berkata Rosululloh صلى الله عليه وسلم : “Sesungguhnya Alloh meridhoi hambanya yang makan makanan atau minum minuman kemudian dia memuji Alloh atasnya.HR Muslim (2734)

2- Boleh juga membaca doa :
اَلْحَمْدُ لِلٰهِ كَثِيْرًا طَبِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مُوَدّعٍّ وَلَا مُسْتَغْنًَى عَنْهُ رَبَّنَا
Artinya : Segala puji bagi Alloh dengan pujian yang melimpah, baik dan penuh barkah, yang selalu tidak mencukupi untuk kita ucapkan, dan tidak ditinggalkan serta selalu dibutuhkan, wahai Rob kami.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Umamah رضي الله عنه  yang diriwayatkan oleh al-imam Bukhori dalam sakhihnya (5458)

3- Boleh juga bagi kita untuk membaca doa :
اَلْحَمْدُ لِلٰهِ الَّذِي أَطْعَمَ وسَقَى وَسَوَّغَهُ وَجَعَلَ لَهُ مَخْرَجًا
Artinya : Segala puji bagi Alloh yang telah memberi makan dan minum dan yang telah memudahkan makanan untuk masuk (mudah ditelan) dan menjadikan bagi makanan tetsebut jalan keluar, (mudah buang kotorannya setelah dicerna).
Sebagai mana disebutkan dalam hadits Abu Ayub al- Anshory رضي الله عنه yang diriwayatkan oleh  Abu Dawud dalam Sunannya (3851), hadits disahihkan oleh syaikh al- Albaany dan syaikh Muqbil رحمهما الله

4- Boleh juga membaca doa :
اَلْحَمْدُ لِلٰهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هٰذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ
Artinya : segala puji bagi Alloh yang telah memberiku makan makanan ini dan telah memberiku rejeki ini tanpa daya upaya dan kekuatan dari diriku.
HR Abu Dawud (4023) dan Tirmidzi (3458) dari Mu’adz bin Anas. Hadist dihasankan oleh syaikh al- Albany di shohih al Jami’ (6068)

Doa tamu bagi orang yang menjamunya.
الّٰهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ
Artinya : ya Alloh berilah berkah kepada mereka terhadap apa-apa yang engkau rejekikan kepada mereka, dan ampunilah serta  rahmatilah mereka.

*******

Ditulis oleh : Ummu Hammam  Karimah bint Anwar Al-Jawiy (Hafidzahallah)

🌷🍲🍲🌷🍲🍲🌷🍲🍲🌷

Tinggalkan Balasan Ash Habul Hadits

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: